Rabu, 06 Juni 2012

29. Pahala Zakat dan Sedekah

Oleh ; MUKHLIS DENROS



Salah satu bentuk ibadah yang senantiasa berangkai adalah shalat dan zakat, kedua hal ini tidak bisa dipisahkan. Shalat merupakan ibadah wajib dalam ajaran Islam yang dilakukan sehari semalam lima waktu dengan tata cara tertentu, shalat merupakan upaya yang mampu menahan seseorang dari berbuat keji dan mungkar. Dengan shalat seseorang mendekatkan diri kepada Allah membina hubungan vertikal juga memupuk hubungan herizontal antara manusia. Pada satu segi shalat mendatangkan kecelakaan bagi pelaksananya karena tidak melaksanakan dengan baik sesuai dengan aturan yang ditentukan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Maun 107; 4-5;
”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya”.

Selain shalat maka kewajiban mendesak yang harus ditunaikan oleh seorang muslim adalah membayar zakat dikala sudah sesuai dengan nisabnya, karena makna salam kekiri dan ke kanan dalam shalat adalah menebarkan kesejahteraan kepada ummat islam di sekeliling kita, kesejahteraan akan tercapai bila ada berbagi dalam penghasilan, itulah zakat;
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui." [At Taubah 9;103]

Zakat sering sekali disebutkan dalam hadits Rasul dengan shadaqah, karena fungsi dan hakekatnya memang sama yaitu menafkahkan harta di jalan Allah, adapun orang yang memberikan zakat atau sedekahnya akan dinilai pahala yang berlipat ganda, Rasulullah ber "Bershadaqah pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat"(HR. Al Hakim).

Kehidupan manusia sejak zaman azali sudah ditentukan oleh Allah; tentang usianya, kelahiran dan kematiannya, hingga rezekinya, artinya kita hanya menjalankan kehidupan ini sesuai dengan skenario Allah, ibarat sandiwara kita hanya pemainnya saja. Namun takdir yang telah ada tadi masih bisa untuk dirubah apalagi ketentuan yang tidak baik yaitu dengan do'a, sedangkan usia manusia yang telah ditentukan itu masih bisa diperpanjang dengan mendermakan hartanya ke jalan Allah, "Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal bakti)" (HR. Ath-Thahawi)

Bahkan derma sebentuk zakat dan shadaqah akan diterima oleh orang yang menunaikannya hingga yang memberikannya telah meninggal dunia, walaupun sudah sekian ratus tahun, selama yang didermakan masih bisa dinikmati oleh orang yang hidup maka selama itu pula pahala akan mengalir, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah, "Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yangmendoakannya"(HR.Muslim).

Zakat dan shadaqah yang ditunaikan seorang muslim tidaklah sia-sia, dia akan dibalas dengan kebaikan-kebaikan oleh Allah walaupun sang muzakki tidak memintanya, karena memang amal shaleh itu bukan hanya ibadah ritual saja tapi juga perlu ditambah dengan amal-amal sosial yaitu amal untuk kepentingan orang lain yang membutuhkan seperti orang miskin, anak-anak yatim dan para janda, Rasulullah menyampaikan hal itu dalam haditsnya; "Allah Tabaraka wata'ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): "Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu." (HR. Muslim) "Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka" (HR. Bukhari)

Do’a merupakan ibadah kepada Allah, seorang mukmin dianjurkan senantiasa berdo’a dikala siang dan malam, dikala susah dan senang, lambat atau cepatnya terkabul sebuah do’a ini merupakan hak mutlak Allah, kenapa kita mengharapkan supaya Allah cepat mengabulkan do’a yang kita sanjungkan, sementara segala perintah Allah lambat untuk dilaksanakan bahkan terlalu banyak kemaksiatan yang kita ukir di dunia ini sehingga wajar do’a-do’a kita tergantung di awang-awang tanpa tanggapan dari-Nya, ini semua berpulang kepada tanggap atau tidaknya kita terhadap panggilan Ilahi, namun salah satu do'a akan dikabulkan Allah adalah menunaikan zakat dan mendermakan harta di jalan Allah, Rasulullah bersabda,'' Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain"(HR. Ahmad)

Selain do'a dikabulkan Allah, pahala juga diberikan karena shadaqah dan zakat yang dibayarkan, maka zakat dan derma dapat menjauhkan seseorang dari neraka, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah, "Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (shadaqah) sebutir kurma" (Mutafaq'alaih), bahkan untuk menurunkan rezekipun lantaran kita mengeluarkan harta tersebut untuk shadaqah, "Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkansodaqoh"(HR.Al-Baihaqi)

Bentuk shadaqah atau zakat yang dikeluarkan muslim punya aturan yang jelas, terutama zakat, tapi mengeluarkan derma atau menginfakkan harta dijalan Allah banyak jalannya, sebagaimana hadits mengungkapkan hal itu, " Tiap muslim wajib bershadaqah. Para sahabat bertanya, "Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?" Nabi Saw menjawab, "Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bershadaqah." Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?" Nabi menjawab: "Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya" Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi menjawab: "Menyuruh berbuat ma'ruf." Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi Saw menjawab, "Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah shadaqah." (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah tidak memandang kuantitas atau jumlah yang diberikan sebagai shadaqah tapi ketulusan seseorang menyisihkan hartanya untuk orang lain mengandung pahala yang besar, bahkan pemberian shadaqah kepada isteri dan keluargapun bukanlah pemberian yang percuma, tapi mendapatkan pahala juga, "Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut isterimu"(HR. Bukhari)
"Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi" (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)

walaupun shadaqah merupakan amalan sunnah yang diberikan seseorang sesuai kemampuannya tapi zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan ketika seseorang telah mampu untuk membayarkannya sesuai dengan aturan berzakat, walaupun shadaqah banyak dikeluarkan hingga melebihi pembayaran zakat tidak bisa diwakilkan untuk melunasi kewajiban zakat, "Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, "Aku hartamu, aku pusaka simpananmu." Kemudian nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180:
"Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang
Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi." (HR. Bukhari)

Abu Hurairah berkata, "Ketika Rasulullah wafat, dan yang menjadi Khalifah sepeninggal beliau adalah Abu Bakar, maka kafirlah orang-orang yang kafir dari kalangan bangsa Arab. Umar berkata kepada Abu Bakar, 'Bagaimana engkau akan memerangi orang-orang, sedangkan Rasulullah telah bersabda, 'Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan, 'Tiada tuhan melainkan Allah.' Barangsiapa yang telah mengucapkannya, maka ia telah memelihara daripadaku harta dan jiwanya kecuali dengan haknya, dan hisabnya atas Allah ta'ala?' Abu Bakar berkata, 'Demi Allah, saya akan memerangi orang yang memisahkan antara shalat dan zakat, karena zakat itu hak harta. Demi Allah, seandainya mereka menghalangi saya dari anak kambing (dalam satu riwayat: seikat tali) yang dulu mereka tunaikan kepada Rasulullah, niscaya saya perangi karena pencegahannya itu.' Umar berkata, 'Demi Allah, hal itu tidak lain karena (aku melihat bahwa Allah telah membuka hati Abu Bakar untuk (memeranginya), maka saya tahu bahwa hal itu betul.'".

Begitu pentingnya untuk menunaikan zakat, sampai Abu Bakar akan memerangi orang yang tidak mau menunaikannya padahal dahulu mereka menunaikannya dengan Rasulullah, bila engkau tidak mau ikut memerangi mereka hai Umar, kata Abu Bakar, maka aku sendiri yang berangkat memerangi mereka, aku mengenalmu dahulu orang yang keras terhadap orang yang menentang syariat Allah, tapi kenapa sekarang engkau nampak lemah ketika zakat tidak ditunaikan oleh ummat ini.

Seharusnya sebelum seseorang melaksanakan ibadah haji ke Mekkah sebagai rukun islam kelima, maka dia sudah tuntas tiap tahun membayar zakat yang merupakan rukun islam keempat, artinya secara hirarki, jenjang rukun islam itu secara tertib mampu ditunaikan, demikian pula halnya rukun islam yang lain yaitu shalat dan puasa tidak lagi sebagai masalah baginya karena sudah secara baik dilaksanakan sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah, terlalu banyak sarana untuk mereguk dan meraup pahala bagi seorang muslim dalam kehidupan ini, tinggal kemauan dan kemampuan saja lagi untuk meraihnya,wallahu a'lam. [CubadakSolok, 24 Syawal 1431.H/ 3 Oktober 2010.M].

Referensi;
1. 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath 2. 2. Hadits Arbain An Nawawi, Sofyan Efendi, HaditsWeb 3.0,
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4. Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009




Tidak ada komentar:

Posting Komentar