Senin, 21 April 2014

ANGGARAN RUMAH TANGGA GARDA ANAK NAGARI SUMATERA BARAT



ANGGARAN RUMAH TANGGA
YAYASAN GARDA ANAK NAGARI

BAB I
STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 1
Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Yayasan Garda Anak Nagari  terdiri dari;

  1. Dewan Pembina
  2. Dewan Pengawas
  3. Dewan Pengurus
    1. Ketua
    2. Sekretaris
    3. Bendahara
    4. Lembaga-Lembaga atau Bidang-Bidang  ;
-          Sosial dan Kemasyarakatan
-          Ekonomi dan Kesejahteraan
-          Dakwah dan Kaderisasi
-          Zakat, Infaq dan Shadaqah
-          Pemberdayaan Perempuan
-          Pendidikan dan SDM
-          Pelestarian Lingkungan Hidup
-          Politik dan Hukum

BAB II
TUGAS DAN WEWENANG

Pasal 2
Tugas dan Wewenang Pembina
  1. Menetapkan keputusan dan kebijakan Yayasan sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah tangga dan Undang-Undang RI tentang Yayasan.
  2. Memberikan keputusan terhadap perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
  3. Mengangkat, memberhentikan dan mengganti anggota Pengurus dan anggota Pengawas.
  4. Menetapkan kebijakan umum Yayasan berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan.
  5. Mengesahkan program kerja dan rancangan tahunan Yayasan.
  6. Menetapkan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Yayasan.

Pasal 3
Anggota Pengurus
  1. Anggota Dewan Pengurus minimal tiga orang yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan dapat ditambah sesuai kebutuhan dan perkembangan Yayasan.
  2. Pengurus terdiri dari;
    1. Ketua
    2. Sekretaris
    3. Bendahara
    4. Lembaga-lembaga
-          Bidang Organisasi dan Keanggotaan
-          Bidang Sosial dan Kemasyarakatan
-          Bidang Ekonomi dan Keuangan
-          Bidang  Kesejahteraan Rakyat
-          Bidang Industri dan Pembangunan
-          Bidang Komunikasi dan Informasi
-          Bidang Dakwah dan Kaderisasi
-          Bidang Zakat, Infaq dan Shadaqah
-          Bidang Pemberdayaan Perempuan
-          Bidang Pendidikan dan SDM
-          Bidang Pelestarian Lingkungan Hidup
-          Bidang Politik dan Hukum

Pasal 4
Tugas dan Wewenang  Pengurus
  1. Tugas Pengurus
    1. Melaksanakan AD/ART Yayasan dan Undang-Undang RI tentang Yayasan.
    2. Melaksanakan hasil-hasil musyawarah berkaitan dengan tugas kepengurusan.
    3. Melaksanakan konsolidasi organisasi
    4. Membuat laporan pertanggungjawaban

  1. Wewenang Pengurus
    1. Menetapkan lembaga-lembaga yang dapat menunjang kegiatan Yayasan.
    2. Mengangkat dan memberhentikan anggota pengelola lembaga yayasan.
    3. Mengadakan hubungan kerja dengan organisasi lain.
    4. Membuat dan menetapkan pedoman organisasi.

Pasal 5
Tugas dan Wewenang Pengawas
  1. Tugas  Pengawas
    1. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan AD/ART dan Undang-Undang RI tentang Yayasan.
    2. Melaksanakan hasil-hasil musyawarah yang berkaitan dengan tugas pengawasan.
    3. Memberikan masukan kepada pengurus Yayasan terhadap jalannya roda organisasi Yayasan.
    4. Memberikan berbagai masukan kepada Pembina terhadap kemajuan Yayasan.

  1. Wewenang  Pengawas
    1. Mengawasi jalannya kepengurusan Yayasan hingga level terbawah.
    2. Meminta penjelasan kepada Pengurus berkaitan kebijakan, kegiatan dan program Yayasan.
    3. Memberikan peringatan kepada Pengurus berkaitan terjadinya penyimpangan diluar kebijakan Yayasan.
    4. Memberhentikan sementara anggota Pengurus dengan memberikan alasan-alasan yang tepat.


BAB III
PENGANGKATAN, PEMBERHENTIAN DAN PENGGANTIAN
ANGGOTA PEMBINA, PENGURUS DAN PENGAWAS YAYASAN

Pasal  6
Tata cara Pengangkatan, Pemberhentian
dan Penggantian Anggota Pembina
  1. Yang dapat diangkat menjadi anggota Pembina adalah orang perorangan sebagai pendiri yayasan berdasarkan keputusan rapat anggota Pembina.
  2. Dalam hal yayasan karena sebab apapun tidak lagi mempunyai Pembina, paling lambat dalam waktu 30 hari terhitung sejak tanggal kekosongan, anggota Pengurus dan anggota Pengawas mengadakan rapat gabungan untuk mengangkat Pembina.
  3. Keputusan rapat sebagaimana dimaksud pada ayat 2 sah apabila dilakukan sesuai dengan ketentuan qourum kehadiran dan qaurum  keputusan untuk perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

Pasal 7
Tatacara Pengangkatan, Pemberhentian
 dan Penggantian Anggota Pengurus
  1. Yang  dapat diangkat menjadi pengurus adalah orang perorangan berdasarkan keputusan rapat anggota Pembina untuk masa lima tahun dan dapat diangkat kembali untuk sekali masa jabatan.
  2. Dalam hal pengurus selama menjalankan tugasnya melakukan tindakan yang oleh Pembina dinilai merugikan Yayasan, maka berdasarkan keputusan rapat Pembina, pengurus tersebut dapat diberhentikan sebelum masa kepengurusan berakhir.
  3. Pengangkatan, Pemberhentian dan Penggantian anggota Pengurus hasil keputusan rapat anggota Pendiri dianggap sah bila ditindaklanjuti dengan surat keputusan, dan berlaku sejak surat keputusan tersebut ditetapkan/disampaikan kepada yang bersangkutan.

Pasal 8
Tatacara Pengangkatan, Pemberhentian
dan Penggantian Anggota Pengawas
  1. Yang dapat diangkat menjadi Pengawas adalah orang perorangan berdasarkan keputusan rapat Pembina untuk jangka waktu selama lima tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan.
  2. Pengawas yayasan sewaktu-waktu dapat diberhentikan dan digantikan berdasarkan keputusan rapat Pembina

BAB IV
TATACARA PENYELENGGARAAN RAPAT
Pasal 9
Jenis-Jenis Rapat
Ada beberapa jenis rapat yaitu;
  1. Rapat  Pembina terdiri dari;
    1. Rapat internal  Pembina
    2. Rapat  Pembina dengan  Pengurus
    3. Rapat Pembina dengan  Pengurus plus Lembaga Yayasan.
    4. Rapat Pembina dengan  Pengawas
    5. Rapat  Pembina dengan  Pengurus dan Pengawas.
     
  1. Rapat  Pengurus
    1. Rapat internal  Pengurus
    2. Rapat  Pengurus yang menghadirkan Pembina dan atau Pengawas.
    3. Rapat Pengurus dengan lembaga-lembaga yang membidangi kegiatan Yayasan.
    4. Rapat Pengelola Lembaga Yayasan.

  1. Rapat  Pengawas
    1. Rapat Internal Pengawas
    2. Rapat  Pengawas dengan  Pembina
    3. Rapat  Pengawas dengan Pembina Plus  Pengurus.
    4. Rapat  Pengawas yang menghadirkan Pengurus

Pasal 10
Tata Cara Rapat
  1. Undangan rapat seharusnya diserahkan secara tertulis minimal sehari sebelum rapat dilaksanakan.
  2. Undangan yang penting dan mendesak bisa disampaikan melalui lisan, telefon atau sms.
  3. Setiap Keputusan Rapat harus dicatat oleh Notulen yang ditandatangani oleh pimpinan rapat.
  4. Kehadiran peserta rapat dikuatkan dengan daftas hadir yang ditanda tangani.
  5. Rapat dilaksanakan dengan cara musyawarah dan mufakat, jauh dari jidal untuk kepentingan pribadi.
  6. Etika dalam rapat dengan niat yang ikhlas, bahasa yang ahsan dan sikap yang disunnahkan Rasulullah.
  7. Rapat yang menghasilkan keputusan penting bagi Yayasan harus dihadiri oleh peserta rapat paling sedikit 3/4  dari jumlah anggota yang hadir.
  8. Hal-hal yang mendesak dan darurat untuk kepentingan masyarakat maka Ketua Pembina dan atau Ketua Pengurus dan atau Ketua Pengawas boleh mengambil kebijakan tanpa melalui rapat.

BAB V
PENGGABUNGAN DAN PEMBUBARAN YAYASAN

Pasal 11
Penggabungan
1.      Yayasan  Garda Anak Nagari dapat digabungkan dengan yayasan lain karena;
    1. Ketidakmampuan Yayasan melaksanakan kegiatan usaha tanpa dukungan Yayasan lain.
    2. Yayasan yang menerima penggabungan dan yang bergabung kegiatannya sejenis.
    3. Yayasan yang menggabungkan diri tidak pernah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Anggaran Dasarnya, Ketertiban Umum dan Kesusilaan.
  1. Akibat dari penggabungan diri itu maka Yayasan menjadi bubar.
  2. Usulan penggabungan Yayasan dapat disampaikan  oleh Pengurus kepada Pembina.
  3. Teknis penggabungan Yayasan disesuaikan dengan Undang-Undang RI tentang Yayasan.
  4. Penggabungan Yayasan hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan rapat Pembina.

Pasal 12
Pembubaran
  1. Yayasan Garda Anak Nagari  bubar karena;
    1. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar berakhir.
    2. Tujuan Yayasan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar telah tercapai atau tidak tercapai.
    3. Keputusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena Yayasan melanggar ketertiban umum atau Yayasan dalam keadaan pailit. 
  1. Dalam hal Yayasan bubar karena alasan pada ayat 1 pasal 12 tersebut diatas maka Pembina dituntut untuk menyelesaikannya sesuai dengan Undang-Undang RI tentang Yayasan.
  2. Bubarnya Yayasan maka harta kekayaan Yayasan dihibahkan kepada badan-badan sosial Islam yang  amanah atau kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Solok oleh panitia pembubaran organisasi yang dibentuk oleh Dewan Pembina.

Pasal 13
Pengesahan Anggaran Rumah Tangga
Anggaran Rumah Tangga  ini disahkan oleh Dewan Pembina dan berlaku mulai saat ditetapkan


Ditetapkan di              : Koto Baru Kabupaten Solok
Pada tanggal               : 3 April  2001

Pendiri  dan Pembina
  1. Drs. Mukhlis Denros              
  2. Busril S.Pd                             
  3. Ridwan                                  
  4. dr. Elvi Fitraneti                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar