RAMADHAN DAN KHATAM AL QUR’AN
Drs. St. Mukhlis Denros
Awal
turunnya Al Qur’an pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi setiap muslim,
sehingga layak bulan ini disebut Syahrul Huda yaitu bulan Petunjuk. Semarak
Ramadhan dihiasi dengan banyaknya muslim yang membaca Al Qur’an dengan kegiatan
tadarus, yang dilakukan secara pribadi atau secara berjamaah dengan target tamat
pada bulan Ramadhan ini. Bagi siapa saja yang khatam Al Qur’an akan mendapatkan
pahala besar dari Allah apalagi padabulan Ramadhan.
Hadirnya
al Qur’an ke dunia ni setelah adanya kitab-kitab terdahulu bukan sekedar untuk
dibaca saja, atau bekal untuk manusia saja, tapi banyak sekali tujuannya Allah
menurunkan kitab yang satu ini yang keaslian dan kelestariannya lansung dijamin
Allah tidak akan tercemar hingga akhir zaman, adapun tujuan Al Qur’an
diturunkan adalah;
Pertama, memimpin manusia ke jalan selamat; terlalu banyak
jalan-jalan sesat yang hadi di dunia ini yang menyelewengkan tujuan hidup
manusia, maka Al qur’an mengarahkannya kepada keselamatan; “Dengan Kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti
keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang
benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”
[AlMaidah 5;16]
Kedua, Al Qur’an diturunkan untuk manusia dalam rangka memelihara
martabat manusia sehingga tetap dalam posisi suci, baik dan mulia, tanpa
petunjuk ini manusia akan jatuh martabatnya karena melakukan perbuatan yang dapat
menurunkan eksistensinya; “Sesungguhnya
kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . Kemudian kami
kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), Kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada
putus-putusnya.”[At Tin 95;4-6]
Ketiga, tujuan al
Qur’an diturunkan adalah untuk memperkenalkan Allah sebagai Tuhan yang wajib
ditaati, diibadahi, dicintai dan diimani, tanpa Al Qur’an banyak manusia yang
keliru mencari Ilah, sedangkan Al Qur’an diturunkan saja masih banyak manusia
yang keliru mengambil penyembahan; “Sesungguhnya
dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” [Ali Imran 3;190]
Keempat, Al Qur’an
juga diturunkan untuk kepentingan manusia yaitu memperkenalkan dirinya sebagai
hamba yang hanya wajib menyembah kepada Allah dengan segala sifat positif dan
negatifnya, tinjauan Al Qur’an terhadap manusia besifat obyektif;“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.
Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi
pengetahuan melainkan sedikit".[Al Isra’ 17;85]
Kelima, dengan Al
Qur’an Allah memberitahukan hukum-hukum kebenaran serta mengobati penyakit
rohani yang ada pada manusia seperti; sombong, iri, dengki dan lain-lain
[10;57].
Al Qur’an bukanlah sebuah buku yang mudah diberikan
kepada siapa saja, Al Qur’an itu diwariskan kepada manusia-manusia yang
terpilih, bukan karena suku dan bangsanya tapi kepada orang-orang yang resfon
dengan seruan Al Qur’an. "Kemudian
Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara
hamba-hamba kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri
dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang
lebih dahulu berbuat kebaikan dengan
izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang amat besar" [Al Fathir
35;32].
Bukti kita
mewariskan Al Qur'an dengan baik adalah membacanya dalam waktu dan kesempatan
yang tidak dibatasi. Rasulullah menyatakan bahwa orang beriman yang suka
membaca Al Qur’an ibarat buah “Turjah” atau limau, yang rasanya lezat dan bau
aromanya harum, sedangkan orang beriman yang tidak mau membaca Al Qur’an ibarat
buah tamar yaitu kurma, buahnya lezat tapi tidak berbau, Rasulullah
bersabda,”Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Kitab baginya satu amal kebaikan, alif lam mim, itu tiga
huruf, padahal setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat”.
Orang muslim
yang membaca Al Qur'an dengan lancar maka pahalanya mereka bersama malaikat
penulis wahyu, yang membaca Al Qur'an dengan mengeja atau tidak lancar mereka
dapat dua pahala yaitu pahala membaca dan pahala belajar."Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya
kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan
akhirat, suatu dinding yang tertutup" [Al Isra' 17;45]
Al Qur’an diturunkan ke dunia ini melalui Muhammad Saw memiliki
hikmah yang banyak sekali, secara garis besar ada lima hikmahnya yaitu;
Pertama, dengan al Qur’an
betapa besarnya perhatian Allah kepada hamba-hamba-Nya sehingga menurunkan
kitab yang menjadi hidayah bagi setiap ummat, bila tidak diturunkan Al Qur’an
jadi apalah hamba-Nya ini, jauh dari nilai-nilai hidayah sehingga kehidupan ini
akan kacau dan porak-poranda, sedangkan
Al Qur’an masih ada di tangan seorang mukmin masih banyak diantara mereka yang
belum diarahkan dan dibimbing oleh wahyu
ini.
Kedua, dengan
diturunkannya Wahyu Al Qur’an kepada ummat ini sehingga kita mengetahui hikmah
allah dalam syara’ atau hukumnya sehingga menetapkan hukum sesuai dengan tabiat
dan keadaan setiap ummat [5;48]
Ketiga, dengan Al Qur’an memberi keyakinan kepada
kita bahwa islam adalah risalah seluruh para Nabi dan Rasul yang bersifat
universal tanpa dipengaruhi oleh situasi dan kondisi. Untuk meyakini Al Islam
dengan baik tentu melalui sumber aslinya yaitu Al Qur’an.
Keempat, Al Qur’an memberikan penyadaran kepada
kita akan kasih sayang Allah swt sehingga kita harus bersyukur atas segala
nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita, rasa syukur muncul karena al
qur’an memerintahkan demikian dan dia memurkai orang-orang yang kufur atas
nikmat yang diberikan.
Kelima, Al Qur'an memberikan nilai-nilai ruhiyyah
dan ukhrawi kepada ummat yang mengamalkannya di akherat kelak.
Dalam membaca Al Qur’an seharusnya dilakukan
secata kontinyu setiap hati atau setiap malam walaupun tidak banyak ayat yang
terbaca karena kontinuitas membaca Al Qur’an merupakan cara untuk menjaga tensi
iman. Bahkan ada sahabat nabi yang khatam membaca Al Qur’an dalam tiga hari,
ada yang satu bulan dan ada yang satu minggu, ketika ada yang dapat
mengkhatamkan Al Qur’an tiap hari, Rasul melarangnya, dan disarankan tiga hari
sekali mengkhatam Al Qur’an sudah memadai. Bagi siapa saja yang membaca Al
Qur’an banyak efek positif yang membawa perubahan pada dirinya sebagaimana yang
dialami oleh Tony Blair.
Sejak tak lagi menjabat sebagai perdana
menteri Inggris, Tony Blair lebih terbuka terhadap agama. Ia mengaku membaca Al
Quran setiap hari karena membuatnya lebih melek iman.“Untuk menjadi melek iman
itu sangat penting dalam dunia global,” katanya seperti yang dilaporkan Daily
Mail, Senin 13 Juni 2011. Ia membaca Al Quran setiap hari untuk memahami
hal-hal yang terjadi di dunia, karena Al Quran memberikan perintah-perintah
yang jelas atau instruktif.
Ia juga meyakini pengetahuannya tentang
iman membantu perannya sebagai utusan di Timur Tengah mewakili PBB, Amerika,
Uni Eropa dan Rusia. Sebelumnya ia juga pernah menyatakan iman umat muslim itu
indah, dan Nabi Muhammad merupakan figur yang mendorong peradaban.
Pada tahun 2006 ia pernah menyatakan Al
Quran merupakan kitab reformasi yang inklusif. Al Quran juga mengagungkan
ilmu dan pengetahuan, dan membenci tahkyul. “Kitab (Al Quran) itu
memberikan arahan praktis tentang pernikahan, perempuan, dan pemerintahan, ”
ujarnya.
Meski demikian, Tony juga mengakui juga
melihat bagaimana para pelaku jihad menerjemahkan Al Quran sebagai panggilan
untuk mengangkat senjata. Ketika terjadi serangan bom bunuh diri di London pada
2005 yang menewaskan 52 orang, saat itu ia masih menjabat sebagai perdana
menteri.
Membaca Al
Quran membantunya dalam menunaikan tugas sebagai utusan perdamaian. Selain itu,
membaca Al-Quran juga membuat ia terbiasa dengan pandangan adik iparnya Lauren
Booth yang menjadi mualaf.[Tony Blair
Membaca Al-Qur’an Setiap Hari, dakwatuna.com
13/6/2011 | 12 Rajab 1432 H].
Blair menambahkan bahwa ia membaca
al-Qur’an setiap hari untuk memahami beberapa hal yang terjadi di dunia.
Mengingat hal itu sangat berguna dalam kehidupan yang bersentuhan langsung
dengan pekerjaannya sebagai utusan Komite Quartet untuk Perdamaian di Timur Tengah,
yang mencakup PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia.
Blair yang memeluk Katolik setelah
beberapa bulan turun dari jabatannya sebagai Perdana Menteri pada tahun 2007.
Bahkan ia mengecam seruan Pendeta Terry Jones pada tahun lalu, yang menyeru
untuk membakar al-Qur’an bertepatan dengan peringatan kesembilan serangan 11
September 2001 di Amerika. Blair menyerukan untuk “membaca al-Qur’an dari pada
membakarnya.”
Blair
mengatakan bahwa “Aktivitas yang dilakukannya melalui Yayasan Keagamaan Tony
Blair telah tumbuh dari keimanan dirinya akan pentingnya memperkaya kehidupan
secara lebih luas dengan belajar lebih banyak tentang kepercayaan orang lain,
dan belajar banyak dari agama mereka, walaupun ada perbedaan.”[Blair: Saya Baca
Al-Qur’an Setiap Hari, mediaumat.com,
Tuesday, 14 June 2011 12:03].
Dengan membaca
Al Qur’an akan memberikan ketenangan dan kesejukan sendiri bagi yang
membacanya, jangankan yang membacanya sedangkan yang mendengarkanpun akan
memberi pengaruh positif bahkan mampu merubah keyakinan seseorang sebagaimana
yang dialami oleh mualaf ini.
Yayasan
Pengelola Al-Aqsha (YPA) yang Suci, menyelenggarakan pernikahan antara Ghalib
Samir Kiwan dan Zainab Muhammad Nuhas—keduanya dari kota Haifa—di Masjid
Al-Aqsha, Sabtu (28/5).
Pernikahan
mereka sengaja digelar di salah satu kiblat umat Islam tersebut untuk
mendapatkan berkah dari Allah SWT. Dalam acara akad nikah ini, turut hadir
keluarga kedua mempelai, dan sejumlah jamaah shalat. Ketua YPA, Jamal Rasyid,
juga turut hadir dan mendokan sang pengantin.
Syekh As'ad,
Imam Masjid Al-Istiqlal di Haifa bertindak sebagai penghulu. Ia mendoakan kedua
mempelai agar pernikahan yang mereka jalani diberkahi Allah SWT. Ia juga
berharap keduanya dapat menjalani kehidupan sebagai suami istri selama mungkin,
dalam kehidupan yang penuh kebaikan dan keberkahan."Pernikahan di masjid
ini (Aqsha) adalah pernikahan mubarak (yang diberkahi), dan tugas kita untuk
memakmurkannya selama-lamanya," kata Syekh As'ad dalam khutbah nikahnya.
"Selama
ini Masjid Aqsha menyelenggarakan pernikahan untuk pemuda dan pemudi Palestina,
namun hari ini kedua mempelainya berasal dari Haifa, Israel. Kami meminta para
pemuda dan pemudi agar menikah dengan cara penuh berkah seperti pernikahan
ini," pesan As'ad.
Pernikahan
Ghalib dan Zainab ini menjadi istimewa karena, sang mempelai putri adalah
mualaf yang baru dua tahun lalu memeluk Islam. Kedekatan dan keterikatan Zainab
dengan Islam bermula empat tahun lalu saat ia tertarik mendengar bacaan kitab
suci Al-Qur'an, dan mengikuti tayangan program agama Islam di televisi satelit.
Kedua hal
inilah yang mengubah jalan hidupnya dan seluruh keluarganya—kedua orang tua dan
empat saudara perempuannya—secara tiba-tiba. Dua tahun lalu, mereka semua—satu
keluarga—memutuskan masuk Islam dan mengucapkan dua kalimah syahadat. "Ibu
saya merasa tenang jiwanya ketika mendengar bacaan (tilawah) Al-Qur'an,
meskipun beragama Kristen. Demikian pula yang dirasakan oleh ayah saya,"
tutur Zainab.
Setelah itu,
keluarga ini kian intensif mendengarkan tilawah Al-Qur'an dan mengikuti
kajian-kajian keislaman yang ditayangkan di televisi kabel. Inilah yang
kemudian menguatkan tekad untuk segera bersyahadat.
"Ini
seperti firman Allah dalam Al-Qur'an; "Janganlah kamu disedihkan oleh
orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali
dapat memberi mudharat kepada Allah sedikit pun. Allah berkehendak tidak akan
memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi
mereka azab yang besar," kata Zainab seraya mengutip surah Ali Imran
ayat 176 dengan fasih.
Adapun Ghalib,
dengan mata berkaca-kaca menuturkan kisah pernikahannya dengan Zainab.
"Tiga pekan sebelum menikah, saya dan tunangan saya membaca surah Al-Isra'
bersama-sama. Setelah itu saya berziarah ke Masjid Al-Aqsha," ujarnya.
"Dan
entahlah, saya tidak tahu apa yang mendorong langkah saya untuk mendirikan
shalat di Masjid Qubbatush Shahra (Kubah Emas). Setelah shalat dua rakaat, saya
membaca surat Al-Isra' hingga selesai. Di sana pula kami berdoa dan bertekad
untuk menikah," tutur Ghalib.
Menurut
Ghalib, sebelumnya ia dan Zainab tidak mengetahui jika di Masjid Al-Aqsha juga
bisa dilakukan pernikahan. Suatu ketika, usai melaksanakan shalat di Masjid
Al-Istiqlal, ia langsung menemui Syekh As'ad—imam masjid—dan menyatakan keinginannya
untuk menikah.
"Syekh
As'ad mengatakan di Masjid Al-Aqsha juga bisa diselenggarakan pernikahan yang
diurus oleh YPA. Akhirnya, kami pun menikah di sini. Rasanya seperti
mimpi," kata Ghalib penuh haru.
Ketua YPA,
Jamal Rasyid, mengucapkan selamat dan mendoakan pasangan suami istri ini agar
mendapatkan keturunan yang saleh yang akan menegakkan Al-Aqsha dan membela kaum
Muslimin. "Berbahagialah kalian berdua dengan pernikahan yang diberkahi
ini. Pernikahan kalian adalah pernikahan yang baik. Dan kami doakan agar Allah
menganugerahi kalian anak keturunan yang saleh dan berguna bagi umat, insya
Allah," harap Jamal. [Subhanallah, Gara-Gara Tilawah Al-Qur'an, Satu
Keluarga Masuk Islam, Republika.co.id.Senin, 30 Mei 2011 21:18 WIB].
Aktivitas
dakwah minimal mengkhatamkan Al Qur’an satu bulan sekali, artinya dalam sehari
diupayakan untuk membaca ayat-ayat Allah ini satu juz disela-sela kesibukan,
biasanya Al Qur’an dibaca setelah shalat maghrib menjelang Isya, atau menjelang
berangkat tidur, setelah shalat subuh atau diantara aktivitas sehari-hari, yang
penting sehari itu minimal satu juz Al Qur’an sudah dibaca. Apalagi dalam bulan
Ramadhan target untuk khatam Al Qur’an memicu para shaimin untuk membaca Al
Qur’an. Berarti khatam Al Qur’an bagi ummat Islam bukanlah hal yang istimewa,
sudah biasa melakukannya, minimal satu bulan sekali atau dua kali dalam
sebulan, tapi di masyarakat khatam Al Qur’an jadi sebuah acara seremonial yang
dilakukan oleh masjid-masjid atau surau-surau
yang mengajarkan Al Qur’an untuk anak-anak sekitarnya dalam wadah TPA
atau MDA.
Acara khatam
Al Qur’an itu disemarakkan dengan arak-arakan keliling kota yang luar biasa
ramainya sehingga ada yang memacetkan kendaraan. Orangtuapun antusias mengikuti
acara anaknya dalam khatam Al Qur’an itu dengan pakaian baru rancangan gamis
sebagaimana seorang haji dan hajjah.
Pentingnya khatam Al Qur’an juga dilakukan oleh calon penganten apabila
sang calon belum melakukan khatam Al Qur’an ketika kecil dahulu, sebelum
melakukan pernikahan sang penganten mendatangi guru mengajinya dahulu untuk
khatam Al Qur’an, inilah seremonial yang berlaku di masyarakat khususnya
Sumatera Barat walaupun semua itu tidak ada sumbernya yang jelas, hanya sebuah
perayaan saja yang ditradisikan.
Yang penting
sebenarnya bukan khatamnya Al Qur’an tapi bagaimana seorang muslim
menyemarakkan hari-harinya dengan membaca Al Qur’an bahkan Rasul menyarankan
kepada kita agar menghiasi rumah tangga kita dengan membaca Al Qur’an.
Saya pernah
mendengarkan seorang ustadz pada sebuah pengajian di Masjid Al Jihad Metro
Lampung ketika saya masih duduk di bangku SMA,sang ustadz menceritakan tentang
kecerdasan Ali bin Abi Thalib, ketika Rasul menyuruh para sahabat untuk
mengkhatamkan Al Qur’an dalam waktu singkat, setelah diberi waktu, semua
sahabat belum ada yang khatam membacanya sedangkan Ali sudah khatam, rasul
bertanya, apa yang dibaca sehingga sudah khatam, Ali menjawab bahwa yang dia
baca adalah intisari dari Al Qur’an yaitu surat Al Fatihah, surat Al Ikhlas,
surat Al Alaq dan surat An Nas, dengan argumentasi itu rasul memuji kecerdasan
Ali bin Abi Thalib. Begitulah Al Qur’an,
hakekatnya bila kita membaca empat surat itu berarti sudah khatam Al Qur’an
karena Al Qur’an yang 30 juz, 114 surat dan 6666 ayat itu semuanya terdapat
pada empat surat itu.
Walaupun kita bisa membaca inti sari Al Qur'an dengan empat surat itu bukan berarti kita meninggalkan membaca seluruh ayat pada surat-surat Al Qur'an dengan mengkhatamkannya, apalagi dalam bulan Ramadhan sungguh banyak peluang untuk membaca ayat-ayat Allah ini, Wallahu A’lam. [26 Ramadhan 1436.H/ 2015, Baloi Indah, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri].
PROFIL PENULIS
Penampilan
sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau
Sumatera yaitu Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964
anak ketiga dari ayah bernama Sutan
Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi,
Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd
[Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab
di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan,
Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di
Kota Lada Metro Lampung.
Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu
SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus
meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya
di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang
dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai
faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i,
Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H.
Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga
melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri
[IAIN] Raden Intan Lampung di Metro
tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai
kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen,
penulis, mubaligh hingga sebagai
politisi akhirnya.
Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah,
Mukhlis giat di OSIS Gema Al Qur'an AL
Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro
bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei,
Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah
bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit
Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di
Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah
menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang
Metro.
Menjadi guru adalah cita-citanya sejak
awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di
GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto
Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas
sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun
2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai
Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok
bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi,
Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani,
Gustami Hidayat, Saifullah Salim,
Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi
Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan
masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai
cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.
Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi,
sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah
lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah
partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan
tarbiyah, partai itu bernama Partai
Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK
di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan
Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi
Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.
Dikala Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua
kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan
jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona
Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota
Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran
dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama
teman-temannya
Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa,
selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi
agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak
Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah
Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi,
Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran
Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan
dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh
memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia
tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya,
waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis
selain kegiatan harian lain.
Mukhlis
Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan
Rakyat (SKR) , Minggu (15/12) di Gedung Pusat Kebudayaan kota
Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini
membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di
Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.
Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013
yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah
Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik
karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah,
pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan
oleh penerbit.
Mukhlis
Denros menerima berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas
keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana
penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan
Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.
Pada
malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut
diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh
lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan
Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah
tokoh Sumatera Barat lainnya.
Moto hidupnya sangat sederhana, agar
bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa
dilakukan dengan pendidikan yang
berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk
mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil
mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini,
sehingga dapat dikatakan tak bisa
membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik
memimpin partai maupun sebagai anggota
DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan
sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok
selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan
bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarat, diapun tidak
segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif
[http://fraksi pks solok.blogspot.com].
Bersama ustadz
Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang
yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan
da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se
Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar
Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan
da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2
tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan
kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari
Sumatera Barat.
Organisasi lain yang
ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia
[MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok,
juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di
Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi
Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila,
Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.
Setelah dua periode
menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi
kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di
Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan,
aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai
Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan
sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.
Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal
di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat, kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam
Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota
Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj.
Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].
Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison
mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau,
Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh
Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepulauan
Riau, semoga hal itu terujud.
DATA PRIBADI
Nama Lengkap : Drs. St. Mukhlis Denros
Tempat dan Tanggal Lahir : Metro, 3 April 1964
Jumlah bersaudara : Anak ke 3 dari 7 orang
Nama Ayah : Sutan Denak
Nama Ibu : Rosnidar
Nama Isteri : Yulismar, S.Pd
Nama Anak : Rani Ihsani Mukhlis
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.
SDN 4 Metro
Lampung, tamat tahun 1975
2.
SMP PGRI Metro
Lampung, tamat tahun 1981
3.
SMAN 135 Metro
Lampung, tamat tahun 1984
4.
Gema Al Qur'an Al
Jihad Metro tamat tahun 1988
5.
Sarjana Muda
Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung, tahun
1988
6.
Sarjana Tarbiyah
IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990
PENGALAMAN ORGANISASI
1.
Ketua Osis GAA Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.
Sekum IRM Al Jihad Metro Lampung Tengah 1986-1988
3.
Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung Tengah 1985-1990
4.
Sekjen
Majelis Ulama Indonesia [MUI}
Kab. Solok 2005/2006
5.
Anggota Pengawas BAZ
Kabupaten Solok 2006
6.
Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia)
Kabupaten Solok
7.
Da'i
IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.
Ketua Yayasan
Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.
Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.
Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota
Solok
11.
.Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok
2000-2005
12.
Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.
Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok
PENGALAMAN
PROFESI
1.
Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah
1988-1990
2.
Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.
Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.
Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok
1991-2000
5.
Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.
Anggota
DPRD Kabupaten Solok Periode
1999-2004
7.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 2004-2009
8.
Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam,
2015-
PERJALANAN
DA'WAH
1.
Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro
1985
2.
Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.
Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang
1986
4.
Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat
1990-1994
5.
Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di
Sumatera Selatan 1994
6.
Muzakarah Du'at se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.
Muzakarah Du'at se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.
Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.
Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera
Utara 2000
10.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Jakarta 2000
11.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Bogor 2002
12.
Pertemuan da'i IIRO se Indonesia di Jakarta 2000
13.
Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di
Jakarta 2005
BUKU YANG
TELAH DITERBITKAN
1.
Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.
Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.
Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.
Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.
Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.
Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.
Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola
Surabaya, 2011
8.
Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta,
2012
9.
Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa
Timur, 2012
10.
Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media, Jogjakarta, 2013
11.
Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.
Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri,2014
13.
Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media, Jogjakarta, 2014
PUBLIKASI
TULISAN DI MEDIA
1.
Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.
Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.
Majalah Ishlah, Jakarta
4.
Majalah Reformasi, Jakarta
5.
Majalah Al Muslimun, Bangil
6.
Majalah Sabili, Jakarta
7.
Majalah Tarbawi, Jakarta
8.
Majalah Muamalat, Jakarta
9.
Majalah Kiblat, Jakarta
10.
Majalah Harmonis, Jakarta
11.
Majalah Estafet, Jakarta
12.
Majalah Sakinah, Jakarta
13.
Harian Serambi Minang, Padang
14.
Harian Semangat, Padang
15.
Harian Mimbar Minang, Padang
16.
Harian Singgalang, Padang
17.
Tabloid Sumbar Post, Padang
18.
Tabloid Zaman, Padang
19.
Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.
Tabloid Lentera, Padang
21.
Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.
Tabloid, Media Islam Batam
23.
Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.
Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.
Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.
Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.
Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten
Solok
28.
Buletin Da'wah Sebening Embun Solok
29.
Buletin Da'wah Selasih Solok
30.
Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.
Mingguan Bijak, Padang
32.
Mingguan Swadesi, Jakarta
33.
Mingguan Sentana, Jakarta
34.
Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.
Pariaman Post, Sumatera Barat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar