RAMADHAN
DAN HABLUM MINANNAS
Drs.St.Mukhlis
Denros
Melaksanakan puasa Ramadhan bukan
hanya ujud hubungan manusia dengan Allah saja tapi juga memupuk dan mewujudkan
hubungan manusia dengan manusia lainnya yang disebut dengan hablum minannas
melalui berbagai ibadah seperti shalat berjamaah di masjid, memberi buka puasa,
menyantuni fakir miskin melalui zakat, infaq dan sedekah serta akhlak mulia
lainnya.
Hubungan
manusia satu dengan lainnya disebut dengan hablum minannas, yang harus dijaga
dengan akhlak terpuji, ukhuwah islamiyyah dan silaturrahim. Tidak ada manusia
yang bisa dan mau hidup sendiri, dia membutuhkan orang lain dalam
kesehariannya, apakah membutuhkan teman, saudara, kerabat dan tetangga.
Ternyata hidup sendiri itu tidak enak, walaupun semua fasilitas hidup
disediakan, bebas berbuat apa saja, lihat sejarah Nabi Adam, walaupun dia tinggal
di syurga, tapi sendiri, sehingga dia membutuhkan teman, Allah menjadikan Siti
Hawa sebagai isteri dan temannya.
Orang yang dekat dengan kita
diantaranya adalah teman dan tetangga, hubungan
keduanya harus dijaga dengan baik agar mendapatkan keuntungan dengannya
apakah keuntungan materi atau juga keuntungan ukhrawi.
1. Teman
Orang yang sering bertemu dan bertamu
dengan kita adalah teman atau sahabat, pertemuan tetap terjalin pada
momen-momen tertentu, jalinan juga dipupuk melalui alat komunikasi walaupun jaraknya
jauh tapi dapat ditempuh dalam waktu singkat melalui telefon atau alat lain,
semakin maju teknologi semakin banyak alat yang dapat digunakan untuk menjaga
hubungan dengan teman, jalinan juga dapat diujudkan melalui alat transportasi,
mengunjungi teman dimanapun dia berada dengan kendaraan.
Islam
sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab dan
batasan-batasan di dalam pergaulan. Sebab betapa besar dampak yang akan menimpa
seseorang akbiat bergaul dengan teman-teman yang jahat dan sebaliknya betapa
besar manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang
shalih.
Banyak di
antara manusia yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan
dikarenakan bergaul dengan teman teman yang jahat dan banyak pula di antara
manusia yang mereka mendapatkan hidayah disebabkan bergaul dengan teman-teman
yang shalih.
Di dalam sebuah hadits
Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyebutkan tentang peranan dan dampak
seorang teman:“Perumpamaan teman duduk
yang baik dengan teman duduk yang jahat adalah seperti penjual minyak wangi
dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu, baik
engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya, engkau pasti akan
mendapatkan baunya yang enak, sementara pandai besi ia akan membakar bujumu
atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak enak.” (Muttafaqun ‘Alaih).
Berdasarkan
hadits tersebut dapat diambil faedah penting bahwasanya bergaul dengan teman
yang shalih mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya baik, yaitu:
Kita akan
menjadi baik atau kita akan memperoleh kebaikan yang dilakukan teman kita.
Sedang bergaul dengan teman yang jahat juga mempunyai 2 kemungkinan yang
kedua-duanya jelek, yaitu:Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut
memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita.
Bahkan
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menjadikan seorang teman sebagai
patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang, oleh sebab itu Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Salam memerintahkan kepada kita agar memilah dan memilih
kepada siapa kita bergaul.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:“Seseorang berada di atas agama temannya, maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat kepada siapa dia bergaul.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim dengan Sanad yang saling menguatkan satu dengan yang lain).
Dan dalam
sebuah syair disebutkan, Jangan tanya tentang seseorang, tapi tanya tentang
temannya, sebab orang pasti akan mengikuti kelakukan temannya.Demikianlah karena
memang fitroh manusia cenderung ingin selalu meniru tingkah laku dan keadaan
temannya.[Fuad Iskandar, Seorang Teman, Peranan Dan Dampaknya Bagi
Seseorang, www.alsofwah.or.id/khutbah].
Imam
Bukhari dan Muslim dalam kitab shahihnya, meriwayatkan sebuah kisah yang
bersumber dari sahabat Abu Sa'id Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Khudri. Ia
berkata bahwa Rasulullah SAW pernah menceritakan bahwa pada zaman dahulu ada
seorang laki-laki yang sangat kejam. Ia telah membunuh 99 orang.
Suatu hari,
si pelaku merasa menyesal atas berbagai perbuatan yang telah dilakukannya. Ia
pun lantas berusaha mencari manusia yang paling berilmu di atas dunia ini. Ia
lalu mendatangi seorang alim yang ahli beribadah dan bercerita tentang masa
lalunya. Saat bertemu, dia lalu mengutarakan maksudnya untuk bertaubat dan
menjadi orang yang saleh.
Sayangnya,
tanpa landasan keilmuan yang kuat, orang alim ini menjawab, bahwa dosa pembunuh
tak akan diampuni Allah. Mendengar jawaban itu, lalu timbul amarahnya. Tanpa
berpikir panjang, penjahat ini langsung membunuh orang alim tersebut. Maka,
genaplah 100 orang yang telah dibunuhnya.
Setelah
itu, ia melanjutkan perjalanan dan mencari orang yang lebih alim. Ketika
bertemu dengan orang yang dicarinya, dia pun menyampaikan keinginannya untuk
bertaubat.
Dengan
keilmuannya, orang alim ini menjawab bahwa Allah akan mengampuni taubat orang
jika dilakukan secara benar-benar. Orang alim itu memberikan nasihat, agar si
penjahat segera menjauhi teman-temannya yang jahat, serta memintanya untuk
bergaul dengan orang-orang yang saleh. Sebab, pergaulan yang salah akan
menjerumuskan seseorang dalam perbuatan mungkar.
Pembunuh
kejam ini mematuhi nasihat orang alim itu. Ia bertaubat dan menyesali
dosa-dosanya. Ia juga menjauhi teman-temannya yang jahat dan pergi mencari
perkampungan tempat orang-orang saleh. Namun, ketika ia masih berada dalam
perjalanan, ajal tiba.
Ia
menghadap Allah dengan hanya membawa niat tulus, menjadi orang yang baik.
Malaikat pun sempat berebut untuk membawanya. Ada yang ingin membawanya ke
neraka, dan yang lain ingin membawa ke surga. Setelah diukur, jarak yang
ditempuhnya untuk bertaubat, lebih panjang dibandingkan dengan tempat
kawan-kawannya yang berbuat maksiat. Singkat cerita, pembunuh yang telah
bertaubat itu kemudian dibawa ke surga.
Hikmah dari
kisah ini, di antaranya, adalah perintah agar kita bergaul dengan orang-orang
yang saleh, dan menjauhi orang yang berbuat maksiat.
Dalam
konteks keindonesian yang sedang marak dengan kasus hukum, jika kita ingin
menjadi orang yang bebas dari korupsi, maka kita jangan bergaul dengan koruptor
atau masuk ke dalam institusi yang sarat dengan potensi terjadinya korupsi .
Hal ini dapat dirunut dari banyaknya kasus korupsi di Indonesia yang dilakukan
secara berjamaah.[Khofifah Indar Parawansa,Memilih
Pergaulan, Republika Online Senin, 03 Oktober 2011 07:39 WIB].
2. Tetangga
Sebagai makhluk
sosial, manusia butuh bersosialisasi. Di lingkungan terdekat, manusia hidup
berdampingan dengan tetangganya. Dalam ajaran Islam, tetangga memiliki peran
dan arti penting dalam kehidupan seorang Muslim. Islam mengajarkan, hak
tetangga atas tetangga lainnya begitu agung.
Allah SWT
memerintahkan hamba-Nya untuk berbuat baik kepada tetangga dekat dan jauh.
"… Dan, berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, serta tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh." (QS
An-Nisaa [4]:36).
Rasulullah SAW
juga selalu mengingatkan umatnya untuk berbuat baik dengan tetangganya. Nabi
SAW bersabda, "Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku agar berbuat baik
kepada tetangga hingga aku mengira dia akan mewariskannya." (HR Bukhari
dan Muslim).
Sayangnya, masih
banyak umat Islam yang belum menjalankan perintah Allah dan Rasulullah tentang
pentingnya berbuat baik kepada tetangga. Tak jarang, antartetangga ada yang
bermusuhan, saling menjelekkan, dan saling mengumbar aib. Akibatnya, seorang
yang bermusuhan dengan tetangganya tak akan pernah merasa tenang.
"Ada kalanya
seseorang membutuhkan bantuan tetangganya. Apabila tetangga itu orang yang
saleh, tentu ia akan memberikan manfaat dan meringankan bebannya," ujar
ulama terkemuka itu. Terkait masalah ini, Rasulullah SAW bersabda, "Empat
perkara yang dapat mendatangkan kebahagiaan: wanita yang saleh, tempat tinggal
yang luas, tetangga yang saleh, dan kendaraan yang bagus." (HR Ahmad).
Rasulullah SAW
mengajarkan umatnya agar selalu berbuat baik kepada tetangganya. Beliau
bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia
berbuat baik kepada tetangganya …" (HR Muslim). Untuk itulah, kata Syekh
Sayyid Nada, wajib hukumnya berbuat baik kepada tetangga dengan cara apa pun
yang memungkinkan.
Rasulullah SAW
selalu menekankan pentingnya umat Islam berbuat baik kepada tetangga. Beliau
bersabda, "Bukanlah Mukmin orang yang kenyang, sementara tetangga di
sampingnya kelaparan."
Saat ini, masih
banyak orang yang tak mempedulikan kondisi tetangganya. Padahal, Rasulullah SAW
mengajarkan umatnya berbagi dengan tetangga. Beliau bersabda, "Jika salah
seorang dari kalian memasak, perbanyaklah kuahnya, kemudian berikan sebagian
kepada tetangganya."
Rasulullah juga
melarang umatnya meremehkan sesuatu yang akan diberikan kepada tetangganya.
Nabi SAW bersabda, "Wahai, wanita Muslimah, janganlah kalian meremehkan
pemberian kepada tetangga meskipun hanya kaki kambing." Menurut Syekh
Sayyid Nada, hendaknya adab yang agung ini diperhatikan dan jangan sampai
diabaikan.[Damanhuri, Mengenal
Adab Bertetangga dalam Ajaran Islam,Republika.co.id.Jumat,
26 November 2010, 03:57 WIB].
Jalinan kasih
seorang mukmin dengan mukmin lainnya dapat diujudkan melalui da’wah diantaranya
saling menasehati antara satu dengan lainnya, apalagi saudara kita dalam
keadaan galau sehingga tidak tahu jalan mana yang harus dilalui, jangan sampai
dia terjerumus kepada dosa dan maksiat, disinilah peran besar seorang teman,
tetangga dan hubungan kita dengan sesame manusia untuk memberikan nasehat yang
baik kepadanya demi keselamatan hidupnya apakah di dunia ataupun akherat.
Dalam sebuah hadits disebutkan
bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya: “Apakah kita akan dihancurkan walaupun di
antara kita terdapat orang-orang sholihin.”? Rasulullah saw. menjawab, “Ya”,
bila terdapat banyak kebobrokan atau keburukan. Allah swt. menegaskan dalam
surat Huud ayat 117 yang artinya: Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan
membinasakan negeri-negeri secara zhalim sedang penduduknya orang-orang yang
melakukan ishlah (perbaikan).
Di antara ciri manusia yang
tidak akan merugi adalah sebagaimana yang diungkap dalam surat Al-Ashr, yaitu
senantiasa saling menasihati dengan kebenaran (saling menasihati untuk
melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah) dan saling menasihati
dengan kesabaran (maksudnya saling menasihati untuk bersabar menanggung musibah
atau ujian). Surat ini amat penting sehingga ada riwayat dari Imam At-Thabrani
dari Ubaidillah bin Hafsh yang menyatakan bahwa dua orang sahabat nabi bila
bertemu, maka tidak berpisah kecuali membaca surat Al-Ashr, kemudian
mengucapkan salam untuk perpisahan.
Imam As-Syafi’i pernah
mengatakan: “Seandainya manusia mau merenungi
kandungan surat Al-Ashr, pasti cukuplah itu bagi kehidupan mereka.”
Di antara hak seorang muslim
dengan muslim lainnya adalah bila dimintai nasihat oleh saudaranya tentang
sesuatu maka ia harus memberinya, dalam artian ia harus menjelaskan kepada
saudaranya itu apa yang baik dan benar. Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Bila salah seorang dari kamu meminta nasihat kepada saudaranya maka hendaknya
(yang diminta) memberi nasihat.” (HR Bukhari)
Dalam hadits lain disebutkan:
“Agama adalah nasihat bagi Allah, bagi Rasul-Nya, untuk para pemimpin umat
Islam dan untuk para orang awamnya.” ( H.R Bukhari)
Maksud hadits di atas
adalah:Agama adalah nasihat, maksudnya bahwa sendi dan tiang tegaknya agama
adalah nasihat. Tanpa saling menasihati antara umat Islam maka agama tidak akan
tegak. [Budayakan Saling Menasehati, Tim dakwatuna.com14/5/2009 | 20
Jumadil Awal 1430 H].
Sesama teman dan sesama
saudara tentu nasehat yang diberikan adalah nasehat yang baik, untuk
menyelamatkan kita, tidak ada teman atau saudara yang mau menjerumuskan kita ke
jurang binasa, itulah makanya kita diharapkan mencari teman yang baik dan
tetangga yang shaleh. Selain itu hablum minannas dapat diujudkan pula dalam
bentuk interaksi, dialoq atau dalam hal saling berdiskusi berkaitan apapun,
sikap seorang yang baik adalah
menghargai pendapat orang lain, menjauhi perdebatan apalagi yang diperdebatkan
itu hanya hal-hal sepele bukan prinsip, tidak apalah kita mengalah demi
menghargai teman dan saudara kita.
Imam Malik rahimahullah juga
berkata : “Kita semua bisa membantah dan bisa dibantah, kecuali penghuni kubur
ini”. Maksudnya, ialah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi, tidak
ada seorangpun yang tidak boleh dibantah jika salah, dan ia tidak boleh fanatik
dengan pendapatnya.
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah
berkata : “Jika ucapanku bertentangan dengan sabda Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam, maka benturkanlah pendapatku dengan tembok”. Maksud beliau,
tinggalkanlah pendapatku
Imam Ahmad rahimahullah
berkata : “Aku heran dengan sebagian manusia yang sudah mengetahui sanad dan
keshahihan sanad, namun mereka mengikuti pendapat Sufyan. Padahal Allah Azza wa
Jalla berfirman.“(Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut
akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih)” [An-Nur : 63]
Kemudian, untuk diketahui,
orang-orang yang mempropagandakan slogan “menghargai pendapat orang lain”,
mereka ini hanya akan menghormati dan menghargai pendapat-pendapat yang sesuai
dengan nafsu dan sejalan dengan ambisi mereka, meskipun pendapat itu
bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Mereka tidak akan menghargai pendapat yang sesuai dengan Al-Qur’an dan
As-Sunnah, jika pendapat ini berseberangan dengan nafsu dan ambisi mereka.
Bahkan kemudian, mereka menyematkan gelar jumud (beku, tidak fleksibel),
ekstrim, dangkal, dan berbagai gelar buruk lainnya terhadap pendapat yang
sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Juga dalam memberikan
bantahan, tidak harus menyebutkan kebaikan orang yang dibantah, sebagaimana
dikatakan para pengusung pendapat muwazanah (keseimbangan). Karena tujuannya
bukan mengoreksi orang itu, namun hanya menjelaskan kesalahan-kesalahannya
supaya orang lain tidak terpedaya. Sekali lagi bukan meluruskan orang itu.
Membantah orang yang
menyimpang dalam urusan din (agama) merupakan perkara wajib, supaya al-haq
tidak bercampur dengan yang bathil. Allah Azza wa Jalla telah membantah
perkataan orang-orang kafir dan orang-orang munafiq dalam kitab-Nya yang mulia.
Ketika Abu Sufyan mengatakan
kepada kaum muslimin saat perang Uhud, “kami memiliki Uzza, sedangkan kalian
tidak memiliki Uzza”, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
kepada para sahabat.“Tidakkah kalian membalasnya?” Para sahabat berkata ;
“Wahai Rasulullah, apa yang harus kami ucapkan ?” Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam menjawab : “Allah Azza wa Jalla adalah maula (pelindung)
kami, sedangkan kalian tidak memilki maula”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam juga pernah menyuruh Hassan bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu membantah
kaum musyrikin dengan menggunakan syair-syairnya Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.“Jawablah untukku, dan semoga
Ruhul-Qudus (Malaikat Jibril) bersamamu”
Lalu Hassan membantah kaum musyrikin dengan
bantahan yang lebih menyakitkan dari hujaman anak panah dan tombak. Dan para
ulama terus melakukan bantahan terhadap orang-orang yang menyimpang. Kitab-kitab
mereka, dalam masalah ini sudah ma’ruf (dikenal).
Hanya saja (yang perlu
diperhatikan, red) dalam membantah harus tetap dengan menggunakan adab-adab
yang disyari’atkan. Dan tujuan melakukan bantahan ialah membela kebenaran,
bukan membela diri dan menghabisi orang yang dibantah. [Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah
Al-Fauzan, Menghargai Pendapat Orang Lain, Senin, 17 Maret 2008 13:33:02 WIB].
Islam mengajarkan kepada kita
bahwa selain kita memperkuat dan memperbaik hubungan dengan Allah juga memperkuat
dan memperbaiki hubungan dengan manusia, artinya hablum minallah harus dijaga
dan hablum minannas juga dilestarikan, bahkan hablum minan alam termasuk kepada
hewan juga perlu dijaga dengan akhlak yang baik. Satu ketika seseorang bertanya
kepada Buya Hamka, bahwa di dekat rumahnya ada seorang ustadz, yang rajin
beribadah, imannya mantap tapi, kalau ada hewan yang masuk ke pekarangan
rumahnya lansung dilempar dengan kasarnya, juga ada seorang dokter
tetanggganya, tidak pernah shalat, imannya tidak tahu keadaannya, tapi sang
dokter tadi penyayang, termasuk kepada hewan, tamu Buya Hamka itu bertanya,
mana yang lebih baik, apakah ustadz atau dokter, dengan bijaksana sang Buya
menjawab dengan positif, pak ustadz yang kasar itu, untung dia ustadz, kalau tidak
ustadz tentu dia lebih kasar dari itu, sedangkan dokter, belum lagi shalat
sudah penyayang dan santun, apalagi dia sudah shalat tentu lebih santun lagi.
Siapapun kita
harus menjaga hablum minannas agar hidup disenangi orang lain, walaupun
hubungan kita dengan Allah baik tapi hubungan dengan manusia tidak terjalin
dengan baik maka belumlah sempurna
keimanan tersebut,Wallahu a’lam. [Baloi Indah, 8 Ramadhan 1436.H/2015, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri]
PROFIL PENULIS
Penampilan
sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau
Sumatera yaitu Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964
anak ketiga dari ayah bernama Sutan
Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi,
Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd
[Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab
di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan,
Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di
Kota Lada Metro Lampung.
Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu
SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus
meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya
di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang
dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai
faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i,
Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H.
Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga
melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri
[IAIN] Raden Intan Lampung di Metro
tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai
kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen,
penulis, mubaligh hingga sebagai
politisi akhirnya.
Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah,
Mukhlis giat di OSIS Gema Al Qur'an AL
Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro
bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei,
Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah
bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit
Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di
Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah
menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang
Metro.
Menjadi guru adalah cita-citanya sejak
awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di
GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto
Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas
sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun
2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai
Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok
bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi,
Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani,
Gustami Hidayat, Saifullah Salim,
Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi
Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan
masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai
cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.
Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi,
sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah
lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah
partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan
tarbiyah, partai itu bernama Partai
Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK
di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan
Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi
Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.
Dikala Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua
kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan
jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona
Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota
Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran
dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama
teman-temannya
Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa,
selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi
agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak
Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah
Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi,
Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran
Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan
dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh
memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia
tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya,
waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis
selain kegiatan harian lain.
Mukhlis
Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan
Rakyat (SKR) , Minggu (15/12) di Gedung Pusat Kebudayaan kota
Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini
membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di
Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.
Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013
yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah
Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik
karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah,
pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan
oleh penerbit.
Mukhlis
Denros menerima berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas
keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana
penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan
Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.
Pada
malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut
diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh
lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan
Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah
tokoh Sumatera Barat lainnya.
Moto hidupnya sangat sederhana, agar
bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa
dilakukan dengan pendidikan yang
berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk
mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil
mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini,
sehingga dapat dikatakan tak bisa
membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik
memimpin partai maupun sebagai anggota
DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan
sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok
selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan
bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarat, diapun tidak
segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif
[http://fraksi pks solok.blogspot.com].
Bersama ustadz
Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang
yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan
da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se
Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar
Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan
da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2
tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan
kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari
Sumatera Barat.
Organisasi lain yang
ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia
[MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok,
juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di
Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi
Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila,
Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.
Setelah dua periode
menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi
kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di
Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan,
aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai
Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan
sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.
Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal
di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat, kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam
Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota
Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj.
Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].
Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison
mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau,
Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh
Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepulauan
Riau, semoga hal itu terujud.
DATA PRIBADI
Nama Lengkap :
Drs. St. Mukhlis Denros
Tempat dan Tanggal Lahir : Metro, 3 April 1964
Jumlah bersaudara : Anak ke 3 dari 7 orang
Nama Ayah : Sutan Denak
Nama Ibu : Rosnidar
Nama Isteri : Yulismar, S.Pd
Nama Anak : Rani Ihsani Mukhlis
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.
SDN 4 Metro
Lampung, tamat tahun 1975
2.
SMP PGRI Metro
Lampung, tamat tahun 1981
3.
SMAN 135 Metro
Lampung, tamat tahun 1984
4.
Gema Al Qur'an Al
Jihad Metro tamat tahun 1988
5.
Sarjana Muda
Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung, tahun
1988
6.
Sarjana Tarbiyah
IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990
PENGALAMAN ORGANISASI
1.
Ketua Osis GAA Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.
Sekum IRM Al Jihad Metro Lampung Tengah 1986-1988
3.
Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung Tengah 1985-1990
4.
Sekjen
Majelis Ulama Indonesia [MUI}
Kab. Solok 2005/2006
5.
Anggota Pengawas BAZ
Kabupaten Solok 2006
6.
Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia)
Kabupaten Solok
7.
Da'i
IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.
Ketua Yayasan
Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.
Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.
Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota
Solok
11.
.Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok
2000-2005
12.
Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.
Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok
PENGALAMAN
PROFESI
1.
Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah
1988-1990
2.
Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.
Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.
Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok
1991-2000
5.
Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.
Anggota
DPRD Kabupaten Solok Periode
1999-2004
7.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 2004-2009
8.
Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam,
2015-
PERJALANAN
DA'WAH
1.
Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro
1985
2.
Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.
Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang
1986
4.
Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat
1990-1994
5.
Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di
Sumatera Selatan 1994
6.
Muzakarah Du'at se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.
Muzakarah Du'at se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.
Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.
Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera
Utara 2000
10.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Jakarta 2000
11.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Bogor 2002
12.
Pertemuan da'i IIRO se Indonesia di Jakarta 2000
13.
Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di
Jakarta 2005
BUKU YANG
TELAH DITERBITKAN
1.
Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.
Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.
Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.
Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.
Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.
Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.
Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola
Surabaya, 2011
8.
Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta,
2012
9.
Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa
Timur, 2012
10.
Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media, Jogjakarta, 2013
11.
Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.
Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri,
Jawa Timur,2014
13.
Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media, Jogjakarta, 2014
PUBLIKASI
TULISAN DI MEDIA
1.
Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.
Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.
Majalah Ishlah, Jakarta
4.
Majalah Reformasi, Jakarta
5.
Majalah Al Muslimun, Bangil
6.
Majalah Sabili, Jakarta
7.
Majalah Tarbawi, Jakarta
8.
Majalah Muamalat, Jakarta
9.
Majalah Kiblat, Jakarta
10.
Majalah Harmonis, Jakarta
11.
Majalah Estafet, Jakarta
12.
Majalah Sakinah, Jakarta
13.
Harian Serambi Minang, Padang
14.
Harian Semangat, Padang
15.
Harian Mimbar Minang, Padang
16.
Harian Singgalang, Padang
17.
Tabloid Sumbar Post, Padang
18.
Tabloid Zaman, Padang
19.
Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.
Tabloid Lentera, Padang
21.
Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.
Tabloid, Media Islam Batam
23.
Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.
Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.
Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.
Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.
Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten
Solok
28.
Buletin Da'wah Sebening Embun
29.
Buletin Da'wah Selasih Solok
30.
Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.
Mingguan Bijak, Padang
32.
Mingguan Swadesi, Jakarta
33.
Mingguan Sentana, Jakarta
34.
Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.
Pariaman Post, Sumatera Barat


Tidak ada komentar:
Posting Komentar