RAMADHAN DAN POTENSI ISLAM
Drs.St.Mukhlis Denros
Bulan Ramadhan akan menunjukkan
kepada kita betapa besarnya potensi yang dimiliki oleh ummat Islam, hanya
dibulan Ramadhanlah kita menyaksikan betapa banyaknya umat Islam dari ramainya
masjid saat melakukan shalat tarawih. Kita juga menyaksikan betapa kayanya
ummat Islam, hanya dalam bulan Ramadhan ekonomi umat ini nampak melalui infaq,
shadaqah dan zakat, jangan heran kalau Ramadhan berakhir ada beberapa masjid
yang selesai pembangunannya. Begitu besar potensi ummat ini sehingga membuat
kaum kafir takut dengan kaum muslimin.Banyak potensi lain yang belum
diberdayakan untuk menyongsong
kebangkitan Islam.
Kalaulah kita mau mendekati
ajaran Islam maka kita akan bangga dengan posisi sebagai muslim karena banyak
kelebihan yang diberikan Allah kepada islam dan ummatnya sehingga ummat Islam
jadi ummat yang tinggi dibandingkan dengan ummat lainnya, wajar bila Rasulullah
menyebutkan dalam sabdanya “Al Islamu ya’lu wala yu’la alaih” Islam itu tinggi
dan tidak ada yang mampu menandingi ketinggiannya”, ada beberapa kelebihan yang
dimiliki oleh Islam dan ummatnya yang merupakan potensi besar untuk meraih
kejayaan.
1. Ummat Terbaik
Ummat
Islam adalah ummat yang dijuluki “khaira Ummah” artinya ummat terbaik karena
memiliki kelebihan dibandingkan dengan ummat lainnya sebagaimana firman Allah
dalam surat Ali Imran 3;110"Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli
Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang
beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik" .
Yang menjadikan ummat Islam ummat terbaik adalah sikap dan kerja besar
yang dilakukannya yaitu sikap beriman kepada Allah dan segala yang melingkupi
keimanan itu, sedangkan kerja besar itu adalah melakukan Dakwah dengan amar
ma’ruf dan nahi mungkar. Ummat lain tidak mampu untuk melakukan hal itu karena
mereka tidak mendapatkan hidayah.
Ummat islam akan
memperoleh posisi khairu ummah yaitu ummat yang terbaik kalau giat beramar
ma'ruf, mengajak manusia kepada kebaikan melalui lisan, sikap dan teladan dalam
kehidupan sehari-hari. Tapi kenyataannya kini ummat islam hidup nafsi-nafsi
tanpa memperhatikan orang lain yang bergelimang dengan kemungkaran dengan
prinsip yang penting kita tidak berbuat maka orang lain biarlah, seharusnya
gerakan da'wah yang sudah, sedang dan akan berlansung pada zaman sekarang bila
ingin meraih kejayaan islam maka harus mencontoh dan meneladani cara da'wah
Rasulullah.
Ketika Rasulullah wafat setelah
menyampaikan ajaran islam selama lebih kurang 23 tahun dengan segala suka dan
duka dengan segala pengorbanan, maka tanggungjawab da’wah selanjutnya dipikul
oleh ummat beliau yang disebut dengan da’i, mubaligh, ustadz atau ulama sebagai
penerus estafet perjuangan agama islam. Kewajiban ini dipikul sebagai amanat
dari Allah dan Rasulullah yang termaktub dalam Al Qur’an dan Hadts, Allah
berfirman;”Serulah manusia kepada jalan
Tuhanmu dengan hikmah dan berilah nasehat yang baik dan bantahlah mereka dengan
cara yang baik...” [An Nahl 16;125].
2. Kitabullah
Kelebihan lain bagi ummat Islam adalah Kitab Suci
Al Qur’an. Ihsan Tanjung menyebutkan kelebihan ummat Islam dari wahyu
yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, sebagai pedoman hidup di dunia menuju
akherat.
Salah satu keistimewaan Ummat
Islam dibandingkan ummat lainnya ialah jaminan Allah terhadap Kitabullah
Al-Quranul Karim. Al-Qur’an merupakan satu-satunya Kitab Allah yang dipastikan
akan terpelihara keasliannya semenjak pertama kali diwahyukan kepada Nabi
Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam hingga tibanya hari
Kiamat. Hal ini tidak ditemukan di dalam Kitab Allah lainnya yang telah
diwahyukan kepada para Nabi terdahulu. Baik itu Kitabullah Taurat yang di
wahyukan kepada Nabiyullah Musa ‘alaihis salam maupun
Kitabullah Injil yang diwahyukan kepada Nabiyullah Isa ‘alaihis
salam. Tidak ada satupun ayat di dalam Taurat (mereka menyebutnya
Perjanjian Lama) maupun Injil (mereka menyebutnya Perjanjian Baru) yang
menyatakan bahwa otentitas kedua kitab tersebut bakal terjamin. Itulah sebabnya
dewasa ini ditemukan berbagai versi Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
Antara satu dengan lainnya terdapat banyak sekali perbedaan. Tidak seragam.
Sementara dimanapun dan kapanpun dalam sejarah, Al-Qur’an senantiasa ditemukan
dalam keadaan seragam. Tidak ada perbedaan satu hurufpun di antara semua
Al-Qur’an yang beredar di seluruh dunia.Sesungguhnya Kami-lah
yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
(QS Al-Hijr [15] : 9)
Namun keistimewaan Al-Qur’an
bukan hanya terletak pada jaminan keterpeliharaan keasliannya semata. Al-Qur’an
diwahyukan Allah kepada Nabi Akhir Zaman agar menjadi petunjuk bagi segenap
ummat manusia, tanpa kecuali. Oleh karenanya Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi
wa sallam juga ditegaskan Allah diutus untuk segenap ummat manusia, bahkan
menjadi rahmat bagi segenap alam semesta. Al-Qur’an bukan kitab khusus untuk
menjadi petunjuk bagi ummat Islam semata. Nabi Muhammad shollallahu
‘alaihi wa sallam tidak diutus untuk menjadi Nabi bagi bangsa Arab
semata.[Keistimewaan Al-Qur’anul Karim Dan Nabi Muhammad saw,
Eramuslim.com.Saturday, 11/12/2010 05:25 WIB].
3. Islam agama fithrah
Allah
menciptakan manusia dengan bekal fitrah yang sesuai dengan ajaran-Nya (baca: Islam).
Karenanya manusia sepanjang sejarah tidak akan pernah bisa lari dari seruan
fitrahnya. Bila ia menjauh dari seruan fitrah tersebut, ia pasti akan
meronta-ronta. Kegelisahan demi kegelisahan akan terus mencekam dalam jiwanya.
Tak terhitung kasus yang membuktikan bahwa begitu banyak manusia yang bunuh
diri hanya karena kekeringan jiwa, padahal secara kebutuhan materi mereka bisa
dikatakan terpenuhi. Hasil penelitian WHO, seperti diungkap harian Republika
11/10/2006, membuktikan bahwa 873 ribu manusia melakukan bunuh diri di dunia
setiap tahunnya. Dan setiap 45 tahun terakhir angka tersebut rata-rata naik
60%. Bahkan di Jepang -negara yang terkenal maju secara teknologi- sempat
terdata bahwa angka bunuh diri dalam satu tahun mencapai 30 ribu orang. Sebab
utama tindakan bunuh diri ini rata-rata karena ketercekaman jiwa. Tidak hanya
ini yang mereka lakukan, di internet begitu banyak jumlah situs yang
mengajarakan bagaimana seseorang melakukan bunuh diri dengan cepat. Betapa
kenyataan ini semua menunjukkan bahwa manusia benar-benar diambang
kehancurannya ketika tidak mengikuti Islam. Mereka tidak akan pernah bahagia di
dunia maupun di akhirat tanpa kembali kepada Islam. Sebab hanya Islam yang
Allah seting paling sesuai dengan panggilan fitrahnya.
Karena itulah, sekalipun
manusia berusaha menghancurkan Islam sepanjang sejarah, Islam tidak akan pernah
musnah. Dibanding agama-agama lain, Islam adalah agama yang paling banyak
dimusihi. Allah berfriman:“Sesungguhnya
orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari
jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi
mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang
kafir itu dikumpulkan”[Al Anfal 8;36].
Dalam surat Ath Thariq 15:“Sesungguhnya
orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.”
Di ayat lain:“Mereka
ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan)
mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir
benci.” (QS. Ash-Shaf 8).
Tetapi Allah berjanji bahwa
sampai kapanpun manusia tidak akan pernah berhasil melakukan tindakan makarnya.
Allah berfirman:“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya
(dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya
atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.”
(QS. At-Taubah 33).
Perhatikan ketika Allah yang
menjamin untuk menjaga agama ini, nampak bahwa segala upaya yang ditempuh para
musuh, Allah mentahkan. Lebih dari itu, jumlah pemeluknya justru semkain
bertambah dari masa ke masa. Ini adalah fakta yang membuktikan bahwa manusia
cerdas masa depan pasti akan kembali kepada Islam. Mereka tidak akan pernah
menerima agama yang tidak otentik dan tidak sesuai dengan fitrahnya. Mereka pasti
akan segera mengkritisi berbagai penyimpangan yang terdapat dapat ajaran
agama-agama tersebut.[Masa Depan Milik Islam, dakwatuna.com 11/10/2008
| 10 Syawal 1429 H].
4. Ummat Islam ibarat satu tubuh
“Seorang
mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling
menguatkan.” (Al-Bukhari dan Muslim). “Perumpamaan orang-orang beriman
dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu
tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya
dengan berjaga dan merasakan demam.” (Muslim)
Dua hadits di atas melukiskan
gambaran ideal umat Islam. Dari situ kita dapat menangkap setidaknya empat ciri
umat Islam:
Pertama, umat Islam
mewujud bagaikan bangunan kokoh atau tubuh manusia sempurna. Segala kekuatan
yang ada padanya semakin menambah kokohnya bangunan atau tubuh itu. Layaknya
bangunan, tentu terdiri dari berbagai unsur dan komponen. Bentuk, fungsi,
posisi, dan peran setiap komponen berbeda-beda.
Kedua, satu sama lain
saling memelihara, saling menjaga, saling menguatkan, dan saling mendukung,
sehingga tercipta ikatan sosial yang solid.
Ketiga, semua bagian
bangunan itu secara bersama-sama memelihara segala aset kebaikan yang
dimilikinya dan meninggalkan atau membuang hal-hal yang merugikan. Aset-aset
yang dimaksud baik aset fisik-material seperti kekayaan alam maupun nonfisik
seperti tradisi gotong royong dan budaya malu.
Keempat, setiap
bagian dari umat itu berada pada posisi masing-masing secara tepat dan di
antara mereka ada yang selalu bekerja untuk mencari solusi bagi problem-problem
yang dihadapi masyarakat.
Tentu saja itu merupakan
kondisi umat Islam yang kita dambakan. Akan tetapi, kondisi itu tidak muncul
dengan sendirinya. Masyarakat ideal dengan soliditas tinggi yang ada di zaman
Rasulullah saw. adalah hasil tempaan beliau.
Dengan umat yang bercorak
seperti itu kita dapat melakukan banyak hal dan mencapai banyak kesuksesan.
Konspirasi yang selalu digalang oleh orang-orang kafir juga tidak akan
menemukan efektivitasnya manakala umat Islam dalam kondisi solid bagaikan satu
tubuh. “Dan taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kalian
bercerai-berai sebab kalian akan gagal dan hilang kekuatan kalian.”
(Al-Anfal: 46).[Merekonstruksi Bangunan Umat Islam, dakwatuna.com 8/4/2007 | 21
Rabiul Awwal 1428 H].
5. Siap untuk berjuang
“Allah
tidak akan mengubah nasib suatu bangsa, sampai bangsa itu mengubah nasibnya
sendiri.” (QS. Ar-Rad [13] : 11).
Islam
adalah aqidah revolusioner yang aktif. Artinya kalau ia menyentuh hati manusia dengan
cara yang benar, maka dalam hati itu akan terjadi suatu revolusi: revolusi
dalam konsepsi, revolusi dalam perasaan, revolusi dalam cara menjalani
kehidupan, dan hubungan individu dan kelompok. Revolusi yang berdasarkan
persamaan mutlak antara seluruh umat manusia. Seorang tidak lebih baik dari
yang lainnya selain dengan taqwa. Berdasarkan kehormatan manusia, yang tidak
meninggalkan seorang makhluk pun di atas dunia, tidak suatu kejadian pun, dan
tidak suatu nilai pun. Revolusi itu berdasarkan keadilan mutlak, yang tidak
dapat membiarkan ketidakadilan dari siapa pun juga, dan tidak dapat merelakan
ketidakadilan terhadap siapa pun juga. Baru saja manusia merasakan kehangatan
aqidah ini, ia akan maju ke depan untuk merealisasikannya dalam alam nyata dengan
seluruh jiwanya. Ia tidak tahan untuk bersabar, untuk tinggal diam, untuk
tenang-tenang saja, sampai ia benar-benar telah menyelesaikan realisasinya di
alam nyata. Inilah pengertiannya bahwa Islam itu suatu aqidah revolusioner yang
aktif-dinamis.
Orang-orang yang benar-benar
beriman kepada Allah adalah orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan
sungguh-sungguh, kemudian mereka orang-orang yang berjuang untuk menegakkan
kalimat Allah yang tinggi. Kalimat Allah di atas bumi ini tidak akan dapat tertegak,
selain jika ketidakadilan dan keaniayaan telah dihilangkan darinya sampai
seluruh manusia itu memperoleh persamaan seperti gigi sisir, di mana tidak ada
salah seorang pun yang lebih dari orang lain selain karena ketaqwaan.
Orang-orang yang melihat ketidakadilan
di sepanjang jalan, dan bertemu dengan kesewenang-wenangan di setiap saat, dan
mereka tidak menggerakkan tangan maupun lidah, padahal mereka itu mampu untuk
menggerakkan tangan dan lidah. Mereka ini adalah orang-orang yang hatinya tidak
digugat oleh Islam. Jika hatinya tergugat oleh Islam tentulah mereka akan
berubah menjadi para mujahidin yang berjuang mulai dari saat api yang suci itu
menyentuh hati-hati yang rasional dan menyalakannya, dan mendorongnya dengan
dorongan yang kuat ke medan perjuangan.
Setiap muslim yang merasakan
Islam dengan hatinya tidak akan mungkin membiarkan diktator yang aniaya serta
penguasa zalim yang tidak bermalu bergerak di atas permukaan bumi, menjadikan
manusia budak beliannya, padahal tiap-tiap manusia dilahirkan oleh ibunya
sebagai orang yang merdeka. Tetapi orang Islam itu akan maju ke depan dengan
jiwa dan hartanya, untuk memperkenankan seruan Tuhannya yang menciptakannya dan
memberi rezeki kepadanya:
“Kenapa kamu tidak berjuang di
jalan Allah dan untuk kepentingan orang-orang yang tertindas, yang terdiri dari
laki-laki, wanita dan anak-anak kecil, yang berkata, ‘Wahai Tuhan Kami!
Keluarkanlah kami dari negara yang penduduknya aniaya ini. Berikanlah kepada
kami seorang penolong dari sisi-Mu. Berikanlah kepada kami seorang pembantu dan
sisi-Mu’.” (QS. An-Nisa’ [4] : 75)
Jadilah seorang Islam. Ini
telah cukup untuk mendorongmu berjuang menentang penjajahan dengan berani,
mati-matian, penuh pengorbanan dan kepahlawanan. Kalau Anda tidak dapat
melakukannya, cobalah periksa hatimu. Barangkali hati itu telah tertipu tentang
hakekat imanmu. Kalau tidak begitu, alangkah sabarnya Anda, karena tidak
berjuang menentang penjajahan.[Sayyid Quthb, Islam Berjuang, Eramuslim;
Selasa, 12/04/2011 13:16 WIB].
6. Aqidah dan ukhuwah
Ummat di
hari ini dalam keadaan lemah;
kemampuan militer, ekonomi, ilmu
pengetahuan, dan kebudayaan
telah terkubur dan sepertinya ingin
dilupakan, kalaupun tidak
maka kini menjadi nostalgia manis
belaka. Sejarah mencatat betapa
ummat Islam hampir-hampir tidak
pernah kalah dalam
setiap pertempuran
fisik/militer, meski dengan jumlah
prajurit yang lebih sedikit, bahkan
imperium Romawi, yang besar, dikalahkan Jenderal Shalahudin dalam Perang Salib. Ilmu
pengetahuan dan budaya Islam memimpin dunia lebih dari 600 tahun; 350 tahun sebelum
tahun 1100 M dan 250 tahun setelah tahun 1100 M. Karya
tenun Persia, arsitektur Islam,
bahkan cerita seribu satu malam
seperti; Aladin,Simbad, Ali Baba,
Abu Nawas, memukau banyak budayawan Barat.
Pertanyaannya, mengapa
ummat terdahulu demikian
anggun, cemerlang, bayangkan
pemerintahan Islam di Cordoba, Spanyol
dan kini menjadi lemah dan sangat lemah, bahkan terinjak dan dihina
ummat Islam ? Jawaban dari pertanyaan ini hendaklah muncul dari perenungan diri, perenungan atas
masa lampau, masa kini, dan peran yang diemban ummat untuk masa depan.
Ummat
terdahulu lebih perduli akan ayat-ayat
Allah. Ketika mereka diperintahkan
untuk menafakuri ciptaan
Allah, mereka berfikir dan hasilnya adalah Iptek. Rasa cinta pada
Al Islam muncul dalam karya-karya
arsitektur masjid, tenunan dll.
Diyakini, bahwa kemenangan PASTI Allah berikan kepada orang-orang yang beriman
hanya dan hanya bila
orang-orang beriman menjadikan Allah, rasul-Nya, dan orang-orang beriman
sebagai penolong dan tidak pada toghut. " Dan barang
siapa mengambil Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman menjadi penolongnya,
maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang PASTI menang " (Qur'an 5:56)
Selama ummat Islam hari ini tidak melaksanakan perintah ini, maka menjadi wajar kalau
menjadi kalah dalam setiap lapangan baik
fisik maupun intelektual. Andaipun kemenangan yang datang, maka
itu bukanlah kemenangan yang haq.
Sesungguhnya kemenangan yang haq
itu hanya akan muncul setelah Allah dan rasul-Nya menancap kokoh dalam sanubari
seorang mukmin, menjadikan Allah sebagai ilah
dan rasul-Nya sebagai tauhidul uswah,
serta menjadikan orang-orang beriman sebagai saudara--ukhuwah. Ummat Islam
akan selalu menang selama 2 potensi Islam: aqidah dan ukhuwah dimiliki
dan mewujud dalam realitas.
Potensi
ukhuwan sendiri muncul mengikuti potensi aqidah danukhuwah
merupakan ni'mat yang Allah
berikan, yang muncul ataskehendak Allah." Dan berpeganglah kamu semuanya kepada TALI
ALLAH, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu, ketika kamu
dahulu (masa jahiliyah]
bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu,lalu MENJADILAH KAMU
KARENA NI'MAT ALLAH orang-orang yang BERSAUDARA " (Qur'an 3:103)
Allah memmerintahkan orang-orang yang beriman untuk
berpegangpada tali-tali Allah, tali aqidah, buhul tali yang amat kuat
yangtidak akan putus (Qur'an
2:256), buhul tali yang mengalahkanbukan saja kesamaan ras, suku, atau bangsa, bahkan
mampu mengalahkan pertalian darah (kisah ketika Rasulullah
hijrah ke Madinah, banyak
kaum muslimin Mekkah yang
terpaksa meninggalkankeluarga,
saudara sedarah demi tali aqidah ). Lalu manakala hatisetiap mukmin telah terikat pada tali
aqidah yang tungal, seorangmukmim sudah demikian yakin bahwa hanya Allah saja
yang dia tuju,ridla Allah saja yang dia
harap, hanya Allah saja wa'la, ilah,Khalik,
Malik, Hakim, Pemberi Rizki manusia, barulah Allah akanmenurunkan ni'mat-Nya
berupa persaudaraan, ukhuwah Islamiyah.Hanya Allah saja yang mampu
mempersatukan hati setiap mukmin.[Potensi Islam; aqidah dan ukhuwah, abu Zahra,
tarbiyah@isnet.org].
Begitu
besar potensi yang dimiliki oleh Islam dan ummatnya dalam rangka menjadi rahmat
bagi alam ini untuk kesejahteraan ummat manusia seluruhnya, dengan potensi itu
seharusnya kita gunakan untuk seluas-luasnya dalam rangka menggapai kejayaan
gemilang di dunia dan kebahagiaan diakherat dengan tekad “izkariman aumut
shahidan” hidup mulia di dunia atau mati syahid, Wallahu A’lam. [Baloi Indah, 15 Ramadhan 1436.H/2015, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri]
PROFIL PENULIS
Penampilan
sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau
Sumatera yaitu Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964
anak ketiga dari ayah bernama Sutan
Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi,
Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd
[Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab
di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan,
Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di
Kota Lada Metro Lampung.
Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu
SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus
meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya
di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang
dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai
faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i,
Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H.
Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga
melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri
[IAIN] Raden Intan Lampung di Metro
tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai
kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen,
penulis, mubaligh hingga sebagai
politisi akhirnya.
Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah,
Mukhlis giat di OSIS Gema Al Qur'an AL
Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro
bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei,
Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah
bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit
Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di
Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah
menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang
Metro.
Menjadi guru adalah cita-citanya sejak
awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di
GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto
Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas
sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun
2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai
Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok
bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi,
Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani,
Gustami Hidayat, Saifullah Salim,
Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi
Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan
masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai
cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.
Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi,
sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah
lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah
partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan
tarbiyah, partai itu bernama Partai
Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK
di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan
Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi
Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.
Dikala Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua
kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan
jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona
Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota
Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran
dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama
teman-temannya
Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa,
selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi
agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak
Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah
Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi,
Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran
Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan
dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh
memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia
tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya,
waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis
selain kegiatan harian lain.
Mukhlis
Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan
Rakyat (SKR) , Minggu (15/12) di Gedung Pusat Kebudayaan kota
Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini
membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di
Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.
Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013
yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah
Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik
karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah,
pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan
oleh penerbit.
Mukhlis
Denros menerima berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas
keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana
penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan
Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.
Pada
malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut
diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh
lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan
Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah
tokoh Sumatera Barat lainnya.
Moto hidupnya sangat sederhana, agar
bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa
dilakukan dengan pendidikan yang
berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk
mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil
mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini,
sehingga dapat dikatakan tak bisa
membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik
memimpin partai maupun sebagai anggota
DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan
sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok
selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan
bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarat, diapun tidak
segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif
[http://fraksi pks solok.blogspot.com].
Bersama ustadz
Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang
yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan
da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se
Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar
Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan
da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2
tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan
kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari
Sumatera Barat.
Organisasi lain yang
ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia
[MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok,
juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di
Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi
Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila,
Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.
Setelah dua periode
menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi
kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di
Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan,
aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai
Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan
sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.
Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal
di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat, kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam
Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota
Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj.
Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].
Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison
mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau,
Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh
Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepulauan
Riau, semoga hal itu terujud.
DATA PRIBADI
Nama Lengkap :
Drs. St. Mukhlis Denros
Tempat dan Tanggal Lahir : Metro, 3 April 1964
Jumlah bersaudara : Anak ke 3 dari 7 orang
Nama Ayah : Sutan Denak
Nama Ibu : Rosnidar
Nama Isteri : Yulismar, S.Pd
Nama Anak : Rani Ihsani Mukhlis
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.
SDN 4 Metro
Lampung, tamat tahun 1975
2.
SMP PGRI Metro
Lampung, tamat tahun 1981
3.
SMAN 135 Metro
Lampung, tamat tahun 1984
4.
Gema Al Qur'an Al
Jihad Metro tamat tahun 1988
5.
Sarjana Muda
Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung, tahun
1988
6.
Sarjana Tarbiyah
IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990
PENGALAMAN ORGANISASI
1.
Ketua Osis GAA Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.
Sekum IRM Al Jihad Metro Lampung Tengah 1986-1988
3.
Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung Tengah 1985-1990
4.
Sekjen
Majelis Ulama Indonesia [MUI}
Kab. Solok 2005/2006
5.
Anggota Pengawas BAZ
Kabupaten Solok 2006
6.
Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia)
Kabupaten Solok
7.
Da'i
IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.
Ketua Yayasan
Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.
Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.
Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota
Solok
11.
.Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok
2000-2005
12.
Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.
Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok
PENGALAMAN
PROFESI
1.
Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah
1988-1990
2.
Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.
Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.
Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok
1991-2000
5.
Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.
Anggota
DPRD Kabupaten Solok Periode
1999-2004
7.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 2004-2009
8.
Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam,
2015-
PERJALANAN
DA'WAH
1.
Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro
1985
2.
Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.
Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang
1986
4.
Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat
1990-1994
5.
Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di
Sumatera Selatan 1994
6.
Muzakarah Du'at se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.
Muzakarah Du'at se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.
Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.
Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera
Utara 2000
10.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Jakarta 2000
11.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Bogor 2002
12.
Pertemuan da'i IIRO se Indonesia di Jakarta 2000
13.
Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di
Jakarta 2005
BUKU YANG
TELAH DITERBITKAN
1.
Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.
Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.
Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.
Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.
Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.
Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.
Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola
Surabaya, 2011
8.
Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta,
2012
9.
Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa
Timur, 2012
10.
Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media, Jogjakarta, 2013
11.
Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.
Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri,
Jawa Timur,2014
13.
Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media, Jogjakarta, 2014
PUBLIKASI
TULISAN DI MEDIA
1.
Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.
Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.
Majalah Ishlah, Jakarta
4.
Majalah Reformasi, Jakarta
5.
Majalah Al Muslimun, Bangil
6.
Majalah Sabili, Jakarta
7.
Majalah Tarbawi, Jakarta
8.
Majalah Muamalat, Jakarta
9.
Majalah Kiblat, Jakarta
10.
Majalah Harmonis, Jakarta
11.
Majalah Estafet, Jakarta
12.
Majalah Sakinah, Jakarta
13.
Harian Serambi Minang, Padang
14.
Harian Semangat, Padang
15.
Harian Mimbar Minang, Padang
16.
Harian Singgalang, Padang
17.
Tabloid Sumbar Post, Padang
18.
Tabloid Zaman, Padang
19.
Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.
Tabloid Lentera, Padang
21.
Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.
Tabloid, Media Islam Batam
23.
Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.
Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.
Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.
Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.
Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten
Solok
28.
Buletin Da'wah Sebening Embun Solok
29.
Buletin Da'wah Selasih Solok
30.
Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.
Mingguan Bijak, Padang
32.
Mingguan Swadesi, Jakarta
33.
Mingguan Sentana, Jakarta
34.
Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.
Pariaman Post, Sumatera Barat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar