Jumat, 11 Mei 2012

9. Pahala Zikir


Oleh ; MUKHLIS DENROS

Rasulullah bersabda "Bertaqwallah kepada Allah karena itu adalah kumpulan segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah kerahiban kaum muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca Al Kitab-Nya karena itu adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian sebutan bagimu di langit, kuncilah lidah kecuali untuk segala yang baik. Dengan demikian kamu dapat mengalahkan syaithan" [HR. Thabrani].

Dalam hadits diatas Rasulullah memberikan resep atau kiat untuk menghadapi syaithan salah satunya yaitu berzikir dengan membaca Al Qur'an karena selain mampu menjauhkan syaitan dari diri seseorang, zikir juga merupakan cahaya di dunia dan ketinggian sebutan di langit, selesai shalatpun kita masih dituntut untuk selalu ingat kepada Allah;

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
"Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman"[An Nisa' 4;103]

Zikir bukan hanya melalui lisan saja tapi zikir itu mempunyai tiga dimensi
a.Zikir dalam hati; selalu ingat Allah disetiap detak jantung hatinya, dimanapun berada, dikala siang ataupun malam, saat ramai atapun sendiri, hatinya tidak pernah lalai dari mengingat Allah walaupun banyak hal yang harus diingat dan dilakukan.
b.Zikir pada lisan; banyak menyebut dan membesarkan nama Allah pada setiap aktivitas, sejak dari bangun tidur hingga tidur lagi lisannya selalu terjaga untuk mengucapkan kalimat zikir sebagaimana yang telah dituntunkan Rasulullah.
c.Zikir dengan amal; selalu melakukan amaliyah ibadah pada setiap pekerjaan yang dilakukannya dengan tiga unsur didalamnya yaitu niat yang ikhlas, cara bekerja yang baik sesuai sunnah nabi dan tujuan dari aktivitas itu mencari ridha Allah. Allah Ta’ala berfirman:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ
“Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepadaKu, serta jangan ingkar (pada nikmatKu)”. (Al-Baqarah, 2:152).
Zikir dalam arti mengingat Allah menjadi implikasi agar diri kita juga diingat oleh-Nya, betapa bahagianya seseorang bila dia diingat oleh orang lain apalagi orang tersebut derajatnya lebih tinggi, maka Allah meninggikan orang yang mengingat-Nya dengan jalan selalu diingat oleh Allah. “Hai, orang-orang yang beriman, berdzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut namaNya)”. (Al-Ahzaab, 33:42).
Zikir yang dilaksanakan dengan menyebut nama Allah tidaklah sia-sia tapi akan dibalasi dengan pengampunan dan pahala yang agung. Satu pekerjaan yaitu zikir mendapatkan dua balasan sekaligus, pengampunan dan pahala. “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung”. (Al-Ahzaab, 33:35).
Intinya zikir itu dalam rangka mengingat Allah dalam seluruh asfek kehidupan melalui lisan, hati maupun amal perbuatan sehingga menundukkan hati seseorang kepada Allah, ketundukan itu menjauhkan dirinya dari sifat dan sikap sombong dan membanggakan diri, sungguh bukanlah berzikir seorang mukmin walaupun dia lakukan siang dan malam bila hatinya masih keras dan sombong, “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaanNya), serta tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”. (Al-A’raaf, 7:205).

Adapun keutamaan zikir itu adalah;
1.Zikir merupakan ujud dari kehidupan seorang hamba; Kita dinyatakan hidup bukanlah karena nyawa kita masih ada dan bukan pula karena nafas masih segar dan jantung masih bergetar, hidup seorang mukmin itu terujud melalui zikir kepada Allah. Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
((مَثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِيْ لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ)).
"Perumpamaan orang yang ingat akan Rabbnya dengan orang yang tidak ingat Rabbnya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati"
2.Zikir merupakan perbuatan terbaik ; perbuatan yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali, tapi kadangkala perbuatan itu penuh dengan laghwi [sia-sia] dan maksiat kepada Allah, zikir merupakan perbuatan terbaik dari semua itu;
((أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِيْ دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ))؟ قَالُوْا بَلَى. قَالَ: ((ذِكْرُ اللهِ تَعَالَى)).
“Maukah kamu, aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infaq emas atau perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?” Para sahabat yang hadir berkata: “Mau (wahai Rasulullah)!” Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah Yang Maha Tinggi”.
3.Zikir merupakan sangkaan yang baik kepada Allah; apa yang akan terjadi pada diri kita biasanya sesuai dengan apa sangkaan kita kepada Allah, untuk itu selalulah berprasangka baik kepada Allah. Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: ((أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِيْ، فَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِيْ نَفْسِيْ، وَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِيْ مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِيْ يَمْشِيْ أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً)).
"Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku. Jika dia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”.
4.Zikir Sebagai pegangan dalam hidup; islam yang diajarkan oleh Rasulullah kepada umatnya telah sempurna, tidak satupun yang luput tapi sebagai pegangan dalam hidup masih dibutuhkan bagi seseorang, pegangan itu adalah lidah yang selalu basah karena berzikir kepada Allah;
وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ اْلإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَخْبِرْنِيْ بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. قَالَ: ((لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ)).
Dari Abdullah bin Busr Radhiallahu’anhu, dia berkata: Bahwa ada seorang lelaki berkata: “Wahai, Rasulullah! Sesungguhnya syari’at Islam telah banyak bagiku, oleh karena itu, beritahulah aku sesuatu buat pegangan”. Beliau bersabda: “Tidak hentinya lidahmu basah karena dzikir kepada Allah (lidahmu selalu mengucapkannya).”
5.Zikir berpahala sepuluh kali lipat; banyak materi zikir yang diajakan oleh Rasulullah, termasuk membaca Al Qur'an adalah sebagian dari materi zikir, adapun pahala zikir itu minimal berlipat sepuluh, sebagaimana Rasul Shallallahu’alaihi wasallam:
((مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُوْلُ: {الـم} حَرْفٌ؛ وَلَـكِنْ: أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلاَمٌ حَرْفٌ، وَمِيْمٌ حَرْفٌ)).
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an, akan mendapatkan satu kebaikan. Sedang satu kebaikan akan dilipatkan sepuluh semisalnya. Aku tidak berkata: Alif laam miim, satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.”
6.Zikir lebih utama dari kekayaan; kita boleh punya kekayaan berupa materi atau benda yang nampak ataupun tersimpan, tapi ada kekayaan yang lebih dari itu, yaitu kekayaan yang jumlahnya besar hanya dengan berzikir beberapa saat di masjid.
وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ وَنَحْنُ فِي الصُّفَّةِ فَقَالَ: ((أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيْقِ فَيَأْتِيْ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِيْ غَيْرِ اِثْمٍ وَلاَ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ؟ )) فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ نُحِبُّ ذَلِكَ. قَالَ: ((أَفَلاَ يَغْدُوْ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ، أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ، وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ، وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ، وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ اْلإِبِلِ)).
Dari Uqbah bin Amir Radhiallahu’anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam keluar, sedang kami di serambi masjid (Madinah). Lalu beliau bersabda: “Siapakah di antara kamu yang senang berangkat pagi pada tiap hari ke Buthhan atau Al-Aqiq, lalu kembali dengan membawa dua unta yang besar punuknya, tanpa mengerjakan dosa atau memutus sanak?” Kami (yang hadir) berkata: “Ya kami senang, wahai Rasulullah!” Lalu beliau bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak berangkat pagi ke masjid, lalu memahami atau membaca dua ayat Al-Qur’an, hal itu lebih baik baginya daripada dua unta. Dan (bila memahami atau membaca) tiga (ayat) akan lebih baik daripada memperoleh tiga (unta). Dan (bila memahami atau mengajar) empat ayat akan lebih baik baginya daripada memperoleh empat (unta), dan demikian dari seluruh bilangan unta.”.
7.Allah Ta'ala telah memuji orang yang berzikir dengan sebutan yang mulia.
Allah menjadikan balasan bagi orang yang berdzikir kepada Allah bahwa Allah akan menyebutnya (dengan sebutan yang mulia), maka apakah ada sebuah kedudukan yang lebih mulia dari kedudukan seseorang mu'min yang disebut oleh Allah dengan sebutan kemuliaan?
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keaadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan siasia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. [QS. Ali Imron: 190-191]

8.Berdzikir menjadikan hati menjadi tenang.
Ada orang yang mencari ketenangan dengan musik dan jalan-jalan, setelah mendengarkan musik dan jalan-jalan usai kegundahan datang lagi, sedangkan solusi terbaik dari menghilangkan kegundahan agar hidup tenang adalah dengan berzikir kepada Allah. Allah SWT berfirman: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. [QS. Al-Ra'du: 28]

9.Zikir sebagai sarana pembersih hati.
Dari Ibi Hurairah ra sesungguhnya Nabi saw bersabda: Tidakkah kalian mau jika aku memberitahukan kepada kalian tentang amal perbuatan yang paling baik dan paling suci di sisi Tuhan kalian serta derajat kalian yang paling tinggi, juga lebih baik bagi kalian dari pada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian dari pada bertemu musuh lalu kalian memunuh mereka dan mereka membunuh kalian?". Maka para shahabat berkata: Kami mau wahai Rasulullah?. Rasulullah saw bersabda: Berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla".3 Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw berjalan menuju Mekkah. Dan beliau melewati sebuah gunung yang bernama: Jamadan. Lalu beliau bersabda: Berjalanlah, ini adalah gunung Jamadan telah mendahului Al-Mufridun. Para shahabat beraka: Siapakah Al-Mufridun itu wahai Rasulullah?: Dia berkata: Orang yang berdzikir banyak kepada Allah baik laki-laki atau perempuan".
Dari Anas ra berkata: Rasulullah saw: Sesungguhnya aku duduk bersama kaum yang berdzikir kepada Allah sejak shalat subuh sehingga matahari terbit lebih aku sukai dari pada memerdekakan empat orang budak dari anak Isma'il, dan sungguh aku duduk bersama kaum yang berdzikir kepada Allah dari sejak shalat asar sehingga matahari terbanam lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak". Abu Bakr berkata: Orang-orang yang berdzikir kepada Allah akan mendapatkan semua pahala kebaikan. Abu Darda' berkata: Setiap sesuatu punya pembersih dan pembersih hati adalah berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Berdzikri kepada Allah bagi hati seperti air bagi ikan, lalu apakah ikan bisa hidup tanpa air?.
Ibnul Qoyyim berkata: Dzikr yang paling utama dan bermanfaat adalah dzikir
yang yang bersesuain antara hati dan lisan dan termsuk dari dzikir nabawi dan orang yang berdzikir tersebut mengetahui makna dan tujuan dzikir tersebut". Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: Barangsiapa yang membaca: Tiada tuhan yang disembah dengan sebenarnya kecuali Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kekuasaan dan segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu dalam satu hari seratus kali maka seakan dia telah memerdekan sepuluh orang budak, ditulis baginya seratus kebaikan, dihapuskan baginya seratus keburukan dan dia akan dijaga dari setan pada siang hari itu sehingga waktu sorenya.

Allah memberikan waktu kepada kita dalam sehari semalam hanya duapuluh empat jam, waktu yang singkat dan sangat berharga itu menjadi sia-sia bila kita tidak mampu mengisinya dengan berzikir kepada Allah dalam kondisi apapun, bila kita melalaikannya berarti merugilah hidup ini, wallahu a'lam [Cubadak Solok,12 Syawal 1431.H/ 21 September 2010]

Referensi;
1. Said bin Ali Al Qathani KITAB HISNUL MUSLIM Kumpulan Doa dan Dzikir Dari Al Quran dan As Sunnah, Ebook compiled by akhukum fillah La Adri At Tilmidz
2.Hadits Arbain An Nawawi, Sofyan Efendi, HaditsWeb 3.0,
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4.Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009

Penulis Drs. St. Mukhlis Denros
Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat
Anggota DPRD Kabupaten Solok 1999-2009
Hak Cipta Dilindungi Allah Subhanahu Wata’ala
Tidak Dilarang Keras Mengkopi dan Menyebarkan Materi ini
dengan menyebutkan sumbernya; http://mukhlisdenros,blogspot.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar