Rabu, 09 Mei 2012
1. Pahala Shalat
Oleh ; MUKHLIS DENROS
Shalat merupakan salah satu rukun islam yang harus ditunaikan dengan baik oleh ummat islam sebagai sarana untuk beribadah dengan meraup pahala didalamnya. Dari Abu Abdirrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anhuma berkata : saya mendengar Rasulullah bersabda: "Islam didirikan diatas lima perkara yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah dan berpuasa pada bulan ramadhan". [HR. Bukhari dan Muslim ]
Agar shalat merupakan kebutuhan muslim selain kewajiban maka hendaknya dibiasakan sejak kecil sebagaimana Rasul menyatakan, "Suruhlah anak-anakmu shalat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur mereka (putera-puteri). (HR. Abu Dawud)
Ukuran baiknya semua amal manusia diawali dari baiknya ibadah shalat yang yang dilakukan, Rasulullah bersabda,"Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi'' (HR. An-Nasaa'i dan Tirmidzi)
Shalat yang dikerjakan merupakan ujud dari dua kebersihan yaitu kebersihan fisik dan kebersihan mental seseorang "Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali" (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang shalat tidak akan menyia-nyiakan waktu karena dia terikat oleh waktu-waktu shalat yang harus segera ditunaikan, sebelum berangkat dia sudah dapat memperkirakan dimana nanti shalatnya, andaikata tdak ada waktu karena perjalanan yang jauh dia siap dengan shalat jamak/ qasharnya, demikian pula dalam bertamu dia akan memilih waktu yang tidak mengganggu ketenangan tuan rumah dalam shalat karena kedatangannya.
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” [An Nisa’ 4;103]
Abdullah ibnu Mas'ud Ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Shalat tepat pada waktunya." Aku bertanya lagi, "Lalu apa lagi?" Beliau menjawab, "Berbakti kepada kedua orang tua." Aku bertanya lagi, "Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah." (HR. Bukhari)
Dengan shalat berart mengadakan hubungan vertikal kepada Khaliq [Allah Maha Pencipta] dengan segala kerendahan hati bermunajat dengan permohonan dan ampunan. Allah Swt berfirman dalam surat Thaha 20;14
”Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan drikanlah shalat untuk mengingat-Ku”.
Dan dalam surat Ar Ra’du 13; 28 Allah Swt berfirman,
”Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”.
Shalat disamping sebagai sarana ibadah bagi orang islam dia juga ciri dan pembeda dengan orang lain. Rasululllah Saw pernah bersabda bahwa yang membedakan orang islam dengan orang kafir adalah shalat dan kedekatan seorang muslim dengan Allah diantaranya ketika sujud," Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud, maka perbanyaklah do'a (saat bersujud). (Muslim)"
Shalat yang dilakukan oleh seorang mukmin memiliki keutamaan pahala bagi yang mau dan mampu mencarinya, bila shalat dilakukan sendiri saja maka pahalanya hanya satu, bila dilaksanakan dengan berjamaah maka pahalanya duapuluh tujuh derajat, apalagi dilaksanakan di masjid maka pahalanya limapuluh pahala.
Selain itu shalat sunnah yang dilakukan mukmin juga mengandung pahala yang besar seperti seorang mukmin yang menunaikan shalat fajar yaitu shalat sunnah rawatib sebelum shalat subuh maka pahalanya sama dengan dunia dan isinya, itu shalat sunnah saja apalagi shalat subuh yang dikerjakan di masjid tentu lebih besar dari itu pahalanya.
Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi Muhammad saw., bersabda, "Shalat jamaah melebihi atas shalat seseorang di rumahnya dan di pasarnya dengan dua puluh lima derajat. Sesungguhnya, salah seorang di antaramu apabila berwudhu dengan baik lalu datang ke masjid hanya karena mau shalat, tidaklah ia melangkahkan satu langkah melainkan Allah menaikkan derajatnya satu derajat dan menghapuskan satu kesalahan darinya sampai ia masuk masjid. Apabila ia masuk masjid, ia (dinilai dan diberi pahala seperti) berada dalam shalat selama ia bertahan karenanya dan malaikat memohonkan rahmat selama ia di dalam majelisnya yang mana ia shalat di dalamnya dan malaikat itu mengucapkan, 'Ya Allah, ampunilah ia, ya Allah sayangilah ia,' selama ia belum berhadats.'"
"Barangsiapa berjamaah dalam shalat subuh dan Isya maka baginya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari kemusyrikan" (Abu Hanifah)
"Paling afdol (utama) shalat seorang (adalah) di rumahnya kecuali (shalat) yang fardhu (lima waktu)" (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Qatadah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Allah berfirman : "Sesungguhnya Aku menfardhukan atas umatmu shalat lima (waktu = pen). Dan Aku janjikan janji bahwasanya barangsiapa yang menjaga shalat itu pada waktunya, maka Aku masukkan ke sorga. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka tidak ada janjiKu padanya".
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : "Aku membagi shalat antara Aku dan hambaKu dua bagian, separohnya untukKu dan separohnya untuk hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang dimintanya". Ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : "Bacalah. Seorang hamba membaca : "Alhamdulillahi rabbil 'alamin" (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam)". Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : "Hamba Ku memuji Aku dan bagi hambaKu apa yang dimintanya". Hamba membaca : "Arrahmanirrahim" (Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). Allah berfirman : "HambaKu memuliakanKu, dan ini untukKu". Ayat ini antaraKu dan antara hambaKu separoh. Hamba membaca : "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in" (Hanya pertolongan)". Ini antara Aku dan hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang dimintanya. Dan akhir surat ini untuk hambaKu. Hamba membaca : "Ihdinash shirathal mustaqim. Shirathal ladiziinaan'amta alaihim ghairil maghdhubi' alaihim waladh dhallin' (Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan or¬ang-orang yang Engkau beri ni'mat atas mereka bukan (jalan) orang-orang yang dimurkai atas mereka, dan bukan (jalan) orang-orang yang tersesat). Ini bagiKu dan bagi hambaKu apa yang dimintanya.
Ada tiga tempat yang bersejarah pada kehidupan beragama dalam islam, masing-masing tempat itu memiliki keistimewaannya yaitu Masjidil Haram di Mekkah Al Mukarramah, Masjid Nawabi di Madinah dan Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis, pada tempat ini nilai shalat didalamnya bagi yang melakukan memiliki pahala yang berbeda sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah; "Shalat di Masjidil Haram senilai dengan seratus ribu shalat, shalat dalam masjidku [Madinah] senilai dengan seribu, shalat dan shalat di Baitul Maqdis senilai limaratus shalat" [HR. Baihaqi].
Dari Abu Abdillah Jabir bin Abdullah Al-Anshari radhiallahu ‘anhu. Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam, “Apa pendapatmu bila aku telah sholat lima waktu, berpuasa Ramadhan, aku menghalalkan yang halal, dan mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambah amalan selain itu, apakah aku akan masuk surga?” Nabi menjawab, “Ya” (HR Muslim)
Begitu besarnya pahala yang diberikan Allah kepada ummat-Nya yang mau dan mampu mengaplikasikan imannya dengan amal ibadah termasuk untuk menegakkan shalat, semoga ummat islam tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, wallahu a'lam. [Cubadak Solok, 20 Zulqaidah 1431.H/28 Oktober 2010.M].
Referensi;
1. 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath 2. 2. Hadits Arbain An Nawawi, Sofyan Efendi, HaditsWeb 3.0,
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4. Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009
5.Himpunan Hadits Qudsi, Ahmad Sunarto, kompilasi pakdenono, 2007
Penulis Drs. St. Mukhlis Denros
Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat
Anggota DPRD Kabupaten Solok 1999-2009
Hak Cipta Dilindungi Allah Subhanahu Wata’ala
Tidak Dilarang Keras Mengkopi dan Menyebarkan Materi ini
dengan menyebutkan sumbernya; http://mukhlisdenros,blogspot.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar