Selasa, 26 Mei 2015

2. Ramadhan dan Adzan




RAMADHAN DAN ADZAN
Drs.St.Mukhlis Denros

Suara adzan akan lebih banyak terdengar dikala datangnya bulan Ramadhan seiring karena meningkatnya aktivitas ibadah yang dilakukan oleh kaum muslimin. Walaupun sebelum Ramadhan datang kumandang adzan terdengar tapi perhatian terhadap hal itu hanya biasa-biasa saja, sebab banyak stimulan yang ada di bulan ini. Dahulu ketika adzan dikumandangkan tidak begitu banyak kaum muslimin yang datang ke masjid untuk shalat berjamaah, tapi kini seakan mereka tertarik oleh magnet yang begitu kuat untuk memasuki masjid, karena panggilan untuk shalat berjamaah, apa sebenarnya fungsi adzan itu bagi seorang muslim, apakah sekedar menunjukkan waktu shalat atau hanya sekedar tanda bahwa di tempat itu ada sebuah masjid, yang harus dikumandangkan adzan padanya.

Sebuah canda terdengar diantara teman-teman ketika bicara tentang shalat, ada yang mengatakan bahwa shalat itu urusan yang kedua, atau yang ketiga, ada yang merasa tidak enak mendengar candaan itu karena dianggap meremehkan shalat, karena selama ini kita menjadikan shalat itu hal yang pertama, akhir canda itu menjelaskan bahwa yang pertama itu adzan, yang kedua iqamah maka yang ketiga barulah shalat.
           
Adzan merupakan panggilan yang dikumandangkan oleh muadzin untuk menegakkan shalat wajib tepat pada waktunya, tentu kehadiran shalat bagi seorang muslim diwajibkan ke masjid dan muslimah sebaiknya di rumah, namun tidak dilarang bagi mereka yang ingin shalat ke  masjid selama tidak menimbulkan fitnah.

            Orang yang pertama kali mengumandangkan adzan adalah sahabat Rasulullah yang bernama Bilal bin Rabah sebagaimana sejarah mencatatnya.

Syekh A’id Abdullah al-Qarni dalam Al-Misk wa al-‘Anbar fi Khathab al-Mimbar menulis, ketika Muhammad saw mengumandangkan kebenaran di atas bukit Shafa, “Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”Dan mendatangi para pembesar Makkah untuk mengajak mereka pada kebenaran, namun didustai dan dicaci-maki, Rasulullah pun mencari orang-orang lemah.Dan beliau menemukan mereka, salah satunya adalah Bilal.

Ketika Bilal melihat Muhammad saw, maka ia pun mencintai beliau. Bilal mencintai Muhammad saw dengan cinta yang menulikan pendengarannya dan membutakan matanya. Sehingga ia bergerak selalu disertai dengan cinta kepada Rasul. Seolah-olah ia berkata, “Aku mencintai jangan tanya mengapa? Sebab sesungguhnya aku mencintaimu.Cinta ini adalah jalan hidupku.”

Tatkala Bilal masuk Islam, para pemaksa itu mendatanginya. Mereka menyiksanya dengan pedih supaya ia meninggalkan kalimat tauhid. Namun Bilal teguh pendirian, enggan kembali pada kekufuran.Kata-kata “Ahad, Ahad” terus terucap dari bibirnya yang gemetar. Hingga ia dimerdekakan oleh Abu Bakar.

Bilal kemudian menghadap Rasulullah dalam kondisi yang mengenaskan.Beliau menerima dan mendidiknya, sebagaimana seorang ibu mendidik anak-anaknya.Rasulullah mendoakan dan menjadikannya muazin pertama dalam sejarah Islam.

Menjelang Zuhur usai Fathu Makkah, Rasulullah meminta Bilal naik ke atas Ka’bah untuk mengajak orang-orang shalat. Ketika ia mengumandangkan azan, semua orang menangis, termasuk Rasulullah. Air mata beliau mengalir deras membasahi pipi.

Suara Bilal menggema di perbukitan dan lembah-lembah kota Makkah, dengan kalimat yang mengguncang dunia; “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah...”[Bilal ,Cibersabili, Rabu, 05 Januari 2011 19:24 Chairul Akhmad].

Kelebihan Bilal menjadikan Rasul sangat menyayanginya bahkan beliau menyatakan yang sangat berharga kepada sahabat yang punya kulit hitam ini.

Rasul shallahu alaihi wa sallam pernah memanggil Bilal, lalu bersabda :"Hai Bilal, mengapa engkau mendahuluiku masuk surga? Sesungguhnya ketika aku msuk surga tadi malam (malam Isra'), aku mendengar suara terompahmu dihadapanmu".

Bilal menjawab : "Wahai Rasulullah, tidaklah sekali-kali aku menyerukan adzan, melainkan terlebih dahulu aku melakukan shalat dua rakaat dan tidak sekali-kali aku mengalami hadast, melainkan aku berwudhu. sesudahnya, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat sebagai kewajibanku kepada Allah". Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, bersabda : "Karena kedua-duanya". Dan, Billal tidak menjawab : "Karena aku punya harta, anak, dan kedudukan atau pangkat".[Aidh Al-Qarni, Mengapa Rasul Mendengar Terompah Bilal di Surga?Eramuslim.com.Jumat, 08/04/2011 11:02 WIB].

            Dengan dikumandangkannya adzan maka ada beberapa sunnah yang patut dilakukan dalam rangka menghidupkan ajaran islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Khalid al Husainan
dalam tulisannya di bawah ini;

Sunnah-sunnah yang berkaitan dengan adzan ada lima: seperti yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad.

[1]. Sunnah Bagi Orang Yang Mendengar Adzan Untuk Menirukan Apa Yang Diucapkan Muadzin Kecuali Dalam Lafadz."Hayya 'alash-shollaah, Hayya 'alash-shollaah"Maka ketika mendengar lafadz itu maka dijawab dengan lafad."Laa hawla walaa quwwata illa billahi""Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah "[HR. Al-Bukhari dan Muslim].
Faedah Dari Sunnah TersebutSesungguhnya (sunnah tersebut (yaitu menjawab adzan) akan menjadi sebab engkau masuk surga, seperti dalil yang tercantum dalam Shahih Muslim ].

[2]. Setelah Muadzin Selesai Mengumandangnkan Adzan, Maka Yang Mendengarnya Mengucapkan "Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya. Aku ridho kepada Allah sebagai Rabb dan Islam sebagai agama(ku) dan Muhammad sebagai Rasul".[HR. Muslim]
Faedah Dari Sunnah TersebutDosa-dosa akan diampuni sebagaimana apa yang terkandung dalam makna hadits itu sendiri.

[3]. Membaca Shalawat Kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa salam setelah selesai menjawab adzan dari muadzin dan menyempurnakan shalawatnya dengan membaca shalawat Ibrahimiyyah dan tidak ada shalawat yang lebih lengkap dari shalawat tersebut.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam." Apabila kalian mendengar muadzin maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya lalu bershalawatlah untukku karena sesungguhnya orang yang bershalawat untukku satu kali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali" [HR. Muslim ]

Faedah Dari Sunnah Tersebut. Sesungguhnya Allah bershalawat atas hambaNya 10 kaliMakna bahwasanya Allah bershalawat atas hambaNya adalah Allah memuji hambaNya di hadapan para malaikat.

Sedangkan shalawat Ibrahimiyah adalah :" Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji dan Mahamulia. Berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji dan Mahamulia].

[4]. Mengucapkan Doa Adzan Setelah Bershalawat Kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam" Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-Wasilah (derajat di Surga), dan al-fadhilah kepada Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallm. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang Engkau janjikan". 

Faedah Dari Doa Tersebut; Barangsiapa yang mengucapkannya (doa tersebut) maka dia akan memperoleh syafa'at dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

[5]. Berdoa Untuk Dirinya Sendiri, Dan Meminta Karunia Allah Karena Allah Pasti Mengabulkan Permintaannya.Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam"Ucapkanlah seperti apa yang mereka (para muadzdzin) ucapkan dan jika engkau telah selesai, mohonlah kepadaNya, niscaya permohonanmu akan diberikan". 

Apabila sunnah-sunnah ketika mendengar adzan dikumpulkan, maka seorang muslim telah melaksanakannya sebanyak 25 sunnah.[Sunnah-sunnah dalam adzan, Almanhaj,or.id Minggu, 17 Juli 2005 07:52:24 WIB].

Di masyarakat, adzan bukan hanya dikumandangkan sebagai tanda masuknya waktu shalat wajib tapi pada saat-saat tertentu juga dikumandangkan adzan seperti kelahiran bayi, ketika memasukkan mayat ke dalam kubur dan lain-lainnya, kadang kala hal itu tidak jelas sumbernya, yang lebih parahnya hal itu mereka lakukan karena tuntutan adat istiadat.

Apabila engkau sedang mengurus kambing atau ditengah padang maka azankanlah untuk menyerukan shalat dan keraskanlah  suaramu dengan seruan itum karena sesungguhnya jin manusia dan apapun yang mendengar selama suara azan itu pada hari kiamat nanti akan menjadi saksi baginya (Riwayat bukhari)

Sabda rasulullah saw barang siapa yang lahir  anaknya maka azankanlah pada telinga kanannya dan iqamahlah  pada telinga kirinya maka anak itu tidak dimudharatkan oleh jin (tidak kena penyakit kanak-kanak (Diriwatkan dalam kitab Ibnu suni dari hasan bin ali)

Dari jabir bin samurah ia bercerita " Bilal azan apabila matahari telah tergelincir tidak dikuranginya lafadz azan itu  kemudian ia belum iqamah  sehingga nabi saw keluar apabila  beliau telah keluar barulah bilal iqamah  yaitu setelah melihat  beliau (riwayat ahmad dan muslim)

dari ibnu mas'ud.Sesungguhnya nabi saw telah bersabda "janganlah terhalang salah seorang dari pada kamu dari makan sahur karenba azannya Bilal, sesungguhnya bilal bila azan agar orang yang sedang beramal kembali beristirahat, dan orang yang tidur agar bangun dan siap-siap untuk shalat (Riwayat Jamaah kecuali tarmizi)

Rasulullah saw. telah berkata kepada abdullah bin zaid ajarkanlah lafaz azan kepada bilal, karena sesungguhnya suaranya lebih keras dan lebih baik daripada suaramu(Riwayat abu dawud)

Dari anas bin malik ia berkata "rasulullah telah berkata, ' Doa (permintaan ) di antara azan dan iqamah tidak ditolak (Riwayat ahmad , abu dawud, dan tirmizi)

Sabda rasulullah saw; apabila kamu mendengar azan, hendaklah kamu berkata seperti yang dikatakan oleh muazin(riwayat bukhari dan muslim) pada rowayat muslim dikatakan, kecuali sewaktu mendengar "Hayya alas-salah,hayya alal-falah, maka yang mendengar hendaklah berkata la haula walaquwwata illa billah (Riwayat abu dawud)

Dari syahar bin husyab, "Sesungguhnya bilal telah qamat. tatkala ia mengucapkan "Qad qamatis salah, rasulullah saw menyebut aqamahallahu-waadamaha (Riwayat abud dawud)

Orang yang beriman pasti merindukan suara azan yang bersahutan dari berbagai masjid dan mushala.Karena, tidak ada alunan suara yang berhenti memenuhi ruang semesta di negeri ini selain azan. Selama 24 jam, azan akan terus berkumandang bahkan menjelajah ke seluruh seantero bumi ini. Dari Papua hingga Aceh, terus berlanjut hingga berbagai negara dan benua.Belum selesai kumandang azan Zhuhur di Amerika, Azan Subuh sudah kembali menyapa Papua.Tanpa kita sadari, para muazin di seluruh penjuru dunia ini, tak henti-hentinya bersahutan mengumandangkan azan.

Suara azan Zhuhur seolah meredam teriknya sinar sang surya. Suara azan Ashar bercampur dengan sinar mentari yang menghangat dan tiupan angin yang sepoi.Suara azan Maghrib yang lantang, mengajak melepas penatnya hari. Suara azan Isya, membawa kehangatan ketika malam mulai beranjak dingin. Sementara suara azan Subuh memecah keheningan dan membangunkan kesadaran.

Semua panggilan azan ini bertujuan mengingatkan penghuni bumi yang beriman kepada Allah untuk tegak dengan shalatnya.Mengingat Allah sebanyak-banyaknya dan mengajak manusia untuk tidak terlelap dan lupa pada kesibukan dan keasyikan dunia.Menyeru manusia untuk tidak tersesat dalam kegelapan dunia dan kepengepan akhirat.

Perhatikanlah lafaz-lafaz azan yang sering kita kumandangkan itu.Betapa tingginya kekuatan azan dan betapa indah kata-katanya. Kata-kata itu dengan seluruh kekuatannya terus-menerus mengingatkan kita akan palsunya segala klaim keduniawian. Di bumi dan di langit hanya ada satu Tuhan yang pantas disembah dan diikuti ajaran-Nya.

Ketahuilah, azan bukan semata panggilan muazin, tetapi panggilan Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya.Coba simak ulang lafaz azan.Ternyata yang dipanggil "Hayya 'alash shalah" adalah yang bersyahadat.Artinya, mereka yang telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah; tidak ada ajaran yang dapat membahagiakan kecuali ajaran yang dibawa utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW.Mereka yang tidak bersyahadat tidak dipanggil.

Sementara panggilan itu dalam rangka "al-falaah," meraih kesuksesan dunia akhirat. Inilah yang membuat orang-orang beriman selalu bahagia mendengar dan memenuhi panggilan setiap kumandang azan.[Ustaz Muhammad Arifin Ilham, Kekuatan Azan, Republika.co.id.Senin, 25 Juli 2011 07:55 WIB].

Pernahkah Anda berlomba untuk memperebutkan posisi sebagai muadzin di masjid?  Muadzin mungkin bukan orang nomor satu di sebuah masjid.Kedudukan itu barangkali lebih tepat diberikan kepada imam.  Namun Rasulullah pernah bersabda, “Andaikata umatku tahu besarnya pahala mengumandangkan adzan, barangkali setiap saat aku harus mengundinya di antara mereka”.

Untuk menjadi muadzin biasanya diperlukan sejumlah syarat, antara lain: memiliki suara yang lantang tetapi indah – sehingga orang suka mendengarnya, untuk kemudian datang ke masjid; tidak dikenal sebagai orang yang fasik; dan tentu saja bersedia datang lebih awal.  Kalau orang biasa baru berangkat ke masjid setelah mendengar suara adzan, tentunya bukan dia yang akan mengumandangkan adzan.  Ini artinya, muadzin harus hafal kapan saat-saat shalat, yang setiap harinya bisa bergeser beberapa menit.

Untuk syarat yang terakhir ini sekarang tergolong mudah.  Di mana-mana ada jam, dan di setiap masjid ada jadwal shalat abadi.  Kalau untuk adzan maghrib, orang dapat pula mendengar dari radio atau televisi – yang biasanya hanya mengacu pada kota tertentu dan sekitarnya.  Tetapi dulu, seorang muadzin wajib mengetahui sendiri saat-saat shalat.  Karena saat-saat shalat ditentukan oleh posisi matahari, maka seorang muadzin harus sedikit banyak tahu tentang astronomi.  Bahkan karena ilmu ini juga dibutuhkan untuk mengetahui arah kiblat dan awal/akhir puasa, maka praktis seorang muadzin harus seorang astronom!  Untuk itulah, di masa lalu, semua muadzin wajib memiliki sertifikasi (ijazah) ilmu falak dasar, yakni astronomi dasar untuk persoalan jadwal shalat, puasa dan arah kiblat.

Untunglah, banyak ulama Islam yang mencurahkan hidupnya untuk memudahkan pekerjaan ini.  Mereka membangun dasar-dasar ilmu falak dan lebih dari itu juga astronomi untuk navigasi di medan jihad.  Walhasil, banyak juga muadzin yang karena kemampuan astronomi ini lalu direkrut untuk jihad fi sabilillah.  Jadi dibelakang predikat seorang muadzin, tidak cuma tersembunyi kemampuan mengumandangkan adzan dengan indah, tetapi juga ilmu astronomi dan pengalaman jihad.  Subhanallah.[Dr. Fahmi Amhar, Ketika Muadzin seorang Astronom, Media ummat;Monday, 19 July 2010 17:17].

            Berkaitan dengan adzan ini, setiap negara punya kebijakan masing-masing, di Turki misalnya sejak runtuhnya Khilafah Otmaniyah yang menjadikan negara ini sekuler, suara adzan tidak boleh dikumandangkan bahkan yang berbau Islam semuanya harus dihapuskan, baru-baru ini Wakil Presiden Indonesia Budiono menyarankan agar suara adzan tidak bergema lagi tapi terdengar sayup-sayup saja, lain negara lain pula kebijakan terhadap adzan ini.

Ada 4.000-an masjid di kota Kairo, Mesir. Terbayang bukan, jika masing-masing masjid mengumandangkan adzan dalam waktu yang berbeda dengan irama yang beraneka ragam?

Tak heran jika pemerintah Mesir merancang proyek ambisius untuk menyatukan waktu dan suara panggilan adzan di kota berpenghuni 18 juta orang itu. Proyek ini telah dirancang sejak enam tahun lalu dan akan diujicoba pada Ramadhan kali ini. Mestinya, sejak awal Ramadhan, namun karena ada gangguan sistem komunikasi maka tertunda beberapa hari.

"Mesir memiliki masalah dengan waktu," kata Sheik Abdel-Galil Salem, pejabat di Departemen Agama dan Wakaf."Tujuan proyek kami adalah untuk secara akurat mengatur waktu doa sehingga disebut pada waktu yang sama dari setiap masjid, dan untuk mengontrol kualitas suara dalam panggilan adzan," katanya kepada Associated Press.

Meskipun secara teknis memiliki suara yang indah digariskan bagi muadzin, banyak yang melakukan panggilan sekenanya."Ada yang suaranya tercekik, bahkan kacau pengucapannya," katanya.

Melalui proyek senilai 175 ribu dolar AS, setiap masjid akan dilengkapi dengan semacam alat penerima yang akan menyiarkan adzan yang sudah terprogram dari studio di sebuah masjid yang menjadi sentral. Abdel-Galil menyatakan, setiap masjid di kota itu diharapkan sudah mengadopsi sistem pada akhir bulan Ramadan ini."Kita sekarang hidup di era laptop dan komputer, teknologi maju bisa dimanfaatkan untuk kelancaran ibadah," ujarnya.

Namun pengembangan sistem terpadu ini bukan tanpa  kendala. Selain masjid, di Kairo banyak zawya, semacam mushala.Tiap-tiap zawya, dilengkapi pula dengan pengeras suara.[Mesir Siap Terapkan Sentralisasi Adzan, republika.co.id.Sabtu, 14 Agustus 2010 00:28 WIB].

Kota Rendsberg Jerman membolehkan untuk menyuarakan azan (panggilan shalat) di atas pengeras suara, meski ada protes dari satu bagian dari populasi, seperti yang diumumkan pada hari Selasa 2/2/2010 oleh Walikota Andreas Breitner, seorang anggota Partai Demokrat Sosial.Walikota mengatakan tidak ada dasar hukum untuk mencegah hal itu, dengan menekankan bahwa hal itu memungkinkan untuk menggunakan pengeras suara untuk panggilan azan.

Proyek ini dipertahankan oleh Markaz Islam, yang mengelola masjid. Gambaran kritik dari bagian penduduk yang merujuk pada keributan yang disebabkan oleh panggilan shalat lima kali sehari, adanya catatan atas prakarsa sebuah kelompok yang menamakan dirinya “tidak umum azan” telah mengumpulkan 800 tanda tangan untuk mencegah pengumuman waktu-waktu shalat melalui pengeras suara.

Namun, menurut walikota terbukti sebuah kajian mengenai suara-suara yang mengganggu bahwa meningkatkan kekuatan suara untuk panggilan shalat tidak akan melebihi volume radio atau kicauan burung pada unggas.Dia menambahkan bahwa “warna kulit dan berbagai aset dan ras dan agama tidak memainkan peran apa pun dalam keputusan-keputusan seperti itu. Kami puas dengan hal itu,”

Masjid kota Rendsberg yang dihuni lebih dari 28 ribu orang, terletak 100 kilometer dari Hamburg, merupakan yang terbesar di wilayah Schleswig-Holstein dengan dua menara masing-masing 26 meter. Masjid ini diresmikan pada musim gugur tahun lalu.[Kota di Jerman Membolehkan Azan Melalui Pengeras Suara, 4 February 2010].

Sampai kapanpun suara adzan akan berkumandang di seluruh dunia, apakah suara adzan itu terdengar sayup-sayup dari sebuah mushalla atau surau di ujung desa yang jauh dari keramaian, apakah suara itu bergema pada sebuah masjid megah di jantung kota, siaran radio dan tayangan televisi yang intinya adzan itu mengajak ummat Islam untuk menunaikan shalat wajib yang dilakukan di masjid, ketika adzan berkumandang selayaknya tidak ada lagi kesibukan lain kecuali meninggalkan segala urusan dunia, mengambil wudhu kemudian menuju masjid untuk menegakkan shalat di masjid, Wallahu A’lam. [Baloi Indah, 2 Ramadhan 1436.H/ 2015, Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, Kepri]





PROFIL PENULIS



Penampilan sederhana ini bernama Mukhlis yang dilahirkan di ujung Selatan Pulau Sumatera  yaitu  Metro [Lampung Tengah] tanggal 3 April 1964 anak ketiga dari  ayah bernama Sutan Denak dan ibu Rosnidar dengan enam orang adik kakak yaitu Ernawati, Marsudi, Erma, Septiyani, Mahdalena dan Adek Wahyuli, isteri bernama Yulismar S.Pd [Ayang] dengan seorang anak wanita bernama Rani Ihsani Mukhlis, nama yang akrab di kalangan teman dan sahabatnya adalah Mukhlis Denros. Kampung asalnya Kampani Barangan Selatan, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dengan suku Koto, besar dan menempuh pendidikan di Kota Lada Metro Lampung.

Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu SDN yang dimulai di SDN Koto Marapak [Kota Pariaman], ketika kelas IV dia harus meninggalkan kampung bersama ayah dan ibunya menuju Metro, SD diselesaikannya di SDN IV Metro, dilanjutkan ke SMP PGRI Metro, kemudian SMAN 135 Metro yang dapat diselesaikan tahun 1984, tidak ada maksud untuk kuliah karena berbagai faktor, berkat dorongan teman-teman dan gurunya terutama Ustadz Masnuni M.Ra'i, Alfuadi Rusli, H. Muhammad Lazim, H. Fakhrudin, Sugito, Hayumi Rb,Hayumi Rf, H. Rasyidin dan Malin Marajo di Masjid Al Jihad akhirnya tahun ini juga melanjutkan kuliah di IAIN, inilah pendidikan terakhir yang ditempuhnya yaitu Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agana Islam Negeri [IAIN]  Raden Intan Lampung di Metro tamat tahun 1990. Ketika tamat kuliah dia harus meninggalkan Metro dan memulai kiprahnya di Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat sebagai pendidik, dosen, penulis, mubaligh  hingga sebagai politisi akhirnya.


Sejak di bangku SMA hingga tamat kuliah, Mukhlis  giat di OSIS Gema Al Qur'an AL Jihad dan Remaja Masjid Al Jihad Metro  bersama teman-temannya Dody Sofial, Abul Fatrida, Yurnalis, M. Syafei, Irza Murni, Gusnita, Herwina, Afrizal, Yohanes dan Rita Suryani, dikala kuliah bergabung dengan HMI Cabang Metro bersama Ahmad Ridwan, Gatot Subroto, Sigit Triyono, Syuhada', Raihan dan Usdek, mengikuti pengkaderan Basic Training di Metro tahun 1985 dan Intermediate Training di Palembang tahun 1986 dan pernah menjabat sebagai Sekretaris HMI Komisariat IAIN dan wakil sekretaris HMI Cabang Metro.

Menjadi guru adalah cita-citanya sejak awal dan hal itu telah terujud walaupun tidak sebagai PNS, pernah mengajar di GAA dan SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah, mengajar di SMEA Budi Mulia Koto Baru, MTsN Koto Baru Solok dan sebagai dosen PGTK Adzkia Padang, Aktivitas sebagai pendidik ini dia tekuni sejak di bangku kuliah tahun 1984 sampai tahun 2000, kemudian aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok utusan dari Partai Keadilan/Partai Keadilan Sejahtera, selama dua periode 1999-2009. Di Solok bersama teman-temannya yaitu Mahyeldi Ansharullah, Afrizal M Noor, Muhidi, Nurfirmanwansyah, Johandrizon Syamsu, Ahmad Syafwan Nawawi, Firmansyah, Abdul Ghani, Gustami Hidayat,  Saifullah Salim, Rudianto, Busril, Endrizal, Ismail Zain, Devi Herizon, Ilzan Sumarta, dan Helmi Darlis merintis kegiatan da'wah sejak tahun 1990 di sekolah, kampus, dan masjid-masjid melalui pesantren kilat, diskusi, ceramah dan khutbah sebagai cikal bakal berdirinya Partai Keadilan ketika itu.

Tahun 1998 dikala Reformasi terjadi, sekian partai berdiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih demokratis setelah lengsernya Soeharto kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie, berdiri pulalah partai yang berbasiskan anak-anak muda kampus dengan kapasitas da'wah dan tarbiyah, partai  itu bernama Partai Keadilan. Mukhlis diamanatkan oleh DPW PK Sumatera Barat sebagai ketua DPD PK di Kabupaten Solok, pelantikan pengurus DPW dengan ketua Drs. Ahmad Syafwan Nawawi dan DPD PK se Sumatera Barat dikukuhkan di Padang oleh DR. Nur Mahmudi Ismail MSc sebagai Presiden Partai Keadilan pertama.

Dikala Partai Keadilan  menjadi Partai Keadilan Sejahtera untuk kedua kalinya Mukhlis Denros dipercaya sebagai ketua DPD di Kabupaten Solok dan jabatan terakhir di partai dipercayakan kepadanya adalah sebagai Ketua Zona Da'wah VII PKS Sumatera Barat hingga tahun 2007, yang membina DPD PKS Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Terlalu banyak pelajaran dan pengalaman yang dia terima dari kegiatan da'wah dan partai bersama teman-temannya

Mukhlis Denros, demikian akrab di sapa, selain sebagai pendidik juga aktif berda’wah baik melalui ceramah, diskusi agama, khutbah dan penyebaran tulisannya melalui Buletin Da’wah Garda Anak Nagari serta media Nasional yang pernah memuat tulisannya seperti Majalah Serial Khutbah Jum’at, Majalah Suara Masjid , Majalah Sabili, Majalah Tarbawi, Majalah Ishlah, Majalah Reformasi Jakarta, Majalah Al Muslimun Bangil serta koran Swadesi dan Sentana juga pernah memuat tulisannya yang sarat dengan pendidikan dan nuansa islamnya, Media Mimbar Minang Padang selama bulan Ramadhan penuh memuat tulisannya tiap hari terbit. Dia  tidak pernah membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya, waktunya selalu terisi dengan aktivitas positif seperti membaca atau menulis selain kegiatan harian lain. 

Mukhlis Denros Terima Penghargaan Sebagai Penulis Terbaik dari Media Suara Keadilan Rakyat (SKR) , Minggu (15/12)  di Gedung Pusat Kebudayaan kota Sawahlunto.Penghargaan tersebut merupakan program Tabloit SKR yang selama ini membentuk tim untuk melakukan penilaian terhadap sejumlah penulis dan tokoh di Sumatera Barat dengan sejumlah kategori yang ditetapkan.

Penganugerahan sebagai Penulis Terbaik SKR Awards 2013 yang diberikan kepada Mukhlis Denros diserahkan oleh Wakil Wali Kota Sawah Lunto yaitu Bapak Ismet SH, Mukhlis Denros dinilai sebagai penulis terbaik karena konsistensinya dalam menulis berbagai pemikiran berkaitan dengan dakwah, pendidikan dan politik yang telah melahirkan berbagai buku yang diterbitkan oleh penerbit.

Mukhlis Denros menerima  berupa plakat dan piagam sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilannya menulis yang dinilai sebagai penulis terbaik, sebagaimana penilaian TIM SKR yang terdiri dari Prof, Wil Chandry, Fadril Aziz Isaini dan Prof,DR, H. Salmadanis, Mag.

Pada malam penganugerahan SKR Awards 2013 tersebut  diserahkan 13 penghargaan dengan kategori berbeda kepada tokoh lainnyayang dihadiri oleh Wawako Sawahlunto, Ismed, Pimpinan Serikat Perusahaan Pers Pusat, Totok dan pendiiri Tabloit SKR, Riko Adiutama beserta sejumlah tokoh Sumatera Barat lainnya. 

Moto hidupnya sangat sederhana, agar bermanfaat bagi orang lain dengan potensi yang dimiliki, semua itu hanya bisa dilakukan dengan  pendidikan yang berkualitas. Dia menceritakan bahwa karena kegigihan orangtuanyalah untuk mendidiknya dengan segala kesusahan dan derai air mata tapi akhirnya berhasil mengantarkannya sebagai sarjana. Sebagai modal hidup di dunia ini, sehingga  dapat dikatakan tak bisa membalas dan mengukur jasa orangtua yang telah mengantarkan kesuksesannya baik memimpin  partai maupun sebagai anggota DPRD dalam dua periode ini. Bersama Partai Keadilan dan PPP  Kota Solok tahun 2000 dia pernah dicalonkan sebagai Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Drs. Syukriadi Syukur.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok selama dua periode diembannya, dia tampil sebagai politisi yang kritis dan bernas terhadap kebijakan Pemda dan Bupati yang tidak sesuai  dengan kepentingan masyarat, diapun tidak segan-segan menghantam anggota DPRD dikala mereka tidak aspiratif [http://fraksi pks solok.blogspot.com].

Bersama ustadz Mahyeldi Ansyarullah dalam gerakan da’wah dengan lembaga Al Madaniy di Padang yang diawali tahun 1990, Mukhlis Denros banyak terlibat dalam berbagai kegiatan da’wah seperti tahun 1994 pernah ke Palembang untuk mengikuti pertemuan da’i se Jakarta dan Sumatera undangan dari Yayasan Bumi Andalas dan tahun 2000 Seminar Nasional tentang Syari’ah di Medan yang diiringi dengan berbagai pertemuan da'wah di Sumatera Barat ataupun di Jakarta, selain itu juga pernah selama 2 tahun sebagai da’i dari IIRO [Internasional islamic Relief Organisation] dan kini sebagai anggota IKADI Solok yang juga memimpin yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat.

Organisasi lain yang ikut dia tekuni selama di DPRD adalah sebagai Sekjen Majelis Ulama Indonesia [MUI] Kabupaten Solok, sebagai Badan Pengawas Badan Amil Zakat Kabupaten Solok, juga ikut membidani lahirnya beberapa lembaga da'wah berbentuk Yayasan di Kabupaten Solok yang dikelola oleh teman-temannya seperti Yayasan Sinergi Ummat, Yayasan Lukmanul Hakim, Yayasan Amanah Bunda, Yayasan Ahda Sabila, Yayasan Nurul Haq, Yayasan Garda Anak Nagari dan Yayasan Selasih Solok.

Setelah dua periode menyelesaikan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, dalam mengisi kegiatan hariannya Mukhlis Denros bersama isteri Yulismar S.Pd tinggal di Nagari yang berbukit dan berlembah, yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan, aman dan nyaman yaitu Jorong Cubadak Nagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tetap konsisten dengan kegiatan sebelumnya yaitu da'wah dan menulis.

Sejak bulan Februari 2015, setelah enam tahun tinggal di Cubadak Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Sumatera Barat,  kini Mukhlis Denros menetap di Kota Batam Kepri, turut berkiprah sebagai staf di Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Kota Batam yang diketuai oleh Ibu Dra. Hj. Helma Munaf, M.Pd dan bergabung pula dengan PMB [Persatuan Mubaligh Batam].

Di Batam, Mukhlis Denros dengan Pedro Johansis dan Mardison mengembangkan Yayasan Garda Anak Nagari dengan membuka  Garda Anak Nagari Provinsi Kepulauan Riau, Insya Allah dalam waktu dekat akan membuka cabang Garda Anak Nagari di seluruh Kabupaten dan Kota Provinsi  Kepulauan Riau, semoga hal itu terujud.




DATA PRIBADI


            Nama Lengkap                        : Drs. St. Mukhlis Denros
            Tempat dan Tanggal Lahir         : Metro, 3 April 1964
            Jumlah bersaudara                    : Anak ke 3 dari 7 orang
            Nama Ayah                             : Sutan Denak
            Nama Ibu                                 : Rosnidar
            Nama Isteri                              : Yulismar, S.Pd
            Nama Anak                             : Rani Ihsani Mukhlis
           

RIWAYAT PENDIDIKAN
1.             SDN 4 Metro Lampung, tamat tahun 1975
2.             SMP PGRI Metro Lampung, tamat tahun 1981
3.             SMAN 135 Metro Lampung, tamat tahun 1984
4.             Gema Al Qur'an Al Jihad Metro tamat tahun 1988
5.             Sarjana Muda Tarbiyah  IAIN Raden Intan Lampung, tahun 1988
6.             Sarjana Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung tamat tahun 1990

PENGALAMAN ORGANISASI
1.             Ketua Osis GAA  Metro Lampung Tengah 1987-1989
2.             Sekum IRM Al Jihad Metro  Lampung Tengah  1986-1988
3.             Wakil Sekretaris HMI Cab. Metro Lampung  Tengah 1985-1990
4.             Sekjen  Majelis Ulama Indonesia [MUI}  Kab. Solok  2005/2006
5.             Anggota Pengawas  BAZ   Kabupaten Solok 2006
6.             Anggota IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) Kabupaten Solok
7.             Da'i  IIRO [International Islamic Relief Org.] Sumbar 1995-1997
8.             Ketua Yayasan  Garda Anak Nagari Sumatera Barat
9.             Ketua Pembina Yayasan Selasih Kabupaten Solok
10.         Ketua Pembina Yayasan Lukmanul Hakim Kota Solok
11.         .Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Kab.Solok 2000-2005
12.         Pembina Yayasan Sinergi Ummat Kota Solok
13.         Pembina Yayasan Amanah Bunda Kabupaten Solok

PENGALAMAN PROFESI
1.             Guru SMP Al Jihad Metro Lampung Tengah 1988-1990
2.             Guru GAA Metro Lampung Tengah 1988-1990
3.             Guru MTsN Koto Baru Kabupaten Solok 1997-1999
4.             Guru SMK Budi Mulia Koto Baru Kab. Solok 1991-2000
5.             Dosen PGTK Adzkia Kota Padang 1994-2000
6.             Anggota  DPRD Kabupaten Solok  Periode 1999-2004
7.             Anggota DPRD Kabupaten Solok  Periode 2004-2009
8.             Staff Yayasan Perguruan Islam Al Azhar Batam, 2015-
PERJALANAN DA'WAH
1.             Maperca dan Basic Training HMI Cabang Metro 1985
2.             Intermediate Training HMI di Palembang 1986
3.             Latihan Pers Mahasiswa IAIN di Tanjung Karang 1986
4.             Tarbiyyah Islamiyyah di Sumatera Barat 1990-1994
5.             Muzakarah Du'at se Sumatera /Jakarta di Sumatera Selatan 1994
6.             Muzakarah Du'at  se Sumatera/Jakarta di Sumatera Selatan 1996
7.             Muzakarah Du'at  se Sumatera/ Jakarta di Bukit Tinggi 1998
8.             Muzakarah Manajemen Zakat, IMZ Jakarta 2002
9.             Seminar Syari'ah Nasional di Medan Sumatera Utara 2000
10.         Pertemuan Anggota DPRD  se Indonesia di Jakarta 2000
11.         Pertemuan Anggota DPRD  se Indonesia di Bogor 2002
12.         Pertemuan da'i  IIRO se Indonesia  di Jakarta 2000
13.         Silaturrahmi Nasional Anggota Legislatif di Jakarta 2005

BUKU YANG TELAH  DITERBITKAN

1.             Fikih Wanita, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
2.             Tarbiyatul Aulad, Panduan Kuliah PGTK Adzkia Padang 1998
3.             Kumpulan Ceramah Praktis, Nurul Haq, 2010
4.             Renungan Ramadhan, Pustaka Setia Bandung, 2011
5.             Memanusiakan Manusia, Qibla Jakarta, 2011
6.             Kumpulan Khutbah Jum’at, Pustaka Setia Bandung, 2011
7.             Khutbah Jum’at, Janji Allah dan Upaya Meraihnya, Arkola Surabaya, 2011
8.             Khutbah Jum’at Penyejuk Hati, Pustaka Albana Jogjakarta, 2012
9.             Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada, FAM Publishing Kediri, Jawa Timur, 2012
10.         Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaik, Mutiara Media,  Jogjakarta, 2013
11.         Man Rabbuka, Al Barokah, Jogjakarta, 2014
12.         Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid I, FAM Publishing Kediri, Jawa Timur,2014
13.         Kumpulan Khutbah Pengobat Hati, Mutiara Media,  Jogjakarta, 2014

PUBLIKASI TULISAN DI MEDIA
1.             Majalah Serial Khutbah Jum'at, Jakarta
2.             Majalah Suara Masjid, Jakarta
3.             Majalah Ishlah, Jakarta
4.             Majalah Reformasi, Jakarta
5.             Majalah Al Muslimun, Bangil
6.             Majalah Sabili, Jakarta
7.             Majalah Tarbawi, Jakarta
8.             Majalah Muamalat, Jakarta
9.             Majalah Kiblat, Jakarta
10.         Majalah Harmonis, Jakarta
11.         Majalah Estafet, Jakarta
12.         Majalah Sakinah, Jakarta
13.         Harian Serambi Minang, Padang
14.         Harian Semangat, Padang
15.         Harian Mimbar Minang, Padang
16.         Harian Singgalang, Padang
17.         Tabloid Sumbar Post, Padang
18.         Tabloid Zaman, Padang
19.         Tabloid Solinda, Kabupaten Solok
20.         Tabloid Lentera, Padang
21.         Tabloid Suara Keadilan Rakyat, Sawahlunto
22.         Tabloid, Media Islam Batam
23.         Tabloid Dyi’ar Islam Batam
24.         Buletin DPW PKS Sumatera Barat, Padang
25.         Buletin Riswan, Koto Baru Kabupaten Solok
26.         Buletin Da'wah Masjid Al Furqan Kota Solok
27.         Buletin Da'wah Garda Anak Nagari Kabupaten Solok
28.         Buletin Da'wah Sebening Embun
29.         Buletin Da'wah Selasih Solok
30.         Mingguan Suara Rakyat, Solok
31.         Mingguan Bijak, Padang
32.         Mingguan Swadesi, Jakarta
33.         Mingguan Sentana, Jakarta
34.         Mingguan Raden Intan Pos, IAIN Lampung
35.         Pariaman Post, Sumatera Barat
36.         www.padangtoday.com, Sumatera Barat
37.         www.republika,online, Jakarata
38.         www.koran cyber.com, Padang Panjang





Tidak ada komentar:

Posting Komentar