Rabu, 23 Mei 2012

15. Pahala Dakwah


Oleh ; MUKHLIS DENROS

Allah memberi tugas berat kepada siapa saja yang telah menyandang predikat muslim dan da’i untuk meluruskan pandangan ummat agar bergerak bersama islam dan berjalan menuju jalan Allah, dalam surat An Nahl 16;125 diterangkan;
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk"

Ada beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari ayat diatas yaitu;
1.Seorang da'i dituntut tidak boleh mengajak manusia ke jalan manapun tapi harus mengajak manusia ke jalan Allah sehingga motivasinya jauh dari kepentingan pribadi tapi untuk kepentingan agama ini dalam rangga membesarkan Allah.

2.Walaupun seruan itu ditujukan kepada Allah tetap dengan jalan yang baik yaitu jalan yang santun, hikmah dan bijaksana, bila terpaksa untuk berdebat maka harus dengan argumentasi yang baik, tidak arogan, kasar dan keras.

3.Manusia hanyalah berusaha mengajak orang lain untuk mengikuti jalan yang benar yaitu jalan Islam, kita hanya dituntut usahanya sedangkan hasilnya urusan Allah, karena memang Allah yang mengetahui siapa yang mendapat petunjuk dan siapa yang disesatkan.

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. [Ali Imran 3;110].

Syarat sebagai ummat terbaik bukan karena kita hidup di akhir zaman tapi karena tiga hal yaitu menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. Tiga hal itu hanya bisa dilakukan oleh ummat Muhammad sebagaimana tugas ini disambut oleh Nabi;
عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
[رواه مسلم]
"Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.(Riwayat Muslim)
Rasulullah menegaskan kepada ummatnya, ”Sampaikanlah apa yang telah anda terima dariku meskipun hanya satu ayat”. Ini menunjukkan betapa pentingnya da’wah demi keselamatan hidup manusia di dunia hingga akherat.

Para sahabat telah mendapat pendidikan dan bimbingan dari Nabi _ tentang sarana dan metode-metode dalam berdakwah. Lalu setelah beliau _ wafat para shabatlah yang memikul tanggung jawab dakwah ini. Para shahabat (semoga Allah meridhai mereka) telah mengorbankan saat-saat senang dan mengekang syahwat mereka (demi dakwah), dan mereka tak segan-segan mengorbankan harta, waktu dan jiwa mereka demi tersebarnya agama ini di muka bumi. Merekalah yang telah menyiarkan dakwah ilallah, mengemban kalimat laa ilaaha illallah sehingga merasuk ke dalam setiap rumah di belahan bumi timur dan barat, di kawasan Syam dan Iraq, Mesir dan Afrika utara, di Rusia dan kawasan di sebarang sungai dan yang lainnya

Dan negari ini (Kerjaan Arab Saudi) dimenangkan hingga Islam tersiar dan tauhid tersebar sebagai ganti dari kesyirikan, kekufuran diganti dengan keimanan, dan bermunculan pula di negari ini para ulama dan da'i, orang-orang yang suka beribadah dan zuhud, orang-orang sholeh, para mujahid, yang semuanya ini menyenangkan bagi setiap orang muslim. Merekalah orang-orang yang terbaik, termulia dan merekalah yang telah diridhai Allah _ dan merekapun ridha kepada Allah, merekalah orang-orang yang jujur dan benar dalam menepati janjinya dengan Allah _ .

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. Al-Taubah: 100).



Da'wah mengandung keutamaan, tidak satupun pekerjaan yang lebih baik di dunia ini selain pekerjaan da'wah, keutamaan da'wah itu diantaranya;

1.Merupakan nikmat Allah terbesar kepada manusia
Diantara nikmat yang diberikan Allah ialah nikmat iman atau hidayah yang diperoleh dari perjuangan da'wah, Rasulullah bersabda; "Dan seandainya Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan sebab engkau, maka itu lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit hingga terbenam" [HR. Bukhari Muslim]
Tanpa da'wah maka tidaklah akan sampai iman dan islam kepada kita pada hari ini dan tentu kita masih dalam keadaan kafir, begitu besar nikmat da'wah itu sehingga mampu melepaskan orang dari kekafiran dan mengantarkan pengikutnya ke dalam syurga.

2.Da'wah itu pekerjaan para Nabi
Apapun pekerjaan yang dilakukan manusia maka hal itu biasa, tapi pekerjaan da'wah adalah pekerjaan yang luar biasa karena ini merupakan pekerjaan para nabi, da'i meneruskan pekerjaan nabi ini hingga hari akhir, alangkah mulianya kita bila mengemban pekerjaan para nabi; "Dia Telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang Telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang Telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang Telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). [Asy Syura 42;13]

3.Pekerjaan yang paling mulia disisi Allah
Semua pekerjaan yang dilakukan manusia selama untuk kebaikan adalah baik, tapi dari sekian pekerjaan itu ada pekerjaan yang mulia dihadapan Allah yaitu berda'wah. Da'wah adalah pekerjaan yang paling tinggi nilainya, da'wah adalah pekerjaan orang-orang piihan yaitu nabi dan rasul maka juru da'wah adalah orang yang mulia setelah nabi dan rasul karena mereka melakukan pekerjaan rasul; "Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"[Fushilat 41;33]

Rasulullah bersabda; "Orang yang paling tinggi kedudukannya disisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak berkeliling di muka bumi dengan memberi nasehat kepada manusia" [HR. Thahawi]

4.Membawa du'at kepada kehidupan Rabbany
Da'wah membawa para da'i kepada kehidupan Rabbany yaitu kehidupan yang penuh dengan nilai-nilai Ilahi, mereka tercelup pada kehidupan yang islami sehingga kehidupannya jauh dari hal-hal yang negatif dan tercela, mereka adalah orang-orang yang selalu mengajak orang kepada agama Allah dan mereka adalah orang-orang yang selalu mengajar melalui pembinaan terhadap mad'unya namun tidak lupa belajar untuk kepentingan peningkatan kualitas diri dan keluarganya;

" Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia Berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." akan tetapi (Dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, Karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya" [Ali Imran 3;79]
Yang dikatakan dengan Rabbani itu adalah orang yang selalu mengajar dan selalu secara terus menerus belajar Al Qur'an; "Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarinya" [HR. Bukhari dan Muslim]

5.Membahagiakan hidup para pendukungnya
Orang yang hidup dalam naungan da'wah islamiyah hidupnya akan tentram, jauh dari gundah gulana apalagi stres sebagaimana yang difirman Allah dalam surat An Nahl 16;97 "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan" Kebahagiaan hidup para da'i terletak di hati, tidak akan dirasakan melainkan oleh orang-orang yang terliibat di dalamnya.

Peluang pahala yang besar diantaranya adalah da'wah, tidak akan disia-siakan oleh orang yang mengerti pentingnya da'wah sehingga obsesinya adalah berda'wah kepada manusia dikala ramai ataupun sepi hingga dienul islam ini tegak sempurna di muka bumi dengan kejayaan dan kemuliaan hidup atau binasa karenanya dengan syahid, wallahu a'lam. [Cubadak Solok,15 Syawal 1431.H/ 24 September 2010]

Referensi;
1. 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath
2.Hadits Arbain An Nawawi, Sofyan Efendi, HaditsWeb 3.0,
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4.Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009
5.Ringkasan Fiqih Islam (10) ( DAKWAH KEPADA ALLAH, Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri Terjemah : Team Indonesia islamhouse.com Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad & Mohammad Latif. Lc 2009 - 1430

Tidak ada komentar:

Posting Komentar