Selasa, 26 Mei 2015

4. Ramadhan dan Al Wahn




RAMADHAN DAN AL WAHN
Drs.St.Mukhlis Denros

Ramadhan mendidik ummatnya agar punya kekuatan fisik dan rohani yang baik sehingga tidak ada alasan meninggalkan puasa karena lemahnya fisik dan ringkihnya rohani, bahkan dizaman Rasulullah banyak jihad dilakukan pada bulan Ramadhan. Tapi ummat ini akan hancur berantakan karena diserang oleh penyakit yang bisa melemahkan segalanya, 
yaitu penyakit wahn.

Islam mengajarkan kepada ummatnya agar hidup berkualitas yaitu kuat, tegar, istiqamah, hal itu berangkat dari berbagai ujian dan tempaan kehidupan yang dialaminya sepanjang hayat.Manusia akan ditempa oleh waktu, lingkungan dan pendidikan yang diperolehnya selama mengontrak sebidang kehidupan di dunia ini, seorang Nabi lebih dahsyat tempaannya daripada manusia biasa, cobaan yang diterimanya akan menentukan sampai dimana mutu manusia itu.

            Dalam menghadapi segala tempaan ini, tidak sedikit manusia yang gugur dan gagal, putus asa dalam kehampaan, tidak sanggup menerimanya ibarat padi dalam satu tangkai yang memiliki beberapa butir, setelah datang berbagai bencana seperti serangan hama, angin serta banjir maka tidaklah semuanya akan jadi padi yang montok dan berisi, tentu ada juga butir yang hampa hingga tidak masuk dalam hitungan.

            Manusia dalam menyelesaikan hidup ini cendrung kepada apa yang nampak lahir saja, tidak mau menguak makna yang terkandung di balik itu, setiap yang lahir belum tentu baik bagi manusia, nampaknya baik tetapi terselip penderitaan.Kerugian dalam perdagangan adalah hal yang tidak diinginkan manusia siapapun orangnya, tetapi dibalik itu bagi kita akan menjadikan selalu berhati-hati, tidak seenaknya dalam menggunakan modal.

            Tidak lulus dalam ujian bagi seorang pelajar adalah beban yang memusingkan namun dibalik itu akan menjadikan pelajar tadi semakin tekun dan rajin mengikuti pelajaran dimasa datang.

            Terlalu sulit bagi manusia untuk mencintai hal-hal yang tidak disukai seperti musibah, kegagalan dan lain-lainnya walaupun disebelah kejadian itu terkandung hikmah yang besar, Allah berfirman, ”Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” [Al Baqarah 2;216].

            Kepercayaan kepada ketentuan Allah menimbulkan keseimbangan jiwa, tidak putus asa bertemu suatu kegagalan, hidupnya selalu optimis dan tidak pula membanggakan diri karena sebuah kemujuran sebab segala sesuatu bukanlah hasil usahanya sendiri. Juga akan membawa manusia kepada peningkatan ketaqwaan bahkan segala keberuntungan maupun kegagalan dapat dijadikan sebagai ujian dari Allah, ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,”Kami telah beriman” sedangkan mereka tidak diuji lagi   ?”[Al Ankabut 29;2].

            Dalam menghadapi ujian ini harus pula terujud sikap-sikap keimanan bagi seorang muslim yaitu sesuai dengan At Taubah 9;111-112,”Sesungguhnya Allah telah memberi dari  orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka, mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh, itu telah menjadi janji yang benar dari Allah dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah lebih menepati janjinya selain Allah ? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar. Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji Allah, yang melawat, yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar dan memelihara hukum-hukum Allah, dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu”.

Fitnah adalah ujian, tempaan dan pengkaderan yang diberikan kepada orang-orang beriman dalam rangka untuk meningkatkan kualitas imannya, sedangkan ibtila' adalah menguji atau mengetes, ujian yang datang dari Allah kepada hamba-Nya dengan kesenangan dan kesusahan. Fitnah dan ibtila' diberikan Allah kepada hamba-Nya ada dua macam yaitu keburukan dan kebaikan sebagaimana firman Allah  dalam surat Al Anbiya' 21;35"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan Hanya kepada kamilah kamu dikembalikan".

Fitnah yang berupa kesenangan seperti harta yang banyak, jabatan yang tinggi, populeritas, cantik atau tampan, luasnya ilmu dan lain-lain. Akibatnya banyak yang tidak bersyukur, merasa lebih tinggi dari orang lain, jauh dari ajaran islam dan cendrung sombong.

Fitnah yang berupa kesengsaraan seperti kemiskinan, kelaparan, kematian, ketakutan, penyiksaan, kesedihan, pengusiran, penindasan dan lain-lain, biasanya hal ini mudah dihadapi oleh siapapun dengan kesabaran;"Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" [Al Baqarah 2;155]

Adapun cakupan fitnah itu secara individu sebagaimana yang dialami oleh Nabi Ibrahim, Nabi Yusuf, Nabi ayub, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad serta nabi-nabi yang lain. Sedangkan secara komunal seperti yang dialami ummat islam di zaman jahiliyyah, ummat islam di Moro, Bosnia, Kashmir, India, Afghanistan dan ummat islam lainnya yang mengalami penindasan oleh bangsa lain.

            Syaikh Mahdi Akif memberikan pesan kepada kaum muslimin berkaitan dengan kualitas ummat islam sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah.
Kepada seluruh umat Islam di manapun berada, saya tujukan risalah ini, sebagai pengingat akan amanah aqidah yang telah diterima manusia. Firman Allah, “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh,” (Q.S. Al-Ahzaab: 72)
Risalah ini merupakan ajakan untuk sama-sama merenungi sabda Rasulullah saw. “Bangsa-bangsa di dunia berlomba-lomba mengerubuni kalian layaknya mereka mengerubungi makanan (untuk disantap). Kemudian sahabat bertanya, “Apa karena kami saat itu sedikit yang Rasulullah? Rasulullah menjawab, “Tidak, bahkan kalian berjumlah besar saat itu, tetapi kalian seperti buih (yang tidak berbobot), seperti buih air sungai.”
Kenyataan seperti ini menjadi dorongan bagi saya untuk menulis risalah kepedihan yang menerpa umat Islam karena ibarat buih membuat kehormatan dan darah umat Islam menjadi hina dina dan musuh-musuh Islam makin berani mengotori kehormatan dan kesucian umat Islam.
Rasulullah saw telah mengingatkan kita tentang nasib kita yang bagaikan “aklah”, makanan yang siap disantap manusia yang rakus dan sangat jahat serta tidak mengenal kebaikan bagi manusia lain. Manusialah yang membuat skenario pembantaian manusia di dunia, terutama umat Islam. Kerakusan dan kedengkian orang-orang Zionis yang hanya kenyang dengan darah umat Islam.
“Aklah” yang disantap mereka dengan bertameng undang-undang zhalim yang dihasilkan oleh organisasi-organisasi dunia. Penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dibalut slogan kemerdekaan, kadang dengan slogan reformasi atau dengan slogan demokrasi. Pada gilirannya semua aksi dan tindakan yang bertentangan dengan resolusi PBB selalu saja terus dilancarkan. Di tangan merekalah tangan-tangan PBB. Hingga tiap kali mereka berlumuran darah, tiap kali itu pula PBB selalu memberikan pengampunan atas segala kebrutalan dan kejahatan mereka, apalagi mereka mempunyai senjata ampuh, yaitu demokrasi.
Dalam semua peristiwa, Uni Eropa selalu segera mengusulkan upaya perundingan dalam rangka memperkenalkan posisinya bahwa mereka selalu bergabung dengan kekuatan sekutu internasional memberantas terorisme yang dilebelkan kepada orang-orang Islam dan bangsa yang menentang kezhaliman dan kebrutalan Zionis dan Amerika, meski yang menebar teror terhadap kemanusiaan itu adalah mereka.
Semua itu adalah awal dari pertarungan hakiki antara umat Islam dengan tantangan dan perlawanan langsung musuh-musuh Islam setelah sebelumnya mereka mengadakan invasi dan infiltrasi ideologi dan budaya kepada generasi Islam.Allah berfirman, “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah: 217)

Keberadaan musuh-musuh Islam di negeri muslim menjadi racun bagi bangsa pendudukan yang mereka kotori dengan perilaku binatang dan tidak berakhlaq yang cepat menular bagi bangsa dan generasi Islam di daerah pendudukan. Di sisi lain gerakan misionaris terus bergulir di balik organisasi-organisasi bantuan internasional.

Semua ini akan terus bergulir sepanjang masa di tubuh umat Islam, kecuali kita menghidupkan ruh Islam, kita gelorakan semangat Islam dalam jiwa umat Islam untuk melawan segala jenis serangan musuh-musuh Islam.

Ramaikanlah masjid dengan anak-anak, hiasi malamnya dengan qiyamulail. Jadikanlah masjid sebagai pusat kegiatan para muslimah yang kerudung-kerudungnya menjadi syiar Islam, memancarkan izzah berislam. Hidupkanlah beragam syiar Islam agar manusia disejukkan dengan fenomena Islam. Pada akhirnya semua konspirasi dan makar musuh-musuh Islam dapat dipatahkan lebih telak lagi. Allah berfirman, “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (Q.S. Al-Anfaal: 30)

Kebangkitan Islam dan maraknya bermunculan simbol-simbol Islam hingga Islam menjadi lebih dikenal dan lebih menjanjikan. Kebangkitan ini membuat musuh-musuh Islam merasa wajib memeranginya dan perlawanan mereka selalu dilindungi dengan tameng legalitas dunia yang mereka genggam kuncinya hingga semua resolusi dan kebijakan yang bergulir semata-mata untuk kemaslahatan Barat.

Bagi Amerika yang terpenting baginya adalah memuaskan hasratnya, berkuasa dan berpengaruh, layaknya sang koboi. Kupingnya hanya mendengar ocehan-ocehan Zionis, sehingga masyarakat dunia tidak mengetahui tentang tewasnya ribuan orang Islam di seantero negeri-negeri muslim.[Syaikh Mahdi Akif; Jangan Menjadi Seperti Buih,eramuslim.com.Senin, 02/08/2010 09:45 WIB].

Orang yang terserang penyakit wahn adalah orang yang sudah menjadikan dunia sebagai tujuan dari kehidupannya sehingga takut  dikala disebutkan kata “mati” terhadap dirinya, mereka berupaya menghilangkan peristiwa kematian dalam hidupnya, padahal dunia ini bukanlah tempat kenikmatan, dunia hanya sementara sedangkan akheratlah yang abadi. Sheikh Yusuf Qardawi menyatakan dalam taujihnya;

Salah satu faktor yang membantu manusia memiliki sikap sabar, khususnya terhadap musibah dan kesulitan, adalah pandangannya terhadap dunia. Manusia yang memiliki pandangan yang jelas tentang dunia, maka ia akan menjadi manusia yang sabar.

Hakekatnya dunia bukanlah surga tempat kenikmatan dan juga bukan tempat yang abadi. Ia hanya berupa cobaan dan pembebanan (taklif). Manusia diciptakan di dalamnya untuk diuji guna memeprsiapkan kehidupan yang abadi di akhirat. Siapa yang telah mengetahui watak kehidupan dunia seperti ini, maka ia tidak akan dikejutkan oleh "malapetaka" dunia. Sesuatu yang datang dari dalam kehidupannya, maka tak asing lagi bagi kehidupannya.

Tetapi bagi orang-orang yang memandang kehidupan dunia ini sebagai jalan yang penuh ditaburi bunga dan aroma, maka apabila ia tergelincir sedikit saja, akan dirasakannya sangat berat dan sulit, karena sebelumnya tidak pernah membayangkannya. Al-Qur'an mengisyarakatkan bahwa kehidupan manusia ini diliputi oleh berbagai kesengsaraan dan derita. Firman Allah SWT:"Sungguh Kami telah ciptakan manusia berada dalam susah payah." (QS. al-Balad [90] : 4)

Selain itu juga diisyaratkan bahwa watak kehidupan ini tida pernah konstan dalam suatu keadaan. Hari membawa kebaikan dan esok har membawa kesengsaraan.Allah Ta'ala berfirman :"Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun mendapat lukayang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran." (QS. Ali Imran [3] : 140)

Allah menciptakan kehidupan ini dengan memasukkan antara kesenangan dan kesengsaraan, antara kecintaan dan kebencian. Tidak ada kesenangan dan kenikmatan tanpa ada kesengsaraan dan kepedihan, tidak ada kesehatan tanpa diganggu rasa sakit, atau kebahagiaan tanpa kesedihan atau keamanan tanpa ketakutan. Sebab hal ini menyalahi kodrat kehidupan dan peranan manusia di dalamnya. Kenyataan inilah yang disadari oelh para filsuf, penyair dan pemikir sejak dahulu kala, sehingga banyak kita temui ungkapan mereka yang mengenai hal ini.

Ali bin Ali Talib pernah ditanya tentang dunia, kemudian menjawab, "Apa yang dapat aku katakan tentang dunia yang awalnya tangis, tengahnya kesengsaraan, dan ujungnya ketidak abadian ?"

Di dalam kitab Zadul Ma'ad, Ibn Qayyim menjelaskan tentang 'obat' panas dan sedihnya musibah :
"Diantara penyembuhannya ialah, hendaknya ia memadamkan api musibah itu dengan kesejukan meneledani orang-orang yang mengalami musibah. Hendaknya diketahui bahwa di setiap lembah itu mash terdapat orang-orang yang bahagia, tetapi hendaknya pula ia menoleh ke kanan melihat kesengsaraan yang ada dan menoleh ke kiri melihat derita yang menimpa. Kalau saja ia menjelejahi dunia, niscaya akan mendapati bahwa tidak ada orang yang luput dari cobaan. Baik dengan kehilangan kekasih maupn menderita sesuatu yang tidak disukai.

Sesungguhnya kebahagiaan dunia itu laksana mimpi orang-orang yang sedang tidur seperti bayangan. Jika membuatnya tertawa sejenak maka akan membuatnya bahagia sehari, maka akan membuatnya sengsara setahun. Jika menghiburnya sebentar, maka akan menyedihkannya secara berkepanjangan.[Sheikh Yusuf Qardawi, Ketahuilah Dunia Bukan Tempat Kenikmatan,eramuslim.com.Senin, 18/04/2011 13:58 WIB].

Justru yang menjadikan umat islam itu lemah, tidak ada kemampuan dan daya upaya untuk mengalahkan musuh-musuhnya dikala jumlahnya sudah banyak, mayoritas tapi berada dalam kelemahan, tidak ada kekuatan lagi, mudah sekali dimusnahkan oleh musuh-musuhnya sehingga ujian dan fitnah yang dialami ummat ini sulit untuk diprediksi kapan berakhirnya, apalagi penyakit al wahn sedang meradang pada ummat ini maka dibutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkannya, ibarat fasien maka penyembuhan penyakit itu membutuhkan kesabaran. 

Suatu ketika tampillah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang kapan keberhasilan da’wah ini dapat dirasakan padahal sudah habis dana, waktu dan usaha yang maksimal, mana pertolongan Allah itu ? pinta mereka. Rasulullah lansung menjawab,”Dahulu orang-orang sebelum kamu ini karena da’wah ada diantara mereka yang harus  disisir rambutnya dengan sisir yang terbuat dari besi sehingga terkelupas kulit kepalanya, dipotong tangan dan kakinya, dicincang bahkan nyaris dibunuh, tapi mereka tetap sabar, kalian terlalu terburu-buru”, memang nampaknya sabar itu tidak ada batasnya dan keberhasilan da’wah tidak tergantung dari usia generasi tapi sepanjang usia dunia ini. Perjuangan akan berlansung hingga akhir hayat hingga fitrnah itu selesai sehingga dienullah ini tegak di muka bumi tanpa adanya gangguan dari siapapun maka selama itu pula segala kekuatan untuk meraihnya harus diupayakan apalagi kontrak sudah ditandatangani dengan Allah sebagaimana firman-Nya; “ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar” [At Taubah 9;111].

Doktor Abdullah Azzam seorang motor jihad di Afghanistan yang syahid bersama dua orang anak lelakinya, pernah menyatakan kepada keluarga muslim,”Jadikanlah keluargamu seperti sarang harimau sehingga ditakuti oleh musuh-musuhmu, jangan kau jadikan sebagai sarang domba niscaya dia akan diterkam srigala”, artinya rumah tangga muslim sejak awal sudah mempersiapkan kandidat mujahid dalam keluarganya yang siap dikirim ke medan jihad kapan dibutuhkan.

Allahpun sejak risalah ini diturunkan telah menyampaikan agar ummat ini siap  siaga menghadapi segala kemungkinan yang merongrong kewibawaan islam; ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”[Al Anfal 8;60].

Al wahn adalah penyakit dengan indikasi, hubbuddunya wakarahiyatulmaut, yaitu terlalu cinta kepada dunia dan terlalu takut dengan kematian, siapa saja terlalu cinta kepada sesuatu maka pasti dia akan takut ditinggalkan atau meninggalkan sesuatu itu, bahkan Rasul memprediksi pula, bahwa yang ditakuti terhadap ummatnya bukanlah kemiskinan yang menyengsarakan, hal ini merupakan kehidupan yang sudah biasa dilalui sejak dahulu sehingga ummat ini mampu tegar dan kuat menghadapi berbagai ujian, tapi yang beliau takutkan kelak adalah dikala ummat islam sudah mampu menguasai Romawi dan Persia, bergelimang dengan kesenangan dan kemewahan, dan realitanya memang begitu, orang yang sudah biasa hidup senang dengan segala fasilitas serta kemewahan  maka cendrung lemah dalam beraktivitas, hilang kekuatan dan lemah pemikiran, wallahu a’lam. [Baloi Indah, 4 Ramadhan 1436.H/2015, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri]





PROFIL PENULIS



Penampilan sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau Sumatera  yaitu  Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964 anak ketiga dari  ayah bernama Sutan Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi, Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd [Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di Kota Lada Metro Lampung.

Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i, Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H. Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri [IAIN]  Raden Intan Lampung di Metro tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen, penulis, mubaligh  hingga sebagai politisi akhirnya.


Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah, Mukhlis  giat di OSIS Gema Al Qur'an AL Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro  bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei, Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang Metro.

Menjadi guru adalah cita-citanya sejak awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun 2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi, Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani, Gustami Hidayat,  Saifullah Salim, Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.

Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi, sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan tarbiyah, partai  itu bernama Partai Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.

Dikala Partai Keadilan  menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama teman-temannya

Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa, selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi, Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia  tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya, waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis selain kegiatan harian lain. 

Mukhlis Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan Rakyat (SKR) , Minggu (15/12)  di Gedung Pusat Kebudayaan kota Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.

Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013 yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah, pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan oleh penerbit.

Mukhlis Denros menerima  berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.

Pada malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut  diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah tokoh Sumatera Barat lainnya. 

Moto hidupnya sangat sederhana, agar bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa dilakukan dengan  pendidikan yang berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini, sehingga  dapat dikatakan tak bisa membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik memimpin  partai maupun sebagai anggota DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP  Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai  dengan kepentingan masyarat, diapun tidak segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif [http://fraksi pks solok.blogspot.com].

Bersama ustadz Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2 tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat.

Organisasi lain yang ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia [MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok, juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila, Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.

Setelah dua periode menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan, aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.

Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat,  kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj. Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].

Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau, Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh Kabupaten dan Kota Provinsi  Kepulauan Riau, semoga hal itu terujud.




0
DATA PRIBADI




Nama Lengkap                        : Drs. St. Mukhlis Denros
            Tempat dan Tanggal Lahir       : Metro, 3 April 1964
             Jumlah bersaudara                  : Anak ke 3 dari 7 orang
            Nama Ayah                             : Sutan Denak
            Nama Ibu                                 : Rosnidar
            Nama Isteri                              : Yulismar, S.Pd
            Nama Anak                             : Rani Ihsani Mukhlis
           

RIWAYAT PENDIDIKAN
1.             SDN 4 Metro Lampung, tamat tahun 1975
2.             SMP PGRI Metro Lampung, tamat tahun 1981
3.             SMAN 135 Metro Lampung, tamat tahun 1984
4.             Gema Al Qur'an Al Jihad Metro tamat tahun 1988
5.             Sarjana Muda Tarbiyah  IAIN Raden Intan Lampung, tahun 1988
6.             Sarjana Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990

PENGALAMAN ORGANISASI
1.             Ketua Osis GAA  Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.             Sekum IRM Al Jihad Metro  Lampung Tengah  1986-1988
3.             Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung  Tengah 1985-1990
4.             Sekjen  Majelis Ulama Indonesia [MUI}  Kab. Solok  2005/2006
5.             Anggota Pengawas  BAZ   Kabupaten Solok 2006
6.             Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) Kabupaten Solok
7.             Da'i  IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.             Ketua Yayasan  Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.             Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.         Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota Solok
11.         .Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok 2000-2005
12.         Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.         Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok

PENGALAMAN PROFESI
1.             Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah 1988-1990
2.             Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.             Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.             Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok 1991-2000
5.             Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.             Anggota  DPRD Kabupaten Solok  Periode 1999-2004
7.             Anggota DPRD Kabupaten Solok  Periode 2004-2009
8.             Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, 2015-

PERJALANAN DA'WAH
1.             Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro 1985
2.             Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.             Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang 1986
4.             Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat 1990-1994
5.             Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di Sumatera Selatan 1994
6.             Muzakarah Du'at  se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.             Muzakarah Du'at  se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.             Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.             Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera Utara 2000
10.         Pertemuan Anggota DPRD  se Indonesia di Jakarta 2000
11.         Pertemuan Anggota DPRD  se Indonesia di Bogor 2002
12.         Pertemuan da'i  IIRO se Indonesia  di Jakarta 2000
13.         Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di Jakarta 2005

BUKU YANG TELAH  DITERBITKAN
1.             Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.             Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.             Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.             Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.             Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.             Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.             Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola Surabaya, 2011
8.             Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta, 2012
9.             Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa Timur, 2012
10.         Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media,  Jogjakarta, 2013
11.         Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.         Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri, Jawa Timur,2014
13.         Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media,  Jogjakarta, 2014

PUBLIKASI TULISAN DI MEDIA
1.             Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.             Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.             Majalah Ishlah, Jakarta
4.             Majalah Reformasi, Jakarta
5.             Majalah Al Muslimun, Bangil
6.             Majalah Sabili, Jakarta
7.             Majalah Tarbawi, Jakarta
8.             Majalah Muamalat, Jakarta
9.             Majalah Kiblat, Jakarta
10.         Majalah Harmonis, Jakarta
11.         Majalah Estafet, Jakarta
12.         Majalah Sakinah, Jakarta
13.         Harian Serambi Minang, Padang
14.         Harian Semangat, Padang
15.         Harian Mimbar Minang, Padang
16.         Harian Singgalang, Padang
17.         Tabloid Sumbar Post, Padang
18.         Tabloid Zaman, Padang
19.         Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.         Tabloid Lentera, Padang
21.         Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.         Tabloid, Media Islam Batam
23.         Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.         Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.         Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.         Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.         Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten Solok
28.         Buletin Da'wah Sebening Embun
29.         Buletin Da'wah Selasih Solok
30.         Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.         Mingguan Bijak, Padang
32.         Mingguan Swadesi, Jakarta
33.         Mingguan Sentana, Jakarta
34.         Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.         Pariaman Post, Sumatera Barat
36.         www.padangtoday.com, Sumatera Barat
37.         www.republika,online, Jakarata
38.         www.koran cyber.com, Padang Panjang





Tidak ada komentar:

Posting Komentar