Senin, 25 Mei 2015

26. Ramadhan dan Khatam Al Qur'an



RAMADHAN DAN KHATAM AL QUR’AN
Drs. St. Mukhlis Denros

Awal turunnya Al Qur’an pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi setiap muslim, sehingga layak bulan ini disebut Syahrul Huda yaitu bulan Petunjuk. Semarak Ramadhan dihiasi dengan banyaknya muslim yang membaca Al Qur’an dengan kegiatan tadarus, yang dilakukan secara pribadi atau secara berjamaah dengan target tamat pada bulan Ramadhan ini. Bagi siapa saja yang khatam Al Qur’an akan mendapatkan pahala besar dari Allah apalagi padabulan Ramadhan.

Hadirnya al Qur’an ke dunia ni setelah adanya kitab-kitab terdahulu bukan sekedar untuk dibaca saja, atau bekal untuk manusia saja, tapi banyak sekali tujuannya Allah menurunkan kitab yang satu ini yang keaslian dan kelestariannya lansung dijamin Allah tidak akan tercemar hingga akhir zaman, adapun tujuan Al Qur’an diturunkan adalah;

            Pertama, memimpin manusia ke jalan selamat; terlalu banyak jalan-jalan sesat yang hadi di dunia ini yang menyelewengkan tujuan hidup manusia, maka Al qur’an mengarahkannya kepada keselamatan; “Dengan Kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus” [AlMaidah 5;16]

            Kedua, Al Qur’an diturunkan untuk manusia dalam rangka memelihara martabat manusia sehingga tetap dalam posisi suci, baik dan mulia, tanpa petunjuk ini manusia akan jatuh martabatnya karena melakukan perbuatan yang dapat menurunkan eksistensinya; “Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”[At Tin 95;4-6]

Ketiga, tujuan al Qur’an diturunkan adalah untuk memperkenalkan Allah sebagai Tuhan yang wajib ditaati, diibadahi, dicintai dan diimani, tanpa Al Qur’an banyak manusia yang keliru mencari Ilah, sedangkan Al Qur’an diturunkan saja masih banyak manusia yang keliru mengambil penyembahan; “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” [Ali Imran 3;190]

Keempat, Al Qur’an juga diturunkan untuk kepentingan manusia yaitu memperkenalkan dirinya sebagai hamba yang hanya wajib menyembah kepada Allah dengan segala sifat positif dan negatifnya, tinjauan Al Qur’an terhadap manusia besifat obyektif;“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".[Al Isra’ 17;85]

Kelima, dengan Al Qur’an Allah memberitahukan hukum-hukum kebenaran serta mengobati penyakit rohani yang ada pada manusia seperti; sombong, iri, dengki dan lain-lain [10;57].

Al Qur’an bukanlah sebuah buku yang mudah diberikan kepada siapa saja, Al Qur’an itu diwariskan kepada manusia-manusia yang terpilih, bukan karena suku dan bangsanya tapi kepada orang-orang yang resfon dengan seruan Al Qur’an. "Kemudian Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan  dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang amat besar" [Al Fathir 35;32].

Bukti kita mewariskan Al Qur'an dengan baik adalah membacanya dalam waktu dan kesempatan yang tidak dibatasi. Rasulullah menyatakan bahwa orang beriman yang suka membaca Al Qur’an ibarat buah “Turjah” atau limau, yang rasanya lezat dan bau aromanya harum, sedangkan orang beriman yang tidak mau membaca Al Qur’an ibarat buah tamar yaitu kurma, buahnya lezat tapi tidak berbau, Rasulullah bersabda,”Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Kitab baginya  satu amal kebaikan, alif lam mim, itu tiga huruf, padahal setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat”.

            Orang  muslim yang membaca Al Qur'an dengan lancar maka pahalanya mereka bersama malaikat penulis wahyu, yang membaca Al Qur'an dengan mengeja atau tidak lancar mereka dapat dua pahala yaitu pahala membaca dan pahala belajar."Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup" [Al Isra' 17;45]

Al Qur’an diturunkan  ke dunia ini melalui Muhammad Saw memiliki hikmah yang banyak sekali, secara garis besar ada lima hikmahnya yaitu;

            Pertama, dengan al Qur’an betapa besarnya perhatian Allah kepada hamba-hamba-Nya sehingga menurunkan kitab yang menjadi hidayah bagi setiap ummat, bila tidak diturunkan Al Qur’an jadi apalah hamba-Nya ini, jauh dari nilai-nilai hidayah sehingga kehidupan ini akan kacau dan  porak-poranda, sedangkan Al Qur’an masih ada di tangan seorang mukmin masih banyak diantara mereka yang belum diarahkan dan dibimbing oleh  wahyu ini.

            Kedua, dengan diturunkannya Wahyu Al Qur’an kepada ummat ini sehingga kita mengetahui hikmah allah dalam syara’ atau hukumnya sehingga menetapkan hukum sesuai dengan tabiat dan keadaan setiap ummat [5;48]

Ketiga, dengan Al Qur’an memberi keyakinan kepada kita bahwa islam adalah risalah seluruh para Nabi dan Rasul yang bersifat universal tanpa dipengaruhi oleh situasi dan kondisi. Untuk meyakini Al Islam dengan baik tentu melalui sumber aslinya yaitu Al Qur’an.  

Keempat, Al Qur’an memberikan penyadaran kepada kita akan kasih sayang Allah swt sehingga kita harus bersyukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita, rasa syukur muncul karena al qur’an memerintahkan demikian dan dia memurkai orang-orang yang kufur atas nikmat yang diberikan.

Kelima, Al Qur'an memberikan nilai-nilai ruhiyyah dan ukhrawi kepada ummat yang mengamalkannya di akherat kelak.

Dalam membaca Al Qur’an seharusnya dilakukan secata kontinyu setiap hati atau setiap malam walaupun tidak banyak ayat yang terbaca karena kontinuitas membaca Al Qur’an merupakan cara untuk menjaga tensi iman. Bahkan ada sahabat nabi yang khatam membaca Al Qur’an dalam tiga hari, ada yang satu bulan dan ada yang satu minggu, ketika ada yang dapat mengkhatamkan Al Qur’an tiap hari, Rasul melarangnya, dan disarankan tiga hari sekali mengkhatam Al Qur’an sudah memadai. Bagi siapa saja yang membaca Al Qur’an banyak efek positif yang membawa perubahan pada dirinya sebagaimana yang dialami oleh Tony Blair.

Sejak tak lagi menjabat sebagai perdana menteri Inggris, Tony Blair lebih terbuka terhadap agama. Ia mengaku membaca Al Quran setiap hari karena membuatnya lebih melek iman.“Untuk menjadi melek iman itu sangat penting dalam dunia global,” katanya seperti yang dilaporkan Daily Mail, Senin 13 Juni 2011. Ia membaca Al Quran setiap hari untuk memahami hal-hal yang terjadi di dunia, karena Al Quran memberikan perintah-perintah yang jelas atau instruktif.

Ia juga meyakini pengetahuannya tentang iman membantu perannya sebagai utusan di Timur Tengah mewakili PBB, Amerika, Uni Eropa dan Rusia. Sebelumnya ia juga pernah menyatakan iman umat muslim itu indah, dan Nabi Muhammad merupakan figur yang mendorong peradaban.

Pada tahun 2006 ia pernah menyatakan Al Quran merupakan kitab reformasi yang inklusif.  Al Quran juga mengagungkan ilmu dan pengetahuan, dan membenci tahkyul.  “Kitab (Al Quran)  itu memberikan arahan praktis tentang pernikahan, perempuan, dan pemerintahan, ” ujarnya.

Meski demikian, Tony juga mengakui juga melihat bagaimana para pelaku jihad menerjemahkan Al Quran sebagai panggilan untuk mengangkat senjata. Ketika terjadi serangan bom bunuh diri di London pada 2005 yang menewaskan 52 orang, saat itu ia masih menjabat sebagai perdana menteri.

Membaca Al Quran membantunya dalam menunaikan tugas sebagai utusan perdamaian. Selain itu, membaca Al-Quran juga membuat ia terbiasa dengan pandangan adik iparnya Lauren Booth yang menjadi mualaf.[Tony Blair Membaca Al-Qur’an Setiap Hari, dakwatuna.com 13/6/2011 | 12 Rajab 1432 H].

Blair menambahkan bahwa ia membaca al-Qur’an setiap hari untuk memahami beberapa hal yang terjadi di dunia. Mengingat hal itu sangat berguna dalam kehidupan yang bersentuhan langsung dengan pekerjaannya sebagai utusan Komite Quartet untuk Perdamaian di Timur Tengah, yang mencakup PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia.

Blair yang memeluk Katolik setelah beberapa bulan turun dari jabatannya sebagai Perdana Menteri pada tahun 2007. Bahkan ia mengecam seruan Pendeta Terry Jones pada tahun lalu, yang menyeru untuk membakar al-Qur’an bertepatan dengan peringatan kesembilan serangan 11 September 2001 di Amerika. Blair menyerukan untuk “membaca al-Qur’an dari pada membakarnya.”

Blair mengatakan bahwa “Aktivitas yang dilakukannya melalui Yayasan Keagamaan Tony Blair telah tumbuh dari keimanan dirinya akan pentingnya memperkaya kehidupan secara lebih luas dengan belajar lebih banyak tentang kepercayaan orang lain, dan belajar banyak dari agama mereka, walaupun ada perbedaan.”[Blair: Saya Baca Al-Qur’an Setiap Hari, mediaumat.com, Tuesday, 14 June 2011 12:03].

Dengan membaca Al Qur’an akan memberikan ketenangan dan kesejukan sendiri bagi yang membacanya, jangankan yang membacanya sedangkan yang mendengarkanpun akan memberi pengaruh positif bahkan mampu merubah keyakinan seseorang sebagaimana yang dialami oleh mualaf ini.

Yayasan Pengelola Al-Aqsha (YPA) yang Suci, menyelenggarakan pernikahan antara Ghalib Samir Kiwan dan Zainab Muhammad Nuhas—keduanya dari kota Haifa—di Masjid Al-Aqsha, Sabtu (28/5).

Pernikahan mereka sengaja digelar di salah satu kiblat umat Islam tersebut untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT. Dalam acara akad nikah ini, turut hadir keluarga kedua mempelai, dan sejumlah jamaah shalat. Ketua YPA, Jamal Rasyid, juga turut hadir dan mendokan sang pengantin.

Syekh As'ad, Imam Masjid Al-Istiqlal di Haifa bertindak sebagai penghulu. Ia mendoakan kedua mempelai agar pernikahan yang mereka jalani diberkahi Allah SWT. Ia juga berharap keduanya dapat menjalani kehidupan sebagai suami istri selama mungkin, dalam kehidupan yang penuh kebaikan dan keberkahan."Pernikahan di masjid ini (Aqsha) adalah pernikahan mubarak (yang diberkahi), dan tugas kita untuk memakmurkannya selama-lamanya," kata Syekh As'ad dalam khutbah nikahnya.

"Selama ini Masjid Aqsha menyelenggarakan pernikahan untuk pemuda dan pemudi Palestina, namun hari ini kedua mempelainya berasal dari Haifa, Israel. Kami meminta para pemuda dan pemudi agar menikah dengan cara penuh berkah seperti pernikahan ini," pesan As'ad.

Pernikahan Ghalib dan Zainab ini menjadi istimewa karena, sang mempelai putri adalah mualaf yang baru dua tahun lalu memeluk Islam. Kedekatan dan keterikatan Zainab dengan Islam bermula empat tahun lalu saat ia tertarik mendengar bacaan kitab suci Al-Qur'an, dan mengikuti tayangan program agama Islam di televisi satelit.

Kedua hal inilah yang mengubah jalan hidupnya dan seluruh keluarganya—kedua orang tua dan empat saudara perempuannya—secara tiba-tiba. Dua tahun lalu, mereka semua—satu keluarga—memutuskan masuk Islam dan mengucapkan dua kalimah syahadat. "Ibu saya merasa tenang jiwanya ketika mendengar bacaan (tilawah) Al-Qur'an, meskipun beragama Kristen. Demikian pula yang dirasakan oleh ayah saya," tutur Zainab.

Setelah itu, keluarga ini kian intensif mendengarkan tilawah Al-Qur'an dan mengikuti kajian-kajian keislaman yang ditayangkan di televisi kabel. Inilah yang kemudian menguatkan tekad untuk segera bersyahadat.

"Ini seperti firman Allah dalam Al-Qur'an; "Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikit pun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar," kata Zainab seraya mengutip surah Ali Imran ayat 176 dengan fasih.

Adapun Ghalib, dengan mata berkaca-kaca menuturkan kisah pernikahannya dengan Zainab. "Tiga pekan sebelum menikah, saya dan tunangan saya membaca surah Al-Isra' bersama-sama. Setelah itu saya berziarah ke Masjid Al-Aqsha," ujarnya.

"Dan entahlah, saya tidak tahu apa yang mendorong langkah saya untuk mendirikan shalat di Masjid Qubbatush Shahra (Kubah Emas). Setelah shalat dua rakaat, saya membaca surat Al-Isra' hingga selesai. Di sana pula kami berdoa dan bertekad untuk menikah," tutur Ghalib.

Menurut Ghalib, sebelumnya ia dan Zainab tidak mengetahui jika di Masjid Al-Aqsha juga bisa dilakukan pernikahan. Suatu ketika, usai melaksanakan shalat di Masjid Al-Istiqlal, ia langsung menemui Syekh As'ad—imam masjid—dan menyatakan keinginannya untuk menikah.

"Syekh As'ad mengatakan di Masjid Al-Aqsha juga bisa diselenggarakan pernikahan yang diurus oleh YPA. Akhirnya, kami pun menikah di sini. Rasanya seperti mimpi," kata Ghalib penuh haru.

Ketua YPA, Jamal Rasyid, mengucapkan selamat dan mendoakan pasangan suami istri ini agar mendapatkan keturunan yang saleh yang akan menegakkan Al-Aqsha dan membela kaum Muslimin. "Berbahagialah kalian berdua dengan pernikahan yang diberkahi ini. Pernikahan kalian adalah pernikahan yang baik. Dan kami doakan agar Allah menganugerahi kalian anak keturunan yang saleh dan berguna bagi umat, insya Allah," harap Jamal. [Subhanallah, Gara-Gara Tilawah Al-Qur'an, Satu Keluarga Masuk Islam, Republika.co.id.Senin, 30 Mei 2011 21:18 WIB].

Aktivitas dakwah minimal mengkhatamkan Al Qur’an satu bulan sekali, artinya dalam sehari diupayakan untuk membaca ayat-ayat Allah ini satu juz disela-sela kesibukan, biasanya Al Qur’an dibaca setelah shalat maghrib menjelang Isya, atau menjelang berangkat tidur, setelah shalat subuh atau diantara aktivitas sehari-hari, yang penting sehari itu minimal satu juz Al Qur’an sudah dibaca. Apalagi dalam bulan Ramadhan target untuk khatam Al Qur’an memicu para shaimin untuk membaca Al Qur’an. Berarti khatam Al Qur’an bagi ummat Islam bukanlah hal yang istimewa, sudah biasa melakukannya, minimal satu bulan sekali atau dua kali dalam sebulan, tapi di masyarakat khatam Al Qur’an jadi sebuah acara seremonial yang dilakukan oleh masjid-masjid atau surau-surau  yang mengajarkan Al Qur’an untuk anak-anak sekitarnya dalam wadah TPA atau MDA.

Acara khatam Al Qur’an itu disemarakkan dengan arak-arakan keliling kota yang luar biasa ramainya sehingga ada yang memacetkan kendaraan. Orangtuapun antusias mengikuti acara anaknya dalam khatam Al Qur’an itu dengan pakaian baru rancangan gamis sebagaimana seorang haji dan hajjah.  Pentingnya khatam Al Qur’an juga dilakukan oleh calon penganten apabila sang calon belum melakukan khatam Al Qur’an ketika kecil dahulu, sebelum melakukan pernikahan sang penganten mendatangi guru mengajinya dahulu untuk khatam Al Qur’an, inilah seremonial yang berlaku di masyarakat khususnya Sumatera Barat walaupun semua itu tidak ada sumbernya yang jelas, hanya sebuah perayaan saja yang ditradisikan.

Yang penting sebenarnya bukan khatamnya Al Qur’an tapi bagaimana seorang muslim menyemarakkan hari-harinya dengan membaca Al Qur’an bahkan Rasul menyarankan kepada kita agar menghiasi rumah tangga kita dengan membaca Al Qur’an.

Saya pernah mendengarkan seorang ustadz pada sebuah pengajian di Masjid Al Jihad Metro Lampung ketika saya masih duduk di bangku SMA,sang ustadz menceritakan tentang kecerdasan Ali bin Abi Thalib, ketika Rasul menyuruh para sahabat untuk mengkhatamkan Al Qur’an dalam waktu singkat, setelah diberi waktu, semua sahabat belum ada yang khatam membacanya sedangkan Ali sudah khatam, rasul bertanya, apa yang dibaca sehingga sudah khatam, Ali menjawab bahwa yang dia baca adalah intisari dari Al Qur’an yaitu surat Al Fatihah, surat Al Ikhlas, surat Al Alaq dan surat An Nas, dengan argumentasi itu rasul memuji kecerdasan Ali bin Abi Thalib.  Begitulah Al Qur’an, hakekatnya bila kita membaca empat surat itu berarti sudah khatam Al Qur’an karena Al Qur’an yang 30 juz, 114 surat dan 6666 ayat itu semuanya terdapat pada  empat surat itu. 

Walaupun kita bisa membaca inti sari Al Qur'an dengan empat surat itu bukan berarti kita meninggalkan membaca seluruh ayat pada surat-surat Al Qur'an dengan mengkhatamkannya, apalagi dalam bulan Ramadhan sungguh banyak peluang untuk membaca ayat-ayat Allah ini, Wallahu A’lam. [26 Ramadhan 1436.H/ 2015, Baloi Indah, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri].




PROFIL PENULIS

Penampilan sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau Sumatera  yaitu  Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964 anak ketiga dari  ayah bernama Sutan Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi, Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd [Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di Kota Lada Metro Lampung.

Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i, Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H. Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri [IAIN]  Raden Intan Lampung di Metro tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen, penulis, mubaligh  hingga sebagai politisi akhirnya.


Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah, Mukhlis  giat di OSIS Gema Al Qur'an AL Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro  bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei, Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang Metro.

Menjadi guru adalah cita-citanya sejak awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun 2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi, Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani, Gustami Hidayat,  Saifullah Salim, Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.

Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi, sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan tarbiyah, partai  itu bernama Partai Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.

Dikala Partai Keadilan  menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama teman-temannya

Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa, selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi, Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia  tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya, waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis selain kegiatan harian lain. 

Mukhlis Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan Rakyat (SKR) , Minggu (15/12)  di Gedung Pusat Kebudayaan kota Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.

Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013 yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah, pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan oleh penerbit.

Mukhlis Denros menerima  berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.

Pada malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut  diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah tokoh Sumatera Barat lainnya.

Moto hidupnya sangat sederhana, agar bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa dilakukan dengan  pendidikan yang berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini, sehingga  dapat dikatakan tak bisa membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik memimpin  partai maupun sebagai anggota DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP  Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai  dengan kepentingan masyarat, diapun tidak segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif [http://fraksi pks solok.blogspot.com].

Bersama ustadz Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2 tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat.

Organisasi lain yang ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia [MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok, juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila, Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.

Setelah dua periode menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan, aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.

Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat,  kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj. Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].

Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka  Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau, Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi  Kepulauan Riau, semoga hal itu terujud.



DATA PRIBADI

             Nama Lengkap                      : Drs. St. Mukhlis Denros
            Tempat dan Tanggal Lahir       : Metro, 3 April 1964
            Jumlah bersaudara                   : Anak ke 3 dari 7 orang
            Nama Ayah                             : Sutan Denak
            Nama Ibu                                 : Rosnidar
            Nama Isteri                              : Yulismar, S.Pd
            Nama Anak                             : Rani Ihsani Mukhlis
           

RIWAYAT PENDIDIKAN
1.             SDN 4 Metro Lampung, tamat tahun 1975
2.             SMP PGRI Metro Lampung, tamat tahun 1981
3.             SMAN 135 Metro Lampung, tamat tahun 1984
4.             Gema Al Qur'an Al Jihad Metro tamat tahun 1988
5.             Sarjana Muda Tarbiyah  IAIN Raden Intan Lampung, tahun 1988
6.             Sarjana Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990

PENGALAMAN ORGANISASI
1.             Ketua Osis GAA  Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.             Sekum IRM Al Jihad Metro  Lampung Tengah  1986-1988
3.             Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung  Tengah 1985-1990
4.             Sekjen  Majelis Ulama Indonesia [MUI}  Kab. Solok  2005/2006
5.             Anggota Pengawas  BAZ   Kabupaten Solok 2006
6.             Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) Kabupaten Solok
7.             Da'i  IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.             Ketua Yayasan  Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.             Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.         Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota Solok
11.         .Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok 2000-2005
12.         Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.         Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok

PENGALAMAN PROFESI
1.             Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah 1988-1990
2.             Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.             Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.             Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok 1991-2000
5.             Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.             Anggota  DPRD Kabupaten Solok  Periode 1999-2004
7.             Anggota DPRD Kabupaten Solok  Periode 2004-2009
8.             Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, 2015-

PERJALANAN DA'WAH
1.             Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro 1985
2.             Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.             Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang 1986
4.             Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat 1990-1994
5.             Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di Sumatera Selatan 1994
6.             Muzakarah Du'at  se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.             Muzakarah Du'at  se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.             Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.             Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera Utara 2000
10.         Pertemuan Anggota DPRD  se Indonesia di Jakarta 2000
11.         Pertemuan Anggota DPRD  se Indonesia di Bogor 2002
12.         Pertemuan da'i  IIRO se Indonesia  di Jakarta 2000
13.         Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di Jakarta 2005

BUKU YANG TELAH  DITERBITKAN
1.             Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.             Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.             Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.             Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.             Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.             Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.             Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola Surabaya, 2011
8.             Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta, 2012
9.             Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa Timur, 2012
10.         Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media,  Jogjakarta, 2013
11.         Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.         Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri,2014
13.         Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media,  Jogjakarta, 2014

PUBLIKASI TULISAN DI MEDIA
1.             Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.             Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.             Majalah Ishlah, Jakarta
4.             Majalah Reformasi, Jakarta
5.             Majalah Al Muslimun, Bangil
6.             Majalah Sabili, Jakarta
7.             Majalah Tarbawi, Jakarta
8.             Majalah Muamalat, Jakarta
9.             Majalah Kiblat, Jakarta
10.         Majalah Harmonis, Jakarta
11.         Majalah Estafet, Jakarta
12.         Majalah Sakinah, Jakarta
13.         Harian Serambi Minang, Padang
14.         Harian Semangat, Padang
15.         Harian Mimbar Minang, Padang
16.         Harian Singgalang, Padang
17.         Tabloid Sumbar Post, Padang
18.         Tabloid Zaman, Padang
19.         Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.         Tabloid Lentera, Padang
21.         Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.         Tabloid, Media Islam Batam
23.         Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.         Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.         Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.         Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.         Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten Solok
28.         Buletin Da'wah Sebening Embun Solok
29.         Buletin Da'wah Selasih Solok
30.         Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.         Mingguan Bijak, Padang
32.         Mingguan Swadesi, Jakarta
33.         Mingguan Sentana, Jakarta
34.         Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.         Pariaman Post, Sumatera Barat
36.         www.padangtoday.com, Sumatera Barat
37.         www.republika,online, Jakarata
38.         www.koran cyber.com, Padang Panjang





Tidak ada komentar:

Posting Komentar