RAMADHAN DAN
SAKARATUL MAUT
Drs.St.Mukhlis
Denros
Kematian
akan menjemput siapa saja, apakah dia tua ataupun muda, apakah manusia siap
atau alfa. Betapa banyak saudara kita yang tidak bisa hadir pada bulan Ramadhan
tahun ini karena ajalnya telah datang, untuk itulah jadikan Ramadhan tahun ini
sebagai Ramadhan yang terakhir karena kematian atau sakaratul maut itu tidak
pandang waktu.
Kejadian luar biasa yang
akan dialami manusia di akhir kehidupannya adalah kematian walaupun kejadian
itu tanpa disadari sebelumnya karena manusia sibuk di dunia untuk mengurus
kepentingan dunianya saja agar hidupnya lebih hidup sehingga lupa kalau hari
penting itu semakin dekat menghampirinya, hari itu datang dengan tiba-tiba,
itulah dia kematian yang diawali dengan peristiwa dahsyat dan menakutkan yaitu
sakaratul maut.
Salah satu fakta terbesar dalam
kehidupan manusiaadalah bahwa setiap makhluk akan mengalami
"perpindahan" hidup dari alam "ke(kini)an" ke alam"ke
(nanti)an" (Akhirat). Semua manusia, bahkan semuamakhluk meyakini hakikat
ini.
Keyakinan yang tidak mungkin
dicampuri syak inimenjadikan semua pihak sadar akan pertemuannya
dengankenyataan tersebut. Sehingga sangat wajar, jika AlQur'an secara lugas pun
menamakannya sebagai "AlYaqiin". Allah berfirman: "Wa'bud
Rabbaka hattaya'tiyakal yaqiin" (Dan sembahlah Tuhanmu sehinggadatang
kepadamu keyakinan).
Oleh jumhurul (mayoritas)
mufassirin (ahli tafsir),kata "Al Yaqiin" di atas diartikan dengan
"al Maut"(kematian).
Berbagai ayat dalam Al Qur'an
menguatkan hal ini.Misalnya saja: "Kullu nafsin dzaaiqatul maut"
(Setiapjiwa pasti merasakan kematian). Oleh para ulama kitadisebutkan bahwa
penyebutan "dzaaiqah" (merasakan)pada ayat di atas merupakan indikasi
kuat betapakematian itu pasti terasa begitu pedih. Yang mampumemperingan kemudian
adalah Iman dan Amal si mayyit.
Pada ayat yang lain, Allah
menjelaskan bahwa: "idzaajaa ajaluhum laa yasta'khiruuna saa'atan wa
laayataqdimuun" (Jika ajal datang menemui mereka, makasesaat pun mereka
tidak mungkin percepatkan dan tidakpula mereka mampu percepat). Artinya, bahwa
semuamakhluk itu telah dikonfirmasikan masa dan tempat dimana dia akan menemui
ajal. Yang jadi masalah memang,karena kematian adalah bagian dari keghaiban,
sehinggamasa dan tempat serta sebab kematian masing-masingmakhluk masih menjadi
rahasia Ilahi. SebagaimanafirmanNya: "Walaa tadrii nafsun fii ayyi
ardhintamuut" (Dan tak seorang jiwapun yang tahu, di belahanbumi mana dia
akan menemui maut).
Tersebutlah semua kisah
Israiiliyaat, bahwa suatuketika nabi Sulaeman (yang juga seorang raja besar)sedang
bersama dengan perdana menterinya. Padasaat-saat intens berdiskusi dengannya,
tiba-tibadatanglah seseorang dengan wajah menakutkan (seram)dan berpakaian
serba putih. Ketika orang tersebutmasuk, segera ia menatap dengan mata tajam ke
arahperdana menteri Sulaeman tersebut, lalu segera berlaludan menghilang.
Segera setelah menghilang, sang
perdana menteri lalubertanya kepada Sulaeman: "Siapa gerangan
orangtersebut?" Sulaeman menjawaba: "Beliau adalah Malakulmaut".
Mendengar jawaban itu, sang perdana
menteri bergegasmeminta izin ke nabi Sulaeman untuk berangkat ketempat yang
sangat jauh. Yaitu suatu gua yang belumdiketahui oleh siapapun di negeri India.
Maksudnyaadalah untuk bersembunyi dari malakul maut, yangmenurutnya telah
memandangnya dengan pandangan tajam,karena ingin mencabut nyawanya.
Singkat cerita, iapun diizinkan
oleh Sualeman. Makaberangkatlah ia ke Gua yang jauh tersebut, gunabersembunyi
dari malakul maut. Sesampai di depan guayang dimaksud, rupanya orang tersebut
telah berdiri didepan pintu gua itu, dan segera menarik sang perdanamenteri dan
mencabut jiwanya.
Setelah tugasnya selesai, barulah
sang malakul mautkembali menemui nabi Sulaeman. Nabi Sulaeman lalubertanya:
"Kepana engkau memandang perdana menterikudengan pandangan yang tajam dan
menakutkan?" Sangmalakul maut menjawab: "Karena pada saat saya
datangtadi, saya menerima telah perintah dari Allah untukmencabut nyawanya di
sebuah gua di India, padahal diamasih berada di sisimu. Itulah sebabnya, saya
marahdan memandangnya dengan pandangan murka. Dan segerasetelah itu, saya
menuju ke gua itu dan pada detik dimana Allah menentukan untuk saya melakukan
tugas, diatiba di gua yang dimaksud".Mendengar itu, nabi Sulaemanpun sadar
dan segera mengucapkan: "Innalillahi wainna ilaehi raaji'uun"
Cerita di atas agak susah untuk
ditentukan tingkatkesahehannya, jika ditinjau dari segi
"ruwaah"(periwayat). Namun dari segi "matan"
(isi)sesungguhnya menguatkan berbagai ayat yang telahdisebutkan terdahulu.
Betapa ajal, jika telah tiba taksatupun yang bisa mempercepat ataupun
sebaliknyamengundurkan.
Dalam berbagai syair jahili pun
ditemukan betapaorang-orang arab terdahulu meyakini hal yang sama.Potongan
syair berikut memang tidak sempurna, namuncukup menggambarkan betapa keyakinan
itu ada: "Betapa banyak anak-anak kecil diharapkanberumur panjang,
tiba-tiba saja jasadnya telah ditanamdalam kegelapan kubur. Betapa banyak
pengantin yangdihiasi untuk pasangannya, tiba-tiba saja ruhnya telahdiambil
pada malam yang dinanti-nanti".[M. Syamsi AliNew York, kematian, Ktpdi].
Sesungguhnya bagian manusia dari
dunia ini adalah hanya sebatas umurnya. Apabila seseorang menabur benih dengan
baik di dunia, maka ia akan memanen pahala yang melimpah di akhirat nanti.
Orang yang melakukan transaksi yang menguntungkan adalah; dengan beriman kepada
Allah dan RasulNya, kemudian berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa
raganya, maka di akhirat ada Surga Adn yang menanti. Tapi apabila sebaliknya,
umur yang ada hanya diisi dengan keburukan, kesia-siaan, menumpuk dosa, dan
mengejar kesenangan nafsunya, maka sungguh, semua itu adalah kerugian yang
nyata. Perhatikan Firman Allah Subhanahu Wata'ala :"Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya menaati
kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran." (Al-Ashr:
1-3).
Al-Imam asy-Syafi'i menafsiri ayat ini,
"Kalau seandainya Allah tidak menurunkan hujjah atas hamba-hambaNya
kecuali surat ini, niscaya surat ini cukup bagi mereka."
Artinya, orang yang tidak beriman, tidak
beramal shalih, tidak saling menasihati dengan kebenaran dan tidak saling
menasihati dengan kesabaran, maka dia adalah tipe manusia yang paling merugi di
akhirat. Dan sebaliknya, bagi orang yang beriman dan beramal shalih, adalah
sebagaimana janji Allah di dalam ayat ini :"Barangsiapa yang beramal
shalih, baik laki-laki maupun perempuan dan dia (dalam keadaan) beriman, maka
sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupn yang baik, dan sesungguhnya
akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa
yang telah mereka kerjakan." (An-Nahl: 97).
Bahwa
sekecil apa pun amal yang kita lakukan, pasti kita akan dapatkan balasannya.
Tidak akan ada yang luput dari pengadilan Allah Subhanahu Wata'ala. Dan ingat
pula bahwa kita semua pasti akan kembali kepada Allah, dan bahwa dunia ini
penuh dengan tipu daya yang membuat kita lupa, Allah Subhanahu Wata'ala telah
jauh-jauh hari memperingatkan hal ini. FirmanNya "Maka apakah kamu
mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan
bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami." (Al-Mu`minun: 115).
Karenanya, orang yang berakal adalah
orang yang dapat menghitung amalan dirinya sebelum Allah Subhanahu Wata'ala
menghitungnya. Dia merasa takut akan dosa-dosanya yang dapat menyebabkan
kehancurannya. Karena ajal senantiasa mengintai kehidupan setiap orang, dan
kematian selalu siap menyudahinya. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kapan
pun Allah menghendaki, maka tidak ada seorang pun yang dapat menundanya atau
memajukannya, sekali pun sekejap.[Husnul Yaqin, Lc.Akhir Hidup Manusia, Kumpulan
Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi Kedua, Darul Haq].
Kematian adalah ketetapan bagi setiap
makhluk-Nya yang memiliki ruh, sekalipun makhluk yang paling mulia yaitu para
nabi dan rasul r. Mereka pun menemui ajal yang telah Allah l tentukan. Allah l
memberitakan kepastian itu dalam firman-Nya:“Tiap-tiap yang berjiwa akan
merasakan mati.” (Ali ‘Imran: 185)
“Muhammad itu tidak lain hanyalah
seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah
jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?” (Ali ‘Imran:
144)
Demikian juga para malaikat, akan
menemui ajalnya, sehingga tidak ada yang kekal kecuali Allah,“Segala yang ada
di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran
dan kemuliaan.” (Ar-Rahman: 26-27)
Namun tidak ada seorang pun yang
mengetahui kapan dia akan meninggal, pada umur berapa dia akan menemui ajalnya,
dan di mana dia akan mengakhiri hidupnya di dunia, di daratan ataukah di
lautan, serta apa sebab kematiannya. Allah berfirman:“Dan tiada seorang pun yang dapat
mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang
pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (Luqman: 34)
Padahal kematian itu bukanlah akhir
kehidupan yang hakiki bagi seorang hamba. Dia hanyalah seorang musafir yang
akan kembali ke negerinya yang hakiki dan abadi di akhirat nanti. Dia akan
kembali untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan dan ucapan yang telah
dilakukannya di dunia. Kemudian dia akan mendapatkan balasan atas amalannya
tersebut.[Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan Kematian adalah Kepastian, Apa Yang Sudah
Engkau Siapkan?, www.asysyari’ahWednesday,
13 April 2011 09:52].
Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari
Syaddad bin Aus Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kematian adalah kengerian
yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian
lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih
di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada
penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman
dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya".
Di antara dalil yang menegaskan terjadinya proses
sakaratul maut yang mengiringi perpisahan jasad dengan ruhnya, firman Allah: "Dan
datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari
darinya". [Qaaf: 19]
Maksud sakaratul maut adalah kedahsyatan, tekanan,
dan himpitan kekuatan kematian yang mengalahkan manusia dan menguasai akal
sehatnya. Makna bil haq (perkara yang benar) adalah perkara akhirat, sehingga
manusia sadar, yakin dan mengetahuinya. Ada yang berpendapat al haq adalah
hakikat keimanan sehingga maknanya menjadi telah tiba sakaratul maut dengan
kematian.
Juga ayat"Sekali-kali jangan. Apabila nafas
(seseorang) telah (mendesak) sampai kerongkongan. Dan dikatakan (kepadanya):
"Siapakah yang dapat menyembuhkan". Dan dia yakin bahwa sesungguhnya
itulah waktu perpisahan. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan). Dan
kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau". [Al Qiyamah: 26-30]
Syaikh Sa'di menjelaskan: "Allah mengingatkan
para hamba-Nya dengan keadan orang yang akan tercabut nyawanya, bahwa ketika
ruh sampai pada taraqi yaitu tulang-tulang yang meliputi ujung leher
(kerongkongan), maka pada saat itulah penderitaan mulai berat, (ia) mencari
segala sarana yang dianggap menyebabkan kesembuhan atau kenyamanan. Karena itu
Allah berfiman: "Dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang akan
menyembuhkan?" artinya siapa yang akan meruqyahnya dari kata ruqyah.
Pasalnya, mereka telah kehilangan segala terapi umum yang mereka pikirkan,
sehingga mereka bergantung sekali pada terapi ilahi.
Namun qadha dan qadar jika datang dan tiba, maka
tidak dapat ditolak. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan
dengan dunia. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), maksudnya
kesengsaraan jadi satu dan berkumpul. Urusan menjadi berbahaya, penderitaan
semakin sulit, nyawa diharapkan keluar dari badan yang telah ia huni dan masih
bersamanya. Maka dihalau menuju Allah Ta'ala untuk dibalasi amalannya, dan
mengakui perbuatannya. Peringatan yang Allah sebutkan ini akan dapat mendorong
hati-hati untuk bergegas menuju keselamatannya, dan menahannya dari perkara
yang menjadi kebinasaannya. Tetapi, orang yang menantang, orang yang tidak
mendapat manfaat dari ayat-ayat, senantiasa berbuat sesat dan kekufuran dan
penentangan".
Sedangkan beberapa hadits Nabi yang menguatkan
fenomena sakaratul maut:
Imam Bukhari meriwayatkan dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anhuma, ia bercerita (menjelang ajal menjemput Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam) "Bahwa di hadapan Rasulullah ada satu bejana kecil dari kulit yang berisi air. Beliau memasukkan tangan ke dalamnya dan membasuh muka dengannya seraya berkata: "Laa Ilaaha Illa Allah. Sesungguhnya kematian memiliki sakaratul maut". Dan beliau menegakkan tangannya dan berkata: "Menuju Rafiqil A'la". Sampai akhirnya nyawa beliau tercabut dan tangannya melemas"[Dr Muhammad bin Abdul Aziz bin Ahmad Al'Ali, Sakaratul maut, detik-detik yang menegangkan lagi menyakitkan,
Almanhaj,or.id,Rabu, 11 Nopember 2009 16:15:14 WIB].
Imam Bukhari meriwayatkan dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anhuma, ia bercerita (menjelang ajal menjemput Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam) "Bahwa di hadapan Rasulullah ada satu bejana kecil dari kulit yang berisi air. Beliau memasukkan tangan ke dalamnya dan membasuh muka dengannya seraya berkata: "Laa Ilaaha Illa Allah. Sesungguhnya kematian memiliki sakaratul maut". Dan beliau menegakkan tangannya dan berkata: "Menuju Rafiqil A'la". Sampai akhirnya nyawa beliau tercabut dan tangannya melemas"[Dr Muhammad bin Abdul Aziz bin Ahmad Al'Ali, Sakaratul maut, detik-detik yang menegangkan lagi menyakitkan,
Almanhaj,or.id,Rabu, 11 Nopember 2009 16:15:14 WIB].
Mati tidaklah
demikian saja, tapi ada proses yang dilalui, proses ini akan dialami oleh semua
manusia, apakah dia seorang muslim ataupun kafir, Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad
Ihsan menuliskan tentang proses keluarnya ruh dari jasad manusia.
Keluarnya ruh dari jasad dalam
hadits Al-Bara’ bin ‘Azib z yang panjang, yang diriwayatkan Abu Dawud,
An-Nasa’i, Ibnu Majah, Al-Imam Ahmad, dan Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil t
menyebutkan hadits ini dalam Ash-Shahihul Musnad.
“Sesungguhnya seorang hamba
yang mukmin apabila akan meninggal dunia, maka para malaikat rahmat turun
kepadanya, wajahnya seakan-akan matahari yang bersinar, membawa kain kafan dan
wangi-wangian dari jannah (surga). Mereka duduk di tempat sejauh mata
memandang. Kemudian datanglah malakul maut
hingga duduk di samping kepalanya, lalu berkata: ‘Wahai jiwa yang baik,
keluarlah engkau menuju ampunan Allah dan keridhaan-nya.’ Maka ruh tersebut
keluar dari jasadnya seperti tetesan air yang mengalir dari bibir tempat air
minum. Malakul maut pun mengambil ruh yang sudah keluar dari jasadnya itu.
Tiba-tiba para malaikat rahmat yang menunggu tidak membiarkan ruh tersebut
berada di tangannya sekejap mata pun. Mereka segera mengambil dan menaruhnya di
dalam kafan dan wangi-wangian tersebut, dan keluarlah bau wangi misik yang
paling harum yang dijumpai di muka bumi.”
Allah mengutus para malaikat-Nya untuk memberi
kabar gembira kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan istiqamah di atas agama
yang sempurna ketika menghadapi sakaratul maut. Ini adalah bukti kasih sayang
Allah terhadap hamba-Nya. Allah
berfirman:“Sesungguhnya orang-orang yang
mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat
akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu merasa takut dan
janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga
yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’ Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam
kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu
inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai
hidangan (bagimu) dari Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Fushshilat: 30-32)
Ayat-ayat ini adalah berita
dari Allah sekaligus kabar gembira bagi
orang-orang yang beriman dan bertakwa, bahwa para malaikat akan turun kepada
mereka ketika mereka menghadapi maut, juga di dalam kubur mereka, serta ketika
mereka dibangkitkan darinya. Para malaikat memberi jaminan keamanan kepada
mereka atas perintah Allah. Mereka juga memberikan kabar gembira agar
orang-orang beriman tidak takut terhadap apa yang akan mereka hadapi di
akhirat, tidak bersedih terhadap perkara dunia yang mereka tinggalkan, seperti
anak, keluarga, dan harta. Karena Allah yang akan mengurus dan menanggung mereka
semua. Para malaikat juga memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman
dengan hilangnya berbagai kejelekan dan didapatkannya berbagai kebaikan.
(Tafsir Ibnu Katsir)
Dari Aisyah, Rasulullah bersabda:“Barangsiapa senang
bertemu dengan Allah, maka Allah senang bertemu dengannya. Dan barangsiapa
tidak suka bertemu dengan Allah maka Allah juga tidak suka bertemu dengannya.”
Aisyah berkata: “Wahai Nabi Allah, benci terhadap kematian? Kita semua membenci
kematian.” Rasulullah menjawab: “Bukan
seperti itu. Seorang mukmin apabila diberi kabar gembira dengan rahmat,
keridhaan, dan surga-Nya, maka dia akan senang bertemu dengan Allah, sehingga
Allah pun senang bertemu dengannya. Sedangkan orang kafir apabila diberi kabar
gembira dengan azab Allah dan kemurkaan-Nya maka dia akan benci bertemu dengan
Allah dan Allah pun benci bertemu dengannya.” (Muttafaqun ‘alaih)
“Apabila seorang hamba yang kafir akan
meninggal dunia, turunlah malaikat azab dari langit. Wajah-wajahnya hitam dan
seram. Mereka membawa kain yang kasar dan jelek. Mereka duduk di tempat sejauh
mata memandang. Lalu datanglah malakul maut hingga dia duduk di samping
kepalanya. Kemudian dia berkata: ‘Wahai jiwa yang jelek, keluarlah menuju
kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya.’ Maka ruh tersebut bergetar di seluruh
tubuhnya, kemudian malakul maut mencabutnya sebagaimana dicabutnya besi alat
pemanggang dari bulu-bulu yang basah. Dia kemudian mengambil ruh tersebut. Para
malaikat yang menunggu tadi tidak membiarkannya di tangannya sekejap mata pun,
sampai mereka mengambil dan meletakkannya di kain yang kasar lagi jelek tadi.
Keluarlah darinya bau seperti bau bangkai yang paling busuk yang ditemukan di
muka bumi.”
Allah mengutus para
malaikat-Nya untuk memberi kabar gembira berupa kemurkaan dan azab-Nya,
sehingga ruh-ruh mereka enggan untuk keluar dari jasadnya. Maka para malaikat
pun memukul wajah dan punggungnya, sampai ruhnya keluar dari jasadnya. Allah l
berfirman,“Alangkah dahsyatnya sekiranya
kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan
sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil
berkata): ‘Keluarkanlah nyawamu.’ Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang
sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan)
yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap
ayat-ayat-Nya.” (Al-An’am: 93)
“Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang
kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): ‘Rasakanlah olehmu
siksa neraka yang membakar’, (tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu
disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali
tidak menganiaya hamba-Nya.” (Al-Anfal: 50-51)
Dari Abu Sa’id Al-Khudri dan
Abu Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda:“Tidaklah menimpa seorang muslim suatu
rasa capek, sakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, duka cita, sampaipun sebuah
duri yang menusuknya, melainkan dengannya Allah
akan menghapus dosa-dosanya.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dari Anas bin Malik z, dia
berkata: Rasulullah n bersabda:“Apabila Allah
menguji seorang hamba yang muslim dengan suatu ujian pada badannya,
Allah berfirman: ‘Tulislah baginya amalan
shalih yang biasa dia lakukan.’ Apabila Allah menyembuhkannya maka Dia telah
mencuci dan membersihkannya (dari dosanya). Namun apabila Allah mencabut
ruhnya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan akan merahmatinya.” (HR.
Ahmad].[Proses Keluarnya Jasad dari Ruhwww.asysyari’ahWednesday,
13 April 2011 10:01].
Begitu
mengerikannya perjalanan hidup manusia sejak dari proses di alam kandungan,
dikala kelahiran menanti hingga hidup di dunia sampai ajal menjelang tidak
lepas dari ujian demi ujian yang menempa hidupnya, sakaratul maut bukanlah
akhir dari perjalanan itu tapi merupakan sebuah terminal yang menentukan
perjalanan berikutnya, dikala lahir semua orang tertawa karena senang
menantikan hadirnya generasi baru padahal yang lahir menangis karena beratnya
beban hidup yang akan dilaluinya kelak, seharusnya disaat sakaratul maut,
biarlah orang menangis melepas kepergian kita tapi kita yang pergi bisa tertawa
meninggalkan dunia ini karena mendapat rahmat dari Allah, Wallahu a’lam. [Baloi Indah, 14 Ramadhan 1436.H/2015, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri]
PROFIL PENULIS
Penampilan
sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau
Sumatera yaitu Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964
anak ketiga dari ayah bernama Sutan
Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi,
Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd
[Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab
di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan,
Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di
Kota Lada Metro Lampung.
Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu
SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus
meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya
di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang
dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai
faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i,
Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H.
Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga
melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri
[IAIN] Raden Intan Lampung di Metro
tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai
kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen,
penulis, mubaligh hingga sebagai
politisi akhirnya.
Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah,
Mukhlis giat di OSIS Gema Al Qur'an AL
Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro
bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei,
Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah
bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit
Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di
Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah
menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang
Metro.
Menjadi guru adalah cita-citanya sejak
awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di
GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto
Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas
sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun
2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai
Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok
bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi,
Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani,
Gustami Hidayat, Saifullah Salim,
Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi
Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan
masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai
cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.
Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi,
sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah
lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah
partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan
tarbiyah, partai itu bernama Partai
Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK
di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan
Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi
Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.
Dikala Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua
kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan
jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona
Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota
Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran
dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama
teman-temannya
Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa,
selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi
agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak
Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah
Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi,
Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran
Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan
dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh
memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia
tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya,
waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis
selain kegiatan harian lain.
Mukhlis
Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan
Rakyat (SKR) , Minggu (15/12) di Gedung Pusat Kebudayaan kota
Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini
membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di
Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.
Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013
yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah
Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik
karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah,
pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan
oleh penerbit.
Mukhlis
Denros menerima berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas
keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana
penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan
Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.
Pada
malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut
diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh
lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan
Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah
tokoh Sumatera Barat lainnya.
Moto hidupnya sangat sederhana, agar
bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa
dilakukan dengan pendidikan yang
berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk
mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil
mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini,
sehingga dapat dikatakan tak bisa
membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik
memimpin partai maupun sebagai anggota
DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan
sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok
selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan
bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarat, diapun tidak
segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif
[http://fraksi pks solok.blogspot.com].
Bersama ustadz
Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang
yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan
da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se
Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar
Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan
da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2
tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan
kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari
Sumatera Barat.
Organisasi lain yang
ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia
[MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok,
juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di
Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi
Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila,
Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.
Setelah dua periode
menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi
kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di
Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan,
aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai
Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan
sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.
Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal
di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat, kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam
Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota
Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj.
Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].
Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison
mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau,
Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh
Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepulauan
Riau, semoga hal itu terujud.
DATA PRIBADI
Nama Lengkap :
Drs. St. Mukhlis Denros
Tempat dan Tanggal Lahir : Metro, 3 April 1964
Jumlah bersaudara : Anak ke 3 dari 7 orang
Nama Ayah : Sutan Denak
Nama Ibu : Rosnidar
Nama Isteri : Yulismar, S.Pd
Nama Anak : Rani Ihsani Mukhlis
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.
SDN 4 Metro
Lampung, tamat tahun 1975
2.
SMP PGRI Metro
Lampung, tamat tahun 1981
3.
SMAN 135 Metro
Lampung, tamat tahun 1984
4.
Gema Al Qur'an Al
Jihad Metro tamat tahun 1988
5.
Sarjana Muda
Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung, tahun
1988
6.
Sarjana Tarbiyah
IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990
PENGALAMAN ORGANISASI
1.
Ketua Osis GAA Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.
Sekum IRM Al Jihad Metro Lampung Tengah 1986-1988
3.
Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung Tengah 1985-1990
4.
Sekjen
Majelis Ulama Indonesia [MUI}
Kab. Solok 2005/2006
5.
Anggota Pengawas BAZ
Kabupaten Solok 2006
6.
Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia)
Kabupaten Solok
7.
Da'i
IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.
Ketua Yayasan
Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.
Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.
Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota
Solok
11.
.Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok
2000-2005
12.
Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.
Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok
PENGALAMAN
PROFESI
1.
Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah
1988-1990
2.
Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.
Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.
Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok
1991-2000
5.
Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.
Anggota
DPRD Kabupaten Solok Periode
1999-2004
7.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 2004-2009
8.
Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam,
2015-
PERJALANAN
DA'WAH
1.
Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro
1985
2.
Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.
Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang
1986
4.
Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat
1990-1994
5.
Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di
Sumatera Selatan 1994
6.
Muzakarah Du'at se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.
Muzakarah Du'at se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.
Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.
Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera
Utara 2000
10.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Jakarta 2000
11.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Bogor 2002
12.
Pertemuan da'i IIRO se Indonesia di Jakarta 2000
13.
Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di
Jakarta 2005
BUKU YANG
TELAH DITERBITKAN
1.
Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.
Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.
Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.
Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.
Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.
Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.
Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola
Surabaya, 2011
8.
Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta,
2012
9.
Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa
Timur, 2012
10.
Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media, Jogjakarta, 2013
11.
Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.
Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri,
Jawa Timur,2014
13.
Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media, Jogjakarta, 2014
PUBLIKASI
TULISAN DI MEDIA
1.
Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.
Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.
Majalah Ishlah, Jakarta
4.
Majalah Reformasi, Jakarta
5.
Majalah Al Muslimun, Bangil
6.
Majalah Sabili, Jakarta
7.
Majalah Tarbawi, Jakarta
8.
Majalah Muamalat, Jakarta
9.
Majalah Kiblat, Jakarta
10.
Majalah Harmonis, Jakarta
11.
Majalah Estafet, Jakarta
12.
Majalah Sakinah, Jakarta
13.
Harian Serambi Minang, Padang
14.
Harian Semangat, Padang
15.
Harian Mimbar Minang, Padang
16.
Harian Singgalang, Padang
17.
Tabloid Sumbar Post, Padang
18.
Tabloid Zaman, Padang
19.
Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.
Tabloid Lentera, Padang
21.
Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.
Tabloid, Media Islam Batam
23.
Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.
Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.
Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.
Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.
Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten
Solok
28.
Buletin Da'wah Sebening Embun Solok
29.
Buletin Da'wah Selasih Solok
30.
Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.
Mingguan Bijak, Padang
32.
Mingguan Swadesi, Jakarta
33.
Mingguan Sentana, Jakarta
34.
Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.
Pariaman Post, Sumatera Barat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar