Selasa, 26 Mei 2015

10. Ramadhan dan Sakinah




RAMADHAN DAN SAKINAH
Drs.St.Mukhlis Denros

Aktivitas ibadah pada bulan Ramadhan yang dikerjakan dengan baik dan sempurna selain mendatangkan sakinah atau ketenangan bagi pelakunya juga dapat membentuk keluarga sakinah, karena banyaknya kebersamaan yang bisa dilakukan dengan isterti/suami beserta anak-anak seperti  makan sahur, berbuka puasa, shalat taraweh di masjid dan tadarus di rumah. Kegiatan kebersamaan tadi tidak akan bisa dilakukan oleh orang yang tidak harmonis rumah tangganya, begitu juga halnya bila sudah ada keretakan dalam rumah tangga jangan dibiarkan, jadikan momen Ramadhan untuk memperbaikinya agar keluarga sakinah dapat terujud kembali, untuk itu jadikanlah Rasul dan keluarganya sebagai teladan.

Kalau kita meneladani kehidupan berumah tangga dari seorang tokoh di masyarakat maka kerap kita akan mendapatkan kekecewaan karena umumnya manusia itu tidak sempurna, tapi ketika kita meneladani Rasulullah Muhammad Saw maka Insya Allah kita menemukan figure yang cocok untuk diteladani.

Beliau adalah orang yang paling santun dan lapang dada kepada keluarganya, memaafkan apa yang mereka lakukan, bersikap lembut kepada mereka, beliau bersabar menghadapi kecemburuan yang muncul di antara para istrinya, sesuatu yang lumrah di antara kaum wanita, karena bagaimana pun mereka adalah manusia, lebih-lebih dengan suami Rasulullah saw, tentu hal ini membuka kesempatan persaingan di antara mereka untuk mendapatkan perhatian Rasulullah saw lebih terbuka lebar.

Umar bin al-Khatthab berkata, “Kami orang-orang Quraisy mendominasi kaum wanita, manakala kami tiba di Madinah, kami melihat penduduknya adalah kaum yang dikalahkan oleh kaum wanita, maka istri-istri kami mulai mengambil adab dari kaum wanita Anshar, aku marah kepada istriku maka dia pun menuntutku, aku tidak terima dia menuntutku, maka istriku berkata, ‘Mengapa engkau tidak terima, demi Allah, sesungguhnya istri-istri Nabi saw menuntut kepada beliau, sesungguhnya salah seorang dari mereka mendiamkan beliau dari siang sampai malam.’

Umar berkata, “Kata-kata istriku membuatku terkejut, aku berkata kepadanya, ‘Sungguh merugi siapa yang melakukan hal itu dari mereka.’ Kemudian pergi kepada Hafshah, aku berkata kepadanya, ‘Ya Hafshah, apakah salah seorang dari kalian membuat Nabi saw marah dari siang sampai malam?’ Dia menjawab, ‘Ya.’ Maka aku berkata, ‘Kamu sungguh merugi. Apakah kamu merasa aman dari kemarahan Allah karena kemarahan RasulNya, kamu bisa celaka?” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

Rasulullah saw memaklumi kemarahan istri-istrinya, salah seorang dari mereka mendiamkan beliau dari siang sampai malam, sampai dia tidak memanggil namanya yang mulia. Bagi beliau hal seperti ini adalah sesuatu yang manusiawi. Yang unik dalam hal ini adalah bahwa sekalipun mereka bersikap demikian, beliau tetap berkata-kata lunak, seolah-olah tidak terjadi apa pun.

Dari Aisyah berkata, Rasulullah saw berkata kepadaku, “Sungguh, aku benar-benar tahu jika kamu marah kepadaku dan jika kamu rela kepadaku.” Aisyah bertanya, “Dari mana engkau mengetahui hal ini?” Nabi saw menjawab, “Jika kamu rela kepadaku maka kamu akan mengucapkan, ‘Tidak, demi Tuhan Muhammad.’ Namun jika kamu marah kepadaku maka kamu akan berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Ibrahim.’ Aisyah berkata, ‘Benar wahai Rasulullah saw, aku tidak meninggalkan kecuali namamu.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

Rasulullah saw tetap bersikap arif, belapang dada dan bijak kepada para istrinya sekalipun dia bertindak kurang patut di depan beliau padahal saat itu beliau sedang duduk bersama para tamunya. [Artikel Keluarga Sakinah, Rasulullah dan keluarganya, Jumat, 14 Mei 10].

Ketika masih lajang, saat memilih pasangan yang ideal, suami isteri ingin agar pasangannya adalah pasangan yang baik, santun, sabar, perhatian dan kelebihan lainnya, hal itu mungkin nampak dari sikap sehari-hari atau informasi yang diperoleh dari orang lain, tapi alangkah kecewanya ketika rumah tangga itu berdiri, jauh panggang dari pada api, pasangan kita lebih banyak kita lihat kekurangannya dari pada kelebihannya.
Apapun keadaannya, itulah yang Allah berikan, syukuri saja seraya berupaya untuk memperbaiki dan terus memperbaiki, baik diri dan pasangan bil hikmah, dengan bijak, semoga hasilnya baik.

Tetapi jangan sampai Anda membawa kekuarangan tersebut keluar, karena dengan membawa keluar berarti Anda telah menyebarkan aib atau kekurangan pasangannya. Padahal sesama muslim dianjurkan saling menutupi kekurangan masing-masing. “Barangsiapa menutupi seorang muslim maka Allah menutupinya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim). 

Suami atau istri adalah orang yang paling layak kita tutupi kekurangannya. Oleh karena itu Allah mengumpamakan pasangan dengan libas (pakaian) dan salah satu fungsi pakaian adalah menutupi kekurangan badan. Firman Allah, artinya,“Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (Al-Baqarah: 187). 

Dengan membawa keluar berarti Anda telah mengghibah pasangan, karena Anda tidak mungkin dalam kondisi tersebut membicarakan kebaikannya, karena yang ada di pikiran anda adalah keburukannya dan orang hanya berbicara apa yang ada di benaknya. Anda mau makan bangkai pasangan Anda sendiri? Firman Allah, artinya, “Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (Al-Hujurat: 12).

Dengan membawa kekurangan keluar, justru tidak mengurai persoalan, bagaimana bila pasangan tahu kalau Anda membuka kekurangannya kepada orang lain? Tidak mengatasi kekurangan tersebut, kecuali bila hal itu dibawa kepada kalangan terbatas dan diharapkan bisa mengatasi kekurangan pasangan.

Apapun dan bagaimanapun, terima dulu karena itulah jatah dan nasibmu, dan selanjutnya perbaiki sebisa mungkin. [Artikel Keluarga Sakinah, Pasangan banyak kekurangan, Rabu, 23 Februari 11].

Keluarga merupakan sarana untuk memperbanyak ibadah kalau niat berumah tangga memang sesuai dengan ketentuan Allah, peluang ibadah itu tergambar dari beberapa hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa nikah itu merupakan nisfuddin artinya setengah dari agama, dengan menikah maka pahala yang diterima dari amaliah ibadah menjadi full, bahkan seluruh aktivitas yang berlansung di rumah tangga mengandung nilai-nilai kebaikan, sejak dari mencari nafkah untuk keluarga, mengelola rumah tangga, mendidik anak-anak dan melayani suami, namun demikian ibadah mahdhah harus menjadi prioritas untuk bersinarnya rumah tangga itu sebagaimana Rasul menyatakan, “Hiasilah rumah tanggamu dengan bacaan Al Qur’an” dan “Ajaklah keluargamu mendirikan shalat”.

Suami sebagai pemimpin rumah tangga tidak cukup menjadi baik sendiri dan melupakan anggota keluarganya, justru anggota rumah tangga yang paling berhak untuk ketularan kebaikan darinya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda. “Allah mengasihi laki-laki yang bangun malam kemudian shalat lalu membangunkan istrinya sehingga shalat, jika tidak mau ia memerciki wajahnya dengan air.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Sudah menjadi sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila beliau melaksanakan kebaikan beliau mengajak keluarganya pula. Aisyah berkata, “Suatu ketika Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat malam, ketika akan witir beliau mengatakan, ‘Bangunlah, dan dirikanlah shalat witir wahai Aisyah!” (HR. Muslim).

Mengajak keluarga berbuat baik kurang mendapatkan perhatian dari banyak penanggung jawab keluarga muslim. Tidak jarang bapak –misalnya- berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah sementara dia meninggalkan anak laki-lakinya yang telah baligh di rumah tanpa mengajaknya turut serta ke masjid atau ketika bapak ke masjid untuk shalat Maghrib dia membiarkan keluarganya duduk khusyu’ di depan kaca TV. Ini adalah keteledoran.

Termasuk mengajak keluarga beribadah adalah melatih istri dan anak-anak bersedekah jika memang Allah memberi keluasan rizki. Secara khusus Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajak para istri agar bersedekah.

Sabda beliau.“Wahai segenap wanita, bersedekahlah kalian. Sesungguhnya aku melihat bahwa kalian adalah sebanyak-banyak penduduk neraka.” (HR. Al-Bukhari).

Termasuk mengajak keluarga beribadah adalah mendorong suami atau istri untuk birrul walidain, berbuat baik kepada bapak ibu, dengan berbagai kebaikan yang mungkin diberikan kepada keduanya, suami atau istri tidak patut menjadi penghalang bagi pasangannya di bidang ini, selama semuanya dilakukan dengan cara yang baik dan dilakukan secara berimbang, hal ini merupakan keteladanan, pendidikan dan dorongan langsung kepada anak-anak, diharapkan kelak mereka juga akan melakukan apa yang dilakukan oleh bapak ibunya kepada kakek neneknya.

Dan masih banyak lagi kebaikan-kebaikan di mana keluarga sepantasnya dilibatkan sebagai wujud dari tanggung jawab, ”Quu anfusakum wa ahliikum naara.” Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. [Artikel Keluarga Sakinah, Mengajak Keluarga Beribadah, Senin, 04 April 11].

Peluang ibadah dalam keluarga juga dapat melalui tetangga karena tetangga itu adalah orang yang paling dekat dengan kita, sampai Rasulullah menyuruh kita untuk memberikan gulai kepada tetangga karena bau gulai itu mengganggu hidung tetangga, walaupun gulai yang diberikan itu tidak seberapa.

Hendaknya sebuah keluarga ringan tangan dengan memberikan kebaikan kepada tetangga tanpa merasa kebaikan yang diberikan remeh sebab sangat mungkin tetangga tidak melihat apa yang diberikan akan tetapi dia melihat pemberian yang merupakan bukti i'tikad baik untuk menjalin hubungan yang baik.“Wahai wanita-wanita muslimah, janganlah tetangga merasa remeh ketika hendak memberikan sesuatu kepada tetangganya walaupun ia hanya telapak kaki domba.” (Muttafaq alaihi).

Bisa jadi keadaan sebuah keluarga tidak memungkinkannya untuk memberikan sesuatu dalam bentuk materi kepada tetangganya, tidak masalah karena tidak ada pembebanan di luar kemampuan, pun demikian masih ada sisi non materi yang bisa diberikan bahkan bisa jadi pahalanya lebih besar yaitu bimbingan keagamaan. Sebuah keluarga bisa menjadi da’i meskipun dalam skala tetangga, membimbing membaca al-Qur`an, membimbing shalat dan membimbing dalam kebaikan-kebaikan lainnya. Tidak perlu merasa remeh karena memang masih banyak kaum muslimin yang belum bisa beribadah dengan baik dan benar, dan mereka akan dengan senang hati menyambut bimbingan kepada kebaikan dari Anda.

Termasuk kebaikan non materi adalah mengunjunginya secara berkala, apabila bertemu menjabat tangannya sambil tersenyum dan mengucapkan salam serta menanyakan kabarnya dan lain-lainnya.

Bagaimana jika sebuah keluarga tidak memiliki sesuatu yang bisa diberikan, tidak materi tidak pula non materi? Tidak masalah karena masih ada kebaikan pasif yang pasti dimiliki dan mampu dilakukan oleh siapa pun yaitu menahan diri dari berbuat buruk kepada tetangga baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Dalam salah satu hadits di atas Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menganggap seseorang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya tidak beriman.

Salah satu keburukan yang kerap terjadi dari tetangga kepada tetangga adalah memperolok-olok, saling memanggil dengan panggilan buruk dan ghibah, mengganggunya dengan perkataan dan perbuatan.

Salah satu bentuk kebaikan pasif adalah tidak mempersoalkan tetangga menunaikan hajat baiknya walaupun ia berkait Anda sebagai keluarga, tetapi Anda tidak dirugikan.“Hendaknya tetangga tidak menghalangi tetangganya untuk menancapkan kayu di dindingnya.” (Muttafaq alaihi).

Baik kepada tetangga memang diharuskan akan tetapi tidak berarti sebuah keluarga menghabiskan kebanyakan waktunya bersama tetangga, satu hari bersama ini, esok hari bersama anu, jika demikian maka justru bukan kebaikan yang didapatkan karena akan melalaikan tugas rumah yang lebih penting, di samping hal tersebut bisa menyeret kepada perbincangan-perbincangan yang tidak baik.

Bukan termasuk berbuat baik kepada tetangga mengikuti semua ajakan dan kemauannya karena tidak semua ajakan tetangga itu baik. Biasanya dalam kondisi tersebut yang muncul adalah perasaan tidak enak atau rikuh atau takut dianggap tidak baik kepada tetangga sehingga meskipun sebuah keluarga mengetahui bahwa kemauan tetangga tersebut tidak baik dia tetap menurutinya dengan alasan di atas.

Sikap ini keliru, lebih baik berterus terang melalui penyampaian dengan bahasa yang baik, insya Allah tetangga bisa memaklumi, syukur-syukur sebuah keluarga bisa membelokkan kemauan yang tidak baik itu sehingga ia menjadi baik. Kalau pun tetangga memutus karena itu, maka tidak perlu bersedih karena kesalahan bukan dari Anda. Ingat agama memerintahkan berbuat baik kepada tetangga dengan timbangan agama bukan dengan timbangan para tetangga.[Artikel Keluarga Sakinah, Keluarga dengan Tetangga, Rabu, 20 Juli 11].

Keluarga sakinah adalah keluarga yang berupaya menjadikan rumah tangganya berjalan sebagaimana jalur yang benar, dengan harapan meneladani rumah tangga Rasulullah. Dalam rumah tangga, apapun yang dilakukan bersama pasangan tidak boleh orang lain tahu, inilah yang disebut dengan rahasia kamar.

Ini adalah sebuah rahasia yang tidak boleh bocor ke luar kamar, apa pun alasannya, alasan keterbukaan di sini tidak diterima, suami atau istri tidak patut membukanya kepada siapa pun, sebagaimana di saat melakukannya tidak ada orang ketiga, maka setelahnya juga jangan ada orang ketiga yang tahu karena salah satu dari suami atau istri buka mulut. 

Seorang istri tidak boleh membuka apa yang terjadi di dalam kamar dengan suaminya kepada keluarganya atau kepada siapa pun, sekalipun dia adalah teman dekatnya atau sahabat karibnya, karena rahasia semacam ini termasuk aurat yang tidak boleh diumbar atau dibuka, masa aurat sendiri di bawa ke mana-mana secara terbuka? Malu.

Menjaga rahasia di bidang ini termasuk perekat kelanggengan rumah tangga, sebaliknya membukanya memicu jalan setan yang durjana, di samping bisa menghancurkan rumah tangga. Bila seorang wanita dilarang menyebutkan sifat-sifat atau ciri-ciri wanita lainnya kepada suaminya, karena hal itu bisa membuka ruang fantasi suami kepada wanita tersebut, dan selanjutnya adalah setan gundul yang akan bekerja, maka membuka rahasia kamar suami istri tidak berbeda akibatnya dengan hal itu. “Sesungguhnya seburuk-buruk manusia di hadapan Allah pada hari Kiamat adalah seorang suami yang mendatangi istrinya kemudian dia menyebarkan rahasianya.” (Diriwayatkan oleh Muslim).[Artikel Keluarga Sakinah, Rahasia dibuka gak ya? (2), Jumat, 29 Oktober 10].

Keharmonisan rumah tangga dan kemesraan suami isteri harus dijaga dengan baik melalui berbagai perhatian walaupun nampaknya kecil dan remeh tapi sangat penting sekali yaitu menjaga kebersihan mulut dengan melakukan sikat gigi atau siwak.

Salah satu bagian tubuh yang perlu diperhatikan kebersihannya oleh suami istri adalah mulut, hal ini karena mulut merupakan satu-satunya jalan masuk bagi makanan ke dalam tubuh, karena ia adalah jalan maka secara otomatis terdapat sisa-sia makanan yang tertinggal di sana yang apabila dibiarkan akan menjadi sarang berkembangnya bibit penyakit, di samping menumpuknya sisa makanan bisa merusak gusi dan gigi. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah aroma yang keluar dari mulut menjadi tidak sedap, membuat lawan bicara terganggu, bukankah lawan bicara terdekat kita adalah suami atau istri kita?

Tidak sampai di sini, membiarkan dan menelantarkan kebersihan mulut bisa menjadi pemicu ketidakmesraan suami istri, mengapa? Karena seperti yang telah diketahui bersama bahwa salah satu sarana kemesraan suami istri adalah kedekatan fisik yang salah satunya adalah ciuman, dan ciuman terbaik dan terkasih antara suami istri adalah ciuman bibir, kalau mencium pipi dan kening maka itu untuk anak-anak atau orang lain, untuk istri atau suami adalah yang spesial yaitu bibir. Sekarang Anda bayangkan bagaimana perasaan Anda pada saat hendak mencium istri atau suami di bibirnya, tiba-tiba yang tercium oleh Anda adalah bau naga alias bau mulut yang terkenal sebagai salah satu bau yang tidak sedap? Mau? Terserah Anda, akan tetapi penulis yakin siapa pun tidak menyukai bau yang tidak sedap. Jika Anda tidak menginginkan hal ini untuk diri Anda, tentunya tidak adil kalau Anda menginginkannya untuk pasangan Anda. 

Terkait dengan kebersihan mulut demi menjaga baunya agar senantiasa netral maka penulis menyarankan jika Anda adalah suami perokok maka segera hentikan, karena kasihan istri Anda, pada saat Anda menyorongkan bibir ke bibirnya, itulah saat-saat yang sangat menyiksanya tetapi dia tidak berani menolak, hendaknya suami perokok menyadari, kalau istri bisa memilih antara perokok dengan bukan perokok pasti dia akan memilih yang kedua, sebab dia bisa menikmati, tanpa takut bau rokok yang busuk itu, ciuman mesra dari suami.

Dari sini Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajak umatnya membersihkan mulut dengan alat yang ada pada masa beliau bahkan tetap yang terbaik sampai saat ini yaitu siwak setiap saat, beliau menyatakan bahwa di samping bersiwak itu mendatangkan ridha ar-Rabb, ia juga menyucikan mulut. 

Dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Siwak itu menyucikan mulut, mendatangkan ridha Rabbi.” Diriwayatkan oleh an-Nasa`i, Ibnu Khuzaemah, Ibnu Hibban dan al-Bukhari secara muallaq, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib

Nabi juga menegaskan pentingnya bersiwak pada kondisi-kondisi tertentu seperti pada saat berwudhu, pada saat hendak shalat, pada saat membaca al-Qur`an dan pada saat bangun malam. Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Hudzaefah berkata, “Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bangun malam beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.” [Artikel Keluarga Sakinah, Siwak dan Suami Istri,Jumat, 03 Juni 11].

Keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang aman-aman saja, tidak ada masalah, keluarga sakinah adalah keluarga yang berupaya menyelesaikan masalah dengan baik. Keluarga sakinah adalah keluarga yang juga banyak kekurangannya tapi suami isteri yang berada di dalamnya berupaya meminimalisir kekurangan dan sekaligus melihat kelebihan masing-masing, keluarga sakinah inilah yang menjadi idaman seorang muslim sebagaimana yang diungkapkan oleh Rasulullah bahwa rumahku adalah syurga bagiku,  Wallahu A’lam. [Baloi Indah, 10 Ramadhan 1436.H/ 2015, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri]




PROFIL PENULIS

Penampilan sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau Sumatera  yaitu  Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964 anak ketiga dari  ayah bernama Sutan Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi, Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd [Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di Kota Lada Metro Lampung.

Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i, Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H. Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri [IAIN]  Raden Intan Lampung di Metro tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen, penulis, mubaligh  hingga sebagai politisi akhirnya.


Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah, Mukhlis  giat di OSIS Gema Al Qur'an AL Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro  bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei, Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang Metro.

Menjadi guru adalah cita-citanya sejak awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun 2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi, Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani, Gustami Hidayat,  Saifullah Salim, Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.

Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi, sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan tarbiyah, partai  itu bernama Partai Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.

Dikala Partai Keadilan  menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama teman-temannya

Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa, selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi, Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia  tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya, waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis selain kegiatan harian lain. 

Mukhlis Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan Rakyat (SKR) , Minggu (15/12)  di Gedung Pusat Kebudayaan kota Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.

Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013 yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah, pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan oleh penerbit.

Mukhlis Denros menerima  berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.

Pada malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut  diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah tokoh Sumatera Barat lainnya. 

Moto hidupnya sangat sederhana, agar bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa dilakukan dengan  pendidikan yang berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini, sehingga  dapat dikatakan tak bisa membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik memimpin  partai maupun sebagai anggota DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP  Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai  dengan kepentingan masyarat, diapun tidak segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif [http://fraksi pks solok.blogspot.com].

Bersama ustadz Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2 tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat.

Organisasi lain yang ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia [MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok, juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila, Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.

Setelah dua periode menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan, aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.

Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat,  kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj. Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].

Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka  Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau, Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi  Kepulauan Riau, semoga hal itu terujud.



0
DATA PRIBADI

Nama Lengkap                        : Drs. St. Mukhlis Denros
            Tempat dan Tanggal Lahir       : Metro, 3 April 1964
Jumlah bersaudara                  : Anak ke 3 dari 7 orang
            Nama Ayah                             : Sutan Denak
            Nama Ibu                                 : Rosnidar
            Nama Isteri                              : Yulismar, S.Pd
            Nama Anak                             : Rani Ihsani Mukhlis
           

RIWAYAT PENDIDIKAN
1.             SDN 4 Metro Lampung, tamat tahun 1975
2.             SMP PGRI Metro Lampung, tamat tahun 1981
3.             SMAN 135 Metro Lampung, tamat tahun 1984
4.             Gema Al Qur'an Al Jihad Metro tamat tahun 1988
5.             Sarjana Muda Tarbiyah  IAIN Raden Intan Lampung, tahun 1988
6.             Sarjana Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990

PENGALAMAN ORGANISASI
1.             Ketua Osis GAA  Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.             Sekum IRM Al Jihad Metro  Lampung Tengah  1986-1988
3.             Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung  Tengah 1985-1990
4.             Sekjen  Majelis Ulama Indonesia [MUI}  Kab. Solok  2005/2006
5.             Anggota Pengawas  BAZ   Kabupaten Solok 2006
6.             Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) Kabupaten Solok
7.             Da'i  IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.             Ketua Yayasan  Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.             Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.         Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota Solok
11.         .Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok 2000-2005
12.         Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.         Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok

PENGALAMAN PROFESI
1.             Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah 1988-1990
2.             Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.             Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.             Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok 1991-2000
5.             Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.             Anggota  DPRD Kabupaten Solok  Periode 1999-2004
7.             Anggota DPRD Kabupaten Solok  Periode 2004-2009
8.             Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, 2015-


PERJALANAN DA'WAH
1.             Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro 1985
2.             Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.             Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang 1986
4.             Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat 1990-1994
5.             Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di Sumatera Selatan 1994
6.             Muzakarah Du'at  se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.             Muzakarah Du'at  se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.             Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.             Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera Utara 2000
10.         Pertemuan Anggota DPRD  se Indonesia di Jakarta 2000
11.         Pertemuan Anggota DPRD  se Indonesia di Bogor 2002
12.         Pertemuan da'i  IIRO se Indonesia  di Jakarta 2000
13.         Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di Jakarta 2005

BUKU YANG TELAH  DITERBITKAN
1.             Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.             Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.             Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.             Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.             Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.             Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.             Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola Surabaya, 2011
8.             Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta, 2012
9.             Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa Timur, 2012
10.         Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media,  Jogjakarta, 2013
11.         Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.         Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri, Jawa Timur,2014
13.         Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media,  Jogjakarta, 2014

PUBLIKASI TULISAN DI MEDIA
1.             Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.             Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.             Majalah Ishlah, Jakarta
4.             Majalah Reformasi, Jakarta
5.             Majalah Al Muslimun, Bangil
6.             Majalah Sabili, Jakarta
7.             Majalah Tarbawi, Jakarta
8.             Majalah Muamalat, Jakarta
9.             Majalah Kiblat, Jakarta
10.         Majalah Harmonis, Jakarta
11.         Majalah Estafet, Jakarta
12.         Majalah Sakinah, Jakarta
13.         Harian Serambi Minang, Padang
14.         Harian Semangat, Padang
15.         Harian Mimbar Minang, Padang
16.         Harian Singgalang, Padang
17.         Tabloid Sumbar Post, Padang
18.         Tabloid Zaman, Padang
19.         Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.         Tabloid Lentera, Padang
21.         Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.         Tabloid, Media Islam Batam
23.         Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.         Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.         Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.         Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.         Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten Solok
28.         Buletin Da'wah Sebening Embun
29.         Buletin Da'wah Selasih Solok
30.         Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.         Mingguan Bijak, Padang
32.         Mingguan Swadesi, Jakarta
33.         Mingguan Sentana, Jakarta
34.         Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.         Pariaman Post, Sumatera Barat
36.         www.padangtoday.com, Sumatera Barat
37.         www.republika,online, Jakarata
38.         www.koran cyber.com, Padang Panjang






Tidak ada komentar:

Posting Komentar