RAMADHAN DAN AL WAHN
Drs.St.Mukhlis Denros
Ramadhan
mendidik ummatnya agar punya kekuatan fisik dan rohani yang baik sehingga tidak
ada alasan meninggalkan puasa karena lemahnya fisik dan ringkihnya rohani,
bahkan dizaman Rasulullah banyak jihad dilakukan pada bulan Ramadhan. Tapi
ummat ini akan hancur berantakan karena diserang oleh penyakit yang bisa
melemahkan segalanya,
yaitu penyakit wahn.
yaitu penyakit wahn.
Islam
mengajarkan kepada ummatnya agar hidup berkualitas yaitu kuat, tegar,
istiqamah, hal itu berangkat dari berbagai ujian dan tempaan kehidupan yang dialaminya
sepanjang hayat.Manusia akan ditempa
oleh waktu, lingkungan dan pendidikan yang diperolehnya selama mengontrak
sebidang kehidupan di dunia ini, seorang Nabi lebih dahsyat tempaannya daripada
manusia biasa, cobaan yang diterimanya akan menentukan sampai dimana mutu
manusia itu.
Dalam
menghadapi segala tempaan ini, tidak sedikit manusia yang gugur dan gagal,
putus asa dalam kehampaan, tidak sanggup menerimanya ibarat padi dalam satu
tangkai yang memiliki beberapa butir, setelah datang berbagai bencana seperti
serangan hama, angin serta banjir maka tidaklah semuanya akan jadi padi yang
montok dan berisi, tentu ada juga butir yang hampa hingga tidak masuk dalam
hitungan.
Manusia
dalam menyelesaikan hidup ini cendrung kepada apa yang nampak lahir saja, tidak
mau menguak makna yang terkandung di balik itu, setiap yang lahir belum tentu
baik bagi manusia, nampaknya baik tetapi terselip penderitaan.Kerugian dalam
perdagangan adalah hal yang tidak diinginkan manusia siapapun orangnya, tetapi
dibalik itu bagi kita akan menjadikan selalu berhati-hati, tidak seenaknya
dalam menggunakan modal.
Tidak
lulus dalam ujian bagi seorang pelajar adalah beban yang memusingkan namun
dibalik itu akan menjadikan pelajar tadi semakin tekun dan rajin mengikuti
pelajaran dimasa datang.
Terlalu
sulit bagi manusia untuk mencintai hal-hal yang tidak disukai seperti musibah,
kegagalan dan lain-lainnya walaupun disebelah kejadian itu terkandung hikmah
yang besar, Allah berfirman, ”Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat
baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu,
Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” [Al Baqarah 2;216].
Kepercayaan
kepada ketentuan Allah menimbulkan keseimbangan jiwa, tidak putus asa bertemu
suatu kegagalan, hidupnya selalu optimis dan tidak pula membanggakan diri
karena sebuah kemujuran sebab segala sesuatu bukanlah hasil usahanya sendiri.
Juga akan membawa manusia kepada peningkatan ketaqwaan bahkan segala
keberuntungan maupun kegagalan dapat dijadikan sebagai ujian dari Allah, ”Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,”Kami telah beriman”
sedangkan mereka tidak diuji lagi ?”[Al
Ankabut 29;2].
Dalam
menghadapi ujian ini harus pula terujud sikap-sikap keimanan bagi seorang
muslim yaitu sesuai dengan At Taubah 9;111-112,”Sesungguhnya Allah telah memberi dari
orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk
mereka, mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh,
itu telah menjadi janji yang benar dari Allah dalam Taurat, Injil dan Al
Qur’an. Dan siapakah lebih menepati janjinya selain Allah ? Maka bergembiralah
dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar.
Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji Allah,
yang melawat, yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah
berbuat mungkar dan memelihara hukum-hukum Allah, dan gembirakanlah orang-orang
mukmin itu”.
Fitnah adalah
ujian, tempaan dan pengkaderan yang diberikan kepada orang-orang beriman dalam
rangka untuk meningkatkan kualitas imannya, sedangkan ibtila' adalah menguji
atau mengetes, ujian yang datang dari Allah kepada hamba-Nya dengan kesenangan
dan kesusahan. Fitnah dan ibtila' diberikan Allah kepada hamba-Nya ada dua
macam yaitu keburukan dan kebaikan sebagaimana firman Allah dalam surat Al Anbiya' 21;35"Tiap-tiap
yang berjiwa akan merasakan mati. kami akan menguji kamu dengan keburukan dan
kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan Hanya kepada kamilah kamu
dikembalikan".
Fitnah yang
berupa kesenangan seperti harta yang banyak, jabatan yang tinggi, populeritas,
cantik atau tampan, luasnya ilmu dan lain-lain. Akibatnya banyak yang tidak
bersyukur, merasa lebih tinggi dari orang lain, jauh dari ajaran islam dan
cendrung sombong.
Fitnah yang
berupa kesengsaraan seperti kemiskinan, kelaparan, kematian, ketakutan,
penyiksaan, kesedihan, pengusiran, penindasan dan lain-lain, biasanya hal ini
mudah dihadapi oleh siapapun dengan kesabaran;"Dan sungguh akan kami
berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang
sabar" [Al Baqarah 2;155]
Adapun cakupan
fitnah itu secara individu sebagaimana yang dialami oleh Nabi Ibrahim, Nabi
Yusuf, Nabi ayub, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad serta nabi-nabi yang
lain. Sedangkan secara komunal seperti yang dialami ummat islam di zaman
jahiliyyah, ummat islam di Moro, Bosnia, Kashmir, India, Afghanistan dan ummat
islam lainnya yang mengalami penindasan oleh bangsa lain.
Syaikh Mahdi Akif memberikan pesan kepada
kaum muslimin berkaitan dengan kualitas ummat islam sebagaimana yang
digambarkan oleh Rasulullah.
Kepada
seluruh umat Islam di manapun berada, saya tujukan risalah ini, sebagai pengingat
akan amanah aqidah yang telah diterima manusia. Firman Allah, “Sesungguhnya
Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka
semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan
mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia
itu amat zhalim dan amat bodoh,” (Q.S. Al-Ahzaab: 72)
Risalah
ini merupakan ajakan untuk sama-sama merenungi sabda Rasulullah saw.
“Bangsa-bangsa di dunia berlomba-lomba mengerubuni kalian layaknya mereka mengerubungi
makanan (untuk disantap). Kemudian sahabat bertanya, “Apa karena kami saat itu
sedikit yang Rasulullah? Rasulullah menjawab, “Tidak, bahkan kalian berjumlah
besar saat itu, tetapi kalian seperti buih (yang tidak berbobot), seperti buih
air sungai.”
Kenyataan
seperti ini menjadi dorongan bagi saya untuk menulis risalah kepedihan yang
menerpa umat Islam karena ibarat buih membuat kehormatan dan darah umat Islam
menjadi hina dina dan musuh-musuh Islam makin berani mengotori kehormatan dan
kesucian umat Islam.
Rasulullah
saw telah mengingatkan kita tentang nasib kita yang bagaikan “aklah”, makanan
yang siap disantap manusia yang rakus dan sangat jahat serta tidak mengenal
kebaikan bagi manusia lain. Manusialah yang membuat skenario pembantaian
manusia di dunia, terutama umat Islam. Kerakusan dan kedengkian orang-orang
Zionis yang hanya kenyang dengan darah umat Islam.
“Aklah”
yang disantap mereka dengan bertameng undang-undang zhalim yang dihasilkan oleh
organisasi-organisasi dunia. Penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang
dibalut slogan kemerdekaan, kadang dengan slogan reformasi atau dengan slogan
demokrasi. Pada gilirannya semua aksi dan tindakan yang bertentangan dengan
resolusi PBB selalu saja terus dilancarkan. Di tangan merekalah tangan-tangan
PBB. Hingga tiap kali mereka berlumuran darah, tiap kali itu pula PBB selalu
memberikan pengampunan atas segala kebrutalan dan kejahatan mereka, apalagi
mereka mempunyai senjata ampuh, yaitu demokrasi.
Dalam
semua peristiwa, Uni Eropa selalu segera mengusulkan upaya perundingan dalam
rangka memperkenalkan posisinya bahwa mereka selalu bergabung dengan kekuatan
sekutu internasional memberantas terorisme yang dilebelkan kepada orang-orang
Islam dan bangsa yang menentang kezhaliman dan kebrutalan Zionis dan Amerika,
meski yang menebar teror terhadap kemanusiaan itu adalah mereka.
Semua itu adalah awal dari pertarungan hakiki antara umat
Islam dengan tantangan dan perlawanan langsung musuh-musuh Islam setelah
sebelumnya mereka mengadakan invasi dan infiltrasi ideologi dan budaya kepada
generasi Islam.Allah berfirman, “Mereka
tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu
dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang
murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka
itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah
penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah: 217)
Keberadaan musuh-musuh Islam di negeri muslim menjadi racun
bagi bangsa pendudukan yang mereka kotori dengan perilaku binatang dan tidak
berakhlaq yang cepat menular bagi bangsa dan generasi Islam di daerah
pendudukan. Di sisi lain gerakan misionaris terus bergulir di balik
organisasi-organisasi bantuan internasional.
Semua ini akan terus bergulir sepanjang masa di tubuh umat
Islam, kecuali kita menghidupkan ruh Islam, kita gelorakan semangat Islam dalam
jiwa umat Islam untuk melawan segala jenis serangan musuh-musuh Islam.
Ramaikanlah masjid dengan anak-anak, hiasi malamnya dengan
qiyamulail. Jadikanlah masjid sebagai pusat kegiatan para muslimah yang
kerudung-kerudungnya menjadi syiar Islam, memancarkan izzah berislam.
Hidupkanlah beragam syiar Islam agar manusia disejukkan dengan fenomena Islam.
Pada akhirnya semua konspirasi dan makar musuh-musuh Islam dapat dipatahkan
lebih telak lagi. Allah berfirman, “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah
menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (Q.S.
Al-Anfaal: 30)
Kebangkitan Islam dan maraknya bermunculan simbol-simbol
Islam hingga Islam menjadi lebih dikenal dan lebih menjanjikan. Kebangkitan ini
membuat musuh-musuh Islam merasa wajib memeranginya dan perlawanan mereka
selalu dilindungi dengan tameng legalitas dunia yang mereka genggam kuncinya
hingga semua resolusi dan kebijakan yang bergulir semata-mata untuk
kemaslahatan Barat.
Bagi Amerika yang terpenting baginya adalah memuaskan
hasratnya, berkuasa dan berpengaruh, layaknya sang koboi. Kupingnya hanya
mendengar ocehan-ocehan Zionis, sehingga masyarakat dunia tidak mengetahui
tentang tewasnya ribuan orang Islam di seantero negeri-negeri muslim.[Syaikh Mahdi Akif; Jangan Menjadi
Seperti Buih,eramuslim.com.Senin, 02/08/2010 09:45 WIB].
Orang yang terserang penyakit wahn adalah orang yang sudah
menjadikan dunia sebagai tujuan dari kehidupannya sehingga takut dikala disebutkan kata “mati” terhadap
dirinya, mereka berupaya menghilangkan peristiwa kematian dalam hidupnya,
padahal dunia ini bukanlah tempat kenikmatan, dunia hanya sementara sedangkan
akheratlah yang abadi. Sheikh Yusuf
Qardawi menyatakan dalam taujihnya;
Salah satu faktor yang
membantu manusia memiliki sikap sabar, khususnya terhadap musibah dan
kesulitan, adalah pandangannya terhadap dunia. Manusia yang memiliki pandangan
yang jelas tentang dunia, maka ia akan menjadi manusia yang sabar.
Hakekatnya dunia bukanlah
surga tempat kenikmatan dan juga bukan tempat yang abadi. Ia hanya berupa
cobaan dan pembebanan (taklif). Manusia diciptakan di dalamnya untuk diuji guna
memeprsiapkan kehidupan yang abadi di akhirat. Siapa yang telah mengetahui
watak kehidupan dunia seperti ini, maka ia tidak akan dikejutkan oleh
"malapetaka" dunia. Sesuatu yang datang dari dalam kehidupannya, maka
tak asing lagi bagi kehidupannya.
Tetapi bagi orang-orang yang
memandang kehidupan dunia ini sebagai jalan yang penuh ditaburi bunga dan
aroma, maka apabila ia tergelincir sedikit saja, akan dirasakannya sangat berat
dan sulit, karena sebelumnya tidak pernah membayangkannya. Al-Qur'an
mengisyarakatkan bahwa kehidupan manusia ini diliputi oleh berbagai
kesengsaraan dan derita. Firman Allah SWT:"Sungguh Kami
telah ciptakan manusia berada dalam susah payah." (QS.
al-Balad [90] : 4)
Selain itu juga diisyaratkan
bahwa watak kehidupan ini tida pernah konstan dalam suatu keadaan. Hari membawa
kebaikan dan esok har membawa kesengsaraan.Allah Ta'ala berfirman :"Jika
kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun mendapat lukayang
serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan diantara
manusia (agar mereka mendapat pelajaran." (QS. Ali Imran [3] :
140)
Allah menciptakan kehidupan
ini dengan memasukkan antara kesenangan dan kesengsaraan, antara kecintaan dan
kebencian. Tidak ada kesenangan dan kenikmatan tanpa ada kesengsaraan dan
kepedihan, tidak ada kesehatan tanpa diganggu rasa sakit, atau kebahagiaan
tanpa kesedihan atau keamanan tanpa ketakutan. Sebab hal ini menyalahi kodrat
kehidupan dan peranan manusia di dalamnya. Kenyataan inilah yang disadari oelh
para filsuf, penyair dan pemikir sejak dahulu kala, sehingga banyak kita temui
ungkapan mereka yang mengenai hal ini.
Ali bin Ali Talib pernah
ditanya tentang dunia, kemudian menjawab, "Apa yang dapat aku katakan
tentang dunia yang awalnya tangis, tengahnya kesengsaraan, dan ujungnya ketidak
abadian ?"
Di dalam kitab Zadul Ma'ad,
Ibn Qayyim menjelaskan tentang 'obat' panas dan sedihnya musibah :
"Diantara penyembuhannya
ialah, hendaknya ia memadamkan api musibah itu dengan kesejukan meneledani
orang-orang yang mengalami musibah. Hendaknya diketahui bahwa di setiap lembah
itu mash terdapat orang-orang yang bahagia, tetapi hendaknya pula ia menoleh ke
kanan melihat kesengsaraan yang ada dan menoleh ke kiri melihat derita yang
menimpa. Kalau saja ia menjelejahi dunia, niscaya akan mendapati bahwa tidak
ada orang yang luput dari cobaan. Baik dengan kehilangan kekasih maupn
menderita sesuatu yang tidak disukai.
Sesungguhnya kebahagiaan dunia
itu laksana mimpi orang-orang yang sedang tidur seperti bayangan. Jika
membuatnya tertawa sejenak maka akan membuatnya bahagia sehari, maka akan
membuatnya sengsara setahun. Jika menghiburnya sebentar, maka akan
menyedihkannya secara berkepanjangan.[Sheikh
Yusuf Qardawi, Ketahuilah Dunia Bukan Tempat Kenikmatan,eramuslim.com.Senin,
18/04/2011 13:58 WIB].
Justru yang menjadikan umat islam itu lemah, tidak ada
kemampuan dan daya upaya untuk mengalahkan musuh-musuhnya dikala jumlahnya
sudah banyak, mayoritas tapi berada dalam kelemahan, tidak ada kekuatan lagi,
mudah sekali dimusnahkan oleh musuh-musuhnya sehingga ujian dan fitnah yang
dialami ummat ini sulit untuk diprediksi kapan berakhirnya, apalagi penyakit al
wahn sedang meradang pada ummat ini maka dibutuhkan waktu yang lama untuk
menyembuhkannya, ibarat fasien maka penyembuhan penyakit itu membutuhkan
kesabaran.
Suatu ketika tampillah
seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang kapan keberhasilan da’wah
ini dapat dirasakan padahal sudah habis dana, waktu dan usaha yang maksimal,
mana pertolongan Allah itu ? pinta mereka. Rasulullah lansung menjawab,”Dahulu orang-orang sebelum kamu ini karena
da’wah ada diantara mereka yang harus
disisir rambutnya dengan sisir yang terbuat dari besi sehingga
terkelupas kulit kepalanya, dipotong tangan dan kakinya, dicincang bahkan
nyaris dibunuh, tapi mereka tetap sabar, kalian terlalu terburu-buru”,
memang nampaknya sabar itu tidak ada batasnya dan keberhasilan da’wah tidak
tergantung dari usia generasi tapi sepanjang usia dunia ini. Perjuangan akan
berlansung hingga akhir hayat hingga fitrnah itu selesai sehingga dienullah ini
tegak di muka bumi tanpa adanya gangguan dari siapapun maka selama itu pula
segala kekuatan untuk meraihnya harus diupayakan apalagi kontrak sudah
ditandatangani dengan Allah sebagaimana firman-Nya; “ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan
harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan
Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar
dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih
menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli
yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar” [At Taubah
9;111].
Doktor Abdullah Azzam seorang motor jihad di
Afghanistan yang syahid bersama dua orang anak lelakinya, pernah menyatakan
kepada keluarga muslim,”Jadikanlah
keluargamu seperti sarang harimau sehingga ditakuti oleh musuh-musuhmu, jangan
kau jadikan sebagai sarang domba niscaya dia akan diterkam srigala”,
artinya rumah tangga muslim sejak awal sudah mempersiapkan kandidat mujahid
dalam keluarganya yang siap dikirim ke medan jihad kapan dibutuhkan.
Allahpun sejak risalah ini diturunkan telah
menyampaikan agar ummat ini siap siaga
menghadapi segala kemungkinan yang merongrong kewibawaan islam; ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka
kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk
berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan
musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang
Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan
dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”[Al
Anfal 8;60].
Al wahn adalah penyakit dengan indikasi,
hubbuddunya wakarahiyatulmaut, yaitu terlalu cinta kepada dunia dan terlalu
takut dengan kematian, siapa saja terlalu cinta kepada sesuatu maka pasti dia
akan takut ditinggalkan atau meninggalkan sesuatu itu, bahkan Rasul memprediksi
pula, bahwa yang ditakuti terhadap ummatnya bukanlah kemiskinan yang
menyengsarakan, hal ini merupakan kehidupan yang sudah biasa dilalui sejak
dahulu sehingga ummat ini mampu tegar dan kuat menghadapi berbagai ujian, tapi
yang beliau takutkan kelak adalah dikala ummat islam sudah mampu menguasai
Romawi dan Persia, bergelimang dengan kesenangan dan kemewahan, dan realitanya
memang begitu, orang yang sudah biasa hidup senang dengan segala fasilitas
serta kemewahan maka cendrung lemah
dalam beraktivitas, hilang kekuatan dan lemah pemikiran, wallahu a’lam. [Baloi Indah, 4 Ramadhan 1436.H/2015, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri]
PROFIL PENULIS
Penampilan
sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau
Sumatera yaitu Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964
anak ketiga dari ayah bernama Sutan
Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi,
Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd
[Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab
di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan,
Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di
Kota Lada Metro Lampung.
Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu
SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus
meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya
di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang
dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai
faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i,
Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H.
Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga
melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri
[IAIN] Raden Intan Lampung di Metro
tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai
kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen,
penulis, mubaligh hingga sebagai
politisi akhirnya.
Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah,
Mukhlis giat di OSIS Gema Al Qur'an AL
Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro
bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei,
Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah
bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit
Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di
Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah
menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang
Metro.
Menjadi guru adalah cita-citanya sejak
awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di
GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto
Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas
sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun
2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai
Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok
bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi,
Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani,
Gustami Hidayat, Saifullah Salim,
Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi
Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan
masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai
cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.
Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi,
sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah
lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah
partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan
tarbiyah, partai itu bernama Partai
Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK
di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan
Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi
Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.
Dikala Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua
kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan
jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona
Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota
Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran
dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama
teman-temannya
Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa,
selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi
agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak
Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah
Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi,
Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran
Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan
dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh
memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia
tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya,
waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis
selain kegiatan harian lain.
Mukhlis
Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan
Rakyat (SKR) , Minggu (15/12) di Gedung Pusat Kebudayaan kota
Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini
membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di
Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.
Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013
yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah
Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik
karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah,
pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan
oleh penerbit.
Mukhlis
Denros menerima berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas
keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana
penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan
Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.
Pada
malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut
diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh
lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan
Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah
tokoh Sumatera Barat lainnya.
Moto hidupnya sangat sederhana, agar
bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa
dilakukan dengan pendidikan yang
berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk
mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil
mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini,
sehingga dapat dikatakan tak bisa
membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik
memimpin partai maupun sebagai anggota
DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan
sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok
selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan
bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarat, diapun tidak
segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif
[http://fraksi pks solok.blogspot.com].
Bersama ustadz
Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang
yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan
da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se
Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar
Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan
da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2
tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan
kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari
Sumatera Barat.
Organisasi lain yang
ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia
[MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok,
juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di
Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi
Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila,
Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.
Setelah dua periode
menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi
kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di
Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan,
aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai
Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan
sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.
Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal
di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat, kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam
Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota
Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj.
Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].
Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison
mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka Garda Anak Nagari
Provinsi Kepulauan Riau, Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang
Garda Anak Nagari di seluruh Kabupaten dan Kota Provinsi Kepulauan Riau, semoga hal itu terujud.
DATA PRIBADI
Nama Lengkap :
Drs. St. Mukhlis Denros
Tempat dan Tanggal Lahir : Metro, 3 April 1964
Jumlah bersaudara : Anak ke 3 dari 7 orang
Nama Ayah : Sutan Denak
Nama Ibu : Rosnidar
Nama Isteri : Yulismar, S.Pd
Nama Anak : Rani Ihsani Mukhlis
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.
SDN 4 Metro
Lampung, tamat tahun 1975
2.
SMP PGRI Metro
Lampung, tamat tahun 1981
3.
SMAN 135 Metro
Lampung, tamat tahun 1984
4.
Gema Al Qur'an Al
Jihad Metro tamat tahun 1988
5.
Sarjana Muda
Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung, tahun
1988
6.
Sarjana Tarbiyah
IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990
PENGALAMAN ORGANISASI
1.
Ketua Osis GAA Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.
Sekum IRM Al Jihad Metro Lampung Tengah 1986-1988
3.
Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung Tengah 1985-1990
4.
Sekjen
Majelis Ulama Indonesia [MUI}
Kab. Solok 2005/2006
5.
Anggota Pengawas BAZ
Kabupaten Solok 2006
6.
Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia)
Kabupaten Solok
7.
Da'i
IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.
Ketua Yayasan
Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.
Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.
Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota
Solok
11.
.Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok
2000-2005
12.
Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.
Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok
PENGALAMAN
PROFESI
1.
Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah
1988-1990
2.
Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.
Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.
Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok
1991-2000
5.
Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.
Anggota
DPRD Kabupaten Solok Periode
1999-2004
7.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 2004-2009
8.
Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam,
2015-
PERJALANAN
DA'WAH
1.
Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro
1985
2.
Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.
Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang
1986
4.
Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat
1990-1994
5.
Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di
Sumatera Selatan 1994
6.
Muzakarah Du'at se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.
Muzakarah Du'at se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.
Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.
Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera
Utara 2000
10.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Jakarta 2000
11.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Bogor 2002
12.
Pertemuan da'i IIRO se Indonesia di Jakarta 2000
13.
Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di
Jakarta 2005
BUKU YANG
TELAH DITERBITKAN
1.
Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.
Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.
Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.
Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.
Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.
Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.
Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola
Surabaya, 2011
8.
Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta,
2012
9.
Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa
Timur, 2012
10.
Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media, Jogjakarta, 2013
11.
Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.
Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri,
Jawa Timur,2014
13.
Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media, Jogjakarta, 2014
PUBLIKASI
TULISAN DI MEDIA
1.
Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.
Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.
Majalah Ishlah, Jakarta
4.
Majalah Reformasi, Jakarta
5.
Majalah Al Muslimun, Bangil
6.
Majalah Sabili, Jakarta
7.
Majalah Tarbawi, Jakarta
8.
Majalah Muamalat, Jakarta
9.
Majalah Kiblat, Jakarta
10.
Majalah Harmonis, Jakarta
11.
Majalah Estafet, Jakarta
12.
Majalah Sakinah, Jakarta
13.
Harian Serambi Minang, Padang
14.
Harian Semangat, Padang
15.
Harian Mimbar Minang, Padang
16.
Harian Singgalang, Padang
17.
Tabloid Sumbar Post, Padang
18.
Tabloid Zaman, Padang
19.
Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.
Tabloid Lentera, Padang
21.
Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.
Tabloid, Media Islam Batam
23.
Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.
Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.
Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.
Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.
Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten
Solok
28.
Buletin Da'wah Sebening Embun
29.
Buletin Da'wah Selasih Solok
30.
Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.
Mingguan Bijak, Padang
32.
Mingguan Swadesi, Jakarta
33.
Mingguan Sentana, Jakarta
34.
Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.
Pariaman Post, Sumatera Barat


Tidak ada komentar:
Posting Komentar