Rabu, 23 Mei 2012

14. Pahala Jihad


Oleh ; MUKHLIS DENROS

Untuk mencapai derajat yang tinggi di hadapan Allah harus dengan iman, hijrah dan melakukan jihad, Allah berfirman dalam surat At Taubah 9;20-22;

" Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padanya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal, Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar"

Beberapa hadits Rasulullah berikut ini membuktikan bahwa jihad itu sangat penting sekali dan luar biasa imbalannya dari Allah
Rasulullah bersabda: "Manusia paling utama yaitu seorang mukmin yang berjuang di jalan Allah dengan jiwanya dan hartanya, Kemudian seorang mukmin yang berada di daerah terpencil untuk taqwa kepada Allah, dan untuk menghindarkan diri dari perbuatan jahat manusia" [HR. Bukhari]

Rasulullah bersabda: "Aku menginginkan berperang di jalan Allah, lalu aku terbunuh, dihidupkan lagi dan mati lagi, lalu dihidupkan lagi" (HR. Bukhari)

Rasulullah bersabda: "Kedua kaki hambaKu yang dilibat debu dalam perang fisabilillah tidak akan tersentuh api neraka" (HR. Bukhari)

Rasulullah bersabda: " Berjaga-jaga satu malam dalam perang fisabilillah lebih afdhol dari seribu malam dishalati malam harinya dan dipuasai siang harinya."(HR. Al Hakim)

Rasulullah bersabda: "Tidak ada hijrah lagi sesudah fathu Mekah selain jihad, niat, dan apabila diserukan berangkat (pergi berperang) maka berangkatlah."(HR. Bukhari)

Rasulullah bersabda: "Puncak persoalan adalah Islam. Barangsiapa pasrah diri (masuk Islam) maka dia selamat. Tiangnya Islam adalah shalat dan atapnya adalah jihad (perjuangan). Yang dapat mencapainya hanya orang yang paling utama di antara mereka" (HR. Ath-Thabrani)

Jihad juga tuntutan dari keimanan dalam rangka mempertaruhkan kalimat tauhid yang diucapkan seseorang ketika mengaku sebagai muslim dengan klasifikasi yang beragam, baik melalui ilmu, harta, tenaga, politik, ekonomi hingga menyerahkan jiwa raga demi tegaknya syariat Allah di bumi ini;

’’Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar” [At Taubah 9;111]

Berjihad fisabilillah itu termasuk amal yang utama,disamping mengerjakan shalat tepat pada waktunya, dan berbakti kepada kedua orangtua, demikian inti sari hadits dibawah ini;
”Dari Abu Aburrahman Abdullah bin Mas’ud ra, berkata,”Saya bertanya kepada nabi Saw,”Amal apakah yang lebih disenangi Allah?” beliau menjawab,”Mengerjakan shalat tepat pada waktunya” kataku ”Kemudian apa lagi?” sabda nabi,”berbakti kepada kedua orangtua”, aku bertanya lagi,”Kemudian apa?” sabda nabi,”Berjihad di jalan Allah”[HR.Bukhari dan Muslim]

Adapun hadits-hadits lain tentang berjihad dan keutamaannya antara lain adalah,”Berpagi-pagi di dalam berjuang di jalan Allah atau senja hari adalah lebih baik daripada mendapatkan keuntungan dunia dan seisinya”[HR.Bukhari dan Muslim]

Keuntungan dunia dengan segala isinya yang diraih manusia tidaklah seberapa dibandingkan balasan yang akan diterima bagi mujahid di akherat nanti, dunia hanya sementara, kesenangan yang dirasakanpun semua tiada abadi, bila kita mampu meraih segala kesenangan dan kenikmatan dunia, paling lama hanya enampuluh tahun demikian pula halnya kesengsaraan di dunia dirasakan hanya sebatas usia manusia.

Rasulullah bersabda:”Menjaga garis depan dalam berjihad di jalan Allah sehari semalam, adalah lebih baik daripada puasa dan bangun malam sebulan penuh, dan jika mati ketika itu, amal yang biasa dilakukan itu dilanjutkan dan diberi pahala dan rezeki serta aman dari fitnah kubur” [HR.Muslim].

Garis depan adalah posisi strategis untuk menghantam musuh dengan segala kemampuan yang ada, tidak semua orang siap untuk berada pada garda ini kecuali mukmin sejati yang telah ditempa dengan iman dan tauhid melalui tarbiyah jihadiyah. Karena keberanian merekalah sehingga rasul memberikan kabar gembira sebagaimana yang tercantum pada arti hadits diatas.Mukmin sejati adalah orang-orang yang siap berjihad di jalan Allah mencari kematian dan syurga. Sedangkan orang-orang lain berperang selain dipimpin oleh thaghut mereka juga mengincar materi dunia dan fasilitasnya. Begitu besarnya pahala yang diraih bagi mujahid yang menunaikan tugas jihadnya sehingga wajar tidak sedikit para sahabat yang menangis dan menyesal sepulang perang dengan selamat karena mereka tidak syahid saja dalam peperangan ini.

Dapat dipastikan bahwa orang yang membela kebenaran, berjihad di jalan Allah maka kematian bagi mereka adalah syahid, yaitu kualitas akhir kehidupan yang tidak ada balasannya kecuali syurga, niatnya ikhlas, caranya sesuai dengan apa yang diteladankan oleh Rasulullah, dan tujuannyapun mencari ridha Allah semata. Rasulullah bersabda,”Tiada kaki seorang hamba yang telah berdebu karena perjuangan di jalan Allah tersentuh api neraka” [HR.Bukhari]

Pada hadits lainpun beliau telah menyampaikan sabdanya,”Dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka adalah; mata yang telah menangis karena takut kepada Allah dan mata yang pernah berjaga dalam fisabilillah”[HR.Turmizi].

Dalam Islam kita mengenal beberapa macam jihad yaitu;
1.Jihad melawan hawa nafsu
Melawan musuh dengan berjihad di medan perang sangat berat tapi lebih berat lagi dikala kita dituntut untuk melawan hawa nafsu karena nafsu itu ada pada diri kita masing-masing; "Jihad yang utama itu, yaitu jihad seseorang menentang hawa nafsunya" [HR. Ibnu Najjar dari Abi Dar]

2.Jihad melawan syaitan
Syaitan telah berjanji dengan Allah bahwa dia akan menyesatkan manusia seluruhnya sampai kapanpun, permusuhan ini seharusnya dilawan dengan jihad; "Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia" [Al Isra' 17;53]

3.Jihad melawan kezhaliman/ kejahatan
Kezhaliman atau kejahatan tidak bisa dibiarkan hadir di dunia ini karena akan menyengsarakan kehidupan manusia lainnya, untuk itulah jihad perlu dikerahkan untuk melawannya, Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya [Kekuasaan], bila tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, bila tidak mampu maka rubahlah dengan hatinya, tapi yang demikian itu serendah-rendahnya iman".

Rasulullah bersabda; "Semulia-mulianya jihad itu ialah berani mengatakan yang benar di muka penguasa yang zhalim" [HR. Ibnu Majah].

4.Jihad melawan kaum munafiq dan syirik
Kekafiran munafiq sulit untuk dideteksi karena dia ibarat musang berbulu ayam, menggunting dalam lipatan dan menohok kawan seiring, demikian pula orang-orang musyrik yang merusak ketauhidan kita dengan menserikatkan Allah, Rasulullah bersabda; "Berjihadlah melawan orang-orang musyrik itu dengan hartamu, dengan tanganmu dan dengan lidahmu" [HR. Abu Daud].

Rasulullah bersabda;"Tiga golongan manusia yang dicintai Allah, serta disambut dengan tertawa dan gembira.....
1.Seseorang yang dalam peperangan dan ketika barisan di depannya telah kucar kacir, ia terus maju mempertaruhkan jiwanya semata-mata karena Allah
2.Seseorang yang mempunyai isteri yang cantik serta tempat tidur yang empuk, lalu ia bangun menegakkan shalat malam
3.Seseorang dalam bepergian bersama orang banyak, disaat malam tiba dan orang-orang berjaga kemudian tidur semuanya, iapun bangun di akhir malam dalam keadaan sempit atau lapang".

Allahpun sejak risalah ini diturunkan telah menyampaikan agar ummat ini siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang merongrong kewibawaan islam;
”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”[Al Anfal 8;60]

Doktor Abdullah Azzam seorang motor jihad di Afghanistan yang syahid bersama dua orang anak lelakinya, pernah menyatakan kepada keluarga muslim,”Jadikanlah keluargamu seperti sarang harimau sehingga ditakuti oleh musuh-musuhmu, jangan kau jadikan sebagai sarang domba niscaya dia akan diterkam srigala”, artinya rumah tangga muslim sejak awal sudah mempersiapkan kandidat mujahid dalam keluarganya yang siap dikirim ke medan jihad kapan dibutuhkan, wallahu a'lam [Cubadak Solok,15 Syawal 1431.H/ 24 September 2010]

Referensi;
1. 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath
2.Hadits Arbain An Nawawi, Sofyan Efendi, HaditsWeb 3.0,
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4.Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar