RAMADHAN DAN JANJI ALLAH
Drs.St.Mukhlis Denros
Begitu besar janji Allah yang
ditujukan kepada orang beriman yang berpuasa pada bulan Ramadhan ini yaitu akan
menjadikannya sebagai hamba yang sehat jasmani serta rohani dengan derajat
taqwa, tapi janji itu tidak datang dengan sendirinya, dia harus diraih dengan
kemampuan dan kemauan yang kuat.Janji Allah itu banyak sekali, hanya didapat
oleh orang yang mengoptimalkan ibadah padanya sebagaimana orang-orang terdahulu
pernah meraihnya.
Sebagai makhluk kita telah
berjanji kepada Allah saat di alam ruh, ketika manusia belum pantas disebut
sebagai manusia, janji itu adalah janji persaksiak bahwa cikal bakal manusia
ketika itu siap jadi hamba yang taat, patuh, beriman hanya kepada Allah,
sebagaimana firman Allah dalam surat Al
A’raf 7;172“Dan (ingatlah), ketika
Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah
mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku
ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami
menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu
tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang
lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".
Janji merupakan hal yang harus
ditunaikan, bahkan janji itu termasuk hal yang syar’i, sebagaimana beberapa
ayat Allah menjelaskan tentang itu.“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah
aqad-aqad itu. dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan
kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu
sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang
dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Maidah: 1)
Aqad (perjanjian) mencakup:
janji prasetia hamba kepada Allah dan perjanjian yang dibuat oleh manusia dalam
pergaulan sesamanya.“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali
dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji;
Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (QS.
Al-Israa’: 34)“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan
sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu
mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. AS-Shaf: 2-3)
“Ada empat hal yang jika
berada pada seseorang ia menjadi munafik murni dan barangsiapa terdapat satu
sifat darinya maka padanya terdapat satu sifat kemunafikan sampai ia
meninggalkannya; jika diberi kepercayaan ia berkhianat, jika berbicara ia
bohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika bertikai ia jahat.” (Muttafaq
Alaihi).
“Tanda-tanda orang munafik ada tiga; jika
berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia
berkhianat.” (Muttafaq Alaihi). Ditambahkan dalam riwayat Muslim, “Kendatipun
ia berpuasa, shalat, dan mengaku sebagai orang Muslim.”
Jabir RA bercerita,“Nabi
berkata kepadaku, ‘Kalau harta Bahrain datang aku akan memberimu segini,
segini, dan segini.” Ternyata harta Bahrain tidak pernah datang hingga beliau
meninggal. Lalu ketika harta Bahrain itu datang Abu Bakar menyuruh orang untuk
memanggil, ‘Barangsiapa yang mempunyai piutang kepada Rasulullah hendaknya
datang kepada kami niscaya aku akan membayarnya. Aku berkata, ‘Sesungguhnya
Rasulullah berkata kepadaku begini dan begitu. Kemudian ia mengambil satu
genggam untukku dan aku menghitungnya. Ternyata ia berjumlah lima ratus. Abu
Bakar berkata lagi, “Ambillah dua gini lagi.” (Muttafaq Alaihi).
a. Kewajiban syar’i, baik terhadap sesama muslim maupun antara muslim dan non-muslim. Contoh perjanjian antara muslim dan non-muslim di masa Rasulullah SAW adalah
1) Piagam Madinah antara umat Islam dan Yahudi
2) Perjanjian Hudhaibiyah
Termasuk di dalam masalah ini
adalah menepati waktu perjanjian, sebagaimana dalam surat at-Taubah ayat 4 dan
hadits Rasulullah SAW:“Ketahuilah barangsiapa yang menzhalimi orang yang
mendapat suaka atau menghinanya atau memberi beban di atas kemampuannya atau
mengambil sesuatu darinya tanpa kerelaannya, maka saya adalah penuntutnya di
hari kiamat” (HR Abu Dawud)
b. Akhlak yang utama (فضائل الأخلاق)c. Ciri tingginya peradaban (روائع الظواهر الحضارية)
d. Sifat-sifat Mu’min dan Ulul-albab (صفات المؤمن وأولى الألباب)
e. Merupakan jenis kebajikan (البر)
f. Merupakan akhlak imaniyah (الأخلاق الإيمانية)
g. Akhlak para Nabi dan Rasul (أخلاق الأنبياء والمرسلين).
Contohnya pada kisah Nabi Ismail:“Dan Ceritakanlah (hai Muhammad kepada
mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah
seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang Rasul dan nabi.” (QS.
Maryam: 54) Sifat menepati janji ini menurun ke Bangsa Arab.
h. Seruan agama yang Robbani (دعوة دين الربانى)[Al-Wafa (Memenuhi Janji), dakwatuna.com.4/1/2011 | 28 Muharram 1432 ,Tim Kajian Manhaj Tarbiyah].
Dan di antara akhlak yang
mulia itu adalah menepati janji. Allah SWT berfirman yang artinya, "Dan
(ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah
kalian beribadah kepada selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum
kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin."
Menepati janji Allah dan
rasul-Nya adalah pokok pondasi dari semua janji. Bila seseorang berhasil
menepati janji Allah dan rasul-Nya, maka ia akan berhasil pula dalam menepati
janji lainnya. Sebaliknya, bila ia gagal memenuhi janji Allah dan rasul-Nya,
maka ia adalah orang yang tidak lagi memiliki janji dan keamanan. Karena,
antara janji dan keimanan saling berhubungan.
Berdasarkan ayat dari surat
Al-Baqarah di atas, yang dimaksud dengan janji Allah adalah beribadah hanya
kepada-Nya. Adapun yang dimaksud dengan janji rasul adalah mengikuti
perjalanan, sirah, dan konsep kehidupannya. Allah SWT berfirman yang artinya, "Dan
(ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: 'Sungguh, apa saja
yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu
seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan
sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya'. Allah berfirman: 'Apakah
kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu'? mereka
menjawab: 'Kami mengakui'. Allah berfirman: 'Kalau begitu saksikanlah (hai para
nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersamamu'."
Tidak diragukan lagi, menepati
janji selain tanda dari keistiqamahan, ia juga merupakan tiang dari kepercayaan
seseorang. Kalau menepati janji tidak ada, maka istiqamah dan kepercayaan juga
tidak ada. Allah SWT berfirman: "(Bukan demikian), sebenarnya siapa
yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertaqwa." Dalam sisi lain, Islam juga
mencela bagi mereka yang menghianati amanat. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya
binatang(makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir,
karena mereka itu tidak beriman. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil
perjanjian dengan mereka, sesudah itu mereka menghianati janjinya pada setiap
kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya)."
Ada ungkapan yang menyebutkan
bahwa janji itu adalah hutang. Oleh karena itu harus dipenuhi. Disamping itu,
janji juga akan diminta pertanggungjawabannya. Allah SWT berfirman, "Dan
penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung
jawabannya." Atau, dalam firman-Nya yang lain, "Dan tepatilah
perjanjian dengan Allah, apabila kalian berjanji dan janganlah kamu membatalkan
sumpah-sumpah(mu) sesudah meneguhkannya."
Oleh karena itu, siapa saja
yang telah berjanji kepada sesama manusia, entah itu berkenaan dengan janji
membayar hutang, memenuhi undangan, berkumpul di suatu tempat dan sebagainya,
maka janji-janji itu harus dipenuhi dan tak boleh diingkari. Rasulullah saw
bersabda, "Ada tiga hal, siapa yang berada di dalamnya, maka dia adalah
orang munafik, meskipun dia salat, puasa, haji, berkata bahwa dirinya adalah
seorang muslim. Tiga hal tersebut adalah: apabila berbicara berbohong, apabila
berjanji mengingkari, dan apabila diberi amanat, berkhianat."[Menepati
Janji, Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia,12/27/2002].
Yang berjanji bukan hanya manusia saja, Allah sebagai Khaliqpun berjanji kepada makhluk-Nya, dalam beberapa ayat disebutkan bentuk janji itu, kewajiban manusia lagi untuk mengejar dan meraih janji Allah tersebut melalui keimanan yang teguh, ibadah yang bersih dan akhlak yang mulia.
Inilah janji-janji Allah kepada orang beriman;
Pertama, tetap pada posisi
makhluk terbaik; walaupun manusia pada awalnya tercipta dalam posisi fithrah
[suci], baik dan mulia tapi ketika perjalanan hidupnya jauh dari nilai-nilai
yang diharapkan oleh Allah maka akan jatuh pada posisi yang sangat hina; “ Sesungguhnya kami Telah menciptakan
manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .Kemudian kami kembalikan dia ke
tempat yang serendah-rendahnya (neraka),’[At Tin 95;4-5]
Ketika keimanan masih disandang saat itu keadaan
manusia masih berhaga disisi Allah, tapi bila telah melakukan kemaksiatan,
waktu itu lunturlah posisinya tadi. Untuk itu perlu adanya komitmen dalam
keimanan sehingga tidak mudah diluntur dan dilenturkan oleh keadaan, lebih jauh
Allah menerangkan ketika orang beriman telah meninggalkan kmitmen imannya maka
tak bedanya dengan binatang ternak bahkan lebih;”Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi
mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” [At Tin 9;6]
Kedua, terbebas dari gangguan syaitan; godaan
makhluk yang satu ini memang luar biasa bahkan mereka tidak akan berhenti untuk
menggoda sesuai dengan kualitas incarannya, bila yang dihadapi orang yang bagus
imannya maka syaitan yang diutuspun yang punya kiat untuk menaklukkan. Namun
demikian bagi mereka yang imannya bagus, syaitan tidak berdaya untuk
menghadapinya yaitu iman yang jauh dari nilai-nilai kesyirikan, inilah iman
yang punya kualitas tauhid.“Adapun orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh Maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke
dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata “[Al Jatsiyah 45; 30]
Ketiga, diberi pahala; semua yang dilakukan bagi
seorang mukmin akan dinilai, bila maksiat yang dilakukan akan dibalasi dengan
dosa dan siksa dan bila amal baik akan diberi pahala, dan itu merupakan sunnah
Allah. Rasulullah satu ketika menasehati
para sahabat untuk berhati-hati terhadap amal kecil, siapa tahu dengan amal
tersebut lansung dicatat oleh malaikat untuk masuk syurga selama-lamanya, dan
berhati-hati pula dengan dosa kecil, siapa tahu dengan dosa itu kita akan
dicatat oleh malaikat sebagai penduduk neraka selama-lamanya. Semua amal yang
dilakukan seorang mukmin akan bernilah pahala selama tetap tujuannya mencari
ridha Allah, niatnya ikhlas dan caranya juga sesuai yang dituntunkan Allah dan
Rasul-Nya.“Tetapi orang-orang yang
beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya”[Al
Insyiqaq 84;25]
Keempat, diberi ketenangan hidup; letak tenangnya
hidup manusia tergantung sejauh mana dia mengaplikasikan nilai-nilai iman dalam
kehidupannya. Obat resah, gelisah, putus asa dan tidak puas dengan dunia tiada
lain iman dan amal bagi mereka yang mau mencari ketenangan yang hakiki,
sementara ketenangan selain itu adalah ketenangan semu, yang mudah sekali
membuat orang kecewa;‘Kemudian Allah
menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan
Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan
bencana kepada orang- orang yang kafir, dan Demikianlah pembalasan kepada
orang-orang yang kafir’ [At Taubah 9;26]
Kelima, diberi kehidupan yang baik; maknanya
adalah kehidupan yang diridhai Allah walaupun dengan fasilitas yang sangat minim.
Godaan yang hadir untuk mencelakakan manusia terlalu banyak; bisa harta, tahta
dan cinta sehingga idealisme perjuangan dalam hidup mudah sekali bertukar
tergantung kebutuhan temporer, karena manusia mengartikan kehidupan yang baik
sesuai dengan hawa nafsunya.
Bagi seorang yang miskin,
kondisi ini menurut Allah untuknya adalah baik, bila dia menjadi kaya mungkin
komitmen agamanya akan berkurang sebagaimana Qarun di zaman Nabi Musa dan
Tsa’labah di era Rasulullah. Seorang yang posisinya sebagai prajurit adalah
lebih baik daripada sebagai panglima, karena Allah tahu bila dia jadi panglima
akan banyak penyelewengan yang dilakukan. Jangan kita mengartikan baik itu
menurut hawa nafsu dan pemikiran kita tapi lihatlah apa yang diprogram Allah,
semua yang dijadikan Allah, semua kejadian dan peristiwa ada hikmah dibalik
itu;“Diwajibkan atas kamu berperang,
padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui”Al
Baqarah 2;216].
Sulit bagi kita untuk menebak hal yang baik itu
baik untuk kita atau yang buruk itu akan berkibat buruk bagi kita karena semua
itu rahasia Allah, namun janji Allah bahwa manusia beriman akan diberi
kehidupan yang baik adalah persi Allah dan wajib kita ikuti; ‘’Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh,
baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan
kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka
kerjakan’’ [An Nahl 16;97]
Keenam, diberi ampunan; setiap manusia berdosa
tergantung besar atau kecilnya, disengaja atau tidak. Bila dosa yang dilakukan
tidak dinetralisir dengan taubat menjadi beban bagi pelakunya, orang yang baik
bukanlah orang yang tidak berbuat salah tapi adalah orang yang berusaha untuk
memperbaiki dirinya, segala dosa dan kesalahan perlu dimintakan ampunan kepada
Allah dan untuk mengabulkannya ini merupakan hak preogatif Allah, tapi untuk orang yang beriman Allah
menjanjikan itu dengan syarat bertaubat nashuha;“Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” Al Fath 48;29]
Itulah janji Allah kepada orang-orang yang
beriman, untuk membuktikan janji tersebut tergantung sejauh mana komitmen dan
konsekwen kita dalam keimanan dan amal shaleh, Allah akan memenuhi janji-Nya
sesuai dengan syarat itu. Namun Allah juga akan memenuhi janji-Nya kepada
orang-orang yang tertindas dan terzhalimi sebagaimana yang disampaikan olehImam dan
Khatib di Masjidil Haram Syaikh Usamah Khayyat menghibur rakyat Suriah, yang
saat ini di bawah penindasan rezim tirani Presiden Bashar Assad, dengan
mengucapkan ayat-ayat Al-Qur’an yang mengatakan bahwa Allah SWT mengirimkan
kemudahan segera setelah masa sulit berlalu.
Imam membuat komentar ini
dalam menanggapi para jamaah shalat Jumat di Masjidil Haram, Jumat pekan lalu.“Jadi,
pasti, dibalik kesulitan itu ada kemudahan,” kata syaikh Usamah, mengutip
sebuah ayat dari Al-Qur’an, menambahkan bahwa penderitaan mereka akan segera
berakhir dan era baru perdamaian dan kemakmuran sedang menunggu mereka.
Syaikh Usamah Khayyat
mengatakan ayat di atas dikutip merupakan janji untuk semua umat Islam yang
beriman yang saat ini menderita bahwa rahmat Allah akan turun pada mereka jika
saja mereka sabar, Saudi Press Agency melaporkan.
Syaikh Usamah Khayyat juga
menasehati umat Islam agar takut kepada Allah dan tidak kehilangan harapan
dalam rahmat Allah. Syaikh Khayyat mendesak masyarakat untuk meningkatkan
permohonan mereka kepada Sang Mahakuasa terutama dengan doa seperti “Ya Allah,
perluaskan hati saya dan buatlah keadaan menjadi mudah bagi saya.” Ini adalah
doa Nabi Musa yang dibuat ketika ia harus menghadapi Firaun seorang diri pada
tahap awal misinya.[Imam Masjidil Haram Hibur Rakyat Suriah yang Ditindas
dengan Janji Allah di Al-Quran, 12 March 2012, nahimunkar.com].
Janji
Allah kepada orang beriman adalah janji
yang benar dan pasti akanditepati oleh Allah sepanjang kita berupaya pula untuk
menyambut janji itu dengan usaha yang maksimal sebagaimana orang-orang
terdahulu bersama Rasulullah mereka telah meraihnya, janganlah kita jadikan
janji Allah itu hanya sebagai janji tanpa adanya keinginan untuk menggapainya,
persiapkanlah diri untuk meraih janji itu bersama perangkat keislaman, keimanan
dan ketaqwaan,Wallahu
A’lam. [Baloi Indah, 12 Ramadhan 1436.H/2015, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri]
PROFIL PENULIS
Penampilan
sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau
Sumatera yaitu Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964
anak ketiga dari ayah bernama Sutan
Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi,
Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd
[Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab
di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan,
Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di
Kota Lada Metro Lampung.
Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu
SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus
meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya
di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang
dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai
faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i,
Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H.
Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga
melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri
[IAIN] Raden Intan Lampung di Metro
tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai
kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen,
penulis, mubaligh hingga sebagai
politisi akhirnya.
Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah,
Mukhlis giat di OSIS Gema Al Qur'an AL
Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro
bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei,
Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah
bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit
Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di
Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah
menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang
Metro.
Menjadi guru adalah cita-citanya sejak
awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di
GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto
Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas
sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun
2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai
Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok
bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi,
Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani,
Gustami Hidayat, Saifullah Salim,
Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi
Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan
masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai
cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.
Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi,
sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah
lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah
partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan
tarbiyah, partai itu bernama Partai
Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK
di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan
Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi
Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.
Dikala Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua
kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan
jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona
Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota
Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran
dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama
teman-temannya
Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa,
selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi
agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak
Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah
Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi,
Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran
Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan
dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh
memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia
tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya,
waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis
selain kegiatan harian lain.
Mukhlis
Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan
Rakyat (SKR) , Minggu (15/12) di Gedung Pusat Kebudayaan kota
Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini
membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di
Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.
Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013
yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah
Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik
karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah,
pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan
oleh penerbit.
Mukhlis
Denros menerima berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas
keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana
penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan
Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.
Pada
malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut
diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh
lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan
Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah
tokoh Sumatera Barat lainnya.
Moto hidupnya sangat sederhana, agar
bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa
dilakukan dengan pendidikan yang
berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk
mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil
mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini,
sehingga dapat dikatakan tak bisa
membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik
memimpin partai maupun sebagai anggota
DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan
sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok
selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan
bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarat, diapun tidak
segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif
[http://fraksi pks solok.blogspot.com].
Bersama ustadz
Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang
yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan
da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se
Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar
Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan
da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2
tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan
kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari
Sumatera Barat.
Organisasi lain yang
ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia
[MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok,
juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di
Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi
Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila,
Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.
Setelah dua periode
menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi
kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di
Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan,
aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai
Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan
sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.
Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal
di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat, kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam
Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota
Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj.
Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].
Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison
mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau,
Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh
Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepulauan
Riau, semoga hal itu terujud.
DATA PRIBADI
Nama Lengkap :
Drs. St. Mukhlis Denros
Tempat dan Tanggal Lahir : Metro, 3 April 1964
Jumlah bersaudara : Anak ke 3 dari 7 orang
Nama Ayah : Sutan Denak
Nama Ibu : Rosnidar
Nama Isteri : Yulismar, S.Pd
Nama Anak : Rani Ihsani Mukhlis
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.
SDN 4 Metro
Lampung, tamat tahun 1975
2.
SMP PGRI Metro
Lampung, tamat tahun 1981
3.
SMAN 135 Metro
Lampung, tamat tahun 1984
4.
Gema Al Qur'an Al
Jihad Metro tamat tahun 1988
5.
Sarjana Muda
Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung, tahun
1988
6.
Sarjana Tarbiyah
IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990
PENGALAMAN ORGANISASI
1.
Ketua Osis GAA Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.
Sekum IRM Al Jihad Metro Lampung Tengah 1986-1988
3.
Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung Tengah 1985-1990
4.
Sekjen
Majelis Ulama Indonesia [MUI}
Kab. Solok 2005/2006
5.
Anggota Pengawas BAZ
Kabupaten Solok 2006
6.
Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia)
Kabupaten Solok
7.
Da'i
IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.
Ketua Yayasan
Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.
Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.
Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota
Solok
11.
.Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok
2000-2005
12.
Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.
Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok
PENGALAMAN
PROFESI
1.
Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah
1988-1990
2.
Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.
Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.
Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok
1991-2000
5.
Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.
Anggota
DPRD Kabupaten Solok Periode
1999-2004
7.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 2004-2009
8.
Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam,
2015-
PERJALANAN
DA'WAH
1.
Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro
1985
2.
Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.
Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang
1986
4.
Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat
1990-1994
5.
Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di
Sumatera Selatan 1994
6.
Muzakarah Du'at se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.
Muzakarah Du'at se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.
Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.
Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera
Utara 2000
10.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Jakarta 2000
11.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Bogor 2002
12.
Pertemuan da'i IIRO se Indonesia di Jakarta 2000
13.
Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di
Jakarta 2005
BUKU YANG
TELAH DITERBITKAN
1.
Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.
Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.
Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.
Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.
Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.
Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.
Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola
Surabaya, 2011
8.
Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta,
2012
9.
Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa
Timur, 2012
10.
Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media, Jogjakarta, 2013
11.
Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.
Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri,
Jawa Timur,2014
13.
Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media, Jogjakarta, 2014
PUBLIKASI
TULISAN DI MEDIA
1.
Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.
Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.
Majalah Ishlah, Jakarta
4.
Majalah Reformasi, Jakarta
5.
Majalah Al Muslimun, Bangil
6.
Majalah Sabili, Jakarta
7.
Majalah Tarbawi, Jakarta
8.
Majalah Muamalat, Jakarta
9.
Majalah Kiblat, Jakarta
10.
Majalah Harmonis, Jakarta
11.
Majalah Estafet, Jakarta
12.
Majalah Sakinah, Jakarta
13.
Harian Serambi Minang, Padang
14.
Harian Semangat, Padang
15.
Harian Mimbar Minang, Padang
16.
Harian Singgalang, Padang
17.
Tabloid Sumbar Post, Padang
18.
Tabloid Zaman, Padang
19.
Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.
Tabloid Lentera, Padang
21.
Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.
Tabloid, Media Islam Batam
23.
Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.
Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.
Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.
Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.
Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten
Solok
28.
Buletin Da'wah Sebening Embun Solok
29.
Buletin Da'wah Selasih Solok
30.
Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.
Mingguan Bijak, Padang
32.
Mingguan Swadesi, Jakarta
33.
Mingguan Sentana, Jakarta
34.
Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.
Pariaman Post, Sumatera Barat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar