Selasa, 22 Mei 2012

11. Pahala di Bulan Ramadhan


Oleh ; MUKHLIS DENROS

Dengan datangnya bulan Ramadhan berarti peluang bagi muslim untuk memperbaiki dirinya dengan segala aktivitas amaliyyah ibadah satu bulan penuh dalam rangka meningkatkan level iman hingga menjadi orang yang bertaqwa sebagaimana orang-orang terdahulu juga meraih taqwa dengan ibadah puasa;
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" [Al Baqarah 2;183]

Dalam bulan Ramadhan banyak hal yang dilakukan Rasulullah SAW dalam rangka melatih diri dan membekali diri dengan nilai-nilai ibadah dan memanfaatkan seoptimal mungkin bulan ini. Ketika bulan yang dinanti dan diridhai telah hadir bersama kita, maka hal-hal yang ihsan [baik] dilakukan sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah adalah;

1.Memelihara shoum; dari segala yang membatalkan secara zhahir [dapat dilihat] seperti makan, minum dan sebagainya, namun secara maknawi, yakni menjauhi kegiatan ghibah [menggunjing], dusta, marah dan lain-lainnya.

2.Mesra dengan Al Qur’an; Seorang dikatakan mesra dengan Al Qur’an manakala senantiasa tilawah [membaca], mentadabbur, menghafal dan mengamalkannya, semboyan hidupnya, “Tiada hari tanpa bersama Al Qur’an”.

3.Mengurangi tidur; Tidur pada waktu Ramadhan telah menjadi suatu kebiasaan, maksudnya agar tidak terlalu merasakan lapar dan dahaga. Padahal betapa banyak waktu dan umur menjadi sia-sia karena tidur. Kita jangan menggunakan hadits,”Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah”, sebagai hujjah atau argumen untuk membolehkan banyak tidur. Rasulullah, ummahatul mukminin dan para sahabat begitu aktif melakukan aktivitas ibadah dan bukan kegiatan tidur.

4.I’tikaf; Rasulullah bersabda, ”Bahwa amal itu tergantung pada akhirnya”, dengan demikian, untuk memperoleh keberuntungan di bulan Ramadhan kita harus menjaga sepuluh terakhir. Lebih-lebih pada saat terakhir Ramadhan, terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam itu hanya akan diperoleh oleh orang-orang yang beri’tikaf.

5.Qiyamullail ; Rasulullah bersabda,”Suatu bulan [Ramadhan] yang telah dijadikan oleh Allah, berpuasa di dalamnya adalah wajib, dan melakukan shalat malam adalah sunnah, barangsiapa yang mendekatkan diri didalamnya dengan perkara kebaikan, maka hal itu seperti melaksanakan kewajiban seperti selain bulan Ramadhan, barangsiapa yang melaksanakan kewajiban di dalamnya, maka hal itu seperti melaksanakan 70 kali kewajiban pada selain bulan Ramadhan” [HR. Ibnu Majah].

6.Memberi buka puasa kepada orang lain; ”Bulan yang ditambah didalamnya rizki orang yang beriman. Barangsiapa yang didalamnya memberi buka puasa kepada yang berpuasa, maka baginya adalah pengampunan dari dosa, pembebasan lehernya dari api neraka, dan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun pahalanya berkurang. Para sahabat bertanya, ”Ya Rasulullah, tidak semua kita dapat memberi ifthar [berbuka] kepada orang yang berpuasa. Rasul menjawab,”Allah memberikan pahala ini pada orang yang memberi ifthar kepada orang yang berpuasa walaupun dengan sebutir kurma, seteguk air atau susu yang kurang murni”.

7.Memperbanyak empat amaliyah; Empat amaliyah itu adalah membaca shahadat, beristighfar, mohon syurga dan mohon perlindungan dari neraka, Rasulullah bersabda,”Dan perbanyaklah pada bulan Ramadhan ini empat perkara, dua perkara yang diridhai Allah dan dua perkara yang kalian butuhkan. Adapun dua perkara yang diridhai oleh Rabb kalian adalah syahadat Lailaha Illallah dan beristighfar. Adapun dua perkara yang lain yang sangat kalian butuhkan adalah kalian memohon kepada Allah syurga dan minta perlindungan-Nya dari api neraka” [HR. Ibnu Majah].

8.Memburu Lailatul Qadar; Adapun Rasulullah apabila memasuki sepuluh terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya dan menjauhi isterinya” [Mutafaqun alaih]. ”Beliau lebih rajin beribadah sepuluh malam terakhir melebihi rajinya pada malam lain” [HR.Ahmad dan Muslim]. ”Carilah malam qadar itu pada sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadhan pada setiap malam ganjil” [Mutafaqun alaih].

9.Banyak bersedekah; Dari Ibnu Abbas, ia berkata, ”Adalah Rasulullah SAW orang yang paling dermawan berinfaq dan adalah lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan” [HR. Bukhari]

10Melakukan umrah; Rasulullah bersabda, ”Melakukan ibadah umrah pada bulan Ramadhan pahalanya seperti melakukan haji bersamaku” [HR. Bukhari].

11.Mengeluarkan zakat fithrah; Dari Ibnu Abbas, ia berkata, ”Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fithrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari laghwi dan omongan yang kotor serta makanan bagi orang miskin. Barangsiapa yang melakukannya sebelum shalat ied maka itu adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa yang melakukan setelah shalat maka itulah shadaqah dari shadaqah-shadaqah biasa” [HR. Abu Daud dan Ibnu Majah].

Ramadhan disebut juga dengan bulan yang penuh berkah, bukan bulannya yang diberkahi tapi amal ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadhan mengandung kwalitas yang tinggi diantaranya;
a.Melakukan shalat sunnah di bulan Ramadhan akan dinilai sebagai shalat wajib, apalagi melaksanakan shalat wajib. Shalat sunnat fajar yang dilakukan seorang muslim di luar Ramadhan diberikan ganjaran"Dua rakaat fajar [shalat sunnah sebelum subuh] lebih baik dari dunia dan isinya" [HR. Muslim]. Bila dikerjakan dibulan Ramadhan tentu lebih dari itu, ibarat dunia dan isinya, apa yang ada di dunia dan isinya lebih setara dengan pahala shalat sunnah fajar, luar biasa imbalan pahala di bulan ini.

b.Memberi berbuka orang yang berpuasa sama pahalanya seperti orang yang berpuasa. Walaupun yang diberikan kepada orang yang berbuka puasa hanya sebatas untuk melepaskan puasa saja maka pahalanya sama dengan orang yang berpuasa.

c.Membaca Al Qur’an di luar bulan Ramadhan, satu huruf akan bernilai sepuluh apalagi dilakukan di bulan Ramadhan. Kata Nabi Muhammad alif lam mim itu bukan satu huruf tapi tiga hurup berarti pahalanya tigapuluh.

d.Berinfaq diluar bulan Ramadhan akan dinilai satu rupiah sama dengan tujuh ratus pahala, apalagi di dalam bulan Ramadhan. Tentu akan berlipat ganda pahalanya bagi orang yang mengeluarkan jenis infaq lainnya seperti shadaqah, zakat dan santunan lainnya.

e.Tidurnya orang yang berpuasa dinilai sebagai ibadah dan bau mulut orang yang berpuasa dihadapan Allah seperti minyak kasturi. Tentu tidur karena mengantuk dan lelah disebabkan melaksanakan ibadah qiyamullail, Rasulullah biasa ditengah hari tidur sejenak [khailullah] sebatas penyegaran. Tidur karena ibadah itulah yang bernilai pahala disisi Allah.

f.Pada bulan ini ada satu malam yang disebut dengan malam qadar, bila seseorang memperoleh malam ini nilai ibadahnya sama dengan 1000 bulan atau 83 tahun 4 bulan, padahal usia manusia jarang bisa mencapai sebanyak itu, Allah berfirman;
”Sesungguhnya Kami telah menurunkan [Al Qur’an] pada malam keluhuran/kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan” [Al Qadar 97;1-3].

g.Mendapatkan dua kegembiraan, Rasulullah menyatakan bahwa orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan, gembira ketika berbuka puasa, waktu itu terasa hilang haus, lapar dan kelelahan berpuasa di siang hari dan gembira disaat hari raya, karena mampu menyelesaikan puasa satu bulan penuh, dengan kesucian dan semangat baru memulai hidup di hari yang fithri.
h.Umrah di bulan Ramadhan memiliki pahala yang amat besar, bahkan sama dengan pahala haji. Dalam Shahih nya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Umrah di bulan Ramadhan menyamai haji, atau beliau bersabda, haji bersamaku. "
Tetapi wajib diketahui, meskipun umrah di bulan Ramadhan berpahala menyamai haji, tetapi ia tidak bisa menggugurkan kewajiban haji bagi orang yang wajib melakukannya.
Demikian pula halnya shalat di Masjidil Haram Makkah dan di Masjid Nabawi Madinah pahalanya dilipatgandakan, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih : "Shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu (kali) shalat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram." Dalam riwayat lain disebutkan : “Sesungguhnya ia lebih utama. “ (HR, Al- Bukhari, Muslim dan lainnya)
i.Masuk pintu Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk pintu syurga yang bernama Ar Rayyan; “Dari Shal bin Sa’ad Ra, dari Nabi SAW, ia bersabda,”Sesungguhnya di syurga itu ada sebuah pintu yang disebut “Rayyan” yang akan dimasuki oleh orang-orang yang sedang berpuasa”, lalu ditanyakan, “Dimana orang-orang yang sedang berpuasa itu?”, lalu mereka berdiri ketika itu tidak seorangpun selain mereka yang masuk pintu tersebut. Maka apabila mereka telah masuk semua, pintu itu ditutup, sehingga tidak ada seorangpun yang masuk”.
Jika demikian tingginya nilai-nilai yang terkandung dalam bulan suci Ramadhan, mengapa tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, bukankah Rasulullah telah menggambarkan,”Kalau sekiranya ummatku mengetahui kebaikan di bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar supaya tahun semuanya menjadi Ramadhan, karena semua kebaikan berkumpul di dalamnya, ketaatan bisa diterima, do’a dikabulkan, dosa diampuni dan syurga rindu kepada mereka”. Wallah a'lam [Cubadak Solok,12 Syawal 1431.H/ 21 September 2010]

Referensi;
1. Tuntunan Ibadah di Bulan Ramadhan, Oleh Syaikh Muhammad Ibn Jaarullah Al Jaarullah Compiled ebook by Akhukum Fillah La Adri At Tilmidz
2. 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath
3.Hadits Arbain An Nawawi, Sofyan Efendi, HaditsWeb 3.0,
4. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
5.Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar