MARHABAN YA RAMADHAN
Drs.St.Mukhlis Denros
Sebelas bulan sudah berlalu dari kehidupan
kita yang dirasakan biasa-biasa saja, kini Ramadhan sudah dihadapan kita,
menanti dan menyambutnya merupakan suatu keharusan bagi seorang muslim apalagi
yang mukmin, kegiatan yang dilakukan difokuskan untuk beribadah pada bulan ini,
kegembiraan di hati dan wajah umat Islam ketika menyambut Ramadhan ibarat
menyambut seorang tamu yang sudah lama tidak bertemu, akankan Ramadhan ini akan
bermakna atau malah sia-sia, tergantung kepada kita yang menyambutnya.
Paling tidak ada dua alasan mengapa kita
harus mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.Pertama, merujuk kepada sikap yang
ditunjukkan oleh Rasulullah SAW, sahabat, dan generasi saleh terdahulu. Seperti
disebutkan dalam riwayat yang berasal dari Anas ra dengan sanad yang lemah
bahwa ketika memasuki bulan Rajab, Rasulullah saw berdoa, "Ya Allah
berkahi kami pada bulan Rajab dan Sya'ban ini. Serta sampaikan kami ke dalam
bulan Ramadhan."(HR al-Tirmidzi dan al-Darimi).
Bahkan, Ma'la bin Fadhal berkata,
"Dulu sahabat Rasul SAW berdoa kepada Allah sejak enam bulan sebelum masuk
Ramadhan agar Allah sampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu.
Kemudian, selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdoa agar Allah
terima semua amal ibadah mereka di bulan itu."Jika demikian sudah
semestinya kita juga mempersiapkan diri sebaik mungkin menyambut Ramadhan.
Kedua, melihat posisi dan urgensi
Ramadhan sebagai tamu Allah yang istimewa. Sebab, seperti diketahui Ramadhan
dihadirkan untuk membentuk manusia yang bertakwa (lihat QS al-Baqarah [2]:
183).
Dengan visi ketakwaan tersebut, Ramadhan
menjadi media yang sangat penting untuk meng-upgrade kualitas manusia dan
meningkatkan derajatnya di sisi Allah (QS al-Hujurât [49]: 13). Dengan visi
ketakwaan, Ramadhan juga menjadi media yang sangat efektif untuk mendapatkan
berbagai kemudahan dan kelapangan hidup dari Allah SWT (QS ath-Thalaq [65]:2).
Selain itu, Ramadhan juga menjadi media bagi lahirnya keberkahan, terbukanya
pintu rahmat, dan solusi bagi bangsa dan negara (QS al-A'raf [7]: 96).
Melihat peran tersebut, Ramadhan tak
ubahnya seperti wadah pembinaan yang memiliki fungsi strategis.Jika lembaga
seperti Lemhanas diproyeksikan untuk mencetak SDM unggulan, melahirkan pejabat
yang berkualitas, serta memberikan solusi bagi bangsa dan negara, Ramadhan juga
demikian.Bahkan, lebih daripada itu, Ramadhan telah terbukti menjadi madrasah
istimewa yang berhasil melahirkan generasi dan solusi terbaik sepanjang
masa.
Karena itu, Ramadhan
harus disikapi dan disambut secara positif.Agar mencapai prestasi maksimal,
dibutuhkan sejumlah persiapan.Di antaranya memperbanyak puasa di bulan Sya'ban,
melaksanakan shalat sunah terutama di waktu malam, membaca Alquran, berzikir
dan berdoa, serta bersedekah. Selain itu, harus ada perencanaan dan rapat kerja
keluarga untuk menetapkan target yang akan dicapai pada bulan Ramadhan, berikut
cara pencapaiannya.[Ustadz Bukhari Yusuf MA,Inilah Dua Urgensi Sambut
Ramadhan ,Selasa, 26 Juli 2011 12:00 WIB].
Mochamad
Bugi dalam tulisannya mengajak kita untuk
mengerjakan amal-amal selama bulan Ramadhan salah satunya adalah melaksanakan
puasa, lebih lengkapnya penulis sadur ajakan itu dari eramuslim.com tanggal12/9/2007
| 29 Sya'ban 1428 H
Ramadhan punya makna
tersendiri di hati umat Islam.Bulan ini adalah bulan rihlah ruhaniyah
(wisata rohani).Umat Islam melepas belenggu materialisme dunia dengan
menghidupkan dunia ruhiyah. Sebulan penuh umat Islam menjalani proses tadzkiyatun
nafs (pembersihan jiwa). Sebulan penuh umat Islam melakukan riyadhatur
ruhiyah (olah rohani).
Sebulan penuh umat Islam bagai
ulat dalam kepompong Ramadhan.Diharapkan di akhir Ramadhan kondisi rohani
mereka secantik kupu-kupu.“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu
berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS.
Al-Baqarah (2): 183]
Amal-amal apa saja yang bisa
kita lakukan di bulan Ramadhan agar kita bisa memperoleh derajat takwa?
Amal yang utama di bulan
Ramadhan tentu saja berpuasa.Hal ini diperintahkan Allah swt.dalam Al-Quran
surat Al-Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia,
perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar dengan mengetahui dan menjaga
rambu-rambunya.Sebab, puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum.Tapi, ada
rambu-rambu yang harus ditaati. Kata Rasulullah saw., “Barangsiapa berpuasa
Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yagn
semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang
pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)
Jangan pernah tidak berpuasa
sehari pun tanpa alasan yang dibenarkan syariat.Meninggalkan puasa tanpa uzur
adalah dosa besar dan tidak bisa ditebus meskipun orang itu berpuasa sepanjang
masa. “Barangsiapa tidak puasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa
alasan rukhshah atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak
bisa ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup,” begitu kata
Rasulullah saw. (HR. At-Turmudzi)
Jauhi hal-hal yang dapat
mengurangi dan menggugurkan nilai puasa Anda.Inti puasa adalah melatih kita
menahan diri dari hal-hal yang tidak benar. Bila hal-hal itu tidak bisa
ditinggalkan, maka nilai puasa kita akan berkurang kadarnya. Rasulullah saw.
bersabda, “Bukankah (hakikat) puasa itu sekadar meninggalkan makan dan minum,
melainkan meninggalkan perbuatan sia-sia dan kata-kata bohong.” (HR. Ibnu Hibban
dan Ibnu Khuzaimah). Rasulullah saw. juga berkata, “Barangsiapa yang selama
berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktikkanya, maka
tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu
sekadar meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Semua itu tidak akan bisa kita
lakukan kecuali dengan bersungguh-sungguh dalam melaksankannya. Dengan begitu,
puasa yang kita lakukan menghasilkan ganjaran dari Allah berupa ampunNya.
Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman
dan kesungguhan, maka akan diampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (HR.
Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)
Salah satu bentuk kesungguhan
dalam berpuasa adalah, melakukan makan sahur sebelum tiba waktu subuh. Rasulullah
saw. menerangkan, “Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan Anda
tinggalkan, meskipun hana dengan seteguk air. Alah dan para malaikat
mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.”
Selain sahur, menyegerakan
berbuka ketika magrib tiba, juga bentuk kesungguhan kita dalam berpuasa.
“Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai olehNya ialah mereka
yang menyegerakan berbuka puasa,” begitu kata Rasulullah saw. Rasulullah saw.
memberi contoh bersegera berbuka puasa walaupun hanya dengan ruthab (kurma
mengkal), tamar (kurma), atau seteguk air. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Selama berpuasa, jangan lupa
berdoa.Doa yang banyak. Sebab, doa orang yang berpuasa mustajab. Ini kata
Rasulullah saw., “Ada tiga kelompok manusia yang doanya tidak ditolak oleh
Allah. Yang pertama ialah doa orang-orang yang berpuasa sehingga mereka
berbuka.” (HR. Ahmad dan Turmudzi)
Ramadhan adalah bulan berkah, bulan
sejuta hikmah, dan bulan kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan.Pendek
kata, beruntunglah orang-orang yang bertemu dengan Ramadhan dan bisa berbuat
kebajikan di dalamnya.Kemuliaan dan keberkahan Ramadhan telah disampaikan oleh
Allah dan Rasul-Nya.
“Wahai segenap manusia, telah datang
kepada kalian bulan yang agung penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat
satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.Allah menjadikan puasa di
siang harinya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai
sunah.Barangsiapa menunaikan ibadah yang difardukan, maka pekerjaan itu setara
dengan orang mengerjakan 70 kewajiban.
Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan
balasan kesabaran adalah surga.Ramadhan merupakan bulan santunan, bulan yang di
mana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya.Barangsiapa yang memberikan
hidangan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya,
dan dibebaskan dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal dengan
orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.” (HR
Khuzaimah).
Dari hadis di atas, ada beberapa
keutamaan Ramadhan.
Pertama, syahrul azhim (bulan yang agung). Azhim
adalah nama dan sifat Allah. Namun, juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman
terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu.Ramadhan mulia dan agung, karena Allah
sendiri telah mengagungkan dan memuliakannya.
Kedua, syahrul mubarak. Bulan ini
penuh berkah, berdayaguna dan bermanfaat. Detik demi detik, waktu yang berjalan
pada bulan suci ini, ia bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi
orang beriman. Karena semuanya diberkahi dan amal ibadahnya dilipatgandakan.
Ketiga, syahru shiyam. Pada bulan
Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari lima rukun (tiang)
Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa).
Keempat, syahru nuzulil
qur'an. “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran
sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk, dan furqan (pembeda).”
(Al-Baqarah [2]: 185).
Kelima, syahrul musawwah (bulan
santunan).Di bulan Ramadhan sangat dianjurkan bagi setiap Muslim untuk saling
bederma, berkasih sayang dengan sesamanya yang keadaannya jauh memprihatinkan
daripada kita.
Keenam, syahrus shabr (bulan
sabar).Bulan Ramadhan melatih jiwa Muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh
dan tahan uji.Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental,
spiritual, dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan
orang-orang yang sabar adalah surga. [Hj Yuyu Yuhanah, Enam Keutamaan Bulan Ramadhan, republika.co.id.Ahad,
15 Agustus 2010, 05:32 WIB].
Banyak peluang ibadah yang diberikan
Allah pada bulan saja, tapi keistimewaan Ramadhan luar biasa, bukan hanya
peluang ibadah yang disediakan tapi juga pahalanya yang berlipat ganda
dibandingkan hari-hari lain di luar bulan Ramadhan.Namun semua tergantung
kepada kita, apakah menjadikan Ramadhan lewat tanpa kesan atau menjadikannya
punya kesan mendalam.
Apa target Ramadhan Anda kali
ini? Apakah ingin itikaf sepuluh hari full, tiga kali khatam al-Qur’an atau
menyumbang untuk ifthar setiap harinya.Apapun targetrnya semua butuh
persiapan.Anda harus memiliki perencanaan, mengatur setiap detik, menit dan
harinya. Kita harus mampu memenejnya sehingga target pun tercapai.
Mengutip Wikipedia, kata
manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan
diterima secara universal.
Mary Parker Follet, misalnya,
mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals)
secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai
dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan
secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Rasulullah shalallahu’alaihi
wa sallam bersabda: Barang siapa yang melakukan qiyam Ramadhan dengan penuh
iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu (Muttafaqun’aliahi)
Lihatlah bagaimana Rasulullah
saw bersiap menghadapi Ramadhan. Rasulullah saw memperbanyak puasa di bulan
Sya’ban karena di antara keutamaan bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal
shalih diangkat ke langit.
Rasulullah saw bersabda, dari
Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasulullah saw, saya tidak
melihat engkau puasa disuatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul
saw bersabda:” Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan
Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka
amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa” (Ahmad, Abu Dawud,
An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah)
Persiapan ruhi juga dilakukan
dengan membersihkan hati dari segala penyakit, seperti penyakit RSTU (Riya,
Sum’ah, Takabbur, Ujub).Sesuai dengan hakikat puasa itu sendiri,
menahan.Manusia memang memiliki hawa nafsu, dan Islam sebagai agama fitrah
tidak mematikan hawa nafsu, tapi mengendalikan.
Dengan membersihkan ruhiyah,
maka Insya Allah kita akan dapat menerima segala keberkahan di bulan mulia ini
serta dapat mengoptimalkannya dengan berbagai ibadah yang diperintahkan seperti
puasa, shalat tarawih, tadarus al-Qur’an, menunaikan zakat, memperbanyak
shadaqah, do’a dan zikir, i’tikaf dll.
Pendek kata, Ramadlan adalah
Mahaththah Imaniyah (terminal keimanan) untuk men-charges kembali iman
kita.Ramadhan adalah sarana untuk membangkitkan energi spiritual. Agar
optimal, maka lembaran hati dan elemen-elemen jiwa kita harus dibersihkan dari
segala karat-karat maksiat.
I’tikaf misalnya, sebenarnya
tak ada alasan untuk tidak melakukannya. Karena Rasulullah saw adalah orang
paling sibuk. Kegigihan Rasulullah dalam berdakwah tak ada yang bisa
mengalahkannya.Tapi Rasulullah i’tikaf.Jadi persoalannya bukan bisa atau tidak,
sejauhmana kita bisa mengendalikan hawa nafsu.
Sayangnya akhir Ramadhan, umat
Islam (khususnya di Indonesia) disibukkan dengan hal-hal yang berbau materi.Tak
heran bila pusat perbelanjaan dan terminal menjadi ramai.Akhirnya masjid pun
kehilangan jamaahnya.Padahal hakikat sebuah pertandingan, final berada di akhir
waktu.Apalagi Allah menjanjikan lailatul qadar, malam yang lebih baik dari
seribu bulan.
Bagi seorang dai, setiap momen
adalah dakwah. Ramadhan adalah saat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai
Islam kepada obyek dakwah. Bila mad’u (sasaran dakwah) sadar dengan manajemen
waktunya, insya Allah derajat takwa bisa kita raih.[Eman Mulyatman, Manajemen
Ramadhan , Cybersabili, Selasa, 26 Oktober
2010 12:32 Dwi Hardianto ].
Ramadhan begitu menjanjikan
banyak bonus dan pahala.Amalan wajib dilipatgandakan menjadi sepulu sampai
tujuh puluh kali lipat. Amalan sunnah dihitung wajib. Do’a diijabah.Baca Al
Qur’an dilipatgandakan kebaikannya, satu huruf senilai sepuluh kebaikan.Sedekah
diterima.Memberi buka puasa mendapatkan pahala persis seperti orang yang
berpuasa tersebut.Berbuka puasa sendiri berpahala.Mengakhirkan sahur
berpahala.Berjihad, berdakwah, mencari ilmu, meringankan orang yang kesusahan
dll.berpahala.
Semua kebaikan bernilai
pahala. Sehingga dalam bahasa Nabi saw ”Pintu-pintu surga di buka lebar-lebar”.
Sedangkan peluang maksiat dan dosa tereduksi ”Pintu-pintu neraka ditutup
rapat-rapat.”
Sisi lain dari pesan Ramadhan
kepada kita adalah bagaimana agar kita menjadi pemenang dalam mengendalikan
usia kita, keberadaan kita dan perilaku kita sehari-hari.Lihatlah Rasulullah
saw. Di malam-malam bulan Ramadhan membangunkan putra-putrinya, Fatimah dan Ali
radliyallahu ’anhum, dan dikatakan kepada mereka, ”Bangun, hidupkan malam
dengan taqarrub ilallah, karena aku tidak bisa menolong kalian di akhhirat
kelak. Kalian semua memiliki tanggung jawab sendiri-sendiri.”Yang menentukan
sukses dan bahagia adalah amal perbuatan.Allah swt menyediakan surga-Nya hanya
bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Karena sil’ah atau barang
dagangan Allah swt itu sungguh sangat mahal.[Ulis
Tofa, Lc, Sisi
Lain Ramadhan, Dakwatauna.com.30/9/2007 | 17 Ramadhan 1428 H].
Dari
Ramadhan ke Ramadhan seharusnya memberikan penyadaran kepada kita untuk jadi
hamba yang baik dimata Allah dan di mata manusia lainnya dengan iman yang
bersih dari syirik, amal yang tidak dicemari oleh bid’wah serta akhlak yang
terpuji, kalaulah kondisi kita sama saja dengan sebelum Ramadhan, jangankan
peningkatan malah lebih rendah dari itu,
dapat dikatakan Ramadhan kita sia-sia, tidak ada bekas kecuali hanya
ucapan takbir, tahlil dan tahmid dikala Idul fithri, siapkan segala perbekalan
dalam memasuki Ramadhan agar aktivitas di dalamnya dapat dilakukan seoptimal
mungkin, ahlan wa sahlan syahrur Ramadhan, Wallahu A’lam. [Baloi Indah, 1 Ramadhan 1436.H/2015, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri]
Penampilan sederhana ini bernama
Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau Sumatera yaitu
Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964 anak ketiga dari ayah bernama Sutan Denak dan ibu Rosnidar
dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi, Erma, Septiyani,
Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd [Ayang] dengan seorang
anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab di kalangan teman dan
sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung
asalnya Kampani Barangan Selatan, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto
Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar
dan menempuh pendidikan di Kota Lada Metro Lampung.
Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu SDN yang dimulai
di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus meninggalkan
kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya di SDN IV
Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang dapat
diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai faktor,
berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i, Alfuadi
Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H.
Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga
melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri
[IAIN] Raden Intan Lampung di Metro
tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai
kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen,
penulis, mubaligh hingga sebagai
politisi akhirnya.
Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah, Mukhlis giat di OSIS Gema Al Qur'an AL Jihad dan
Remaja Masjid Al Jihad Metro bersama
teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei, Irza Murni,
Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah bergabung
dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit Triyono,
Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di Metro tahun
1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah menjabat
sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang Metro.
Menjadi guru adalah cita-citanya sejak awal dan hal itu
telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di GAA dan SMP Al
Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto Baru, MTsN Koto
Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas sebagai pendidik ini
dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun 2000, kemudian aktif
sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai Keadilan/Partai
Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok bersama
teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi,
Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul
Ghani, Gustami Hidayat, Saifullah Salim,
Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi
Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan
masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai
cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.
Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi, sekian partai berdiri
untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah lengsernya Soeharto
kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah partai yang berbasiskan
anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan tarbiyah, partai itu bernama Partai Keadilan. Mukhlis
diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK di Kabupaten Solok,
pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan Nawawi dan DPD PK se
Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi Ismail MSc sebagai
Presiden Partai Keadilan pertama.
Dikala Partai Keadilan
menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua kalinya Mukhlis Denros
dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan jabatan terakhir di partai
dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona Da'wah VII PKS Sumatera Barat
hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota Solok, Kabupaten Solok dan
Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran dan pengalaman yang dia
terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama teman-temannya
Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa, selain sebagai
pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi agama, khutbah dan
penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak Nagari serta media
Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah Serial Khutbah Jum’at,
Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi, Majalah Ishlah, Majalah
Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran Swadesi dan Sentana
juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan dan nuansa islamnya,
Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh memuat tulisannya tiap
hari terbit. Dia tidak pernah membuang
waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya, waktunya selalu terisi dengan
aktivitas positif seperti membaca atau menulis selain kegiatan harian lain.
Mukhlis Denros Terima Penghargaan
Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan Rakyat (SKR) , Minggu (15/12)
di Gedung Pusat Kebudayaan kota Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan
program Tabloit SKR yang selama ini membentuk tim untuk melakukan penilaian
terhadap sejumlah penulis dan tokoh di Sumatera Barat dengan sejumlah kategori
yang ditetapkan.
Penganugerahan
sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013 yang diberikan kepada Mukhlis Denros
diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis
Denros dinilai sebagai penulis terbaik karena konsistensinya dalam menulis
berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah, pendidikan dan politik yang telah
melahirkan berbagai buku yang diterbitkan oleh penerbit.
Mukhlis Denros menerima berupa
plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilannya menulis yang
dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana penilaian TIM SKR yang terdiri
dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.
Pada malam penganugerahan SKR Awards
2013 tersebut diserahkan 13 penghargaan
dengan kategori berbeda kepada tokoh lainnyayang dihadiri oleh Wawako
Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan Pers Pusat, Totok dan pendiiri
Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah tokoh Sumatera Barat lainnya.
Moto hidupnya sangat sederhana, agar bermanfaat bagi orang
lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa dilakukan dengan pendidikan yang berkualitas. Dia menceritakan
bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk mendidiknya dengan segala kesusahan
dan derai air mata tapi akhirnya berhasil mengantarkannya sebagai sarjana.
Sebagai modal hidup di dunia ini, sehingga
dapat dikatakan tak bisa membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah
mengantarkan kesuksesannya baik memimpin
partai maupun sebagai anggota DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai
Keadilan dan PPP Kota Solok tahun 2000
dia pernah dicalonkan sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan
Drs. Syukriadi Syukur.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok selama dua periode
diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan bernas terhadap
kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai
dengan kepentingan masyarat, diapun tidak segan-segan menghantam anggota
DPRD dikala mereka tidak aspiratif [http://fraksi pks solok.blogspot.com].
Bersama ustadz Mahyeldi Ansyarullah
dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang yang diawali tahun
1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan da’wah seperti
tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se Jakarta dan
Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar Nasional
tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan da'wah di
Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2 tahun
sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan kini
sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari
Sumatera Barat.
Organisasi lain yang ikut dia tekuni
selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia [MUI] Kabupaten
Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok, juga ikut
membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di Kabupaten Solok
yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi Ummat, Yayasan
Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila, Yayasan Nurul Haq,
Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.
Setelah dua periode menyelesaikan
tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi kegiatan hariannya
Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di Nagari yang berbukit dan
berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan, aman dan nyaman yaitu
Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok,
Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan sebelumnya yaitu da'wah dan
menulis.
Sejak bulan
Februari 2015, setelah enam tahun tinggal di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai
Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat,
kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam Kepri, turut berkiprah sebagai
staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj. Helma Munaf, M.Pd dan
bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].
Di Batam,
Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison mengembangkan Yayasan Garda
Anak Nagari dengan membuka Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau, Insya
Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh
Kabupaten dan Kota Provinsi Kepulauan
Riau, semoga hal itu terujud.
Nama Lengkap :
Drs. St. Mukhlis Denros
Tempat dan Tanggal
Lahir : Metro, 3 April 1964
Jumlah bersaudara : Anak ke 3 dari 7 orang
Nama
Ayah : Sutan
Denak
Nama
Ibu :
Rosnidar
Nama
Isteri :
Yulismar, S.Pd
Nama
Anak : Rani
Ihsani Mukhlis
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.
SDN 4 Metro Lampung, tamat tahun 1975
2.
SMP PGRI Metro Lampung, tamat tahun 1981
3.
SMAN 135 Metro Lampung, tamat tahun 1984
4.
Gema Al Qur'an Al Jihad Metro tamat tahun 1988
5.
Sarjana Muda Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung, tahun 1988
6.
Sarjana Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung tamat
tahun 1990
PENGALAMAN ORGANISASI
1.
Ketua Osis GAA Metro Lampung Tengah
1987-1989
2.
Sekum IRM Al Jihad Metro Lampung
Tengah 1986-1988
3.
Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung
Tengah 1985-1990
4.
Sekjen Majelis Ulama Indonesia
[MUI} Kab. Solok 2005/2006
5.
Anggota Pengawas BAZ Kabupaten Solok 2006
6.
Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) Kabupaten Solok
7.
Da'i IIRO [International Islamic
Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.
Ketua Yayasan Garda Anak Nagari
Sumatera Barat
9.
Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.
Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota Solok
11.
.Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok 2000-2005
12.
Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.
Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok
PENGALAMAN PROFESI
1.
Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah 1988-1990
2.
Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.
Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.
Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok 1991-2000
5.
Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 1999-2004
7.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode
2004-2009
8.
Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, 2015-
PERJALANAN DA'WAH
1.
Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro 1985
2.
Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.
Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang 1986
4.
Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat 1990-1994
5.
Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di Sumatera Selatan 1994
6.
Muzakarah Du'at se Sumatera/Jakarta
di Sumatera Selatan 1996
7.
Muzakarah Du'at se Sumatera/ Jakarta
di Bukit Tinggi 1998
8.
Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.
Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera Utara 2000
10.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia
di Jakarta 2000
11.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia
di Bogor 2002
12.
Pertemuan da'i IIRO se
Indonesia di Jakarta 2000
13.
Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di Jakarta 2005
BUKU YANG TELAH DITERBITKAN
1.
Fikih
Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.
Tarbiyatul
Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.
Kumpulan
Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.
Renungan
Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.
Memanusiakan
Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.
Kumpulan
Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.
Khutbah
Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola Surabaya, 2011
8.
Khutbah
Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta, 2012
9.
Andai
Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa Timur, 2012
10.
Kumpulan
Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media,
Jogjakarta, 2013
11.
Man
Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.
Ensiklopedi
Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri, Jawa Timur,2014
13.
Kumpulan
Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media,
Jogjakarta, 2014
PUBLIKASI TULISAN DI MEDIA
1.
Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.
Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.
Majalah Ishlah, Jakarta
4.
Majalah Reformasi, Jakarta
5.
Majalah Al Muslimun, Bangil
6.
Majalah Sabili, Jakarta
7.
Majalah Tarbawi, Jakarta
8.
Majalah Muamalat, Jakarta
9.
Majalah Kiblat, Jakarta
10.
Majalah Harmonis, Jakarta
11.
Majalah Estafet, Jakarta
12.
Majalah Sakinah, Jakarta
13.
Harian Serambi Minang, Padang
14.
Harian Semangat, Padang
15.
Harian Mimbar Minang, Padang
16.
Harian Singgalang, Padang
17.
Tabloid Sumbar Post, Padang
18.
Tabloid Zaman, Padang
19.
Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.
Tabloid Lentera, Padang
21.
Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.
Tabloid, Media Islam Batam
23.
Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.
Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.
Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.
Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.
Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten Solok
28.
Buletin Da'wah Sebening Embun
29.
Buletin Da'wah Selasih Solok
30.
Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.
Mingguan Bijak, Padang
32.
Mingguan Swadesi, Jakarta
33.
Mingguan Sentana, Jakarta
34.
Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.
Pariaman Post, Sumatera Barat

