RAMADHAN DAN ADZAN
Drs.St.Mukhlis Denros
Suara adzan akan lebih banyak
terdengar dikala datangnya bulan Ramadhan seiring karena meningkatnya aktivitas
ibadah yang dilakukan oleh kaum muslimin. Walaupun sebelum Ramadhan datang
kumandang adzan terdengar tapi perhatian terhadap hal itu hanya biasa-biasa
saja, sebab banyak stimulan yang ada di bulan ini. Dahulu ketika adzan
dikumandangkan tidak begitu banyak kaum muslimin yang datang ke masjid untuk
shalat berjamaah, tapi kini seakan mereka tertarik oleh magnet yang begitu kuat
untuk memasuki masjid, karena panggilan untuk shalat berjamaah, apa sebenarnya
fungsi adzan itu bagi seorang muslim, apakah sekedar menunjukkan waktu shalat
atau hanya sekedar tanda bahwa di tempat itu ada sebuah masjid, yang harus
dikumandangkan adzan padanya.
Sebuah
canda terdengar diantara teman-teman ketika bicara tentang shalat, ada yang
mengatakan bahwa shalat itu urusan yang kedua, atau yang ketiga, ada yang
merasa tidak enak mendengar candaan itu karena dianggap meremehkan shalat, karena
selama ini kita menjadikan shalat itu hal yang pertama, akhir canda itu
menjelaskan bahwa yang pertama itu adzan, yang kedua iqamah maka yang ketiga
barulah shalat.
Adzan
merupakan panggilan yang dikumandangkan oleh muadzin untuk menegakkan shalat
wajib tepat pada waktunya, tentu kehadiran shalat bagi seorang muslim
diwajibkan ke masjid dan muslimah sebaiknya di rumah, namun tidak dilarang bagi
mereka yang ingin shalat ke masjid
selama tidak menimbulkan fitnah.
Orang
yang pertama kali mengumandangkan adzan adalah sahabat Rasulullah yang bernama
Bilal bin Rabah sebagaimana sejarah mencatatnya.
Syekh A’id Abdullah al-Qarni dalam Al-Misk
wa al-‘Anbar fi Khathab al-Mimbar menulis, ketika Muhammad saw
mengumandangkan kebenaran di atas bukit Shafa, “Tiada Tuhan yang berhak
disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”Dan mendatangi
para pembesar Makkah untuk mengajak mereka pada kebenaran, namun didustai dan dicaci-maki,
Rasulullah pun mencari orang-orang lemah.Dan beliau menemukan mereka, salah
satunya adalah Bilal.
Ketika Bilal melihat Muhammad saw, maka
ia pun mencintai beliau. Bilal mencintai Muhammad saw dengan cinta yang
menulikan pendengarannya dan membutakan matanya. Sehingga ia bergerak selalu
disertai dengan cinta kepada Rasul. Seolah-olah ia berkata, “Aku mencintai
jangan tanya mengapa? Sebab sesungguhnya aku mencintaimu.Cinta ini adalah jalan
hidupku.”
Tatkala Bilal masuk Islam, para pemaksa
itu mendatanginya. Mereka menyiksanya dengan pedih supaya ia meninggalkan
kalimat tauhid. Namun Bilal teguh pendirian, enggan kembali pada
kekufuran.Kata-kata “Ahad, Ahad” terus terucap dari bibirnya yang gemetar.
Hingga ia dimerdekakan oleh Abu Bakar.
Bilal kemudian menghadap Rasulullah
dalam kondisi yang mengenaskan.Beliau menerima dan mendidiknya, sebagaimana
seorang ibu mendidik anak-anaknya.Rasulullah mendoakan dan menjadikannya muazin
pertama dalam sejarah Islam.
Menjelang Zuhur usai Fathu Makkah,
Rasulullah meminta Bilal naik ke atas Ka’bah untuk mengajak orang-orang shalat.
Ketika ia mengumandangkan azan, semua orang menangis, termasuk Rasulullah. Air
mata beliau mengalir deras membasahi pipi.
Suara Bilal menggema di perbukitan dan
lembah-lembah kota Makkah, dengan kalimat yang mengguncang dunia; “Tidak ada
Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah...”[Bilal ,Cibersabili, Rabu, 05 Januari 2011
19:24 Chairul Akhmad].
Kelebihan Bilal menjadikan Rasul sangat
menyayanginya bahkan beliau menyatakan yang sangat berharga kepada sahabat yang
punya kulit hitam ini.
Rasul shallahu alaihi wa
sallam pernah memanggil Bilal, lalu bersabda :"Hai Bilal, mengapa engkau
mendahuluiku masuk surga? Sesungguhnya ketika aku msuk surga tadi malam (malam
Isra'), aku mendengar suara terompahmu dihadapanmu".
Bilal menjawab : "Wahai
Rasulullah, tidaklah sekali-kali aku menyerukan adzan, melainkan terlebih
dahulu aku melakukan shalat dua rakaat dan tidak sekali-kali aku mengalami
hadast, melainkan aku berwudhu. sesudahnya, kemudian mengerjakan shalat dua
rakaat sebagai kewajibanku kepada Allah". Rasulullah shallahu alaihi wa
sallam, bersabda : "Karena kedua-duanya". Dan, Billal tidak menjawab
: "Karena aku punya harta, anak, dan kedudukan atau pangkat".[Aidh Al-Qarni, Mengapa Rasul Mendengar
Terompah Bilal di Surga?Eramuslim.com.Jumat, 08/04/2011 11:02 WIB].
Dengan
dikumandangkannya adzan maka ada beberapa sunnah yang patut dilakukan dalam
rangka menghidupkan ajaran islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh
Khalid al Husainan
dalam tulisannya di bawah ini;
dalam tulisannya di bawah ini;
Sunnah-sunnah yang berkaitan dengan adzan ada lima: seperti yang disebutkan
oleh Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad.
[1]. Sunnah Bagi Orang Yang Mendengar Adzan Untuk Menirukan Apa Yang
Diucapkan Muadzin Kecuali Dalam Lafadz."Hayya 'alash-shollaah, Hayya
'alash-shollaah"Maka ketika mendengar lafadz itu maka dijawab dengan
lafad."Laa hawla walaa quwwata illa billahi""Tidak ada daya dan
kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah "[HR. Al-Bukhari dan Muslim].
Faedah Dari Sunnah TersebutSesungguhnya (sunnah tersebut (yaitu menjawab
adzan) akan menjadi sebab engkau masuk surga, seperti dalil yang tercantum
dalam Shahih Muslim ].
[2]. Setelah Muadzin Selesai Mengumandangnkan Adzan, Maka Yang Mendengarnya
Mengucapkan "Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah Yang Maha
Esa tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hambaNya
dan RasulNya. Aku ridho kepada Allah sebagai Rabb dan Islam sebagai agama(ku)
dan Muhammad sebagai Rasul".[HR. Muslim]
Faedah Dari Sunnah TersebutDosa-dosa akan diampuni sebagaimana apa yang
terkandung dalam makna hadits itu sendiri.
[3]. Membaca Shalawat Kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa salam setelah
selesai menjawab adzan dari muadzin dan menyempurnakan shalawatnya dengan
membaca shalawat Ibrahimiyyah dan tidak ada shalawat yang lebih lengkap dari
shalawat tersebut.
Dalilnya adalah sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam."
Apabila kalian mendengar muadzin maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya
lalu bershalawatlah untukku karena sesungguhnya orang yang bershalawat untukku
satu kali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali" [HR. Muslim ]
Faedah Dari Sunnah Tersebut. Sesungguhnya Allah bershalawat atas hambaNya 10 kaliMakna bahwasanya Allah
bershalawat atas hambaNya adalah Allah memuji hambaNya di hadapan para
malaikat.
Sedangkan shalawat Ibrahimiyah adalah :" Ya Allah, berikanlah shalawat
kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan
shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji
dan Mahamulia. Berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad,
sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.
Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji dan Mahamulia].
[4]. Mengucapkan Doa Adzan Setelah Bershalawat Kepada Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam" Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan)
ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-Wasilah (derajat di Surga),
dan al-fadhilah kepada Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallm. Dan bangkitkan
beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang Engkau janjikan".
Faedah Dari Doa Tersebut; Barangsiapa yang mengucapkannya (doa tersebut) maka dia akan memperoleh
syafa'at dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
[5]. Berdoa Untuk Dirinya Sendiri, Dan Meminta Karunia Allah Karena Allah
Pasti Mengabulkan Permintaannya.Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam"Ucapkanlah seperti apa yang mereka (para muadzdzin)
ucapkan dan jika engkau telah selesai, mohonlah kepadaNya, niscaya permohonanmu
akan diberikan".
Apabila sunnah-sunnah ketika mendengar adzan dikumpulkan, maka seorang
muslim telah melaksanakannya sebanyak 25 sunnah.[Sunnah-sunnah dalam adzan, Almanhaj,or.id Minggu, 17 Juli 2005 07:52:24 WIB].
Di masyarakat, adzan bukan hanya
dikumandangkan sebagai tanda masuknya waktu shalat wajib tapi pada saat-saat
tertentu juga dikumandangkan adzan seperti kelahiran bayi, ketika memasukkan mayat
ke dalam kubur dan lain-lainnya, kadang kala hal itu tidak jelas sumbernya,
yang lebih parahnya hal itu mereka lakukan karena tuntutan adat istiadat.
Apabila engkau
sedang mengurus kambing atau ditengah padang maka azankanlah untuk menyerukan
shalat dan keraskanlah suaramu dengan seruan itum karena sesungguhnya jin
manusia dan apapun yang mendengar selama suara azan itu pada hari kiamat nanti
akan menjadi saksi baginya (Riwayat
bukhari)
Sabda
rasulullah saw barang siapa yang lahir anaknya maka azankanlah pada
telinga kanannya dan iqamahlah pada telinga kirinya maka anak itu tidak
dimudharatkan oleh jin (tidak kena penyakit kanak-kanak (Diriwatkan dalam kitab Ibnu suni dari hasan bin ali)
Dari jabir bin
samurah ia bercerita " Bilal azan apabila matahari telah tergelincir tidak
dikuranginya lafadz azan itu kemudian ia belum iqamah sehingga nabi
saw keluar apabila beliau telah keluar barulah bilal iqamah yaitu
setelah melihat beliau (riwayat
ahmad dan muslim)
dari ibnu mas'ud.Sesungguhnya nabi saw
telah bersabda "janganlah terhalang salah seorang dari pada kamu dari
makan sahur karenba azannya Bilal, sesungguhnya bilal bila azan agar orang yang
sedang beramal kembali beristirahat, dan orang yang tidur agar bangun dan
siap-siap untuk shalat (Riwayat Jamaah
kecuali tarmizi)
Rasulullah
saw. telah berkata kepada abdullah bin zaid ajarkanlah lafaz azan kepada bilal,
karena sesungguhnya suaranya lebih keras dan lebih baik daripada suaramu(Riwayat abu dawud)
Dari anas bin malik ia berkata "rasulullah
telah berkata, ' Doa (permintaan ) di antara azan dan iqamah tidak ditolak (Riwayat ahmad , abu dawud, dan tirmizi)
Sabda
rasulullah saw; apabila kamu mendengar azan, hendaklah kamu berkata seperti
yang dikatakan oleh muazin(riwayat
bukhari dan muslim) pada rowayat muslim dikatakan, kecuali sewaktu
mendengar "Hayya alas-salah,hayya alal-falah, maka yang mendengar
hendaklah berkata la haula walaquwwata illa billah (Riwayat abu dawud)
Dari syahar bin husyab, "Sesungguhnya
bilal telah qamat. tatkala ia mengucapkan "Qad qamatis salah, rasulullah
saw menyebut aqamahallahu-waadamaha (Riwayat
abud dawud)
Orang yang
beriman pasti merindukan suara azan yang bersahutan dari berbagai masjid dan
mushala.Karena, tidak ada alunan suara yang berhenti memenuhi ruang semesta di
negeri ini selain azan. Selama 24 jam, azan akan terus berkumandang bahkan
menjelajah ke seluruh seantero bumi ini. Dari Papua hingga Aceh, terus
berlanjut hingga berbagai negara dan benua.Belum selesai kumandang azan Zhuhur
di Amerika, Azan Subuh sudah kembali menyapa Papua.Tanpa kita sadari, para
muazin di seluruh penjuru dunia ini, tak henti-hentinya bersahutan
mengumandangkan azan.
Suara azan
Zhuhur seolah meredam teriknya sinar sang surya. Suara azan Ashar bercampur
dengan sinar mentari yang menghangat dan tiupan angin yang sepoi.Suara azan
Maghrib yang lantang, mengajak melepas penatnya hari. Suara azan Isya, membawa
kehangatan ketika malam mulai beranjak dingin. Sementara suara azan Subuh
memecah keheningan dan membangunkan kesadaran.
Semua panggilan
azan ini bertujuan mengingatkan penghuni bumi yang beriman kepada Allah untuk
tegak dengan shalatnya.Mengingat Allah sebanyak-banyaknya dan mengajak manusia
untuk tidak terlelap dan lupa pada kesibukan dan keasyikan dunia.Menyeru
manusia untuk tidak tersesat dalam kegelapan dunia dan kepengepan akhirat.
Perhatikanlah
lafaz-lafaz azan yang sering kita kumandangkan itu.Betapa tingginya kekuatan
azan dan betapa indah kata-katanya. Kata-kata itu dengan seluruh kekuatannya
terus-menerus mengingatkan kita akan palsunya segala klaim keduniawian. Di bumi
dan di langit hanya ada satu Tuhan yang pantas disembah dan diikuti ajaran-Nya.
Ketahuilah,
azan bukan semata panggilan muazin, tetapi panggilan Allah kepada hamba-hamba
pilihan-Nya.Coba simak ulang lafaz azan.Ternyata yang dipanggil "Hayya
'alash shalah" adalah yang bersyahadat.Artinya, mereka yang telah
bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah; tidak ada
ajaran yang dapat membahagiakan kecuali ajaran yang dibawa utusan-Nya, Nabi Muhammad
SAW.Mereka yang tidak bersyahadat tidak dipanggil.
Sementara
panggilan itu dalam rangka "al-falaah," meraih kesuksesan
dunia akhirat. Inilah yang membuat orang-orang beriman selalu bahagia mendengar
dan memenuhi panggilan setiap kumandang azan.[Ustaz Muhammad Arifin Ilham, Kekuatan Azan, Republika.co.id.Senin, 25 Juli 2011 07:55 WIB].
Pernahkah Anda
berlomba untuk memperebutkan posisi sebagai muadzin di masjid? Muadzin
mungkin bukan orang nomor satu di sebuah masjid.Kedudukan itu barangkali lebih tepat
diberikan kepada imam. Namun Rasulullah pernah bersabda, “Andaikata
umatku tahu besarnya pahala mengumandangkan adzan, barangkali setiap saat aku
harus mengundinya di antara mereka”.
Untuk menjadi muadzin biasanya
diperlukan sejumlah syarat, antara lain: memiliki suara yang lantang tetapi
indah – sehingga orang suka mendengarnya, untuk kemudian datang ke masjid;
tidak dikenal sebagai orang yang fasik; dan tentu saja bersedia datang lebih
awal. Kalau orang biasa baru berangkat ke masjid setelah mendengar suara
adzan, tentunya bukan dia yang akan mengumandangkan adzan. Ini artinya,
muadzin harus hafal kapan saat-saat shalat, yang setiap harinya bisa bergeser
beberapa menit.
Untuk syarat yang terakhir ini sekarang
tergolong mudah. Di mana-mana ada jam, dan di setiap masjid ada jadwal
shalat abadi. Kalau untuk adzan maghrib, orang dapat pula mendengar dari
radio atau televisi – yang biasanya hanya mengacu pada kota tertentu dan
sekitarnya. Tetapi dulu, seorang muadzin wajib mengetahui sendiri
saat-saat shalat. Karena saat-saat shalat ditentukan oleh posisi
matahari, maka seorang muadzin harus sedikit banyak tahu tentang astronomi.
Bahkan karena ilmu ini juga dibutuhkan untuk mengetahui arah kiblat dan
awal/akhir puasa, maka praktis seorang muadzin harus seorang astronom!
Untuk itulah, di masa lalu, semua muadzin wajib memiliki sertifikasi
(ijazah) ilmu falak dasar, yakni astronomi dasar untuk persoalan jadwal shalat,
puasa dan arah kiblat.
Untunglah,
banyak ulama Islam yang mencurahkan hidupnya untuk memudahkan pekerjaan ini.
Mereka membangun dasar-dasar ilmu falak dan lebih dari itu juga astronomi
untuk navigasi di medan jihad. Walhasil, banyak juga muadzin yang karena
kemampuan astronomi ini lalu direkrut untuk jihad fi sabilillah. Jadi
dibelakang predikat seorang muadzin, tidak cuma tersembunyi kemampuan
mengumandangkan adzan dengan indah, tetapi juga ilmu astronomi dan pengalaman
jihad. Subhanallah.[Dr. Fahmi Amhar, Ketika Muadzin seorang Astronom, Media
ummat;Monday, 19 July 2010 17:17].
Berkaitan
dengan adzan ini, setiap negara punya kebijakan masing-masing, di Turki
misalnya sejak runtuhnya Khilafah Otmaniyah yang menjadikan negara ini sekuler,
suara adzan tidak boleh dikumandangkan bahkan yang berbau Islam semuanya harus
dihapuskan, baru-baru ini Wakil Presiden Indonesia Budiono menyarankan agar
suara adzan tidak bergema lagi tapi terdengar sayup-sayup saja, lain negara
lain pula kebijakan terhadap adzan ini.
Ada 4.000-an
masjid di kota Kairo, Mesir. Terbayang bukan, jika masing-masing masjid
mengumandangkan adzan dalam waktu yang berbeda dengan irama yang beraneka
ragam?
Tak heran jika
pemerintah Mesir merancang proyek ambisius untuk menyatukan waktu dan suara
panggilan adzan di kota berpenghuni 18 juta orang itu. Proyek ini telah dirancang
sejak enam tahun lalu dan akan diujicoba pada Ramadhan kali ini. Mestinya,
sejak awal Ramadhan, namun karena ada gangguan sistem komunikasi maka tertunda
beberapa hari.
"Mesir
memiliki masalah dengan waktu," kata Sheik Abdel-Galil Salem, pejabat di
Departemen Agama dan Wakaf."Tujuan proyek kami adalah untuk secara akurat
mengatur waktu doa sehingga disebut pada waktu yang sama dari setiap masjid,
dan untuk mengontrol kualitas suara dalam panggilan adzan," katanya kepada
Associated Press.
Meskipun secara
teknis memiliki suara yang indah digariskan bagi muadzin, banyak yang melakukan
panggilan sekenanya."Ada yang suaranya tercekik, bahkan kacau
pengucapannya," katanya.
Melalui proyek
senilai 175 ribu dolar AS, setiap masjid akan dilengkapi dengan semacam alat
penerima yang akan menyiarkan adzan yang sudah terprogram dari studio di sebuah
masjid yang menjadi sentral. Abdel-Galil menyatakan, setiap masjid di kota itu
diharapkan sudah mengadopsi sistem pada akhir bulan Ramadan ini."Kita
sekarang hidup di era laptop dan komputer, teknologi maju bisa dimanfaatkan
untuk kelancaran ibadah," ujarnya.
Namun
pengembangan sistem terpadu ini bukan tanpa kendala. Selain masjid, di
Kairo banyak zawya, semacam mushala.Tiap-tiap zawya,
dilengkapi pula dengan pengeras suara.[Mesir Siap Terapkan Sentralisasi Adzan,
republika.co.id.Sabtu, 14 Agustus 2010 00:28 WIB].
Kota Rendsberg Jerman membolehkan untuk menyuarakan
azan (panggilan shalat) di atas pengeras suara, meski ada protes dari satu
bagian dari populasi, seperti yang diumumkan pada hari Selasa 2/2/2010 oleh
Walikota Andreas Breitner, seorang anggota Partai Demokrat Sosial.Walikota
mengatakan tidak ada dasar hukum untuk mencegah hal itu, dengan menekankan
bahwa hal itu memungkinkan untuk menggunakan pengeras suara untuk panggilan
azan.
Proyek ini dipertahankan oleh Markaz Islam, yang
mengelola masjid. Gambaran kritik dari bagian penduduk yang merujuk pada
keributan yang disebabkan oleh panggilan shalat lima kali sehari, adanya
catatan atas prakarsa sebuah kelompok yang menamakan dirinya “tidak umum azan”
telah mengumpulkan 800 tanda tangan untuk mencegah pengumuman waktu-waktu
shalat melalui pengeras suara.
Namun, menurut walikota terbukti sebuah kajian
mengenai suara-suara yang mengganggu bahwa meningkatkan kekuatan suara untuk
panggilan shalat tidak akan melebihi volume radio atau kicauan burung pada
unggas.Dia menambahkan bahwa “warna kulit dan berbagai aset dan ras dan
agama tidak memainkan peran apa pun dalam keputusan-keputusan seperti itu. Kami
puas dengan hal itu,”
Masjid kota Rendsberg yang dihuni lebih dari 28 ribu orang,
terletak 100 kilometer dari Hamburg, merupakan yang terbesar di wilayah
Schleswig-Holstein dengan dua menara masing-masing 26 meter. Masjid ini
diresmikan pada musim gugur tahun lalu.[Kota di Jerman Membolehkan Azan
Melalui Pengeras Suara, 4 February 2010].
Sampai
kapanpun suara adzan akan berkumandang di seluruh dunia, apakah suara adzan itu
terdengar sayup-sayup dari sebuah mushalla atau surau di ujung desa yang jauh
dari keramaian, apakah suara itu bergema pada sebuah masjid megah di jantung
kota, siaran radio dan tayangan televisi yang intinya adzan itu mengajak ummat
Islam untuk menunaikan shalat wajib yang dilakukan di masjid, ketika adzan
berkumandang selayaknya tidak ada lagi kesibukan lain kecuali meninggalkan
segala urusan dunia, mengambil wudhu kemudian menuju masjid untuk menegakkan
shalat di masjid, Wallahu A’lam. [Baloi Indah, 2 Ramadhan 1436.H/ 2015, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri]
Penampilan
sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau
Sumatera yaitu Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964
anak ketiga dari ayah bernama Sutan
Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi,
Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd
[Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab
di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan,
Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di
Kota Lada Metro Lampung.
Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu
SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus
meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya
di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang
dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai
faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i,
Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H.
Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga
melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri
[IAIN] Raden Intan Lampung di Metro
tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai
kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen,
penulis, mubaligh hingga sebagai
politisi akhirnya.
Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah,
Mukhlis giat di OSIS Gema Al Qur'an AL
Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro
bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei,
Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah
bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit
Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di
Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah
menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang
Metro.
Menjadi guru adalah cita-citanya sejak
awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di
GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto
Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas
sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun
2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai
Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok
bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi,
Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul
Ghani, Gustami Hidayat, Saifullah Salim,
Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi
Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan
masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai
cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.
Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi,
sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah
lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah
partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan
tarbiyah, partai itu bernama Partai
Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK
di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan
Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi
Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.
Dikala Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua
kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan
jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona
Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota
Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran
dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama
teman-temannya
Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa,
selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi
agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak
Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah
Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi,
Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta
koran Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan
pendidikan dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan
Ramadhan penuh memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan
yang tidak ada manfaatnya, waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif
seperti membaca atau menulis selain kegiatan harian lain.
Mukhlis
Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan
Rakyat (SKR) , Minggu (15/12) di Gedung Pusat Kebudayaan kota
Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini
membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di
Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.
Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013
yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah
Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik
karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah,
pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan
oleh penerbit.
Mukhlis
Denros menerima berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas
keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana
penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan
Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.
Pada
malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut
diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh
lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan
Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah
tokoh Sumatera Barat lainnya.
Moto hidupnya sangat sederhana, agar
bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa
dilakukan dengan pendidikan yang
berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk
mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil
mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini,
sehingga dapat dikatakan tak bisa
membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik
memimpin partai maupun sebagai anggota
DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan
sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok
selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan
bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarat, diapun tidak
segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif
[http://fraksi pks solok.blogspot.com].
Bersama ustadz
Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang
yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan
da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se
Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar
Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan
da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2
tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan
kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari
Sumatera Barat.
Organisasi lain yang
ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia
[MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok,
juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di
Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi
Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila,
Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.
Setelah dua periode
menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi
kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di
Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan,
aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai
Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan
sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.
Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal
di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat, kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam
Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota
Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj.
Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].
Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison
mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka Garda Anak Nagari
Provinsi Kepulauan Riau, Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang
Garda Anak Nagari di seluruh Kabupaten dan Kota Provinsi Kepulauan Riau, semoga hal itu terujud.
Nama Lengkap :
Drs. St. Mukhlis Denros
Tempat dan Tanggal Lahir : Metro, 3 April 1964
Jumlah bersaudara : Anak ke 3 dari 7 orang
Nama Ayah : Sutan Denak
Nama Ibu : Rosnidar
Nama Isteri : Yulismar, S.Pd
Nama Anak : Rani Ihsani Mukhlis
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.
SDN 4 Metro
Lampung, tamat tahun 1975
2.
SMP PGRI Metro
Lampung, tamat tahun 1981
3.
SMAN 135 Metro
Lampung, tamat tahun 1984
4.
Gema Al Qur'an Al
Jihad Metro tamat tahun 1988
5.
Sarjana Muda
Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung, tahun
1988
6.
Sarjana Tarbiyah
IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990
PENGALAMAN ORGANISASI
1.
Ketua Osis GAA Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.
Sekum IRM Al Jihad Metro Lampung Tengah 1986-1988
3.
Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung Tengah 1985-1990
4.
Sekjen
Majelis Ulama Indonesia [MUI}
Kab. Solok 2005/2006
5.
Anggota Pengawas BAZ
Kabupaten Solok 2006
6.
Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia)
Kabupaten Solok
7.
Da'i
IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.
Ketua Yayasan
Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.
Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.
Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota
Solok
11.
.Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok
2000-2005
12.
Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.
Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok
PENGALAMAN
PROFESI
1.
Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah
1988-1990
2.
Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.
Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.
Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok
1991-2000
5.
Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.
Anggota
DPRD Kabupaten Solok Periode
1999-2004
7.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Periode 2004-2009
8.
Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam,
2015-
PERJALANAN
DA'WAH
1.
Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro
1985
2.
Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.
Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang
1986
4.
Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat
1990-1994
5.
Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di
Sumatera Selatan 1994
6.
Muzakarah Du'at se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.
Muzakarah Du'at se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.
Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.
Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera
Utara 2000
10.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Jakarta 2000
11.
Pertemuan Anggota DPRD se Indonesia di Bogor 2002
12.
Pertemuan da'i IIRO se Indonesia di Jakarta 2000
13.
Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di
Jakarta 2005
BUKU YANG
TELAH DITERBITKAN
1.
Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.
Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.
Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.
Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.
Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.
Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.
Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola
Surabaya, 2011
8.
Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta,
2012
9.
Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa
Timur, 2012
10.
Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media, Jogjakarta, 2013
11.
Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.
Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing
Kediri, Jawa Timur,2014
13.
Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media, Jogjakarta, 2014
PUBLIKASI
TULISAN DI MEDIA
1.
Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.
Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.
Majalah Ishlah, Jakarta
4.
Majalah Reformasi, Jakarta
5.
Majalah Al Muslimun, Bangil
6.
Majalah Sabili, Jakarta
7.
Majalah Tarbawi, Jakarta
8.
Majalah Muamalat, Jakarta
9.
Majalah Kiblat, Jakarta
10.
Majalah Harmonis, Jakarta
11.
Majalah Estafet, Jakarta
12.
Majalah Sakinah, Jakarta
13.
Harian Serambi Minang, Padang
14.
Harian Semangat, Padang
15.
Harian Mimbar Minang, Padang
16.
Harian Singgalang, Padang
17.
Tabloid Sumbar Post, Padang
18.
Tabloid Zaman, Padang
19.
Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.
Tabloid Lentera, Padang
21.
Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.
Tabloid, Media Islam Batam
23.
Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.
Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.
Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.
Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.
Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten
Solok
28.
Buletin Da'wah Sebening Embun
29.
Buletin Da'wah Selasih Solok
30.
Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.
Mingguan Bijak, Padang
32.
Mingguan Swadesi, Jakarta
33.
Mingguan Sentana, Jakarta
34.
Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.
Pariaman Post, Sumatera Barat


Tidak ada komentar:
Posting Komentar