RAMADHAN DAN RUKUN ISLAM
Drs.St.Mukhlis Denros
Setiap tahun bulan Ramadhan
mengingatkan kepada kita agar menegakkan rukun islam ketiga dengan melakukan
puasa. Rukun Islam seharusnya bukan untuk dihafal saja tapi memang diamalkan
dalam kehidupan sehari-hari.
Islam bukan sekedar agama yang mengatur
hubungan manusia dengan Allah secar ritual saja tapi juga sebagai dien yang
mencakup seluruh aktivitas di dunia maupun di akherat. Diantara keimanan
seorang muslim terhadap Islam terangkum dalam rukun islam, sejak dari
mengucapkan dua kalimat shahadat, menegakkan shalat, berpuasa pada bulan Ramadhan, menunaikan zakat dan
menunaikan ibadah haji. Namun keyakinan terhadap Islam bukan sebatas mempercayakan
dan menghafalkan rukun Islam saja, ada asfek-asfek lain yang perlu diyakini.
Satu keyakinan yang masih tertanam dalam jiwa seorang muslim,
seawam-awamnya mereka terhadap islam adalah asfek keyakinan yang tidak dapat
mereka tolak bahkan siapa saja yang ingin melencengkannya akan dihadapi dengan segala
kekuatan yang ada yaitu;
Pertama, seorang muslim walaupun mereka
belum mampu mengujudkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari apalagi
untuk menda’wahkan adalah keyakinan bahwa islam adalah agama yang diwahyukan
oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad
dengan perantara Jibril tanpa bisa meeka dipengaruhi walaupun mereka
tidak mampu menunjukkan dalil-dalil baik naqli maupun aqli, inilah keyakinan
yang masih tertanam dalam jiwa setiap muslim, sebagaimana Allah berfirman dalam
surat Asy Syura 42;13 “Dia Telah
mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang Telah diwasiatkan-Nya kepada
Nuh dan apa yang Telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang Telah kami wasiatkan
kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama[1340] dan janganlah kamu
berpecah belah tentangnya. amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu
seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang
dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali
(kepada-Nya)”.
Kedua, seorang muslim walaupun dia tidak pernah sekolah di
perguruan islam semisal Tsanawiyah, Aliyah, IAIN ataupun sebangsanya, masih mengakui dalam jiwa kecilnya bahwa
islam adalah agama yang haq yaitu agama yang benar, bebas dari polusi dan
campurtangan manusia didalamnya, sedangkan agama wahyu sebelum sepertinya
seperti Yahudi dan Nasrani tidak dapat dipertanggungjawabkan, apalagi agama
buatan manusia yang diawali oleh tradisi dan pengkultusan seseorang. Kita
mengakui dengan keyakinan yang mendalam bahwa segala bentuk isme dan agama yang
ada di dunia ini selain islam adalah
bathil, haram untuk dijadikan sebagai pegangan dalam hidup apalagi sebagai way
of live yang mengatur kehidupan
manusi,semisal Pancasila yang telah dijadikan sebagai berhala dan agama baru oleh penguasa di zaman orbala [orde baru
dan lama] [Sabili no.26/14 Juni 2000] “Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang
benar agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik
membenci”[Ash Shaf 61;9]
Ketiga, keyakinan
yang masih melekat di hati setiap muslim adalah bahwa islam merupakan agama
yang lurus, mengajak ummatnya untuk mengikuti jalan yang lurus tersebut tanpa
terpengaruh oleh segala propaganda dari isme-isme lain yang menyesatkan
manusia; “Dia Telah memerintahkan agar kamu tidak
menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui." [Yusuf 12;40]
Keempat, keyakinan kita sebagai ummat islam tetap bahwa islam
adalah agama yang bersih dari segala bentuk kotoran yang dapat mencemari sebuah agama wahyu, dia dari
Allah, dia pulalah yang memeliharanya [39;3].
Agama islam ini bersih
dari syirik yaitu watak menserikatkan Allah dengan berbagai hal, baik dengan
bentuk isme-isme buatan manusia maupun segala sesuatu yang diberhalakan,
peneluk islam dibersihkan dari segala bentuk kotoran yang pensuciannya melalui
kalimat tauhid yaitu “Laa Ilaha Illallah” artinya tidak ada Tuhan yang disembah
kecuali Allah. Orang yang menserikatkan
Allah tidak layak ada dalam naungan agama tauhid ini, sebab tiada manfaat dari
amal yang dilakukan di dunia ini,syirik adalah noda dan dosa yang besar sekali,
pelakunya layak berada dalam neraka sebagai balasannya [13;36].
Kelima, keyakinan seorang muslim terhadap dienul islam adalah bahwa
islam merupakan satu-satunya dien Allah yang otomatis menolak segala bentuk
dien yang datang setelah atau se belumnya,”Sesungguhnya agama yang diridhai
Allah adalah islam”[Ali Imran 3;19]
Berarti semua
bentuk isme dan dien lain selain islam adalah bathil dan sia-sia, alangkah
meruginya manusia bila salah memilih agama apa yang layak untuk dijadikan
sebagai pegangan hidup, tapi tidak sedikit pula manusia yang mengetahui
kebenaran islam namun enggan untuk mengakui kebenarannya karena beberapa
faktor. Untuk menganut apa saja memang
hak setiap manusia tapi kita
berkewajiban untuk mendakwahkan Islam ini ke tengah masyarakat sehingga mereka
merasakan bahwa Islam itu indah dan damai tidak sebagaimana yang non muslim
khawatirkan.
Pernah suatu hari Umar bin
Khaththab berhenti di depan sebuah gereja. Lalu ia minta agar
rahib yang ada dalam gereja tersebut keluar menemuinya. Begitu
bertemu, Umar memandang wajah sang rahib dengan penuh kasih sayang. Tiba-tiba
air mata menetes membasahi pelipis Umar. Sahabat yang menemani Umar bertanya,
apa gerangan yang terjadi pada Umar? Umar menjawab, “Ketika aku melihat wajah
rahib ini, aku teringat ayat ’aamilatun nasibah tashlaa naran hamiya.
Maksudnya, kasihan sang rahib ini, ia capek-capek di dunia, tetapi kelak ia
akan dibakar dalam neraka.” Perhatikan bagaimana Umar memandang non-muslim
dengan rasa penuh cinta dan kasih bukan dengan permusuhan.
Demikianlah sebenarnya ajaran
Islam. Jangankan memperlakukan manusia, kepada binatang pun Islam mengajarkan
agar kita selalu berbuat baik. Rasulullah saw. mengajarkan agar kita di saat
menyembelih binatang selalu mempertajam pisau supaya binatang sembelihan
tersebut tidak tersiksa.
Dalam hadits yang lain
diceritakan bahwa seorang wanita ahli ibadah dimasukkan ke dalam neraka karena
hanya mengikat seekor kucing sampai mati. Hadist lainnya menyebutkan bahwa
seorang laki-laki pendosa diampuni oleh Allah swt. dosa-dosanya karena
memberikan minum kepada seekor anjing yang sedang menjulurkan lidahnya
kehausan.
Perhatikan, betapa Islam
benar-benar indah. Islam sangat menghargai kemanusiaan dan bahkan mengajarkan
kasih sayang kepada binatang.[DR. Amir Faishol Fath , Islam Itu Indah, dakwatuna.com24/10/2007 | 13 Syawal
1428 H].
Makna syirtathal mustaqim yang
selama ini kita artikan sebagai jembatan yang halus seperti rambut dibelah
tujuh yang melintasi neraka, selamatlah orang yang mampu melintasinya untuk
masuk ke syurga. Tapi maknanya lebih jauh adalah keislaman seseorang yang masih
berada dalam jalan yang lurus yaitu jalan Islam ini.
Syirathal mustaqim itu
adalah orang yang mengikuti jalan islam lalu menolak jalan selain islam. Semua
isme apa saja yang tampil di dunia ini, maka sikap seorang muslim adalah barra’
yaitu mengingkarinya,memusuhi, membuat jarak dan menyingkirkannya. Di dunia ini
hanya ada dua yaitu jalan Allah dan jalan syaitan, kafir atau muslim, islam
atau selain islam.
Seorang
mukmin bila telah menyatakan wala’ yaitu hanya loyalitas dan patuh hanya kepada
Allah maka wajib untuk bara’ yaitu menolak, membenci, memusuhi, membatasi diri
dan menjauhkan segala tuhan selain Allah;“Dan
bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia,
dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)[152], Karena jalan-jalan
itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah
agar kamu bertakwa.” [Al An’am 6;153]
1.
Mengucapkan Dua Kalimat
Shahadat
Kalimat syahadat bukan saja syarat seseorang masuk
Islam tapi memiliki beberapa kepentingan dalam kehidupan seorang mukmin, syahadat merupakan pintu gerbang ke dalam
Islam [47;19] sebelum seseorang menggali lebih jauh inti sari ajaran Islam
maka terlebih dahulu harus mempelajari kandungan dan isi serta makna syahadat,
ibarat sebuah rumah, sebelum masuk kamarnya tentu masuk melalui pintu
gerbangnya terlebih dahulu.
Syahadat merupakan inti ajaran Islam [21;25], ayat Al Qur’an dan Hadits Rasul
yang jumlahnya sekian ribu, intinya hanya satu yaitu mengajak manusia untuk
mentauhidkan Allah, bahkan seandainya Al Qur’an dan Hadits tidak diturunkan
Allah, maka cukuplah Kalimat Syahadat itu saja, sudah mengajak kita ke jalan
Allah yang sebenarnya.”Mereka
menjawab: "Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah
kamu termasuk orang-orang yang bermain-main”
Syahadat merupakan dasar perubahan dan
dasar pembaharuan ummat, siapa saja yang mau hidupnya baik, maka harus
kembali mengamalkan kalimat tauhid ini [6:122] bila tidak dan bahkan mencari
kalimat lain tentu saja mereka akan sesat.
”Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami
berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan
di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada
dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya?
Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah
mereka kerjakan.”
Syahadat merupakan keutamaan yang agung, Allah menggambarkan bagi orang yang
mengamalkan kalimat syahadat seperti pohon yang tegar, akarnya menghunjam ke
bumi, daunnya menjulang ke langit dan setiap musim memberikan buah kepada
penduduk bumi, dan sebaliknya, orang yang tidak mengamalkan kalimat syahadat
seperti pohon yang sudah meranggas, akarnyapun sudah tercerabut sehingga tidak
ada manfaatnya [14;24-27].
Syahadat merupakan hakekat da’wah para
Rasul, semua Nabi dan
Rasul hanya mengibarkan satu bendera yaitu “Laa Ilaaha Illallah” mereka
berkewajiban mengajak manusia untuk mengesakan Allah dan menjauhi syirik [3;21,
16;37] ”Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka
dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang
yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong”.
2.
Mendirikan Shalat
Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :“Dirikanlah shalat untuk
mengingatku.”Dari ayat ini, kita diwajibkan oleh Allah untuk men-dirikan
shalat dengan tujuan mengingatNya. Karena dengan shalatlah kita coba
mendekatkan diri dan selalu mengingat Allah, dalam keseharian kita, dan inipun
adalah kewajiban bagi kita sebagai seorang muslim.
Firman Allah dalam Al-Qur’an:“Tidakkah Aku jadikan Jin dan Manusia
kecuali untuk menyembahKu” (Adz-Dzariyat: 7).
Berdasarkan ayat di atas, maka merupakan kewajiban kita untuk mengabdi dan
menyembah hanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Dengan menunaikan shalat
lima waktu dalam sehari semalam sebagai tanda pengabdian kita kepada Allah
Al-Khalik.
Terkadang orang yang tidak mengerjakan shalat itu bukan tidak tahu, bahwa shalat
adalah tiang agama.Bahkan mungkin orang itupun tahu shalat itu bisa mencegah
dari kejahatan dan kemungkaran.Firman Allah Ta’ala:“Sungguh shalat
itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Sedangkan mengingat Allah amat
besar (manfaatnya) Allah tahu apa yang kamu perbuat.”
Firman Allah pula:“Yang mendirikan sembahyang, menunaikan zakat dan
yakin terhadap adanya akhirat, merekalah orang-orang yang berjalan di atas
pimpinan Tuhan, merekalah orang yang jaya.” (Luqman: 4-5).
Pada suatu hari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bertanya pada
sahabat-sahabatnya:“Apakah pendapat kamu, apabila di
muka pintu salah satu rumah kamu ada satu sungai yang kamu mandi padanya tiap
hari lima kali. Adakah tinggal olehnya kotoran?” Serentak sahabat menjawab:
“Tidak ada, Ya Rasulallah”. Beliau bersabda: “Maka begitu juga perumpamaan
shalat lima
waktu, dengan itu Allah menghapus kesalahan.” (Muttafaq ‘alaih).[Mursyidi, Shalat SebagaiKewajiban Orang
Muslim, www.alsofwah.or.id/khutbah].
3.
Berpuasa Pada Bulan Ramadhan
“Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Al-Baqarah: 183)
Merupakan satu rahmat
Allah swt. bahwa Ayatus Shiyam, yaitu ayat-ayat
yang berbicara tentang puasa dalam berbagai pembahasannya dapat dengan mudah
ditemukan karena berada pada satu surah secara berurutan di dalam surah
Al-Baqarah dari ayat 183 hingga ayat 187. Dan ayat di atas merupakan ayat
pertama yang menjadi landasan qath’i –pasti- atas kewajiban puasa bagi seluruh
umat Islam.
Dari kelima ayat yang
berada dalam susunan ayatus shiyam, ternyata
terdapat satu ayat yang berbeda dari segi pembahasannya. Ayat ini justru
berbicara tentang kedekatan Allah dengan hamba-hamba-Nya, “Dan
apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada
dalam kebenaran”. (Al-Baqarah: 186). Meskipun demikian,
masih tetap dapat ditemukan korelasi ayat ini dengan keempat ayatus
shiyam.
Bulan Ramadhan yang
dikenal juga dengan syahrul ibadah dan syahrud
du’a merupakan bulan yang sangat tepat dan memang diperuntukkan oleh Allah
swt. kepada seluruh hamba-Nya untuk menjalin dan memperkuat komunikasi dan
hubungan yang baik dengan-Nya. Betapa pernyataan kedekatan Allah swt. dengan
hamba-hamba-Nya pada susunan ayatus shiyam harus dijadikan sebagai
kekuatan motivasi untuk memperbaiki hubungan dengan-Nya yang selama ini terasa
sangat jauh dan kurang harmonis. Inilah salah satu rahasia kenapa ayat 186 ini
mengapit ayatus shiyam sebagai bagian dari makna ta’abbudi –nilai
peribadatan- yang bisa digali daripadanya.
Secara aplikatif dalam menjalankan
seluruh paket Ramadhan; dari berpuasa, sholat tarawih dan qiyamul lail, tilawah
Al-Qur’an, sampai dengan puncaknya i’tikaf tentu sangat membutuhkan pertolongan
Allah swt., maka Allah swt. membuka pintu lebar-lebar bagi hamba-hamba-Nya
untuk memohon pertolongan kepada-Nya agar senantiasa berada dalam jalan
kebenaran “La’allahum Yarsyudun”. Apalagi dalam konteks makna ta’abbudi seperti
yang disebutkan oleh Syekh Musthafa Masyhur dalam bukunya Fiqh Da’wah
bahwa salah satu prinsip yang sangat mendasar dan harus senantiasa dijaga
adalah memberi perhatian terhadap masalah tarbiyah –pendidikan- dan aspek
ibadah ritual. Kedua hal ini ibarat ruh yang ada pada tubuh manusia, baik dalam
skala individu maupun dalam skala kelompok atau jama’ah. Pengabaian akan
interaksi dan makna ta’abbudi dalam bulan Ramadhan bisa menjauhkan
seseorang dari target yang telah ditetapkan Allah “La’allakum Tattaqun”.[Dr. Attabiq Luthfi, MA,Mereview Pemaknaan Ayat-Ayat Shaum, dakwatuna.com29/8/2008
| 26 Sya'ban 1429 H].
4.
Membayarkan Zakat
Zakat adalah harta yang wajib
dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan oleh
agama, dan disalurkan kepada orang–orang yang telah ditentukan pula, yaitu
delapan golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang tercantum dalam
Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 :“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah
untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para
mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang,
untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu
ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
.”
Zakat dalam bahasa Arab mempunyai
beberapa makna :
Pertama, zakat bermakna At-Thohuru,
yang artinya membersihkan atau mensucikan. Makna ini menegaskan bahwa
orang yang selalu menunaikan zakat karena Allah dan bukan karena ingin dipuji
manusia, Allah akan membersihkan dan mensucikan baik hartanya maupun jiwanya.
Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:“Ambillah zakat dari
sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan
mereka dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu
ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Kedua, zakat bermakna
Al-Barakatu, yang artinya berkah. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu
membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT,
kemudian keberkahan harta ini akan berdampak kepada keberkahan hidup.
Keberkahan ini lahir karena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan
bersih, sebab harta kita telah dibersihkan dari kotoran dengan menunaikan zakat
yang hakekatnya zakat itu sendiri berfungsi untuk membersihkan dan
mensucikan harta.
Ketiga, zakat bermakna An-Numuw, yang
artinya tumbuh dan berkembang. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu
menunaikan zakat, hartanya (dengan izin Allah) akan selalu terus tumbuh dan
berkembang. Hal ini disebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta yang telah
ditunaikan kewajiban zakatnya. Tentu kita tidak pernah mendengar orang yang
selalu menunaikan zakat dengan ikhlas karena Allah, kemudian banyak mengalami
masalah dalam harta dan usahanya, baik itu kebangkrutan, kehancuran, kerugian
usaha, dan lain sebagainya. Tentu kita tidak pernah mendengar hal seperti itu,
yang ada bahkan sebaliknya.
[Pengenalan Zakat , Baitul Maal Hidayatullah, Thursday, 10 April 2008 17:51].
[Pengenalan Zakat , Baitul Maal Hidayatullah, Thursday, 10 April 2008 17:51].
5.
Menunaikan Ibadah Haji
Salah satu rukun islam yang wajib ditunaikan bagi
ummat islam yang mampu adalah menunaikan
ibadah haji ke Makkah Al Mukarramah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah
sedekat-dekatnya dengan menapaktilas perjalanan yang pernah dilakukan oleh para
Rasul Allah, Ibrahim dan Muhammad Saw. Firman Allah; "Padanya
terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa
memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah Dia; mengerjakan haji adalah
kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan
perjalanan ke Baitullah. barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka
Sesungguhnya Allah Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.."(AliImran:3;97)
Kewajiban haji bila sudah datang kepada mereka yang
mampu harus dilaksanakan walaupun dengan rukhshah atau keringanan sebagaimana
yang terjadi dizaman Rasulullah, Abdullah bin Abbas r.a. berkata, "Al-Fadhl
bin Abbas mengiringi Rasulullah, lalu datang seorang wanita dari Khats'am.
Kemudian al-Fadhl melihat kepadanya dan wanita itu melihat Fadhl. Lalu, Nabi
mengalihkan wajah al-Fadhl ke arah lain. Wanita itu berkata, 'Wahai Rasulullah,
sesungguhnya Allah mewajibkan hamba-Nya untuk haji. Ayahku terkena kewajiban
itu, namun ia sudah tua bangka, tidak kuat duduk di atas kendaraan. Apakah saya
menghajikannya?'Beliau menjawab, 'Ya.'Hal itu pada Haji Wada'."
Banyak keutamaan dan pahala yang diberikan Allah kepada
orang yang datang menunaikan ibadah haji, sejak dari ujung timur hingga ujung
barat dengan syarat semata-mata mengharapkan ridha Allah, jauh dari motivasi
duniawi;" Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya
mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang
kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, Supaya mereka menyaksikan
berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari
yang Telah ditentukan atas rezki yang Allah Telah berikan kepada mereka berupa
binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi)
berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.
Allah
menggambarkan kedatangan ummat Islam untuk menunaikan ibadah haji dengan
megnendarai Unta yang kurus, hal ini
menunjukkan jauh dan sukarnya perjalanan yang ditempuh oleh jemaah haji,
apalagi mereka yang sudah lanjut usia tentu lebih sukar lagi perjalanan itu,
tapi disana jugalah letak manisnya ujian dalam menjalankan ibadah kepada Allah,
bahkan kadangkala mereka berazham untuk wafat di Mekkah saja, yaitu tanah suci
tempat ummat islam menunaikan ibadah besar setiap tahun. Ibnu Umar r.a. berkata, "Saya melihat
Rasulullah mengendarai kendaraannya di Dzul Hulaifah. Kemudian beliau membaca
talbiyah dengan suara keras sehingga kendaraan itu berdiri tegak."
Demikian paket yang diajarkan oleh
Rasulullah tentang rukun Islam, seharusnya diamalkan secara hirarki artinya,
idealnya seorang muslim itu dia memahami terlebih dahulu tentang dua kalimat
shahadat, kemudian dengan kefahamannya itu dia menegakkan shalat, semakin faham
dengan kalimat shahadat lalu dia menunaikan puasa pada bulan Ramadhan, setelah
tuntas dan baik pengamalan puasanya, dari usahanya dilakukannya maka dia
diwajibkan untuk untuk membayarkan zakat setiap tahunnya, janganlah menunaikan
ibadah haji dulu sebelum pembayaran zakatnya dilakukan dengan baik, setelah itu
barulah menunaikan ibadah haji.
Namun dizaman sekarang, nampaknya pengamalan
ajaran rukun Islam itu dilakukan semaunya, ada yang menunaikan ibadah haji
karena dia punya harta yang banyak, sementara dua kalimat shahadat belum lagi
difahami dengan baik, shalatpun tidak jarang ditinggalkan dan puasa Ramadhan
masih belum sempurna, apalagi zakat, Wallahu
A’lam. [Baloi Indah, 19 Ramadhan 1436.H/2015, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri].
PROFIL PENULIS
Penampilan
sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau
Sumatera yaitu Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964
anak ketiga dari ayah bernama Sutan
Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi,
Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd
[Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab
di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan,
Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di
Kota Lada Metro Lampung.
Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu
SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus
meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya
di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang
dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai
faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i,
Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H.
Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga
melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri
[IAIN] Raden Intan Lampung di Metro
tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai
kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen,
penulis, mubaligh hingga sebagai
politisi akhirnya.
Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah,
Mukhlis giat di OSIS Gema Al Qur'an AL
Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro
bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei,
Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah
bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit
Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di
Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah
menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang
Metro.
Menjadi guru adalah cita-citanya sejak
awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di
GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto
Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas
sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun
2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai
Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok
bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi,
Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani,
Gustami Hidayat, Saifullah Salim,
Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi
Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan
masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai
cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.
Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi,
sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah
lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah
partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan
tarbiyah, partai itu bernama Partai
Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK
di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan
Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi
Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.
Dikala Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua
kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan
jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona
Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota
Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran
dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama
teman-temannya
Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa,
selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi
agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak
Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah
Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi,
Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran
Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan
dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh
memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia
tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya,
waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis
selain kegiatan harian lain.
Mukhlis
Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan
Rakyat (SKR) , Minggu (15/12) di Gedung Pusat Kebudayaan kota
Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini
membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di
Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.
Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013
yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah
Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik
karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah,
pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan
oleh penerbit.
Mukhlis
Denros menerima berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas
keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana
penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan
Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.
Pada
malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut
diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh
lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan
Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah
tokoh Sumatera Barat lainnya.
Moto hidupnya sangat sederhana, agar
bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa
dilakukan dengan pendidikan yang
berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk
mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil
mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini,
sehingga dapat dikatakan tak bisa
membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik
memimpin partai maupun sebagai anggota
DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan
sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok
selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan
bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarat, diapun tidak
segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif
[http://fraksi pks solok.blogspot.com].
Bersama ustadz
Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang
yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan
da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se
Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar
Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan
da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2
tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan
kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari
Sumatera Barat.
Organisasi lain yang
ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia
[MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok,
juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di
Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi
Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila,
Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.
Setelah dua periode
menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi
kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di
Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan,
aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai
Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan
sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.
Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal
di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat, kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam
Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota
Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj.
Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].
Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison
mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau,
Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh
Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepulauan
Riau, semoga hal itu terujud.
DATA PRIBADI
Nama Lengkap :
Drs. St. Mukhlis Denros
Tempat dan Tanggal Lahir : Metro, 3 April 1964
Jumlah bersaudara : Anak ke 3 dari 7 orang
Nama Ayah : Sutan Denak
Nama Ibu : Rosnidar
Nama Isteri : Yulismar, S.Pd
Nama Anak : Rani Ihsani Mukhlis
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.
SDN 4 Metro
Lampung, tamat tahun 1975
2.
SMP PGRI Metro
Lampung, tamat tahun 1981
3.
SMAN 135 Metro
Lampung, tamat tahun 1984
4.
Gema Al Qur'an Al
Jihad Metro tamat tahun 1988
5.
Sarjana Muda
Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung, tahun
1988
6.
Sarjana Tarbiyah
IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990
PENGALAMAN ORGANISASI
1.
Ketua Osis GAA Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.
Sekum IRM Al Jihad Metro Lampung Tengah 1986-1988
3.
Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung Tengah 1985-1990
4.
Sekjen
Majelis Ulama Indonesia [MUI}
Kab. Solok 2005/2006
5.
Anggota Pengawas BAZ
Kabupaten Solok 2006
6.
Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia)
Kabupaten Solok
7.
Da'i
IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.
Ketua Yayasan
Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.
Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.
Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota
Solok
11.
.Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok
2000-2005
12.
Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.
Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok
PENGALAMAN
PROFESI
1.
Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah
1988-1990
2.
Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.
Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.
Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok
1991-2000
5.
Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.
Anggota
DPRD Kabupaten Solok Periode
1999-2004
7.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 2004-2009
8.
Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam,
2015-
PERJALANAN
DA'WAH
1.
Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro
1985
2.
Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.
Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang
1986
4.
Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat
1990-1994
5.
Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di
Sumatera Selatan 1994
6.
Muzakarah Du'at se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.
Muzakarah Du'at se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.
Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.
Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera
Utara 2000
10.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Jakarta 2000
11.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Bogor 2002
12.
Pertemuan da'i IIRO se Indonesia di Jakarta 2000
13.
Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di
Jakarta 2005
BUKU YANG
TELAH DITERBITKAN
1.
Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.
Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.
Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.
Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.
Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.
Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.
Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola
Surabaya, 2011
8.
Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta,
2012
9.
Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa
Timur, 2012
10.
Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media, Jogjakarta, 2013
11.
Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.
Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri,
Jawa Timur,2014
13.
Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media, Jogjakarta, 2014
PUBLIKASI
TULISAN DI MEDIA
1.
Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.
Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.
Majalah Ishlah, Jakarta
4.
Majalah Reformasi, Jakarta
5.
Majalah Al Muslimun, Bangil
6.
Majalah Sabili, Jakarta
7.
Majalah Tarbawi, Jakarta
8.
Majalah Muamalat, Jakarta
9.
Majalah Kiblat, Jakarta
10.
Majalah Harmonis, Jakarta
11.
Majalah Estafet, Jakarta
12.
Majalah Sakinah, Jakarta
13.
Harian Serambi Minang, Padang
14.
Harian Semangat, Padang
15.
Harian Mimbar Minang, Padang
16.
Harian Singgalang, Padang
17.
Tabloid Sumbar Post, Padang
18.
Tabloid Zaman, Padang
19.
Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.
Tabloid Lentera, Padang
21.
Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.
Tabloid, Media Islam Batam
23.
Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.
Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.
Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.
Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.
Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten
Solok
28.
Buletin Da'wah Sebening Embun Solok
29.
Buletin Da'wah Selasih Solok
30.
Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.
Mingguan Bijak, Padang
32.
Mingguan Swadesi, Jakarta
33.
Mingguan Sentana, Jakarta
34.
Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.
Pariaman Post, Sumatera Barat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar