RAMADHAN DAN MUTSAQAFUL FIKRY
[Pikiran yang berwawasan]
Drs.St.Mukhlis Denros
Ramadhan bukan hanya untuk
berzikir saja, tapi juga melakukan fikir.Bahkan aktivitas fikir juga dalam
rangka menyempurkan zikir kepada Allah.Orang yang hanya berzikir saja tanpa
mengolah fikirnya banyak melakukan zikir yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.Ramadhan
mengajak kita untuk berzikir dan berfikir, memadukan antara hati dan otak,
perasaan dan rasio.
Ayat
pertama kali turun kepada Rasulullah adalah surat Al Alaq ayat 1-5 dengan
perintah “baca”, ini membuktikan bahwa ilmu lebih utama sebelum yang lain.
Dengan membaca akan mendatangkan pemikiran dan ilmu yang bermanfaat bagi
manusia. Perintah membaca lebih didahulukan dari shalat dan puasa serta amaliah
lainnya, memberikan pandangan kepada kita bahwa amal yang dilakukan dengan
hasil membaca lebih baik kualitasnya dari pada amaliah tanpa diilmui
sebelumnya. Hal ini juga membuktikan kepada kita bahwa seorang muslim itu harus
“Mutsaqaful fikry’’ artinya mempunyai wawasan pemikiran. Secara umum memang
manusia itu berbeda dengan makhluk lainnya seperti binatang, bedanya terletak
pada akalnya, sedangkan beda manusia dengan manusia lainnya terletak pada
penggunaan akalnya.
Dalam
kehidupan binatang, ada yang berusaha menutupi kebutuhan hidupnya dengan
sendiri-sendiri, ada pula yang membina kebersamaan di bawah satu kepemimpinan
seperti dalam kelompok lebah atau tawon atau An Nahl. Allah SWT berfirman: “Dan
Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah:”Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di
pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia”. Kemudian makanlah
dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah
dimudahkan (bagimu) dari perut lebah itu keluar madu yang bermacam-macam
warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.
Sesung-guhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran
Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”(An Nahl, 16 :68-69).
Ayat di atas
mengingatkan kita akan kebersamaan para lebah untuk menjadi contoh bagi kita,
di bawah satu kepemimpinan mereka membina kesatuan, kerja sama yang sangat baik
dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh manusia di antaranya madu yang
bisa menjadi obat. Demikian pula, kehidupan semut pun dalam membina kebersamaan
layaklah kita tiru.
Adapun
manusia, di samping memiliki kecenderungan hawa nafsu untuk memenuhi kebutuhan
hidup baik nafsu makan ataupun nafsu kebutuhan biologis, selain itu pula
manusia diberi akal. Semestinya dengan akalnya ini manusia harus lebih bisa
mengendalikan hawa nafsunya dibanding dengan binatang. Karena dengan akalnya,
manusia harus bisa terbimbing untuk bisa membedakan mana yang menjadi haknya
dan mana yang menjadi hak orang lain, mampu membedakan mana yang boleh dimakan
dan mana yang tidak boleh dimakan, dan harus mampu pula membedakan mana yang
bisa dinikmati dan mana yang tidak boleh dinikmatinya. Sesungguhnya, manusia
derajatnya harus lebih baik daripada binatang.
Tetapi dalam
realita kehidupan, menurut Al Madudi, kita selalu menyaksikan hampir pada
setiap zaman justru sebagian besar manusia itu lebih tidak terkendali dalam
memenuhi kebutuhan hawa nafsunya dibanding dengan binatang. Ini terjadi akibat
dari lepasnya kendali dalam dirinya, karena akal yang seharusnya berfungsi
mengendalikan hawa nafsu, namun pada prakteknya malah dikendalikan hawa nafsu.
Sekan-akan tugas dan fungsi akal hanyalah memikirkan bagaimana caranya untuk
memuaskan hawa nafsu. Ini semua bisa terjadi tiada lain karena tidak adanya
kendali agama.
Di dalam Al
Qur’an, dijelaskan bahwa manusia-manusia yang seperti ini tidak ubahnya
binatang ternak bahkan jauh lebih rendah daripada binatang. Allah SWT
berfirman: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan
dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk
memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai
telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).
Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka
itulah orang-orang yang lalai” (Al A’raaf, 7 : 179).
Mereka
memiliki akal tetapi tidak dipergunakan untuk berfikir pada jalan yang benar,
mereka memiliki mata tetapi tidak dipakai untuk melihat yang benar, mereka
memiliki pendengaran juga tidak dipakai untuk mendengar kalimat-kalimat Allah
yang seharusnya dapat menuntun hidup mereka.Akhirnya mereka tidak ada ubahnya
seperti binatang bahkan lebih rendah daripada binatang.
Lebih lanjut,
Al Madudi menyatakan, “Bila kita mau jujur melihat, kita tidak akan pernah
menyaksikan ada sekelompok singa yang berusaha menyusun angkatan bersenjatanya
untuk menyerang kelompok singa yang lain. Atau juga, kita tidak akan pernah
menyaksikan ada seekor anjing yang berusaha untuk memperbudak anjing yang lain.
Jujur saja, kita juga tidak akan pernah melihat ada seekor katak yang berusaha
menutup mulut katak yang lain dengan tidak memberinya kesempatan untuk
bersuara”. Bila dilihat dari sisi ini, ternyata hak asasi binatang (HAB) di
dunia binatang itu jauh lebih terpenuhi dengan baik dibanding dengan hak asasi
manusia (HAM) dalam kehidupan manusia.
Kata Al Madudi
pula, kalau kita berbicara tentang binatang yang diberi gelar oleh manusia
dengan gelar “Binatang Buas”. Padahal, sebuas-buasnya binatang tidak akan
mengalahkan buasnya manusia. Sejak binatang buas dan manusia itu ada, berapa
jumlah korban manusia yang pernah dimakan binatang buas dibandingkan kebuasan
manusia atas manusia pada Perang Dunia I, misalnya. Bila dilhat dari sisi ini
sebenarnya manusia lebih buas daripada binatang buas itu sendiri. Yakni
manusia-manusia yang tidak mau mempergunakan hati, mata dan pendengaran mereka
pada jalan yang benar. Mereka betul-betul termasuk, “kal an’aam” (binatang
ternak), “bal hum adhallu” (bahkan mereka jauh lebih redah) daripada binatang.[K.H.
Athian Ali M. Da’i, MA, Manusia dan Akal, Republika OnLine, Jumat, 08 Mei 2009,
15:57 WIB].
Di antara hadits yang
memerintahkan umat Islam untuk belajar dan menuntut ilmu adalah:“Menuntut ilmu
adalah suatu kewajiban atas tiap muslim dan muslimah.” (H.R. Bukhari dan Ibnu
Majah)
Dalam doa, Rasulullah saw.
mengajarkan umatnya untuk meminta ditambahkan ilmu pengetahuan. Artinya bahwa
manusia dapat menjadi lebih baik dan mendapatkan kebaikan yang banyak jika
senantiasa menambah ilmu dan wawasan keislamannya. Kebaikan untuk dunia dan
kebaikan untuk akhirat dapat diraihnya dengan luas dan dalam ilmunya. Semakin
luas wawasan dan tsaqafahnya, semakin baik kehidupannya.
Lain halnya dengan rezki,
Rasulullah saw. mengajarkan untuk berdoa agar rezki yang umatnya dapatkan
diberikan keberkahan dari Allah. Hakikat rezki adalah pemberian jatah dari
Allah yang sudah ditetapkan Allah sejak zaman azali. Manusia tidak
diperintahkan memohon agar rezkinya ditambah, karena tiap manusia sudah dijatah
bagiannya, tidak kurang dan tidak lebih.
Keutamaan menuntut ilmu sangat
banyak sekali, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab “Buah Ilmu” menerangkannya
hingga 129 poin keutamaan ilmu. Berikut adalah di antara keutamaan menuntut
ilmu.
Hai orang-orang beriman
apabila kamu dikatakan kepadamu, “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, Maka
lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu dan apabila
dikatakan, “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
“Barang siapa berjalan di satu jalan dalam
rangka menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan jalan menuju surga.Dan
sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu tanda ridha
dengan yang dia perbuat. (H.R. Muslim)
“Barang siapa keluar dalam rangka thalabul
ilmu (mencari ilmu), maka dia berada di jalan Allah hingga kembali.” (H.R.
Tirmidzi)
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari
ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
“Barang siapa yang Allah kehendaki padanya
kebaikan maka Allah akan pahamkan dia dalam masalah agama.” (H.R. Bukhari)
Imam Ahmad bin
Muhammad bin Hambal rahimahullah mengatakan:“Manusia lebih membutuhkan ilmu
daripada kebutuhannya kepada makanan dan minuman, karena makanan dan minuman
hanya dibutuhkan dalam sehari satu atau dua kali, sedang ilmu dibutuhkan setiap
saat.”
Imam Bukhari,
Muhammad bin Ismail bin Ibrahim rahimahullah dalam kitab “Al-Jami’ush Shahih”
atau terkenal dengan nama kitab “Shahihul Bukhari” menulis, “Bab Ilmu sebelum
ucapan dan perbuatan.” Dalilnya adalah firman Allah dalam surat Muhammad ayat
19:“Maka ketahuilah bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan
mohonlah ampun atas dosamu.”[Samin Barkah, Lc,Urgensi
Tatsqif dan Ta’lim Bagi Aktivis Dan Masyarakat, dakwatuna.com 8/3/2009 | 12 Rabiul
Awwal 1430 H].
Rasulullah saw pernah bersabda,
”Ketahuilah, bahwa ilmu adalah cahaya.” Sifat cahaya yang paling utama adalah
memberi penerang. Mengusir kegelapan juga menjadi salah satu tujuan munculnya
cahaya. Petunjuk arah juga peran yang tak kalah penting dari cahaya. Maka, ilmu
yang benar akan menjadi cahaya yang mengusir kegelapan, sekaligus menunjukkan
arah kebaikan.
Posisi ilmu sebagai cahaya adalah posisi
mulia dalam kehidupan manusia. Ilmu begitu mulia, bahkan karena kemuliaan ilmu,
Allah memerintahkan nabinya untuk berdoa agar Rabbul Izzati berkenan memberi
ilmu sebagai rezeki. ”Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan
janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan
mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: ’Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu
pengetahuan," (QS Thahaa: 114).
Maka, sebuah konsekuensi yang sangat
logis ketika kita mempelajari sesuatu yang mulia maka kemuliaan yang sama
dengan sendirinya akan menjadi milik kita. Allah memuliakan dan meninggikan
derajat manusia yang memiliki ilmu. ” Hai orang-orang beriman apabila dikatakan
kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah
niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:
"Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan,” (QS al Mujadilah: 11).
Sesungguhnya, seluruh penciptaan ini
tidak memiliki tujuan lain kecuali penghambaan. ”Dan Aku tidak menciptakan jin
dan manusia melainkan supaya mereka menghamba kepada-Ku,” (QS Adz Dzaariyaat:
56) Karena itupula, setiap ilmu pengetahuan yang kita pelajari tidak lain harus
dibangun dengan satu tujuan, agar proses pengabdian kita kepada Allah SWT lebih
baik dan semakin sempurna.
Karena itu pula Rasulullah pernah
bersabda tentang ilmu yang paling baik untuk manusia. ”Barangsiapa yang
dikehendaki Allah menerima kebaikan, maka Dia akan memberinya kemampuan untuk
memahami ilmu agama,” sabda Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari,
Muslim dan Tirmidzi.
Ilmu yang baik akan bermanfaat, dan
manfaat yang paling besar dalam kehidupan ini adalah menegakkan amar ma’ruf
nahy munkar.Amar ma’ruf nahy munkar adalah tugas besar yang tak mengenal kata
usai dalam agama mulia ini. Tugas besar ini terdiri dari dua komponen besar
pula, ilmu dan amal. Ilmu yang berlimpah, menggunung dan menganak sungai tidak
akan bermanfaat sedikitpun tanpa amal yang berkesinambungan.[Ilmu adalah Cahaya, Cybersabili,Rabu,
07 Juli 2010 01:58 Herry nurdi].
Ketika Nabi mewanti-wanti jangan seperti
orang yang khusyu dalam ibadah, tapi ketika melihat harta dia melonjak. Ini
problem besar. Sekarang ini, kalau kita kaitkan dengan ayat mankana ghaniyan
fal yas tasqib.....siapa yang kaya sebaiknya menahan diri, jangan
foya-foya. barang siapa yang fakir, supaya makan dengan makaanan yang baik.
Orang kaya kan biasa aja dalam Islam. Apa yang bisa dia lakukan dengan uang,
semuanya itu untuk kepentingan ibadah. Punya uang 10 miliar, terus dia punya
program yang nilainya hanya dua miliar, dia pasti akan mengada-ada. Orang tidak
bisa melakukan amal yang besar kalau tidak punya ilmu yang tinggi. Ini yang
perlu kita perhatikan.
Sebesar apa ilmu kita, setinggi itu amal
kita. Sekarang, ilmu kita pas-pasan, tapi menangani sebuah negara yang besar.
Apa yang kita lakukan? Itu akan mengada-ada. Tugas sebuah partai politik Islam
banyak sekali, bagaimana menegakkan keadilan. Membuat konsep keadilan dalam
konteks Indonesia. Bagaimana menciptakan konsep pemerataan sosial, meningkatkan
konsep moralitas bangsa. Persoalannya begitu rumit dan tidak sederhana.
Bagaimana memberantas korupsi dengan sebuah UU. Bagaimana mengkonsep hukum,
peraturan dan kebijaksanaan.[Tak Ada Amal Besar Tanpa Ilmu Tinggi, Cybersabili,
Rabu, 05 Mei 2010 02:16].
Jendea ilmu adalah membaca, dengan
membaca banyak ilmu yang akan diperoleh bahkan keimanan kepada Allah dan
seluruh keimanan lainnya berangkat dari membaca sebagaimana perintah Allah
kepada nabi-Nya saat ayat pertama turun, namun tidak semua orang bisa
menyisihkan waktu untuk membaca, apalagi buku-buku yang berkualitas, tentu hal
ini berangkat dari keluarga, membiasakan membaca dalam keluarga mendorong
seorang anak jadi berilmu dan suka dengan ilmu, untuk itu biasakanlah membaca
dalam keluarga dengan tip-tip tertentu.
Jadikan keluarga gemar membaca, dimulai dari orang tua.
Tanamkan kebiasaan membaca sejak dini. Tak ada kerugian sedikitpun atas
kegemaran membaca. Dengan catatan, buku yang dibaca memberi pencerahan positif.
Berikut ini beberapa tips untuk menciptakan kegemaran membaca, khususnya
anak-anak.
1. Bacakan buku sejak anak lahir
Kenalkan dengan buku sedini mungkin, sejak anak masih bayi, bahkan ketika masih di dalam kandungan. Berdasarkan penelitian, bayi yang terbiasa diajak berkomunikasi dan dibacakan cerita (bahkan sejak di dalam kandungan) akan punya kemampuan bahasa lebih tinggi dibandingkan bayi yang didiamkan saja. Jadi, jangan tunggu sampai anak bisa membaca sendiri.
2. Dorong anak bercerita
Anak sangat suka ketika diajak untuk mendiskusikan apa yang baru saja mereka baca atau kita ceritakan. Untuk mendorong anak Anda menceritakan kembali apa yang sudah dibacanya, Anda bisa mengajukan sejumlah pertanyaan dari apa yang telah dibaca. Selain itu, gunakan cara-cara kreatif, misalnya kalau kita sudah membacakan suatu buku, minta anak untuk gantian bercerita. Kalau dia tidak mau, gunakan ide lain, misalnya dengan merekam suaranya ketika bercerita. Hal tersebut akan membuat anak bersemangat.
3. Beli buku yang menarik minat anak
Sediakan buku-buku yang memberikan inspirasi, motivasi dan mengandung banyak faedah di rumah. Jika anak sudah punya selera soal buku, belikan yang memang diminatinya. Mungkin ia tertarik membaca karena pernah pinjam temannya. Buku mahal, tapi tak dibaca anak, tidak ada gunanya. Jadi, agar wawasan anak berkembang, tidak terpaku pada minat bacanya terhadap buku-buku tertentu, belilah dua buku, satu buku pilihan anak dan satunya tambahan pilihan Anda.
4. Ciptakan perpustakaan keluarga
Jika memungkinkan, buatlah perpustakaan keluarga di rumah. Tidak harus mewah dan lengkap, mulailah dari yang sederhana dulu. Kumpulkan buku anak dalam satu lemari khusus yang mudah mereka akses: tidak terlalu tinggi, tersembunyi, apalagi terkunci. Kalau perpustakaan belum memungkinkan, taruhlah buku di tempat yang mudah terlihat oleh anak. Seperti ruang tidur, ruang tamu, ruang main, teras, dan mobil.
5. Hilangkan penghambat
Batasi waktu menonton TV, main playstation atau internetan, supaya ada alokasi untuk membaca buku. Tayangan TV sering kali tidak sesuai untuk konsumsi anak.
6. Beri hadiah yang memperbesar semangat membaca
Beri hadiah setiap kali anak menyelesaikan bacaannya. Penghargaan bisa bersifat materi dan nonmateri. Jika anak bisa menyelesaikan sebuah buku dan menceritakan ulang dengan benar, berikan kata-kata positif. Bisa juga dihadiahi buku baru, atau benda-benda yang dibutuhkan anak.
7. Cari kesempatan membaca bersama
Kalau Anda orang tua yang sibuk, lima atau sepuluh menit setiap harinya untuk membacakan cerita kepada anak Anda akan sangat bermanfaat. Jika anak Anda sudah bisa membaca sendiri, Anda tinggal menemaninya membaca sambil Anda juga membaca buku favorit Anda.
8. Dramatisasi buku yang Anda baca
Ubahlah cara baca Anda ketika anak Anda kurang atau tidak tertarik dengan buku yang Anda bacakan untuknya. Tambahkan kosakata dan kalimat yang menarik dan dramatisasilah cerita yang sedang Anda bacakan, caranya dengan gerakan-gerakan tubuh, mimik muka dan intonasi suara. Anak-anak akan tertarik.[ Menjadikan Keluarga Gemar Membaca, Media Ummat; Wednesday, 19 January 2011 07:22 , kholda].
1. Bacakan buku sejak anak lahir
Kenalkan dengan buku sedini mungkin, sejak anak masih bayi, bahkan ketika masih di dalam kandungan. Berdasarkan penelitian, bayi yang terbiasa diajak berkomunikasi dan dibacakan cerita (bahkan sejak di dalam kandungan) akan punya kemampuan bahasa lebih tinggi dibandingkan bayi yang didiamkan saja. Jadi, jangan tunggu sampai anak bisa membaca sendiri.
2. Dorong anak bercerita
Anak sangat suka ketika diajak untuk mendiskusikan apa yang baru saja mereka baca atau kita ceritakan. Untuk mendorong anak Anda menceritakan kembali apa yang sudah dibacanya, Anda bisa mengajukan sejumlah pertanyaan dari apa yang telah dibaca. Selain itu, gunakan cara-cara kreatif, misalnya kalau kita sudah membacakan suatu buku, minta anak untuk gantian bercerita. Kalau dia tidak mau, gunakan ide lain, misalnya dengan merekam suaranya ketika bercerita. Hal tersebut akan membuat anak bersemangat.
3. Beli buku yang menarik minat anak
Sediakan buku-buku yang memberikan inspirasi, motivasi dan mengandung banyak faedah di rumah. Jika anak sudah punya selera soal buku, belikan yang memang diminatinya. Mungkin ia tertarik membaca karena pernah pinjam temannya. Buku mahal, tapi tak dibaca anak, tidak ada gunanya. Jadi, agar wawasan anak berkembang, tidak terpaku pada minat bacanya terhadap buku-buku tertentu, belilah dua buku, satu buku pilihan anak dan satunya tambahan pilihan Anda.
4. Ciptakan perpustakaan keluarga
Jika memungkinkan, buatlah perpustakaan keluarga di rumah. Tidak harus mewah dan lengkap, mulailah dari yang sederhana dulu. Kumpulkan buku anak dalam satu lemari khusus yang mudah mereka akses: tidak terlalu tinggi, tersembunyi, apalagi terkunci. Kalau perpustakaan belum memungkinkan, taruhlah buku di tempat yang mudah terlihat oleh anak. Seperti ruang tidur, ruang tamu, ruang main, teras, dan mobil.
5. Hilangkan penghambat
Batasi waktu menonton TV, main playstation atau internetan, supaya ada alokasi untuk membaca buku. Tayangan TV sering kali tidak sesuai untuk konsumsi anak.
6. Beri hadiah yang memperbesar semangat membaca
Beri hadiah setiap kali anak menyelesaikan bacaannya. Penghargaan bisa bersifat materi dan nonmateri. Jika anak bisa menyelesaikan sebuah buku dan menceritakan ulang dengan benar, berikan kata-kata positif. Bisa juga dihadiahi buku baru, atau benda-benda yang dibutuhkan anak.
7. Cari kesempatan membaca bersama
Kalau Anda orang tua yang sibuk, lima atau sepuluh menit setiap harinya untuk membacakan cerita kepada anak Anda akan sangat bermanfaat. Jika anak Anda sudah bisa membaca sendiri, Anda tinggal menemaninya membaca sambil Anda juga membaca buku favorit Anda.
8. Dramatisasi buku yang Anda baca
Ubahlah cara baca Anda ketika anak Anda kurang atau tidak tertarik dengan buku yang Anda bacakan untuknya. Tambahkan kosakata dan kalimat yang menarik dan dramatisasilah cerita yang sedang Anda bacakan, caranya dengan gerakan-gerakan tubuh, mimik muka dan intonasi suara. Anak-anak akan tertarik.[ Menjadikan Keluarga Gemar Membaca, Media Ummat; Wednesday, 19 January 2011 07:22 , kholda].
Menambah
wawasan keislaman bagi seorang muslim dengan mengikuti pendidikan secara formal
dan non formal sangat penting dalam rangka menambah kualitas diri, ada
kecendrungan pada zaman sekarang dengan adanya media seperti HP, dahulu kita
menyaksikan di terminal, di ruang tunggu rumah sakit atau tempat perhentian
bis, banyak pelajar dan mahasiswa yang menghabiskan waktunya dengan membaca buku,
majalah ataupun koran, tapi kini
suasananya beda, pelajar dan mahasiswa di tempat-tempat tersebut hanya
sibuk dengan HPnya dengan SMS dan saling telfon, kita tidak bisa menghindari
kemajuan zaman dengan alat-alat komunikasi tapi selayaknya isi juga waktu dengan
membaca berbagai buku berkualitas agar diri luas wawasannya apalagi seorang
da’i, ulama, mubaligh dituntut untuk belajar sehingga ilmu yang disampaikan di
mimbar menambah cakrawala baru bagi jamaahnya, Wallahu A’lam. [Baloi Indah, 23 Ramadhan 1436.H/2015 Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri]
PROFIL PENULIS
Penampilan
sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau
Sumatera yaitu Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964
anak ketiga dari ayah bernama Sutan
Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi,
Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd
[Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab
di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan,
Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di
Kota Lada Metro Lampung.
Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu
SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus
meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya
di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang
dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai
faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i,
Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H.
Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga
melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri
[IAIN] Raden Intan Lampung di Metro
tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai
kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen,
penulis, mubaligh hingga sebagai
politisi akhirnya.
Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah,
Mukhlis giat di OSIS Gema Al Qur'an AL
Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro
bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei,
Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah
bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit
Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di
Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah
menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang
Metro.
Menjadi guru adalah cita-citanya sejak
awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di
GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto
Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas
sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun
2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai
Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok
bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi,
Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani,
Gustami Hidayat, Saifullah Salim,
Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi
Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan
masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai
cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.
Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi,
sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah
lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah
partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan
tarbiyah, partai itu bernama Partai
Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK
di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan
Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi
Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.
Dikala Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua
kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan
jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona
Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota
Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran
dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama
teman-temannya
Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa,
selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi
agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak
Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah
Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi,
Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran
Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan
dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh
memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia
tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya,
waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis
selain kegiatan harian lain.
Mukhlis
Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan
Rakyat (SKR) , Minggu (15/12) di Gedung Pusat Kebudayaan kota
Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini
membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di
Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.
Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013
yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah
Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik
karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah,
pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan
oleh penerbit.
Mukhlis
Denros menerima berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas
keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana
penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan
Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.
Pada
malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut
diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh
lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan
Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah
tokoh Sumatera Barat lainnya.
Moto hidupnya sangat sederhana, agar
bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa
dilakukan dengan pendidikan yang
berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk
mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil
mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini,
sehingga dapat dikatakan tak bisa
membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik
memimpin partai maupun sebagai anggota
DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan
sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok
selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan
bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarat, diapun tidak
segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif
[http://fraksi pks solok.blogspot.com].
Bersama ustadz
Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang
yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan
da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se
Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar
Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan
da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2
tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan
kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari
Sumatera Barat.
Organisasi lain yang
ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia
[MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok,
juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di
Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi
Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila,
Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.
Setelah dua periode
menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi
kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di
Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan,
aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai
Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan
sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.
Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal
di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat, kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam
Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota
Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj.
Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].
Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison
mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau,
Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh
Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepulauan
Riau, semoga hal itu terujud.
DATA PRIBADI
Nama Lengkap : Drs. St. Mukhlis Denros
Tempat dan Tanggal Lahir : Metro, 3 April 1964
Jumlah bersaudara : Anak ke 3 dari 7 orang
Nama Ayah : Sutan Denak
Nama Ibu : Rosnidar
Nama Isteri : Yulismar, S.Pd
Nama Anak : Rani Ihsani Mukhlis
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.
SDN 4 Metro
Lampung, tamat tahun 1975
2.
SMP PGRI Metro
Lampung, tamat tahun 1981
3.
SMAN 135 Metro
Lampung, tamat tahun 1984
4.
Gema Al Qur'an Al
Jihad Metro tamat tahun 1988
5.
Sarjana Muda
Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung, tahun
1988
6.
Sarjana Tarbiyah
IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990
PENGALAMAN ORGANISASI
1.
Ketua Osis GAA Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.
Sekum IRM Al Jihad Metro Lampung Tengah 1986-1988
3.
Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung Tengah 1985-1990
4.
Sekjen
Majelis Ulama Indonesia [MUI}
Kab. Solok 2005/2006
5.
Anggota Pengawas BAZ
Kabupaten Solok 2006
6.
Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia)
Kabupaten Solok
7.
Da'i
IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.
Ketua Yayasan
Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.
Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.
Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota
Solok
11.
.Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok
2000-2005
12.
Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.
Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok
PENGALAMAN
PROFESI
1.
Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah
1988-1990
2.
Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.
Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.
Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok
1991-2000
5.
Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.
Anggota
DPRD Kabupaten Solok Periode
1999-2004
7.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 2004-2009
8.
Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam,
2015-
PERJALANAN
DA'WAH
1.
Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro
1985
2.
Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.
Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang
1986
4.
Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat
1990-1994
5.
Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di
Sumatera Selatan 1994
6.
Muzakarah Du'at se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.
Muzakarah Du'at se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.
Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.
Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera
Utara 2000
10.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Jakarta 2000
11.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Bogor 2002
12.
Pertemuan da'i IIRO se Indonesia di Jakarta 2000
13.
Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di
Jakarta 2005
BUKU YANG
TELAH DITERBITKAN
1.
Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.
Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.
Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.
Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.
Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.
Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.
Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola
Surabaya, 2011
8.
Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta,
2012
9.
Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa
Timur, 2012
10.
Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media, Jogjakarta, 2013
11.
Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.
Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri,2014
13.
Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media, Jogjakarta, 2014
PUBLIKASI
TULISAN DI MEDIA
1.
Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.
Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.
Majalah Ishlah, Jakarta
4.
Majalah Reformasi, Jakarta
5.
Majalah Al Muslimun, Bangil
6.
Majalah Sabili, Jakarta
7.
Majalah Tarbawi, Jakarta
8.
Majalah Muamalat, Jakarta
9.
Majalah Kiblat, Jakarta
10.
Majalah Harmonis, Jakarta
11.
Majalah Estafet, Jakarta
12.
Majalah Sakinah, Jakarta
13.
Harian Serambi Minang, Padang
14.
Harian Semangat, Padang
15.
Harian Mimbar Minang, Padang
16.
Harian Singgalang, Padang
17.
Tabloid Sumbar Post, Padang
18.
Tabloid Zaman, Padang
19.
Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.
Tabloid Lentera, Padang
21.
Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.
Tabloid, Media Islam Batam
23.
Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.
Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.
Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.
Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.
Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten
Solok
28.
Buletin Da'wah Sebening Embun Solok
29.
Buletin Da'wah Selasih Solok
30.
Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.
Mingguan Bijak, Padang
32.
Mingguan Swadesi, Jakarta
33.
Mingguan Sentana, Jakarta
34.
Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.
Pariaman Post, Sumatera Barat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar